Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS PROBIOTIK KOMERSIAL BERBASIS BACILLUS spp. DAN LACTOBACILLUS spp. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DALAM SISTEM TAMBAK SEMI-INTENSIF Ulfauza, Ulfauza; Harminto, Harminto; Amelia, Ayu Rizki; Ryan, Monica; Aisyah, Siti
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.262-270

Abstract

Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu sektor perikanan budidaya yang berkembang pesat di Indonesia. Namun, keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh efisiensi pakan, kualitas air, dan kesehatan udang. Penggunaan probiotik menjadi salah satu strategi potensial untuk meningkatkan performa budidaya secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dua jenis probiotik komersial, yaitu Bacillus spp. dan Lactobacillus spp., terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname (Litopenaeus vannamei) dalam sistem tambak semi-intensif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan: P1 (kontrol), P2 (Bacillus spp., dosis 1 g/m³ air dan 5 g/kg pakan), dan P3 (Lactobacillus spp., dosis 10 mL/m³ air dan 10 mL/kg pakan). Udang berukuran PL-10 ditebar dengan kepadatan 80 ekor/m² dan dipelihara selama 60 hari. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup (survival rate), efisiensi konversi pakan (FCR), serta kualitas air (pH, DO, NH₃, salinitas). Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan DMRT pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 menghasilkan laju pertumbuhan tertinggi sebesar 0,272 g/hari, survival rate mencapai 89,3%, dan FCR terendah 1,30. Probiotik ini efektif dalam meningkatkan pertumbuhan, efisiensi pakan, dan menstabilkan kualitas air. Lactobacillus spp. (P3) menunjukkan hasil sedang, sementara kontrol menunjukkan hasil terendah. Dengan demikian, Bacillus spp. merupakan probiotik komersial yang paling efektif untuk budidaya udang vaname semi-intensif.
The growth of fish farming group Analysis of the Acceptance of the e-FisheryKu Application among Fish Farmers in Padang City Using the Technology Acceptance Model (TAM): 1. PENDAHULUAN Ulfauza, Ulfauza; Syofriani, Syofriani; Nazaruddin, Nazaruddin; Wahidin, Ikhwan; Himam, M.Iqbal
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7588

Abstract

Pertumbuhan kelompok pembudiaya ikan (Pokdakan) di Kota Padang sangat berkembang. Hal ini seiring dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan di sektor budidaya melalui Dinas Kabupaten kota agar dapat meningkatakan kegiataan budidaya perikanan dan berdampak ekonomi bagi kehidupan pembudidaya ikan. Perkembangan pokdakan ini seharusnya selaras dengan perkembangan teknologi informasi kususnya dibidang budidaya perikanan. Hadirnya aplikasi eFisheryKu bisa membantu pembudidaya ikan dalam melakukan kegiatan budidaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan penggunaan aplikasi e-Fisheriku di Kota Padang dengan menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM). TAM digunakan untuk mengukur pengaruh Perceived Ease of Use (PEOU) dan Perceived Usefulness (PU) terhadap Attitude Toward Using (ATU), serta pengaruh ATU terhadap Behavioral Intention (BI). Penelitian ini melibatkan 100 responden dengan metode survei kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa PEOU dan PU berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ATU, sedangkan ATU tidak berpengaruh signifikan terhadap BI. Secara deskriptif, rata-rata skor setiap konstruk berada pada kategori baik (3,7–3,9), menunjukkan penerimaan awal yang cukup positif terhadap aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PEOU, PU, ATU, dan BI memiliki rata-rata skor antara 3,7–3,9 (kategori baik). Nilai Cronbach’s Alpha masih rendah (sekitar -0,26 s.d. 0,04) karena data simulatif, namun stabil dengan jumlah responden 100. Uji regresi berganda menghasilkan: Model 1 (PEOU dan PU → ATU) R²=0.016; Model 2 (ATU → BI) R²=0.001. Artinya, pengaruh antar variabel positif namun tidak signifikan.
Suplementasi Kombucha melalui Penyemprotan Pakan pada Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Krettiawan, Hary; Syofriani, Syofriani; Ulfauza, Ulfauza; Nazar, Fitrina; Mesenu, Mesenu; Yernawilis, Yernawilis; Ridwan, Ridwan; Soenarto, Soenarto
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 2 (2025): April 2026 (In progress)
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i2.7542

Abstract

Penggunaan aditif pakan alami berbasis postbiotik seperti kombucha semakin diminati dalam akuakultur berkelanjutan sebagai alternatif antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi kombucha pada pakan komersial terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) pada fase pembesaran awal menggunakan metode penyemprotan. Benih ikan nila (bobot awal 2,09 ± 0,72 g) dipelihara selama 40 hari dan diberi pakan komersial (30% protein kasar) yang disemprot dengan kombucha pada empat perlakuan: A (kontrol, 0 mL/kg), B (1 semprotan pada 37,5 gram pakan atau setara 10,0 mL/kg), C (2 semprotan pada 37,5 gram pakan atau setara, 19,9 mL/kg), dan D (3 semprotan pada 37,5 gram pakan atau setara 29,9 mL/kg). Hasil menunjukkan bahwa suplementasi kombucha berpengaruh nyata terhadap bobot akhir dan panjang total ikan (P < 0,05). Perlakuan C (19,9 mL/kg) menghasilkan performa pertumbuhan tertinggi: bobot akhir 14,23 ± 3,31 g dan panjang total 9,50 ± 0,73 cm, masing-masing 58% lebih berat dan 23% lebih panjang dibanding kontrol (perlakuan A). Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa perlakuan C berbeda nyata dari kontrol (P < 0,05) dan merupakan dosis optimal, sedangkan dosis lebih tinggi (perlakuan D: 29,9 mL/kg) menunjukkan penurunan efektivitas, mengindikasikan efek hormesis. Kualitas air selama percobaan tetap stabil dan optimal. Survival rate 100% di seluruh perlakuan mengindikasikan bahwa perbedaan performa pertumbuhan yang diamati berasal dari perlakuan, bukan dipengaruhi oleh variabel lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan pemberian 19,9 mL kombucha per kg pakan (2 semprotan) sebagai strategi praktis, aman, dan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila.Kata kunci: Oreochromis niloticus, kombucha, postbiotik, pertumbuhan, dosis optimal, metode penyemprotan