Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu dan Status Gizi Anak dengan Derajat Dehidrasi dan Lama Hari Rawat Anak yang Mengalami Diare Estiko, Linda; Lestari, Nur Eni; Istiani, Hari Ghanesia
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.4403

Abstract

Diare pada anak dapat menyebabkan dehidrasi sampai menyebabkan kematian pada anak. Anak yang mengalami diare harus dilakukan hospitalisasi yang tepat sehingga lama hari rawat sesuai. Beberapa faktor yang menjadi risiko hal tersebut yaitu pengetahuan ibu dan status gizi anak. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan status gizi anak dengan derajat dehidrasi dan lama rawat anak yang mengalami diare. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik total sampling sebanyak 30 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner baku dan lembar observasi. Uji korelasi menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian mendeskripsikan ada hubungan pengetahuan ibu dengan derajat dehidrasi pada anak yang mengalami diare (p<0,000, a=0,05) Tidak ada hubungan status gizi anak dengan derajat dehidrasi anak yang mengalami diare (p=0,079, a=0,05). Ada hubungan pengetahuan ibu dan status gizi anak dengan lama hari rawat anak yang mengalami diare (p<0,000, p<0,000, a=0,05).
Efektifitas Kombinasi Jus Kiwi (Actinidia Deliciora) dan Rendaman Air Hangat pada Kaki terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi : The Effectiveness of Kiwi Juice (Actinidia deliciosa) Combined with Warm Foot Soaks in Reducing Blood Pressure Among Hypertensive Patients Wulandari, Milasari; Suryadi, Bambang; Istiani, Hari Ghanesia
Journal of Nursing Education and Practice Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Nursing Education and Practice
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jnep.v4i1.323

Abstract

Introduction: Hypertension, also known as the silent killer, often goes unnoticed by sufferers. It is characterized by a systolic blood pressure ≥ 140 mmHg and a diastolic pressure ≥ 90 mmHg. Kiwi fruit (Actinidia deliciosa) is rich in vitamin C and is highly beneficial for lowering high blood pressure. Warm foot soak therapy involves immersing the feet up to 10–15 cm above the ankles in warm water (39–40°C) for approximately 15 minutes. This method promotes vasodilation and body relaxation, which can help lower blood pressure. Objective: To determine the effectiveness of the combination of kiwi juice (Actinidia deliciosa) and warm foot soaking in reducing blood pressure among individuals with hypertension in RT 004, Pangkalan Jati Baru Village, Cinere, Depok. Method: This study employed a quantitative research method with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The sample was selected through non-probability sampling using purposive sampling technique, involving 20 respondents. Data were collected using an observation sheet. Results: The Wilcoxon test results comparing pre-test and post-test data showed that if the Asymp. Sig < 0.05, the hypothesis test interpretation concludes that the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected. Conclusion: The combination of kiwi juice (Actinidia deliciosa) and warm foot soaking is effective in reducing both systolic and diastolic blood pressure in individuals with hypertension.
Peran Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap Derajat Medical Adhesive-Related Skin Injury (MARSI) pada Bayi Prematur saat Pelepasan Plester Orogastric Tube: The Role of Virgin Coconut Oil (VCO) in the Degree of Medical Adhesive-Related Skin Injury (MARSI) among Preterm Infants during Orogastric Tube Tape Removal Nisa, Khairun; Istiani, Hari Ghanesia; Lestari, Nur Eni
Journal of Nursing Education and Practice Vol. 4 No. 3 (2025): Journal of Nursing Education and Practice
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jnep.v4i3.450

Abstract

Introduction: Medical Adhesive Related Skin Injury (MARSI) is a skin injury caused by the use of medical tape, which often occurs in premature infants during the removal of Orogastric Tube (OGT) tape because the skin is very susceptible to injury. Virgin Coconut Oil (VCO) has emollient and anti-inflammatory properties that can protect skin integrity. Objectives: The purpose of this study was to determine the effect of removing OGT tape using VCO on the degree of MARSI in premature infants. Method: The study design used a quasi-experimental posttest-only design with a control group. The average monthly population of infants was 30. The study sample consisted of 30 premature infants, divided into an intervention group and a control group. The sampling technique used was purposive sampling. The instruments used were the Standard Operating Procedure for removing OGT tape using VCO and the MARSI degree observation sheet. The bivariate test used the Mann-Whitney test. Result: The results showed a p-value = 0.001 (p <0.05), indicating a significant difference between the two groups. Conclusion: The use of VCO has been proven effective as a preventive intervention to reduce the degree of MARSI in premature infants during OGT tape removal. This can be recommended for hospitals as one of the Standard Operating Procedures.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Berbasis Ceramah dan Demonstrasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Kader dalam Penanganan Tersedak dan Kejang Demam pada Anak Daeli, Weslei; Istiani, Hari Ghanesia; Suryadi, Bambang
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 03 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tersedak dan kejang demam merupakan kondisi gawat darurat yang sering dialami oleh anak-anak. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu bentuk upaya pencegahan penyakit yang dilakukan melalui penerapan prinsip-prinsip pendidikan di bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kader dalam penanganan kegawatdaruratan, terutama tentang tersedak dan kejang demam pada anak dengan intervensi pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Variabel independent penelitian ini adalah pendidikan kesehatan dan variabel dependen yaitu tingkat pengetahuan kader. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kader yang berjumlah 37 orang. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tingkat pengetahuan kader sebelum intervensi sebesar 5,14, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 7,59. Hasil uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data berdistribusi tidak normal (p < 0,05), sehingga dilakukan uji non-parametrik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai W = 0,00 dengan p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Peningkatan pengetahuan kader secara signifikan dalam penelitian ini membuktikan bahwa intervensi promosi kesehatan dan demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif dalam meningkatkan kompetensi pertolongan pertama pada kasus tersedak dan kejang demam anak. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar kegiatan serupa dikembangkan dengan menambahkan sesi pelatihan berulang dan simulasi praktis agar kader tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu bertindak dengan cepat dan tepat di situasi nyata.
HUBUNGAN UMUR DAN JENIS KELAMIN DENGAN RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) BERDASARKAN DATA SKRINING KESEHATAN BPJS JAKARTA SELATAN TAHUN 2022 Pratiwi, Putri Delyana; Rokhmiati, Eka; Istiani, Hari Ghanesia
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i1.1460

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) telah menjadi isu penting dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, dan menjadi prioritas dalam pembangunan di berbagai negara. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya PTM meliputi faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan, seperti umur dan jenis kelamin, serta faktor risiko yang dapat dikendalikan, seperti pola hidup tidak sehat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara umur dan jenis kelamin dengan risiko PTM, khususnya diabetes mellitus, hipertensi, jantung koroner, dan gagal ginjal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari skrining kesehatan BPJS Kesehatan Jakarta Selatan pada tahun 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survey cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 398 responden yang dipilih secara acak. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur dan risiko PTM, dengan nilai p value = 0.000. Artinya, semakin tua usia seseorang, semakin tinggi risiko terkena PTM seperti diabetes mellitus, hipertensi, jantung koroner, dan gagal ginjal. Namun, hubungan antara jenis kelamin dan risiko PTM tidak konsisten. Meskipun terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan risiko hipertensi dan jantung koroner (p value = 0.001), namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan risiko diabetes mellitus dan gagal ginjal (p value > 0.05). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada BPJS Kesehatan Jakarta Selatan untuk memberikan edukasi yang lebih ketat tentang faktor risiko PTM, terutama kepada kelompok usia yang lebih tua. Selain itu, perlu ditingkatkan upaya promosi kesehatan dan pencegahan PTM, seperti peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, pengelolaan stres, dan pengendalian faktor risiko yang dapat dikendalikan. Seluruh upaya ini diharapkan dapat membantu mengatasi isu PTM dalam pembangunan sumber daya manusia yang lebih baik, serta mendorong masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat guna mencegah risiko PTM dan meningkatkan kualitas hidup. 
Pendidikan Kesehatan Tentang Penanganan ISPA dan Diare Pada Balita Dengan Menggunakan Terapi Komplementer (Aromaterapi Cajuput Oil dan Madu) Efektif Meningkatkan Pengetahuan Ibu Istiani, Hari Ghanesia; Kusumastuti, Istiana
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 14 No 03 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Uni
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v14i03.3285

Abstract

Penyakit ISPA dan diare sering terjadi pada anak balita, karena sistem pertahanan tubuh anak masih rendah. Angka penyakit ISPA dan diare dapat ditekan jika para ibu memiliki pengetahuan yang baik dan mampu merawat balita sakit dengan penanganan menggunakan terapi komplementer atau pengobatan tradisional. Pendidikan kesehatan adalah suatu cara penunjang program-program kesehatan yang dapat menghasilkan perubahan dan peningkatan pengetahuan dalam waktu yang pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang terapi komplementer (aromaterapi cajuput oil dan madu) pada balita dengan ISPA dan diare. Penelitian ini menggunakan One Group PreTest-Post Test Design. Dimana penelitian eksperimen ini hanya dilakukan kepada satu kelompok perlakuan saja. Populasi penelitian adalah ibu dengan balita berjumlah 39 orang. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan instrumen untuk pendidikan kesehatan menggunakan satuan acara penyuluhan (SAP). Uji statistik yang digunakan adalah Marginal Homogeneity Test. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai P-Value diperoleh 0.000. Kriteria pengujian statistic jika nilai Signifikan <0.05 maka H0 ditolak, maka 0.000<0.05 berarti pendidikan kesehatan tentang penanganan ISPA dan diare dengan terapi komplementer yang diberikan kepada ibu efektif dalam meningkatkan pengetahuan. Pendidikan kesehatan tentang penanganan ISPA dan diare pada balita dengan menggunakan terapi komplementer (aromaterapi cajuput oil dan madu) efektif meningkatkan pengetahuan ibu.
ANALYSIS OF NURSING STUDENTS NEEDS FOR CHILD DEVELOPMENT SCREENING LEARNING THROUGH CASE-BASED VIRTUAL SIMUALTION Lestari, Nur Eni; Istiani, Hari Ghanesia; Martinez, Oscar Fidel Antunez; Qorib, Mohammad Fathul
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 11, No 1 (2026): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v11i1.1054

Abstract

Introduction: Nursing education requires innovative approaches to overcome limitations in clinical practice, particularly in child development screening. Case-based virtual simulation has become a promising alternative for enhancing nursing students' skills in handling real clinical situations.Methods: This study aims to analyze the needs of nursing students regarding child development screening learning using case-based virtual simulation. The research method used was descriptive quantitative research, with data collected through questionnaires distributed to 84 nursing students. The questionnaire covered five leading indicators: the availability and limitations of clinical practice, difficulties in understanding child development concepts, the need for digital learning media, preferences for interactive and case-based media, and responses to the use of technology in learning.Results: The results showed that students experienced limitations in gaining direct practical experience in field-based child development screening (average scores 3.5–3.7) and in understanding child development concepts without illustrations or real case examples (average score 3.5). Students also expressed a strong need for flexible, interactive digital learning media (average score: 3.9). Moreover, students preferred case-based learning that supports clinical decision-making (average score: 3.6).Conclusion: The study concluded that the development of case-based virtual simulations can overcome the limitations of clinical practice and provide a more applicable learning experience. Technology-based learning media can be integrated into nursing education to improve students' clinical preparedness in conducting child development screening.