Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PALASTREN

ANALISIS FAKTOR KETIDAKBERHASILAN CALON BUPATI PEREMPUAN PADA PILKADA KABUPATEN KUDUS-KOTA SANTRI TAHUN 2018 Dewi, Tevana Sari; Dewi, Siti Malaiha
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 14, No 2 (2021): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v14i2.13927

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor ketidakberhasilan calon bupati perempuan pada Pilkada Kabupaten Kudus yang merupakan kota santri pada Tahun 2018. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan hasil penelitian menunjukkan bahwa factor ketidakberhasilan calon bupati perempuan ada dua: Pertama,  faktor   internal, meliputi: kurangnya  waktu untuk  sosialisasi diri sebagai calon pemimpin perempuan, dan faktor primordialisme karena bukan asli  orang  Kudus;   Kedua,  faktor  eksternal  meliputi:  adanya money politic, dan terbentuknya  jaringan  botoh.  Maka, pertama, pendidikan politik bagi masyarakat secara masif harus dilaksanakan oleh lembaga penyelenggara maupun pengawas pemilu serta perguruan tinggi dan NGO sehingga primordialisme dan pandangan yang bias gender dari masyarakat tentang calon bupati perempuan terkikis. Kedua, penegakan regulasi tentang larangan money politic oleh lembaga pengawas pemilu mesti diperkuat bersama-sama dengan pengawasan partisipatif oleh masyarakat. 
Analisis Faktor Ketidakberhasilan Calon Bupati Perempuan Pada Pilkada Kabupaten Kudus-Kota Santri Tahun 2018 Dewi, Tevana Sari; Dewi, Siti Malaiha
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 2 (2021): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v14i2.13927

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor ketidakberhasilan calon bupati perempuan pada Pilkada Kabupaten Kudus yang merupakan kota santri pada Tahun 2018. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ketidakberhasilan calon bupati perempuan ada dua: Pertama, faktor internal, meliputi: kurangnya waktu untuk sosialisasi diri sebagai calon pemimpin perempuan, dan faktor primordialisme karena bukan asli orang Kudus; Kedua, faktor eksternal meliputi: adanya money politic, dan terbentuknya jaringan botoh. Maka, pertama, pendidikan politik bagi masyarakat secara masif harus dilaksanakan oleh lembaga penyelenggara maupun pengawas pemilu serta perguruan tinggi dan NGO sehingga primordialisme dan pandangan yang bias gender dari masyarakat tentang calon bupati perempuan terkikis. Kedua, penegakan regulasi tentang larangan money politic oleh lembaga pengawas pemilu mesti diperkuat bersama-sama dengan pengawasan partisipatif oleh masyarakat.