Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisa Perancangan Alat Keamanan Pintu Rumah Menggunakan Android Berbasis Arduino Fadli, Yozi; Jufrizel, Jufrizel; hastuti, Weni Puji
Elsains : Jurnal Elektro Vol 2 No 2 (2020): Elsains : Jurnal Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/elsains.v2i2.4769

Abstract

Keamanan adalah aspek yang sangat penting untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan di dalam lingkungan, terutama tempat tinggal masyarakat itu sendiri. Permasalahan yang terjadi dalam masyarakat adalah sama yaitu pencurian atau pembobolan pintu rumah yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat. Salah satu kerugian masyarakat karena kejahatan pencurian adalah hilangnya barang-barang pribadi seperti: laptop, hp, uang dan lain-lain. Teknologi untuk mengindari pencurian di rumah diperlukan teknologi pengaman salah satunya kunci pintu rumah itu sendiri. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan Pembacaan sensor sidik jari ( fingerprint ) bekerja dengan baik, dari 100 kali percobaan didapat tingkat kegagalan sebesar 3.91 % persen ini disebabkan oleh posisi jari yang tidak tepat atau permukaan fingerprint kotor. Dan tingkat keberhasilan pembacaan fingerprint ialah 97.69 % persen. Perangkat android dan perangkat wifi esp8266 dapat terkoneksi dengan baik pada rentang jarak antara 0 hingga 23 meter. Hasil pengujian yang dilakukan sebanyak 100 kali untuk membuka pintu terjadi kegagalan sebanyak 6 kali dan berhasil sebanyak 94 kali, hal ini membuktikan bahwa alat yang dirancang ini bekerja dengan baik.
Analisa Sistem Instrumentasi dan Keandalan Boiler dengan Metode Fault Tree ANALYSIS (FTA) dan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Fadli, Ridoan; Jufrizel, Jufrizel; hastuti, Weni Puji
Elsains : Jurnal Elektro Vol 2 No 2 (2020): Elsains : Jurnal Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/elsains.v2i2.4768

Abstract

Pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO), merupakan suatu proses ekstraksi minyak kelapa sawit yang dilakukan PT. Perkebunan Nusantara V Pabrik kelapa Sawit (PKS) Sei Pagar. Kegiatan pengolahan TBS di PKS dengan kapasitas terpasang 30 ton TBS per jam berlangsung 24 jam per hari. Dengan beban kinerja yang begitu panjang aktivitas pengolahan sering mengalami hambatan yang disebabkan oleh gagalnya mesin produksi steam dalam menjalankan fungsinya hingga menyebabkan menurunya hasil pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisa keandalan sistem instrumentasi boiler dan penerapan jadwal perawatan bagi komponen yang mengalami kegagalan terutama komponen yang kritis untuk memperkecil waktu down time. Hasil analisa dari kedua boiler yaitu pada boiler No. 1 nilai keandalan sebesar 99,78 % dan pada boiler No 2 sebesar 99,96 %. Dari analisa nilai MTBF dapat diketahui bahwa waktu operasi semua komponen yang dapat menyebabkan kerusakan yang paling sering terjadi pada boiler No. 1 terdapat pada komponen electric pump dengan nilai MTBF sebesar 454,73 dengan 7 kali mengalami kegagalan, maka jadwal perawatanya setiap 19 hari kerja kerja, sedangkan pada boiler No. 2 terdapat pada komponen electric pump dengan nilai MTBF sebesar 216 dengan 14 kali mengalami kegagalan, maka jadwal perawatanya setiap 9 hari kerja kerja.
ANALISIS PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA PAGARAN TAPAH KECAMATAN PAGARAN TAPAH DARUSSALAM KABUPATEN ROKAN HULU Adrianto, Ilham; Hastuti, Weni Puji
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 7 No. 3 (2023): Inovasi Sosial dan Penguatan Kapasitas Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v7i3.1582

Abstract

Penelitian ini di lakukan di desa Pagaran Tapah kecamatan Pagaran Tapah Darussalam kabupaten Rokan Hulu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program pembangunan infrastruktur desa dan kendala dalam proses pembangunan infrastruktur desa. Jenis dan sumber data dalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif yang memberikan gambaran terperinci berdasarkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Indikator dalam penelitian ini di ambil dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014. penelitian ini berjumlah 7 orang. Berdasarkan hasil penelitian ini, pembangunan infrastruktur di Desa Pagaran Tapah kurang baik dan belum terpenuhi terlihat dari beberapa indikator yang menjadi ukuran dalam penelitian ini, dapat di ambil kesimpulan bahwa pemerintah desa belum melaksanakan pembangunan infrastruktur dengan baik.
HOW IS THE DISTRICT HEALTH CENTER IMPROVING THE QUALITY OF HEALTH SERVICES IN THE KAMPAR KIRI TENGAH SUBDISTRICT? Utama, Putri; Hastuti, Weni Puji
Natapraja Vol. 11 No. 2 (2023): Policy Innovation
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/natapraja.v11i2.66881

Abstract

This research was conducted at the Kampar Kiri Tengah District Health Center, Kampar Regency. This research aims to determine the community health center's strategy for improving the quality of health services in the Kampar Kiri Tengah sub-district. Data was processed using qualitative descriptive methods. Data was obtained through direct observation, documentation, and interviews, where the respondents' answers were described and then analyzed by the author. In this research, the community health center's strategy for improving the quality of health services in the Kampar Kiri Tengah sub-district is seen based on the 2020 Strategic Plan (BLUD) of the UPTD Kampar Kiri Tengah Community Health Center, Kampar District Health Service regarding Program Strategy, Funding, Indicators, and Targets. From the results of program measurements for each indicator, the strategy for improving the quality of health services in the Kampar Kiri Tengah sub-district can be good. Efforts made by community health centers include establishing family health service programs, nutrition improvement programs, infectious disease eradication programs, environmental health programs, and health promotion efforts where the program aims to improve public health and provide good services
Performance Of Social Services In The Development Of Homeless And Beggars Febriani, Febriani; Hastuti, Weni Puji
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 7, No 2 (2023): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v7i2.7938

Abstract

This research was conducted at the office of the Department of Social Services in Pekanbaru City. Its aim was to investigate the supervision provided by the Department in handling social welfare issues, including homeless people and beggars in Pekanbaru City. The study sought to identify the factors that hinder the Department's performance in supervising homeless people and beggars in Pekanbaru. Data were collected through observation, interviews, and documentation techniques, and qualitative analysis was used to analyze the data. The research participants included the coordination and rehabilitation staff at the Department of Social Services in Pekanbaru, the task force for social welfare issues (PMKS), homeless people, beggars, and the general public. Purposive sampling was used to select the research sample, and interviews were conducted with homeless people and beggars to obtain optimal results. The results of the research showed that the Department's performance in supervising homeless people and beggars in Pekanbaru was not satisfactory, due to several issues. These include insufficient supervision provided to homeless people and beggars, with many of them still wandering the streets from morning to night. The supervision provided is only given to certain homeless people and beggars, and not all of them have received it. In addition, the Department has limited human resources and facilities for training homeless people and beggars, which has also hindered their performance
Shadow State Analysis Of Collaborative Elite In Peat Restoration Program Management Susanti, Delpi; Hastuti, Weni Puji; Handayani, Dini; Pauzi, Achmad; Dharma, Anton Budhi; Handayani, Desi; Sujianto, Sujianto; Yustina, Yustina; Asyari, Hasim; Tua, Harapan; Yuliani, Febri
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 7, No 3 (2023): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v7i3.8083

Abstract

Peat restoration is a government strategic program which is a top priority area, especially for Riau Province. Peat restoration is also one of the pilot projects that must be handled correctly, quickly and thoroughly so that it does not repeat the wounds of the disaster like 7 years ago. This is because, as the owner of the largest peatland in Sumatra, history has also been categorized as the biggest source of forest and land fires. It was suspected that the restoration of the peat was originally due to forest and peatland fires, so that the World Bank once estimated that the economic loss from the karhutla disaster reached Rp. 221 Trillion (Mileva et al. 2016). In accordance with Presidential Decree No. 1 of 2016, the government established the Peat Restoration Agency which is the leader in implementing peat restoration in Indonesia (Lebaran et al. 2016). It should be known that peat restoration is indeed designed within the framework of collaboration with many elites (representative groups that are considered capable), namely the Government, communities, NGOs and the private sector, which are the key elites for the implementation of peat restoration (collaborative governance). The elite approach strategy is the focus of this study by using collaborative governance theory as the main research framework. This study uses a qualitative method with a case study approach assisted by literature studies. Researchers found that there was a failure of peat restoration management strategy in Riau. The unclear status of the Regional Peat Restoration Team (TRGD) and the inactivity of the Riau Provincial Government in supporting the peat restoration agenda became the findings of this study. Researchers see there are several factors that cause it to happen. Economic factors become the main ones because peat restoration is related to investments in forestry and oil palm plantations. Then the cause of the failure of the management strategy, namely failure to understand communication between elites, was also caused by a lack of commitment from elite leaders in Riau.
Implementasi Kebijakan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE) di Kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera III Febrian, Ary Yudha; Hastuti, Weni Puji
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i5.4028

Abstract

Implementasi kebijakan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE) merupakan bagian penting dari upaya digitalisasi administrasi pemerintahan yang dicanangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Namun, penerapannya di Kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera III belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan implementasi TNDE berdasarkan pendekatan teori Edward III, yang mencakup empat dimensi utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TNDE memberikan kontribusi positif dalam hal efisiensi waktu dan pengurangan penggunaan kertas dalam proses administrasi. Namun, masih terdapat kendala seperti infrastruktur teknologi yang belum memadai, pelatihan yang tidak merata, serta resistensi pegawai terhadap perubahan dari sistem manual ke digital. Implikasi dari hasil penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur yang mendukung, serta peran aktif pimpinan dalam mendorong budaya kerja berbasis digital agar implementasi TNDE dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Model Pembinaan Pemerintahan Desa Dalam Transparansi Pengelolaan Dana Desa Di Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Heriyanto, Meyzi; Susanti , Delpi; Hastuti, Weni Puji; Fauzi, Achmad; Handayani, Dini
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 11 No 5 (2022)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/.v11i5.2385

Abstract

Model Pembinaan dalam melakukan Transparansi merupakan suatu cara atau prinsip sehingga menjamin akses bagi setiap masyarakat agar memperoleh informasi atau data terkait penyelenggaraan pemerintahan desa dalam pengelolaan dana desa yang dilakukan oleh pemerintah. Dengan adanya model pembinaan dengan prinsip transparansi diharapkan pemerintah Desa Titi Akar melakukan pengelolaan Dana Desa dengan transparan serta melibatkan masyarakat Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembinaan pemerintahan desa agar transparansi didalam pengelolaan Dana Desa dan mekanisme pengelolaan Dana Desa yang dilakukan oleh pemerintah Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembinaan pemerintahan desa dalam transparansi pengelolaaan dana desa yang dilakukan oleh pemerintah Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara sudah sesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang berlaku serta melibatkan masyarakat mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban sampai dengan penyerahan hasil laporan Pembinaan . Berdasarkan indikator dari model pembinaan transparansi menunjukan bahwa minimnya ketersediaan aksesibilitas dokumen serta adanya kelengkapan, kejelasan dan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi yang tidak bisa diakses secara menyeluruh dengan minimnya pemasangan baliho dan papan informasi di beberapa titik yang menjadi penting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara sudah menjalankan proses mekanisme pengelolaan Dana Desa secara bertahap dengan melibatkan beberapa unsur terkait termasuk masyarakat Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara.
EDUKASI POLITIK BAGI PEMILIH PEMULA DI DESA RIMBO PANJANG TAMBANG – KAMPAR Rustam, Afrinaldy; Afrizal; Mashuri; Khairunsyah; Kafrina; Mustiqowati; Hastuti, Weni Puji; Sehani; Dewi, Ratna; Asutri, Fitri Ramashani; Canddra, pivit Sptiary; Emti, Dewvi; Nurdiana; Syarli, Zikri Adilla
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024 : Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v2i1.53

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak edukasi politik terhadap pemilih pemula di Desa Rimbo Panjang Tambang, Kabupaten Kampar. Desa ini dipilih sebagai lokasi penelitian karena tingkat partisipasi pemilih pemula dalam proses politik seringkali rendah, yang bisa disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang politik dan kebijakan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan wawancara dengan pemilih pemula dan pemangku kepentingan lokal.Hasil studi menunjukkan bahwa edukasi politik memiliki dampak yang signifikan terhadap pemilih pemula di Desa Rimbo Panjang Tambang. Sebelum mendapatkan edukasi politik, mayoritas pemilih pemula memiliki pemahaman yang terbatas tentang proses politik dan isu-isu penting. Namun, setelah mengikuti program edukasi politik, terjadi peningkatan yang signifikan dalam keterampilan berpikir kritis mereka, kemampuan untuk mengevaluasi informasi politik, dan partisipasi aktif dalam proses politik lokal.