Abstract. Anemia in pregnancy remains a crucial public health issue in Indonesia, given its high incidence and serious implications for maternal and neonatal health. Low knowledge of nutritious diets and iron intake are major risk factors for anemia during pregnancy. This quasi-experimental study aimed to evaluate the effectiveness of an educational intervention based on an anemia booklet accompanied by “Isi Piringku” stickers in improving the knowledge of pregnant women. Conducted in Mamuju Regency, this study involved 64 respondents who were divided into an intervention group (n=32) and a control group (n=32) using purposive sampling. The intervention group received four weeks of education using booklets and stickers, while the control group received conventional education through the Maternal and Child Health Handbook. Knowledge about anemia was measured before and after the intervention using questionnaires analyzed using the Mann–Whitney U and Wilcoxon Signed Ranks. The results showed a significant increase in knowledge in the intervention group compared to the control group (p<0.05), with a predominance of the “good” category after intervention, while the control group showed a more moderate increase. These findings confirm that educational media that integrate visual and informative elements simultaneously can facilitate understanding and retention of information by pregnant women. Abstrak. Anemia pada kehamilan tetap menjadi isu kesehatan masyarakat yang krusial di Indonesia, mengingat tingkat kejadiannya yang cukup tinggi dan implikasi serius terhadap kesehatan maternal dan neonatal. Rendahnya pengetahuan terkait pola makan bergizi dan pemenuhan zat besi menjadi faktor risiko utama terjadinya anemia selama kehamilan. Penelitian quasi-eksperimental ini bertujuan mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi berbasis media booklet anemia yang dilengkapi stiker “Isi Piringku” dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Dilaksanakan di Kabupaten Mamuju, penelitian ini melibatkan 64 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=32) dan kontrol (n=32) melalui teknik purposive sampling. Kelompok intervensi menerima edukasi selama empat minggu menggunakan booklet dan stiker, sedangkan kelompok kontrol memperoleh edukasi konvensional melalui Buku KIA. Pengetahuan tentang anemia diukur sebelum dan sesudah intervensi dengan kuesioner yang dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney U dan Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan pada kelompok intervensi dibanding kontrol (p<0,05), dengan dominasi kategori “baik” pasca-intervensi, sedangkan kelompok kontrol menunjukkan peningkatan yang lebih moderat. Temuan ini menegaskan bahwa media edukasi yang mengintegrasikan elemen visual dan informatif secara simultan mampu memfasilitasi pemahaman dan retensi informasi ibu hamil.