Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Tingkat Literasi Ibu pada Balita terhadap Keaktifan Kunjungan Posyandu : The Relationship between Maternal Literacy Levels in Toddlers and the Activeness of Integrated Healthcare Center Visits Fitriani, Ervina; Yuliza, Emi; Rokhmiati, Eka
Journal of Nursing Education and Practice Vol. 2 No. 4 (2023): Journal of Nursing Education and Practice
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jnep.v2i4.216

Abstract

Introduction: Posyandu is one of the health service programs provided by the local village to make it easier for the community to check health, especially for pregnant women and toddlers, therefore the activeness of mothers and tollers is very important in this activity so that toddler nutrition is monitored and the health of pregnant women is monitored. Objectives: To determine the relationship between maternal literacy level in toddlers to the activeness of Integrated Healthcare Center visits. Method: Using a quantitative research type with an analytic survey design through a cross-sectional approach method, determining the sample using a total sampling technique, the instrument used was a questionnaire and univariate and bivariate analysis tools. Result: Based on the results of the study, it was obtained that the chi-square test obtained a p-value of 0.316 or equal to > 0.050. Conclusion: There is no relationship between the level of maternal literacy in toddlers to the activeness of visiting Posyandu Nusa Indah RW 03 Cigombong Village, Bogor Regency, this happens because in searching for health information, mothers use internet media rather than getting information directly through Integrated Healthcare Center.
HUBUNGAN RIWAYAT DIABETES MELITUS IBU, PENGGUNAAN OKSITOSIN, DAN JENIS PERSALINAN DENGAN KADAR BILIRUBIN PADA BAYI BARU LAHIR Safitri, Ida; Lestari, Nur Eni; Rokhmiati, Eka
Jurnal Keperawatan PPNI Jawa Barat Vol 3 No 1 (2025): JURNAL KEPERAWATAN PPNI JAWA BARAT
Publisher : DPW PPNI Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70332/jkp.v3i1.27

Abstract

Latar Belakang: Hiperbilirubinemia dapat menyebabkan komplikasi sampai kern ikterus hingga dapat menjadi penyebab kematian bayi. Beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan hiperbilirubinemia yaitu riwayat ibu dengan diabetes mellitus (DM), penggunaan oksitosin, dan jenis persalian. Tujuan: mengetahui hubungan riwayat ibu DM, penggunaan oksitosin, dan jenis persalinan dengan kadar bilirubin pada bayi di ruang perinatologi. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilakukan dengan pendekatan retrospektif dengan mengidentifikasi data sekunder dari rekam medis. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah pasien bayi yang dirawat di Ruang Perinatologi periode tahun 2023 dengan jumlah pasien sebanyak 213 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Instrumen penelitian ini diperoleh melalui lembar checklist. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa hubungan riwayat ibu DM didapatkan nilai p= 0,422. Hubungan penggunaan oksitosin didapatkan nilai p value < 0,000. Hubungan jenis persalinan didapatkan nilai p value < 0,000. Kesimpulan: Tidak ada hubungan riwayat ibu DM dengan kadar bilirubin pada bayi di ruang perinatologi, ada hubungan penggunaan oksitosin dengan kadar bilirubin pada bayi di ruang perinatologi, ada hubungan jenis persalinan dengan kadar bilirubin pada bayi di ruang perinatologi.
HUBUNGAN UMUR DAN JENIS KELAMIN DENGAN RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) BERDASARKAN DATA SKRINING KESEHATAN BPJS JAKARTA SELATAN TAHUN 2022 Pratiwi, Putri Delyana; Rokhmiati, Eka; Istiani, Hari Ghanesia
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i1.1460

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) telah menjadi isu penting dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, dan menjadi prioritas dalam pembangunan di berbagai negara. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya PTM meliputi faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan, seperti umur dan jenis kelamin, serta faktor risiko yang dapat dikendalikan, seperti pola hidup tidak sehat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara umur dan jenis kelamin dengan risiko PTM, khususnya diabetes mellitus, hipertensi, jantung koroner, dan gagal ginjal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari skrining kesehatan BPJS Kesehatan Jakarta Selatan pada tahun 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survey cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 398 responden yang dipilih secara acak. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur dan risiko PTM, dengan nilai p value = 0.000. Artinya, semakin tua usia seseorang, semakin tinggi risiko terkena PTM seperti diabetes mellitus, hipertensi, jantung koroner, dan gagal ginjal. Namun, hubungan antara jenis kelamin dan risiko PTM tidak konsisten. Meskipun terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan risiko hipertensi dan jantung koroner (p value = 0.001), namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan risiko diabetes mellitus dan gagal ginjal (p value > 0.05). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada BPJS Kesehatan Jakarta Selatan untuk memberikan edukasi yang lebih ketat tentang faktor risiko PTM, terutama kepada kelompok usia yang lebih tua. Selain itu, perlu ditingkatkan upaya promosi kesehatan dan pencegahan PTM, seperti peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, pengelolaan stres, dan pengendalian faktor risiko yang dapat dikendalikan. Seluruh upaya ini diharapkan dapat membantu mengatasi isu PTM dalam pembangunan sumber daya manusia yang lebih baik, serta mendorong masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat guna mencegah risiko PTM dan meningkatkan kualitas hidup. 
Pengaruh Terapi Field Massage Terfokus Bagian Perut terhadap Kadar Bilirubin pada Bayi Hyperbilirubinemia Rahmadani, Mayang; Lestari, Nur Eni; Rokhmiati, Eka
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3232

Abstract

Komplikasi yang sering terjadi pada bayi baru lahir adalah hyperbilirubinemia. Hal tersebut dapat berdampak pada peningkatan kecemasan pada ibu karena pemisahan bayi dan ibu, sehingga terapi komplementer diperlukan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi field massage terfokus bagian perut terhadap kadar bilirubin pada bayi hyperbilirubinemia. Penelitian quasi eksperimen ini menggunakan pendekatan one group pretest posttest design dengan purposive sampling berjumlah 20 responden menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan ada pengaruh terapi field massage terhadap kadar bilirubine bayi dengan hyperbilirubinemia (nilai p < 0,001). Terapi field massage dapat dijadikan salah satu kebijakan yang dapat diterapkan di rumah sakit dalam menurunkan kadar bilirubin pada bayi hyperbilirubinemia.