Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERBEDAAN PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP ETIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Anwar, Yulianti; Amarullah, Fitriany
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the goals of accounting education in Indonesia is to introduce the stu­ dents to the ethics and values of accounting profession. This research focused on the effectiveness of accounting curriculum in developing students ’responsibility towards the financial statement s users. We find that accounting students oppose earnings management more strongly than do students from other disciplines, even though there are not any significant differences in their view of financial report ethics. This similar view on ethics also occurs between the new accounting students and senior accounting students. These results show that there are needs to reform the account­ ing curriculum - particularly in Indonesia - to emphasize more on ethics and values of the accounting profession.
Faktor-Faktor Penyebab Remaja Putus Sekolah Usia 12 - 18 Tahun di Polobangkeng Utara, Kabupaten Takalar Anwar, Yulianti; Hadju, Veni; Rambulangi, Samrichard; Mastuti, Nih Luh Putu Herli
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 3 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v3i2.690

Abstract

Dropout is a predicate given to former students who are unable to complete a level of education and unable to continue their studies to the next level of education. This study determines the factors that cause adolescents to drop out of school. This study is qualitative descriptive research with the type of field research. Data collection techniques are by conducting observations, interviews, and documentation. Meanwhile, to determine the informants using the purposive sampling technique, in this case, the researchers chose informants, namely teenagers who dropped out of school, aged 12-18 years, parents of teenagers, and the local government. The analysis used is an interactive model of data analysis technique that includes three paths specifically, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the factors that caused teenagers to drop out of school were economic problems, low learning abilities, adolescent associations, and student attitudes towards teachers.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR BAYI Sriyanah, Nour; Achmad, Ismiyanti H.; Anwar, Yulianti; Hutabarat, Naomi Isabella
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7 No. 1 Edisi 3 Oktober 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i1.2752

Abstract

Abstract: Basic immunization is a strategic step in preventing polio, diarrhea, congenital defects, and delays in physical and cognitive development. Tomuan Health Center is one of the health centers in Pematang Siantar City with low immunization achievements. The purpose of the study was to determine the factors associated with the completeness of basic immunization of infants. The research design used in this study was cross sectional. The research was conducted in the Tomuan Health Center working area. The research was conducted in October 2023. The study population was all mothers who have babies who have reached the age of 12 months who live around the Tomuan Health Center working area. The research sample amounted to 50 respondents who were selected using simple random sampling. The research instrument used a research questionnaire. Data analysis was conducted univariate and bivariate. The results showed family support (p value: 0.001), maternal confidence (p value: 0.001) on the provision of complete basic immunization. It is recommended that the puskesmas provide information in counseling and increase the motivation of mothers regarding the importance of immunization and monitor the completeness of immunization so as to create trust in doing this and for mothers who have infants and toddlers should be more active in seeking information about basic immunizations that should be given to children because this is very influential with the mother's knowledge.Keywords: Toddlers, Family Support, Basic Immunization.
Pemberdayaan Kader KB dalam Meningkatkan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang pada Pasangan Usia Subur di Kelurahan Rangas, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat Anwar, Yulianti; Tiyas, Ajeng Hayuning; Sunar, Sunar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JPMI - Juni 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3397

Abstract

Berdasarkan data profil kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, cakupan peserta KB MKJP di Provinsi Sulawesi Barat masih rendah dan di bawah rata-rata nasional yaitu 11,20%, dari total cakupan peserta KB aktif sebesar 46,79%. Di antara wilayah Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Mamuju, merupakan salah satu wilayah dengan cakupan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang masih rendah yakni 9,7%,. Untuk mendorong minat PUS tersebut harus didukung dengan peran kader KB guna meningkatkan pengetahuan dan memberikan pengaruh pada PUS untuk menggunakan MKJP. Berdasarkan masalah tersebut disusun suatu kegiatan pengabdian masyarakat sebagai upaya meningkatkan penggunaaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Pasangan Usia Subur (PUS) melalui pemberdayaan kader KB di Kelurahan Rangas, Kabupaten Mamuju tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan melakukan pelatihan KIE/Konseling pada kader KB, pembagian ABPK, Roda Klop dan buku saku kepada kader KB serta pendampingan pelaksanaan KIE/Konseling oleh kader KB kepada PUS dan pemantauan penjaringan calon akseptor KB sampai mendapatkan pelayanan sesuai dengan target di wilayah kelurahan Rangas. Sebelum  pelatihan dilakukan Pre Test dan  hasil pre test menunjukan bahwa dari 21 orang peserta kegiatan, sebagian besar tingkat pengetahuan peserta berada pada kategori cukup yaitu 10 orang (48%), 7 orang kurang (33%) sedangkan yang memiliki pengetahuan awal dalam kategori baik sebanyak 4 orang (19%).  Dan setelah kegiatan hasil post test menunjukan bahwa dari 21 orang peserta kegiatan, terdapat peningkatan pengetahuan terkait pemberian KIE/Konseling. Hasil post test menunjukkan bahwa seluruh nilai peserta masuk kategori baik (100%)
Pemberdayaan PLKB dan PPKBD melalui Pelatihan KIE/Konseling dalam Rangka Meningkatkan Keikutsertaan KB di Kabupaten Mamuju Amin, Erna; Tiyas, Ajeng Hayuning; Anwar, Yulianti
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4068

Abstract

Tingginya jumlah penduduk di Indonesia salah satu sebabnya adalah tingginya Total Fertility Rate (TFR). Sedangkan penyebab tingginya TFR adalah Contraceptive Prevalence Rate yang rendah salah satunya di Kabupaten Mamuju dengan presentase CPR sebesar 49,15% pada tahun 2021. Perlu adanya penguatan pemberdayaan kader khususnya PLKB (Petugas Lapangan KB) sebagai garda terdepan yang mempunyai peran penting dalam memberikan pemahaman, pengetahuan melalui KIE kepada masyarakat tentang pentingnya mengikuti program KB. Tujuan kegiatan PkM  ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan PLKB dan PPKBD dalam melakukan KIE/konseling KB sehingga dapat meningkatkan cakupan keikutsertaan KB pada PUS di Kabupaten Mamuju. Mitra dan sasaran kegiatan ini yaitu Kepala Dinas PPKB, PLKB, PPKBD, dan pasangan usia subur (PUS) di Kabupaten Mamuju. Kegiatan PkM dilakukan dengan memberikan pelatihan KIE/konseling KB untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PLKB dalam melakukan KIE, serta pendampingan PLKB melalui pemberian ABPK berupa RODA KLOP, dan pemantauan penjaringan calon akseptor KB sampai mendapatkan pelayanan sesuai dengan target. Hasil yang dicapai yaitu peningkatan pemahaman PLKB dalam melakukan KIE/Konseling dengan rata-rata nilai posttest sebesar 75.
Sociodemographic and psychosocial factors influencing Long-Term Contraceptive Method (LTCM) uptake among Indonesian women: A mixed-methods study Hayuning Tiyas, Ajeng; Amin, Erna; Anwar, Yulianti
Journal of Current Health Sciences Vol. 5 No. 4: 2025
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.2025129

Abstract

Despite the high effectiveness of long-term contraceptive methods (LTCM), participation rates in Indonesia—particularly in Mamuju—remain well below national targets, highlighting an urgent public health gap. This study addresses this issue by investigating the interplay of sociodemographic and psychosocial determinants shaping women’s decisions to adopt LTCM, using a sequential explanatory mixed-methods design. A total of 120 women of reproductive age were purposively sampled for quantitative analysis, followed by in-depth interviews with 10 diverse informants. Quantitative findings identified parity as the most influential factor: women with three or more children were over nine times more likely to use LTCM, followed by age over 35, knowledge, and husband’s support, while higher education showed an inverse association. Psychosocial variables such as value of children and perception of the ideal family, though culturally significant, did not independently predict LTCM use. Qualitative insights revealed that husband’s approval and practical economic or health concerns often outweighed cultural ideals. These results suggest that interventions must prioritize tailored IEC for high-parity and older women, empower male partners, and strengthen service accessibility. Family planning programs in similar contexts should integrate couple-based counseling and community engagement to drive LTCM uptake and address persistent gaps in reproductive health outcomes.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang IMD dan ASI Eksklusif di Puskesmas Beru-Beru, Kab. Mamuju Tiyas, Ajeng Hayuning; Amin, Erna; Anwar, Yulianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2024): JPMI - Februari 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2045

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya untuk menekan angka kematian bayi adalah dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan dilanjutkan dengan pemberian ASI secara eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan. Persentase bayi baru lahir yang dilakukan IMD di Provinsi Sulawesi Barat masih rendah 57,03%, di bawah rata-rata nasional yaitu 64,55%, sedangkan untuk persentase pemberian ASI eksklusif pada bayi usia kurang dari 6 bulan sebesar 27,8%, terendah ketiga setelah Provinsi Papua dan Papua Barat. Diantara wilayah Kabupaten Mamuju, Kecamatan Kalukku masuk ke dalam 3 kecamatan dengan cakupan ASI yang masih rendah. Berdasarkan masalah tersebut disusun suatu kegiatan pengabdian masyarakat sebagai upaya meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif khususnya di wilayah kerja Puskesmas Beru-Beru Kecamatan Kalukku melalui kegiatan peningkatan pengetahuan kepada ibu hamil tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI eksklusif di lokasi tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan melakukan penyuluhan kesehatan, pemberian booklet dan pendampingan kader untuk memastikan pelaksanaan IMD dan pemberian ASI eksklusif berjalan dengan baik. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang IMD dan ASI eksklusif dan meningkatnya persentase cakupan pemberian IMD pada bayi baru lahir.
Relationship Between Age and Education of Women of Fertile Age with Participation in Long-Term Contraceptive Methods Amin, Erna; Hayuning Tiyas, Ajeng; Anwar, Yulianti; S, Suryanti; Anita, Nur
Genius Journal Vol. 5 No. 1 (2024): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v5i1.366

Abstract

Objective: The aim of this research is to determine the relationship between age and education and the decision of women of childbearing age (WUS) to become MKJP family planning acceptors in Mamuju District. Method: This research is quantitative research with a cross-sectional method. Data collection techniques include questionnaires. The data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis with the chi square statistical test. Result: The results of research based on the Chi Square Test show that there is a relationship between age (p value = 0.050) and education (p value = 0.017) and MKJP family planning participation. Conclusion: The results of this study explain that there is a relationship between age, education, and WUS participation in family planning programs using long-term contraceptive methods.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Dukungan Suami terhadap Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Kecematan Mamuju Anwar, Yulianti; Amin, Erna; Tiyas, Ajeng Hayuning
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024887

Abstract

Metode kontrasepsi jangka panjang memiliki tingkat efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan metode KB lainnya. Jenis MKJP adalah IUD, implan, MOW dan MOP. Cakupan keikutsertaan KB MKJP di Kabupaten Mamuju tahun 2021 masih rendah yaitu 12,1%, jauh di bawah rata-rata nasional 23,1% (SDKI, 2017) dan target nasional di tahun 2021 25,93%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami terhadap  pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Kecematan Mamuju. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain sequential explanatory designs, dimana pada tahap pertama penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif (survei cross sectional) dan pada tahap kedua dilakukan dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data kuantitatif dengan dengan kuesioner, data kualitatif dengan indepth interview, dan studi dokumen, sampel sebanyak 121 orang responden dengan teknik proportional stratified random sampling.Analisis data yang digunakan untuk data kuantitatif adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji statistik chi square test. Analisa data kualitatif menggunakan analisa tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian berdasarkan Chi Square Test menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,028) dan dukungan suami (p value = 0,23) terhadap keikutsertaan KB MKJP. Artinya bahwa tingkat pengetahuan ibu merupakan variabel yang berpengaruh pada WUS untuk memutuskan menggunakan KB MKJP  disusul dukungan suami. KIE dan konseling yang efektif dari tenaga kesehatan sangat dibutuhkan bagi PUS dalam menentukan kontrasepsi yang tepat dan efektif dalam menjarangkan atau membatasi kehamilan.
Faktor-Faktor Penyebab Remaja Putus Sekolah Usia 12 - 18 Tahun di Polobangkeng Utara, Kabupaten Takalar Anwar, Yulianti; Hadju, Veni; Rambulangi, Samrichard; Mastuti, Nih Luh Putu Herli
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 3 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v3i2.690

Abstract

Dropout is a predicate given to former students who are unable to complete a level of education and unable to continue their studies to the next level of education. This study determines the factors that cause adolescents to drop out of school. This study is qualitative descriptive research with the type of field research. Data collection techniques are by conducting observations, interviews, and documentation. Meanwhile, to determine the informants using the purposive sampling technique, in this case, the researchers chose informants, namely teenagers who dropped out of school, aged 12-18 years, parents of teenagers, and the local government. The analysis used is an interactive model of data analysis technique that includes three paths specifically, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the factors that caused teenagers to drop out of school were economic problems, low learning abilities, adolescent associations, and student attitudes towards teachers.