Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STUDI POTENSI PENGEMBANGAN PADA KAWASAN WISATA PANTAI HUNIMUA BERBASIS ADAPTASI BENCANA Sipasulta, Meisyela; Herlambang, Suryono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30936

Abstract

Maluku Province is located in the Eastern Region of Indonesia, dominated by waters and islands rich in natural resources, culture and customs. This wealth makes Maluku an attractive and unique tourist destination in Indonesia. Tourism in Maluku has been developed from the past until now, starting from marine tourism, history, culture and culinary, and nature. In some areas of Maluku, there are marine tourism that has been famous to foreign countries, such as Hunimua Beach which is one of the popular beaches in Maluku Province that is visited by many people. Hunimua Beach has an existing land area of 8 hectares which is located in Salahutu District, Central Maluku Regency. Hunimua Beach has amazing natural potential which is the main attraction for tourists. This research aims to identify and analyze the potential of Hunimua beach for tourism development with disaster adaptation. The method used is primary data collection, which is carried out by conducting observations, and interviews. Observations were made to see the existing conditions, as well as to see the activities in the study object. Interviews were conducted to ask for more in-depth information with the Maluku Province Tourism Office, while for secondary data collection through journals, and open information ports. The secondary data contains policies and theories related to the research. The results of this research are in the form of proposals for development concepts with tsunami disaster adaptation in the Hunimua beach area. Keywords: beach; disaster adaptation; tourism development potential Abstrak Provinsi Maluku terletak di Wilayah Timur Indonesia, didominasi oleh perairan dan kepulauan yang kaya akan sumber daya alam, budaya, dan adat istiadat. Kekayaan ini menjadikan Maluku sebagai destinasi wisata yang menarik dan unik di Indonesia. Pariwisata di Maluku sudah dikembangkan sejak dulu hingga sekarang, Mulai dari wisata bahari, sejarah, budaya dan kuliner, serta alam. Pada beberapa wilayah Maluku, terdapat wisata bahari yang sudah terkenal sampai mancanegara, seperti Pantai Hunimua yang merupakan salah satu pantai populer di Provinsi Maluku yang banyak sekali dikunjungi. Pantai Hunimua memiliki luas lahan eksisting 8 Ha yang terletak di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Pantai Hunimua memiliki potensi alam yang menakjubkan hal tersebut menjadi daya tarik utama untuk para wisatawan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis potensi yang dimiliki oleh Pantai Hunimua untuk pengembangan wisata dengan adaptasi bencana. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data primer, yang dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara. Observasi dilakukan untuk melihat kondisi eksisting, serta melihat aktivitas yang ada di objek studi. Wawancara dilakukan untuk menanyakan informasi lebih dalam dengan pihak Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, sedangkan untuk pengumpulan data sekunder melalui, jurnal, serta porta informasi terbuka. Data sekunder tersebut berisi kebijakan serta teori yang berkaitan dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini berupa usulan terhadap konsep pengembangan dengan adaptasi bencana tsunami pada kawasan Pantai Hunimua.
KONSEP PENATAAN TAMAN BMW SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK DI STADION JIS, JAKARTA Bisri, Choliel; Herlambang, Suryono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30940

Abstract

BMW Park or Wibawa Human Park is a park built by PT Jakarta Propertindo which is still located inside the JIS stadium. This park has an area of ​​2.02 hectares and functions as a public open space and as a sports facility and recreation area. The park began construction on March 14 2019 by the Governor of Jakarta Anies Baswedan who started construction. After three years of running, JIS was finally completed in 2022. BMW Park in the afternoon is usually used as a sports facility such as jogging, gymnastics and skateboarding. The main problem with this park is that the facilities and green open space are still few and the standard of the park as a public open space provided is still inadequate in accordance with the guidelines and provision and use of public open space according to the Minister of Public Works Number 05/PRT/M/2004. The location of the park is just an empty area with a few seats and minimal trees so the weather around the location of this object still feels hot during the day. The small number of trees and the large amount of empty land that has not been filled make this park feel very hot during the day and there is still minimal shade. The small vehicle parking capacity and limited number of toilets mean that this BMW park is not yet included in the criteria for a park as a public open space that meets standards and is adequate. Keywords: arrangement; park; public open space Abstrak Taman BMW atau Taman Manusia Wibawa merupakan taman yang dibangun oleh PT Jakarta Propertindo yang lokasinya masih terdapat didalam stadion JIS. Taman ini memiliki luas 2,02 hektare dan memiliki fungsi sebagai ruang terbuka publik dan sebagai sarana olahraga maupun tempat rekreasi. Taman mulai dibangun pada 14 Maret 2019 oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan memulai pembangunannya. Setelah tiga tahun berjalan, JIS akhirnya selesai pada tahun 2022. Taman BMW pada sore hari biasa digunakan sebagai sarana olahraga seperti joging, senam, dan bermain skateboard. Masalah pokok dari taman ini yaitu mengenai fasilitas dan ruang terbuka hijau yang masih sedikit dan standar taman sebagai ruang terbuka publik yang disediakan masih belum memadai sesuai dengan pedoman dan penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka publik menurut Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2004. Lokasi taman hanya seperti lahan kosong dilengkapi beberapa tempat duduk dan pepohonan yang masih minim sehingga cuaca di sekitar lokasi objek ini masih terasa panas di siang hari. Jumlah pepohonan yang sedikit dan banyaknya lahan yang masih kosong belum terisi menjadikan taman ini terasa sangat panas bila di siang hari serta tempat peneduh yang masih minim. Kapasitas parkir kendaraan yang kecil, serta jumlah toilet yang terbatas membuat Taman BMW ini belum masuk ke dalam kriteria taman sebagai ruang terbuka publik yang memenuhi standar dan memadai.
EVALUASI TAMAN LITERASI MARTHA CHRISTINA TIAHAHU, BLOK M, JAKARTA SELATAN Juhari, Ivan Derabdi Kasim; Herlambang, Suryono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30942

Abstract

Taman Literasi Martha Christina Tiahahu is one of the parks in South Jakarta Since 2020, This park is empty of visitors due to the absence of activities and facilities that attract visitors since 2020. In 2018, the government start to build public transportation facilities and infrastucture in the area around the park with the aim of making the use of public transportation the priority. The revitalization of Taman Literasi Martha Christina Tiahahu was carried out by PT Integrasi Transit Jakarta start from august 2021 until September 2022. Therefore, there needs to be further research of study regarding public perseptions and preferences for the Taman literasi Martha Christina Tiahahu. The objective of this research is to identify visitors' perceptions and preferences regarding the types of activities and facilities available at the park using interview methods and a Likert scale that uses several indicator questions. The benefits of studying visitor perceptions and preferences are to determine the performance of the facilities available in the park. Apart from that, to find out what facilities and activities do not yet exist and might be needed by park visitors. The indicators consist of facilities, literacy concepts, safety, social benefits, and environmental benefits. The research data used in this research is through observation, journals, secondary data, and the results of 80 questionnaires that have been distributed to visitors of Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Based on the analysis that has been carried out, the results show that the majority of visitors are satisfied with the park facilities, but there are still quite a lot of indicators that need to be improved to maximize the existing potential. Keywords: facility; Martha Christina Tiahahu Literation Park; perception; preference Abstrak Taman Literasi Martha Christina Tiahahu merupakan salah satu taman di Jakarta Selatan. Taman ini sepi oleh pengunjung dikarenakan tidak adanya aktivitas dan fasilitas yang menarik pengunjung sejak 2020. Pada tahun 2018 pemerintah mulai membangun sarana dan prasarana transportasi publik di area sekitar taman dengan tujuan agar penggunaan transportasi publik dapat lebih diprioritaskan. Revitalisasi Taman Literasi Martha Christina Tiahahu mulai dilakukan oleh PT Integrasi Transit Jakarta, yang merupakan anak perusahaan PT Mass Rapid Transit Jakarta mulai Agustus 2021 hingga September 2022. Oleh karena itu, perlu ada penelitian atau studi lebih lanjut mengenai persepsi dan preferensi masyarakat terhadap Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi persepsi dan preferensi pengunjung mengenai jenis aktivitas dan fasilitas yang tersedia pada taman dengan menggunakan metode wawancara dan skala likert yang menggunakan beberapa indikator pertanyaan. Manfaat dari studi persepsi dan preferensi pengunjung untuk mengetahui kinerja dari suatu fasilitas yang tersedia pada taman. Selain itu, untuk mengetahui fasilitas dan aktivitas apa yang belum ada dan kemungkinan dibutuhkan oleh pengunjung taman. Indikator-indikator terdiri dari fasilitas, konsep literasi, keamanan, manfaat sosial, dan manfaat lingkungan. Data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini melalui observasi, jurnal terkait, data sekunder, dan hasil dari penyebaran 80 kuisioner yang dibagikan kepada pengunjung Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan, hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung merasa puas dengan fasilitas taman, akan tetapi masih cukup banyak indikator yang perlu ditingkatkan untuk memaksimalkan potensi yang ada.
PEMANFAATAN FASILITAS UNTUK KEBERLANJUTAN RTH DAN RPTRA KALIJODO Susanto, Faldo; Herlambang, Suryono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v6i2.30943

Abstract

Kalijodo is an area in Jakarta that was once known for its slum complex and famous for its nightlife and slums. In 2016, the Jakarta Government decided to demolish Kalijodo to renovate and clean up the area so that it turned into a park that has recreational facilities, sports fields, and green areas for family activities. Visitors to the Kalijodo RTH and RPTRA are dominated by children and teenagers who come from local residents, inside and outside the city. Currently, due to poor park maintenance, the current condition of the park is unsustainable or can be said to be declining in quality and visitors. If there is a maintenance program, community activities, and steps taken to ensure that the revitalization of Kalijodo continues to have a positive impact. By revitalizing this park, it can continue to provide ecological, economic, aesthetic and social benefits to the community and become an example of sustainability and a better quality of life. According to Law Number 26 of 2007 Paragraph 3, the proportion of public green open space of at least 20% provided by the city government is intended so that the proportion of green open space can be more guaranteed to be achieved so that it can be widely utilized by the community. The analysis tools used in this study are descriptive methods and IPA. To find out visitor perceptions dan provide recommendations in the form of policies, facilities, dan functions related to revitalization so that the sustainability of this object is maintained.    Keywords:  Utilize Kalijodo RTH; Revitalization of Kalijodo RTH; Revitalization of Kalijodo RPTRA; Kalijodo RTH Facilities; Kalijodo RTH Functions Abstrak Kalijodo adalah sebuah wilayah di Jakarta yang dulunya dikenal karena kompleks pemukiman kumuh dan terkenal dengan kehidupan malamnya dan kumuh. Pada tahun 2016, Pemerintah Jakarta memutuskan untuk merobohkan Kalijodo sebagai bagian dari upaya untuk merenovasi dan membersihkan daerah tersebut sehingga berubah menjadi sebuah taman yang memiliki fasilitas rekreasi, lapangan olahraga, dan area hijau untuk kegiatan keluarga. Pengunjung RTH dan RPTRA Kalijodo didominasi dengan anak” dan remaja yang datang dari warga sekitar, dalam kota, dan juga luar kota. Saat ini dikarenakan perawatan taman yang kurang baik, sehingga membuat kondisi taman saat ini menjadi tidak berkelanjutan atau bisa dibilang menurunnya kualitas dan pengunjung. Jika ada program pemeliharaan, kegiatan komunitas, dan langkah-langkah yang diambil untuk memastikan bahwa revitalisasi Kalijodo tetap berdampak positif. Upaya revitalisasi dapat diterapkan untuk keberlanjutan RTH dan RPTRA Kalijodo. Dengan melakukan revitalisasi pada taman ini dapat terus menyediakan manfaat ekologis, ekonomi, estetika dan sosial bagi masyarakat dan menjadi contoh keberlanjutan dan kualitas hidup yang lebih baik dalam perkotaan. Menurut Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2007 Ayat 3, Proporsi ruang terbuka hijau publik seluas minimal 20 (dua puluh) persen yang disediakan oleh pemerintah daerah kota dimaksudkan agar proporsi ruang terbuka hijau minimal dapat lebih dijamin pencapaiannya sehingga memungkinkan pemanfaatannya secara luas oleh masyarakat. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode deskriptif, dan IPA. Untuk mengetahui persepsi pengunjung dan memberikan saran rekomendasi berupa kebijakan, fasilitas, dan fungsi terkait revitalisasi agar keberlanjutan objek ini tetap terjaga.
IDENTIFIKASI TINGKAT KEKUMUHAN PERMUKIMAN DI SEKITAR MUARA KALI MARO KAWASAN KONDAP-CIKOMBONG, KELAPA LIMA, KOTA MERAUKE Balagaize, Elisabeth Ella S.; Herlambang, Suryono; Suryadjaja, Regina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i1.33940

Abstract

Merauke City is the capital of South Papua Province which is located in the easternmost part of Indonesia and was inaugurated by President Joko Widodo in 2022. The area of ​​Merauke City is 45,013.35 km2 and borders directly with the State of Papua New Guinea. In line with its status as the Provincial Capital, the Merauke City Region is the center of economic activities, education, and more adequate living facilities, making it an attraction for people to migrate and can lead to an increase in population. One of the essences is that the need for organizational infrastructure and facilities continues to increase, resulting in a decrease in the carrying capacity of organizational environmental infrastructure and facilities in the Merauke City area. The plains of the city of Merauke are areas bordered by water areas in the form of swamps, the sea, and the Maro River Estuary, which are the icons of Merauke City. The aim of this research is to determine the level of slums and directions for structuring settlements around Muara Kali Maro in the Kondap - Cikombong area, Kelapa Lima Village, Merauke City. There are four analyses used in this research, namely Policy Analysis, River Border Line Analysis, Land Status Analysis, and Slum Level Analysis with Scoring calculations to determine the level of slums and recommend structuring directions at the location of the study object. Based on the results of the analysis of the location of the Kondap-Cikombong slum organization in Merauke City, which is located on a land area of ​​9.12 hectares, it is in the level of heavy slum with a score of 73, so there is a need for improvements and arrangements in housing conditions and infrastructure as an effort to increase the level of quality of life of the community in inside it. Keywords: Area; City; Merauke; Settlement; Slum; Structuring Abstrak Kota Merauke merupakan Ibu Kota Provinsi Papua Selatan yang terletak di bagian Paling Timur Indonesia dan baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2022 silam. Luas Wilayah Kota Merauke adalah  45.013,35 km2  serta berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinea. Sejalan dengan statusnya sebagai Ibu Kota Provinsi Kawasan Kota Merauke merupakan pusat dari kegiatan ekonomi, pendidikan, serta fasilitas kehidupan yang lebih memadai, sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk melakukan migrasi dan dapat menyebabkan peningkatan jumlah penduduk. Salah satu implikasinya adalah kebutuhan prasarana dan sarana permukiman terus meningkat,  sehingga mengakibatkan penurunan daya dukung prasarana dan sarana lingkungan permukiman pada daerah Kota Merauke. Dataran kota merauke merupakan daerah yang dibatasi dengan daerah perairan berupa rawa, Laut dan Muara Kali Maro yang menjadi iconic Kota Merauke. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kekumuhan dan arahan penataan Permukiman di Sekitar Muara Kali Maro, Kawasan Kondap - Cikombong, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Merauke. Terdapat empat analisis yang digunakan pada penelitian ini, yaitu Analisis Kebijakan, Analisis Garis Sempadan Sungai, Analisis Status Lahan dan Analisis Tingkat Kekumuhan dengan menghitung Scoring untuk mengetahui tingkat kekumuhan dan merekomendasikan arahan penataan pada lokasi objek studi. Berdasarkan hasil analisis lokasi permukiman kumuh Kondap-Cikombong kota Merauke yang berdiri di tanah seluas 9,12 ha ini ada dalam tingkat kekumuhan berat dengan skor 73, sehingga perlu adanya perbaikan dan penataan pada kondisi perumahan dan infrastruktur sebagai upaya untuk meningkatkan tingkat kualitas hidup masyarakat di dalamnya.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK 4 SEGMEN KORIDOR JALAN UTAMA KOTA TANGERANG SELATAN (JL. PAHLAWAN SERIBU, JL. KAPTEN SOEBIANTO DJOJOHADIKUSUMO, JL. RAYA RAWABUNTU, DAN JL. BUARAN) Andini, Finella; Herlambang, Suryono; Bella, Priyendiswara Agustina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i1.33941

Abstract

A good road corridor is one that pays attention to functionality, quality, and aesthetics, all optimized to meet road corridor planning standards. The profile of physical conditions in this study aims to determine the existing conditions regarding road user comfort, visual quality, and whether they can support the functions along the corridor. Since the road in the corridor of the research object functions as the main access road, it is a crucial route for road users traveling from both outside and within the city to reach areas around the corridor. This research was conducted in South Tangerang City, Serpong District, specifically in the corridor of Jalan Pahlawan Seribu, Jalan Kapten Soebianto Djojohadikusumo, Jalan Raya Rawabuntu, and Jalan Raya Buaran. In its existing condition, the road corridor is divided into four segments based on the intersections separating the four roads. This study examines the physical anatomy of the corridor, which includes roads, pedestrian paths, and building types, along with access and circulation, complementary elements of the corridor such as parking and public transportation stops, landscape elements including vegetation and street furniture, and finally, the supporting activities along the corridor. The method used is descriptive, reflecting on road corridor planning standards and ITDP, to evaluate the physical condition of the corridor. The results showed that understanding the existing conditions of the corridor can provide suggestions for improving its quality. Keywords: Functionality; ITDP; Street Corridor; Visual Quality Abstrak Koridor jalan yang sempurna adalah koridor jalan yang memperhatikan fungsionalitas, kualitas, dan estetika secara optimal terhadap standar perencanaan koridor jalan. Profil terhadap kondisi fisik pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting mengenai kenyamanan pengguna jalan, kualitas visual, dan dapat mendukung fungsi yang terdapat di sepanjang koridor. Mengingat bahwa jalan yang berada di koridor objek penelitian difungsikan sebagai jalan utama yang menjadi akses penting bagi pengguna jalan yang berasal dari luar kota maupun dalam kota untuk mencapai kawasan di sekitar koridor. Penelitian ini dilakukan di Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Serpong, yaitu pada koridor Jalan Pahlawan Seribu, Jalan Kapten Soebianto Djojohadikusumo, Jalan Raya Rawabuntu, dan Jalan Raya Buaran. Pada kondisi eksisting, koridor jalan dibagi menjadi empat segmen berdasarkan persimpangan yang memisahkan keempat jalan tersebut. Kajian ini membahas tentang anatomi fisik koridor meliputi jalan, jalur pejalan kaki, dan tipe bangunan, kemudian akses dan sirkulasi, elemen pelengkap koridor meliputi parkir dan titik pemberhentian transportasi umum, kemudian lanskap meliputi vegetasi dan furnitur jalan, dan yang terakhir yaitu aktivitas pendukung pada koridor. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang berkaca berdasarkan standar perencanaan koridor jalan dan ITDP, untuk membahas kondisi fisik koridor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengetahui kondisi eksisting yang terdapat pada koridor Jalan Pahlawan Seribu, Jalan Kapten Soebianto Djojohadikusumo, Jalan Raya Buaran, dan Jalan Buaran Raya dapat memberikan saran dalam meningkatkan kualitas dan keselamatan pada koridor yang lebih baik.
IDENTIFIKASI KONDISI PASCA PENATAAN KAWASAN KULINER PASAR LAMA TANGERANG Tannuwijaya, Wilsen; Suryadjaja, Regina; Herlambang, Suryono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i1.33943

Abstract

Pasar Lama Culinary Area is one of the famous and historical icons in Tangerang City that reflects, especially, the development of social, economic, and cultural aspects. Pasar Lama Culinary Area is now a culinary destination that offers authentic traditional snacks, so that many visitors come, including from outside Tangerang City. At the end of 2022, Pasar Lama Culinary Area was reorganized to overcome various problems that appeared. Realignment is defined as an effort to increase the value of land/area through redevelopment in an area that can improve the function of the previous area. Reorganization is not something that is only oriented towards completing physical beauty, but must also be complemented by improving the community’s economy and recognizing existing culture. This research aims to identify the condition of Pasar Lama Culinary Area after the realignment. This research uses descriptive methods, namely by describing conditions related to data related to Pasar Lama Culinary Area and comparisons, namely by describing conditions before and after structuring. The data collection techniques used were observation, interview, and documentation. The results of the study showed a positive impact after the arrangement of the Pasar Lama Culinary Area. This finding indicates that the arrangement carried out has had a good impact and added to the tourist attraction in Pasar Lama Culinary Area. Keywords:  Culinary Destinations; Icon;  Realignment Abstrak Kawasan Kuliner Pasar Lama merupakan salah satu ikon terkenal dan bersejarah yang berada di Kota Tangerang yang mencerminkan khususnya perkembangan dari segi sosial, ekonomi, dan budaya. Kawasan Kuliner Pasar Lama kini merupakan destinasi kuliner yang menawarkan jajanan tradisional yang otentik sehingga banyak pengunjung yang datang termasuk dari luar Kota Tangerang. Pada akhir tahun 2022, Kawasan Kuliner Pasar Lama dilakukan penataan ulang untuk mengatasi berbagai permasalahan yang muncul. Penataan kembali diartikan sebagai upaya untuk meningkatkan nilai lahan/kawasan melalui pembangunan kembali dalam suatu kawasan yang dapat meningkatkan fungsi kawasan sebelumnya. Penataan kembali bukan sesuatu yang hanya berorientasi pada penyelesaian keindahan fisik saja, tetapi juga harus dilengkapi dengan peningkatan ekonomi masyarakat serta pengenalan budaya yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang pasca dilakukannya penataan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu dengan menggambarkan kondisi yang berhubungan dengan data terkait Kawasan Kuliner Pasar Lama dan komparasi yaitu dengan menggambarkan kondisi sebelum dan sesudah dilakukannya penataan ulang. Teknik pengambilan data yang dilakukan adalah dengan melalui pengamatan (observasi), wawancara (interview), dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya dampak positif setelah dilakukannya penataan pada Kawasan Kuliner Pasar Lama. Temuan ini mengindikasikan bahwa penataan yang dilakukan sudah berdampak baik dan menambah daya tarik wisata pada Kawasan Kuliner Pasar Lama.