Ikan belanak (Planiliza subviridis) merupakan salah satu dari beberapa jenis ikan yang hidup di perairan Kabupaten Pangkajene & Kepulauan (Pangkep) dan Kabupaten Takalar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan (Juli 2025 – September 2025), bertujuan untuk membandingkan hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi ikan belanak yang tertangkap di perairan Pangkep dan Takalar (Selat Makassar). Pengambilan sampel dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan Maccini Baji (Pangkep) dan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Beba (Takalar). Alat tangkap yang digunakan selama penelitian adalah gill net dengan ukuran mata jaring 1.0-2.5 inci. Secara keseluruhan sampel ikan yang tertangkap di perairan Pangkep sebanyak 349 individu, terdiri atas 124 ikan jantan dan 225 ikan betina, sedangkan di perairan Takalar sebanyak 174 individu, terdiri atas 93 ikan jantan dan 81 ikan betina. Di perairan Pangkep, hubungan panjang-bobot ikan jantan adalah W = 0.000103 L2.5699 (r = 0.9654) dan ikan betina W= 0.000129 L2.5309 (r = 0.9788) sedangkan di perairan Takalar untuk ikan jantan adalah W = 0.000202 L2.4714 (r = 0.9524) dan ikan betina W = 0.000220 L2.4626 (r =0.9663). Rerata nilai faktor kondisi ikan belanak jantan di perairan Pangkep lebih besar dibandingkan ikan betina. Hal yang sama ditemukan di perairan Takalar. Pola pertumbuhan ikan belanak (Planiliza subviridis) di perairan Pangkep dan Takalar adalah hypoallometric atau negative allometric. Nilai rata-rata faktor kondisi lebih besar dari 1 yang menunjukkan kondisi ikan yang cukup baik.