Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Pro-Stek

PENGARUH PENAMBAHAN JAMUR TIRAM PADA NUGGET TEMPE TERHADAP MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF VEGAN Widodo, Evan Krisdian; Sucahyo, Bambang Sigit; Yuniati, Yuyun
Pro-STek Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i2.4129

Abstract

Produk nugget tempe dipilih sebagai objek penelitian karena popularitasnya dan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi yang semakin diperhatikan oleh konsumen. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan alternatif pangan yang tidak hanya bervariasi tetapi juga memberikan nilai gizi yang baik melalui kombinasi tempe dan jamur tiram. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan percobaan acak lengkap (RAL) untuk memastikan kontrol yang baik terhadap variabel yang mungkin memengaruhi hasil. Dengan melibatkan panelis dalam uji organoleptik, penelitian ini akan menggali pandangan pribadi mereka terhadap rasa, warna, tekstur, dan aroma produk tersebut. Kadar air merupakan indikator kritis dalam menentukan ketahanan produk terhadap mikroorganisme yang dapat memengaruhi masa simpan. Pengukuran protein akan memberikan informasi tentang nilai gizi produk, sementara pengujian serat bertujuan untuk mengetahui kontribusi serat dari tambahan jamur tiram, yang dapat memberikan nilai tambah dari segi kesehatan. Perlakuan terbaik dari semua perlakuan yang ada terdapat pada perlakuan P4 dengan formulasi tempe 55% dan jamur tiram 45% yang memiliki jumlah nilai hasil (NH) tertinggi yaitu 0,6470. Kriteria variabel perlakuan P4 yaitu kadar air= 11.82%, kadar protein= 4.49%, rasa= 4 (suka), warna= 4 (suka), aroma=4 (suka) dan tekstur= 4 (suka).
SUHU DAN LAMA BLANCHING YANG BERBEDA TERHADAP MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SELAI BUAH KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) Teddy, Christine Alexandra; Hartati, Fadjar Kurnia; Sucahyo, Bambang Sigit
Pro-STek Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i2.4422

Abstract

Selai merupakan produk makanan kental atau semi padat yang dapat dibuat dari buah, pulp buah, sari buah atau potongan buah yang diolah menjadi suatu struktur seperti gel yang ditambahkan gula, asam, dan pektin. Tiap 100  g buah kelor mengandung 0,20 g lemak, 7,50 g karbohidrat, 1,50 g protein, 48 mg natrium, 31 mcg B-Karoten, 89,50 g air, 3,20 g serat, 1,30 g abu, 0,10 g vitamin B1, 0,10 g vitamin B2, 4,10 mg vitamin B3, dan 25 mg vitamin C. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan suhu dan lama blanching yang tepat sehingga menghasilkan mutu kimia dan organoleptic selai buah kelor (Moringa oleifera L.) yang terbaik. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Analisis mutu kimia selai buah kelor yang diuji adalah kadar serat kasar, kadar tanin, dan kadar saponin. Sedangkan analisis mutu organoleptic diuji berdasarkan uji tingkat kesukaan / uji hedonic yang meliputi rasa, bau, warna dan kekentalan, SL3 yaitu suhu 15oC dan lama 10 menit blanching merupakan perlakuan terbaik dengan nilai hasil (NH) tertinggi sebesar 0,557 dengan kriteria variable penelitian kadar serat kasar = 2,6565%, kadar tanin = 1,8747%, kadar saponin = 1,3816%, rasa = 3,9 (agak suka), bau = 3,7 (agak suka), warna = 3,7 (agak suka), kekentalan 3,7 (agak suka). 
PENGARUH PROPORSI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DAN GULA TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN KOMBUCHA Siregar, Rena Nirmala; Handarini, Kejora; Sucahyo, Bambang Sigit; Hariyani, Nunuk
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3738

Abstract

Minuman kombucha merupakan salah satu jenis minuman fermentasi populer dikalangan masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai teh kombu karena terbuat dari bahan baku teh dan gula. Minuman kombucha memiliki banyak khasiat dan rasa yang khas, hal ini menyebabkan meningkatnya peminat minuman kombucha ditiap tahun, dikarenakan jumlah peminat minuman kombucha yang terus meningkat diperlukan upaya inovasi produksi. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan jenis bunga yang berpotensi sebagai bahan diversifikasi pada minuman kombucha dikarenakan memiliki kandungan fenol yang tinggi serta memiliki manfaat sebagai antioksidan yang baik bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kosentrasi terbaik antara bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan gula sehingga dihasilkan minuman kombucha dengan sifat kimia dan organoleptik yang optimal. Metode yang digunakan dalam penenelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Fakor pertama yang digunakan adalah konsentrasi  bunga telang (BT1=10g, BT2=15g, BT3=20g) dan faktor kedua konsentrasi gula (G1=100g, G2=200g). Parameter uji yang dilakukan meliputi uji kimia dan organoleptik. Parameter uji kimia meliputi analisis pH, total asam, gula reduksi, total padatan terlarut, dan total fenol. Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANSIRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BT3G2 yang meiliki konsentrasi bunga telang 20 g dan gula 200 g merupakan perlakuan terbaik dengan Nilai Hasil (NH) yaitu 0,69 dengan kriteria parameter adalah nilai pH 4,54, total asam 3,56%, kadar gula reduksi 1,11%, total padatan 5,6 mg/L, total fenol  27,76 µg/mL, warna 5,06, aroma 5,3 dan rasa 5,22.
SUBSTITUSI TEPUNG GEMBILI (Dioscerea esculenta L.) DAN JENIS MINYAK NABATI YANG BERBEDA TERHADAP MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK ROTI TAWAR Adiansah, Amanda Aprilia; Handarini, Kejora; Rahmiati, Retnani; Sucahyo, Bambang Sigit
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3619

Abstract

Roti tawar merupakan salah satu pangan olahan dari terigu yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat luas. Salah satu umbi lokal adalah gembili (Dioscerea esculenta L.). Proses pembuatan roti tawar membutuhkan lemak, salah satunya yaitu margarin atau mentega, sedangkan margarin atau mentega mempunyai kandungan lemak jenuh yang tinggi, sehingga tidak baik untuk kesehatan, oleh sebab itu penggunaan mentega atau margarin digantikan dengan lemak lainnya, seperti minyak sawit, minyak jagung, dan minyak zaitun. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yang masing-masing faktor terdiri atas tiga level. Faktor pertama yaitu proporsi tepung gembili : tepung gandum (A) yang terdiri dari 50% : 50%, 40% : 60%, 30% : 70% dengan faktor kedua yaitu jenis minyak (B) yang terdiri dari minyak sawit, minyak jagung, dan minyak zaitun. Adapun parameter uji yang dilakukan adallah uji fisik, kimia, dan organoleptik. Perlakuan A3B3 yaitu substitusi tepung gembili 30% dengan minyak zaitun merupakan perlakuan terbaik dengan Nilai Hasil (NH) yaitu 1 dengan kriteria parameter adalah tekstur = 6,5%, kadar protein = 5,04%, kadar lemak = 2,53%, kadar karbohidrat = 50,20%, kadar air = 26,84% aroma = 6,32 (suka), rasa = 6,32 (suka), dan aroma = 6,64 (suka).
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG AMPAS KEDELAI PADA PEMBUATAN DENDENG ANALOG BERBASIS AMPAS KURMA (Phoenix Dectylifera) TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK Falesta, Pasyaura Ramadhani; Handarini, Kejora; Sucahyo, Bambang Sigit
Pro-STek Vol 6, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i1.4252

Abstract

Berdasarkan  nilai rata-rata hasil uji efektifitas seluruh metode pengolahan meliputi uji  kimia dan sensorik seperti terlihat pada Tabel 3, terlihat bahwa perlakuan daging kering (dendeng) merupakan  makanan  yang diolah dalam bentuk irisan yang biasanya dibuat dengan bumbu dan di keringkan, bisa ada penambahan bahan pangan lain atau tidak dan bahan tambahan pangan yang diizinkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi terbaik ampas kurma dengan penambahan jenis bubuk ampas kedelai yang berbeda dengan cara dikeringkan dengan food dehydrator dan untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis bubuk ampas kedelai yang berbeda secara kimia dan sensorik. Rencana uji coba penelitian ini menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu penambahan tepung ampas kedelai dengan 4 taraf yaitu 0%, 10%, 20% dan 30%. Parameter pengujian yang dilakukan adalah uji sifat kimia yaitu kadar air, kadar protein, kadar gula total, kadar serat kasat dan uji sensorik meliputi rasa, aroma, warna dan tekstur. Merujuk hasil dari penelitian diperoleh bahwa metode perlakuan yang paling baik diantara semua metode perlakuan adalah perlakuan DK2 dengan konsentrasi 100 gram ampas kurma ditambah 10 gram bubuk ampas kedelai dengan nilai energi tertinggi sebesar 5,67.  Kriteria variabel pengolahan DK2 adalah kadar protein = 24,585, gula total = 2,746, serat kasar = 2,570, kadar air = 9,028, rasa = 4 (suka), aroma = 4 (suka), warna = 4 (suka) dan tekstur. = 4 (suka). Cita rasa terbaik terdapat pada perlakuan DK2 dengan konsentrasi 100 g ampas kurma ditambah 10 g tepung ampas kedelai, dengan  nilai rendemen (NH) tertinggi sebesar 0,69.