Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Law

Analisis Potensi Kerjasama PT Dirgantara Indonesia dan Korean Aerospace Industries dalam Produksi Pesawat Latih Militer Juanda, Teguh; Arman, Andi; Kustiawan, Bambang
Journal of Law & Policy Review Vol 3, No 1 (2025): Journal of Law & Policy Review, June 2025
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jlpr.v3i1.607

Abstract

PT Dirgantara Indonesia merupakan industri pertahanan nasional di bidang dirgantara yang telah menjalin berbagai bentuk kerja sama internasional, seperti co-production, offset, dan pembelian pesawat maupun komponennya. Salah satu mitra strategisnya adalah Korean Aerospace Industries (KAI). Meskipun telah banyak bekerja sama, belum ada kolaborasi khusus dalam produksi bersama pesawat latih militer. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia dan KAI dalam pengembangan pesawat latih militer masa depan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif analitik, data dikumpulkan melalui wawancara dan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua perusahaan memiliki potensi besar untuk bekerja sama, mengingat keberhasilan proyek KFX/IFX dalam pengembangan pesawat tempur generasi 4.5. Selain itu, PT Dirgantara Indonesia juga telah terlibat dalam pengadaan pesawat KT-1B serta memiliki tenaga ahli berpengalaman dalam pengembangan pesawat turbo propeller
Membangun Sisitem Pertahanan Udara Terintegrasi Koopsud I dalam Menghadapi Ancaman di Laut China Selatan Sapriduan, Sapriduan; Arman, Andi; Sutanto, Rudy
Journal of Law & Policy Review Vol 3, No 1 (2025): Journal of Law & Policy Review, June 2025
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jlpr.v3i1.610

Abstract

Laut China Selatan (LCS) merupakan kawasan strategis yang penuh dengan dinamika geopolitik dan sengketa wilayah, khususnya terkait klaim sepihak China melalui "nine-dash line" yang mencakup wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Laut Natuna Utara. Penelitian ini bertujuan mengkaji urgensi pembangunan sistem pertahanan udara terintegrasi oleh Komando Operasi Udara I (Koopsud I) sebagai respon terhadap ancaman tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara mendalam, dan analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pertahanan udara berbasis radar canggih, sensor optik-inframerah, dan sistem komando-kontrol (C2) memiliki peran vital dalam deteksi dini dan respons cepat terhadap pelanggaran wilayah. Selain itu, penguatan skadronudara tempur, integrasi sistem senjata, dan keamanan siber turut menjadi elemen strategis. Penelitian ini juga menyoroti tantangan implementasi seperti keterbatasan anggaran, kebutuhan alih teknologi, serta koordinasi antarinstansi. Kesimpulannya, sistem pertahanan udara terintegrasi merupakan solusi adaptif yang mendukung kedaulatan dan stabilitas nasional Indonesia di kawasan LCS.