Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Statika

analisa kemacetan ruas jalan pada jalan M.Thamrin Padangsidimpuan ayu lestari, anggi; Rafii, Ahmad; Siregar, Nurhasana
STATIKA Vol. 6 No. 2 (2023): Statika Vol 6 No 2 September 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v6i2.1255

Abstract

Kinerja suatu jaringan jalan sangat mempengaruhi perkembangan suatu kota. Ketika jaringan jalan memliki suatu kinerja jaringan jalan baik, banyak keuntungan yang didapatakan masyarakat. Keuntungan tersebut yang ada pada akhirnya mengingatkan penghasilan dan pendapatan daerah. Dengan lancarnya aktivitas pergerakan orang dan barang, maka secara langsung pendapatan ekonomi masyarakat meningkat. Permasalahan-permasalahan yang terjadi seperti pada jalan M. Thamrin ini terdapat adanya pedagang kaki lima (Pajak Sagumpal Bonang), angkutan umum seperti becak yang akan mempengaruhi kemacetan di jalan M. Thamrin Lokasi. Adapun maksud dari lokasi dan waktu penelitian adalah tempat dimana penelitian dan waktu yang dibutuhkan selama penelitian ini dilaksanakan Lokasi penelitian yang dimaksud disini adalah tempat dimana penelitian ini dilaksanakan dari mulai survei awal hingga tahapan pengambilan data yang diperlukan. Adapun lokasi penelitian ini dilaksanakan di Jalan M. Thamrin Padangsidimpuan. Pengumpulan data merupakan sarana pokok untuk menemukan penyelesaian suatu masalah. Data yang dibutuhkan dalam penyusunan studi ini berupa data-data pendukung analisis. Data yang didapat adalah data primer dan sekunder. Puncak arus lalu lintasyang melewati jalan M. Thamrin terjadi pada hari minggu saat hari libur sebesar 259 smp/jam dengan nilai DS 1.3 smp/jam, Nilai Kapasitas di Jalan M.Thamrin Padangsidimpuan sebesar 1.155 smp/jam. Yang menjadi faktor kemacetan adalah penyempitan badan jalan yang disebabkan adanya aktivitas PKL dan Parkir. Solusi untuk mengatasi kemacetan tersebut langkah yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat setempat antara lain: Melakukan penertiban PKL dan Parkir dari pihak berwenang Menyediakan fasilitas parkir yang tidak jauh dari kawasan pasar. Melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan untuk lebih mengetahui rambu-rambu lalulintas.
ANALISA KUAT TEKAN PAVING BLOCK DENGAN PEMANFA ATAN LIMBAH ABU SEKAM PADI sianipar, joel gabriel sianipar; Pulungan, Suryanti Suraja; Siregar, Nurhasana
STATIKA Vol. 8 No. 1 (2025): Statika Vol 8 No 1 April 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v8i1.1483

Abstract

Abstrak : Paving block merupakan komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya. Dalam penelitian ini seperti penambahan limbah abu sekam padi sebagai pengganti sebagian semen bertujuan agar kuat tekan bertambah dari sebuah paving block dan untuk melihat perbandingan nilai kuat tekan sebelum dan setelah penambahan abu sekam padi. Dimana pada campuran ini mempunyai persentase campuran sebesar 10%, 20% dan 30% pada berat semen Penelitian dilakukan di laboratorium beton dengan menggunakan metode experimen teknik sipil fakultas teknik universitas graha nusantara padangsidimpuan. Adapun Pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap kuat tekan paving block dianalisis menggunakan regresi linear dengan nilai interval koefisien korelasi R = 0,9947 yang menunjukan bahwa pengaruh abu sekam padi terhadap kuat tekan paving block tingkat hubungannya sangat kuat. Dimana nilai kuat tekan yang dihasilkan dari paving block normal dari umur 7 hari, 14 hari, dan 28 hari secara berturut-turut yaitu 10,89 MPa, 12,74 MPa, dan 14,50 MPa untuk kuat tekan penambahan abu sekam padi variasi 10% adalah 9,28 MPa, 10,17 MPa, dan 11,80 MPa untuk kuat tekan penambahan abu sekam padi variasi 20% adalah 6,42 MPa, 7,72 MPa, dan 9,30 MPa. Sedangkan untuk kuat tekan penambahan abu sekam padi variasi 30% adalah 4,28 MPa, 5,43 MPa, dan 6,08 MPa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil kuat tekan penggunaan abu sekam padi pengganti sebagian semen pada campuran paving block memenuhi klasifikasi kelas (mutu D) dapat digunakan untuk taman.
ANALISIS KUAT TEKAN PAVING BLOCK MENGGUNAKAN PASIR PANTAI SEBAGAI PENGGANTI PASIR NORMAL Siregar, Rasyidin Muhammad Akbar; Pulungan, Suryanti Suraja; Siregar, Nurhasana
STATIKA Vol. 8 No. 1 (2025): Statika Vol 8 No 1 April 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v8i1.1484

Abstract

Abstrak: Salah satu komponen yang sering digunakan dalam konstruksi adalah paving block, yang merupakan material yang digunakan untuk pembuatan trotoar, jalan kecil, dan area parkir. Namun, pembuatan paving block tidak lepas dari penggunaan bahan baku, salah satunya adalah pasir. Pasir merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan paving block karena memiliki peran penting dalam meningkatkan kekuatan dan ketahanan paving block terhadap beban dan tekanan. Pasir alamiah yang lain yaitu pasir pantai, yang tersebar luas di sepanjang garis pantai, menjadi alternatif yang menarik sebagai pengganti pasir normal dalam pembuatan paving block. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar lumpur, kuat tekan dan pengaruh paving block menggunakan pasir normal dengan pasir pantai. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian yang dilakukan dengan cara pengujian (eksperimen) yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara akibat satu sama lain dan membandingkan hasil. Dari hasil analisis data dapat di ambil kesimpulan bahwa kadar lumpur paving block pasir normal sebesar sebesar 2,10 % masih berada di bawah standar kadar lumpur (5%) sedangkan pasir pantai pandan sebesar 6,04 % melebihi batas standar kadar lumpur maksimal 5 %. Kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari pasir normal sebesar 10,89, Pasir pantai variasi 5 % sebesar 11,43, Pasir pantai variasi 10 % sebesar 11.27 dan Pasir pantai variasi 15 % sebesar 10,21. Pada umur 14 hari pasir normal sebesar 12,74, Pasir pantai variasi 5 % sebesar 12,33, Pasir pantai variasi 10 % sebesar 11,43 dan Pasir pantai variasi 15 % sebesar 10,39. Umur beton pada 28 hari pasir normal sebesar 14,50, Pasir pantai variasi 5 % sebesar 13,41, Pasir pantai variasi 10 % sebesar 12,16 dan Pasir pantai variasi 15 % sebesar 11,64. Semakin tinggi penggunaan pasir pantai maka semakin menurun hasil kuat tekan beton yang dihasilkan..