Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KESIAPAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN DEEP LEARNING MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA ADKAR DI SEKOLAH DASAR INPRES HARAPAN Janti Watimena; Gati Destiyani; Oriyanto Eks Enus; Bambang Ismanto; Wasitohadi Wasitohadi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.7352

Abstract

Keberhasilan implementasi inovasi pendidikan seperti Deep Learning sangat bergantung pada kesiapan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan guru dalam mengimplementasikan Deep Learning di SD Inpres Harapan dengan menggunakan kerangka kerja manajemen perubahan ADKAR. Kerangka kerja ini mengukur lima elemen kunci: Awareness (Kesadaran), Desire (Keinginan), Knowledge (Pengetahuan), Ability (Kemampuan), dan Reinforcement (Penguatan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, kemudian dianalisis secara tematik sesuai komponen ADKAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kesadaran (Awareness) guru tergolong tinggi, dipengaruhi oleh sosialisasi dari kepala sekolah; (2) Keinginan (Desire) untuk berpartisipasi terlihat dari permintaan proaktif guru akan pendampingan dan pengembangan diri; (3) Guru telah mengidentifikasi celah Pengetahuan (Knowledge) yang spesifik, terutama dalam merancang pembelajaran berbasis inkuiri dan eksperimen; (4) Kemampuan (Ability) menjadi hambatan terbesar, yang terkendala oleh tantangan praktis seperti keterbatasan waktu dan fasilitas; dan (5) Mekanisme Penguatan (Reinforcement) telah diinisiasi oleh kepala sekolah melalui penghargaan, budaya kerja kolaboratif, dan observasi kelas. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun guru di SD Inpres Harapan siap pada fase awal perubahan (Awareness dan Desire), kemampuan mereka untuk mengimplementasikan Deep Learning secara penuh terhambat oleh kendala praktis dan sumber daya. Hal ini menyoroti kebutuhan krusial akan dukungan sistemik untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan praktik.
Manajemen,Pengelolaan,BOS Manajemen Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Apriana Winedha; Bambang Ismanto; Sophia Tri Satyawati
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 8 No 2 (2024): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v8i2.1406

Abstract

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mempunyai peranan penting di dalam manajemen di suatu sekolah. Karena sebagian besar kegiatan sekolah menggunakan dari dana bantuan Operasional Sekolah. Oleh karena itu diperlukan manajemen yang baik, benar dan juga tepat kelola dalam pengalokasian penggunaan dana bantuan Operasional Sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Delik 01 Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada pertanggungjawaban penggunaannya di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik wawancara secara langsung dan observasi. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan tahapan pengumpulan data dengan cara reduksi, penyajian data dan verifikasi kebenaran data. Dari hasil penelitian mendapatkan hasil bahwa pengelolaan dana Bantuan Opersasional Sekolah di SD Negeri Delik 01, Kecamatan tuntang, Kabupaten Semarang dilaksanakan sesuai dengan Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Dana Bantuan Operasional Sekolah tahun 2024 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.