Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PRoMEDIA

Kebijakan Pemerintah Terkait Larangan Impor Baju Bekas (Analisis Framing pada Tempo.co dan Media Indonesia) Zain, Herlina Muzanah; Agustin, Dinar Ayu Chandra
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7202

Abstract

AbstractThis research aims to analyze the framing of government policy reporting regarding the Prohibition of Importing Used Clothes on Kompas.co and Media Indonesia. This research is based on the  Government Policy regarding the ban on the import of used clothes which has become a public topic of conversation again after President Jokowi made his statement regarding the ban on the import of used clothes because it was considered detrimental to the local fashion industry or MSMEs. Reports related to this policy enlivened the news in online media, especially in the online media Tempo.co and Media Indonesia. The aim of this research is to see how the two online media above frame the news about government policy regarding the ban on importing used clothes on Kompas.co and Media Indonesia using the framing analysis model. Robert N. Entman divides the framing device into four elements: Define Problems, Diagnose Causes , Make Moral Judgment, Treatment Recommendation. Overall, news articles on Tempo.co and Media Indonesia focus on the government's efforts to resolve the problem of importing used clothes which are framed in the form of government actions and policies. The news on Tempo.co and Media Indonesia also provides information about policies related to the ban on importing used clothes, from actions to legal regulations, as well as the negative consequences of allowing import activities to continue.Keywords: Policy, Import, Used Clothes, Framing.                        Abstraksi Penelitian ini ingin menganalisis mengenai framing pemberitaan kebijakan pemerintah terkait Larangan Impor Baju Bekas di Kompas.co dan Media Indonesia. Penelitian ini didasarkan pada adanya Kebijakan Pemerintah terkait larangan impor baju bekas yang kembali menjadi perbincangan publik setelah Presiden Jokowi memberikan pernyataannya terkait larangan impor baju bekas karena dianggap merugikan industri fashion lokal atau UMKM. Pemberitaan terkait kebijakan tersebut meramaikan pada pemberitaan di media online khususnya pada media online Tempo.co dan Media Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk  dapat  melihat  bagaimana  kedua  media  online  diatas  membingkai pemberitaan  tentang  Kebijakan pemerintah terkait larangan impor baju bekas di Kompas.co dan Media Indonesia dengan menggunakan model  analisis  framing Robert N. Entman membagi perangkat framing ke dalam empat elemen Define Problems, Diagnose Causes, Make Moral Judgement, Treatment Recommendation. Secara keseluruhan, artikel berita di Tempo.co dan Media Indonesia berfokus pada upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah impor baju bekas yang dibingkai dalam bentuk tindakan dan kebijakan pemerintah. Berita di Tempo.co dan Media Indonesia tersebut juga memberikan informasi tentang kebijakan yang terkait dengan larangan impor baju bekas, mulai dari tindakan, peraturan perundang-undangan, serta konsekuensi negatif dari membiarkan kegiatan impor berlanjut.Kata Kunci: Kebijakan, Impor, Baju Bekas, Framing
Strategi Pengelolaan Tiktok Sebagai Media Edukasi Public Speaking (Studi pada Akun Tiktok @neyrhiza) Agustin, Dinar Ayu chandra; BALTHAZAR, YOAN PUTRI FERNANDA
PRoMEDIA Vol 10, No 1 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i1.6856

Abstract

Tiktok memang menjadi tren dan budaya populer bagi generasi kini sejak adanya pandemic covid. Beberapa factor yang yang menjadi penyebab tingginya minat dalam menggunakan aplikasi tiktok yakni factor hiburan, factor pengetahuan dan factor ekonomi. Dari ketiga factor tersebut yang paling mendominasi adalah factor pengetahuan Hal tersebut juga diperkuat dengan dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia sebelumnya dalam program #SamaSamaBelajar yang diinisiasi oleh tiktok. Oleh karena itu muncul banyak konten creator yang memanfaatkan tiktok sebagai media edukasi, salah satunya adalah sara neyrhiza. Latar belakang sebagai praktisi dan akademisi dalam dunia public speaking membawanya untuk mengelola akun tiktok dan memanfaatkannya sebagai media edukasi public speaking. penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana strategi pengelolaan tiktok sebagai media edukasi public speaking yang dilakukan oleh Sarah Neyrhiza dalam akunnya @neyrhiza. Metode yang digunakan yakni kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul akan dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mengelola akun tiktok sebagai media edukasi public speaking, Sara Neyrhiza melalui tahap riset, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
POLA KOMUNIKASI VIRTUAL DALAM PROGRAM KMMI KAMPUS MERDEKA (STUDI DESKRIPTIF PADA KELAS DIGITAL PUBLIC SPEAKING) Alivia, Siva Fauzia; Agustin, Dinar Ayu chandra; Padmi, Made Fitri Maya
PRoMEDIA Vol 8, No 2 (2022): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v8i2.6630

Abstract

Pandemi covid-19 berdampak pada seluruh masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi. Akibat pandemi covid-19 maka terjadilah perubahan pola komunikasi dan interaksi dalam proses belajar mengajar di perguruan tinggi salah satunya adalah pada program KMMI yang bergantung pada komunikasi berbasis media baru. Program KMMI adalah pembelajaran bentuk kursus singkat atau short course yang mencakup hard skills dan soft skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi virtual dalam program KMMI kampus merdeka. Penelitian ini menggunakan teori proses komunikasi, pola kumunikasi virtual dan pembelajaran online dengan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara terstruktur dan studi dokumentasi. Pemilihan sumber data ialah dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KMMI masuk dalam Pola Komunikasi Virtual CMC dengan media yang digunakan ialah melalui zoom dan whatsapp. Pola komunikasi yang terjadi dalam program KMMI yaitu Pola Komunikasi Interpersonal dengan model sekunder dan sirkular. Pola sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media dan pola sirkular adalah terjadinya feedback atau umpan balik, yaitu terjadinya arus dari komunikan ke komunikator saat proses komunikasi berlangsung. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Virtual, KMMI Kampus Merdeka