Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Literasi Digital Kesehatan bagi Masyarakat dalam Mengakses Informasi Medis yang Akurat melalui Pemanfaatan Sistem Informasi Kesehatan Putri, Santy Irene; Widiyanto, Aris; Ummah, Wiqodatul; Supriyono, Nisa'i Daramita; Prisusanti, Retno Dewi; Akbar, Prima Soultoni; Widiatrilupi, Raden Maria Veronika; Purwanti, Anik; Abdullah, Ikhwan; Wardoyo, Puspo; Gamar, No’o
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 02 (2025): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2025.6.02.366-374

Abstract

The use of digital technology in the health sector is increasing, but public health digital literacy is still relatively low. This affects the public's ability to access accurate and reliable medical information. This service activity aims to improve public health digital literacy in using health information systems to find the right medical information. This program is carried out with preparation stages which include socialization to the community as well as the preparation of training materials and tools. The implementation of the activity consisted of a theory session by introducing digital technology and health information systems, followed by a practicum session where participants were trained using health applications and digital medical platforms. The evaluation was conducted by collecting feedback from participants to assess their improvement in knowledge and skills in accessing medical information digitally. The results of the evaluation showed that the majority of participants felt more confident in using technology to obtain accurate medical information after participating in this training.
The Effectiveness of Telemedicine for Glycemic (Hba1c) Management of Patients with Diabetes Mellitus Type 2: A Meta-Analysis Putri, Santy Irene; Supriyono, Nisa'i Daramita; Fajriah, Asruria Sani; Akbar, Prima Soultoni
Majalah Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 3: 2025
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/makein.2025261

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a degenerative disease caused by genetic and environmental factors. Therefore, patients with DM type 2 requires regular control. One of the health facilities that allows a fine control and follow up over patients with DM is telemedicine. This study aimed to estimate the average effectiveness of telemedicine on glycemic management (HbA1C) of patients with DM type 2. The current research employed a systematic review with meta-analysis research design. The subjects of the study were articles published in 2005 - 2021. The article search was conducted for a maximum of 1 month over journal databases: PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. The primary study employed Randomized Controlled Trial with articles search according to the established PICO model, where P (Population), in this sense, patients suffering from DM type 2, I (Intervention) which was Telemedicine, C (Comparison) or non-telemedicine, and O (Outcome), which was glycemic management (HbA1c). A total of 10 primary studies were assessed with Critical Appraisal Center for Evidence-Based Medicine (CEBM). The results demonstrated that telemedicine is effective in glycemic management (HbA1c) of DM type-2 patients with a p-value of <0.05, namely p<0.04 and a standardized mean difference (SMD) value of -0.24 (95% CI, -0.34 to -0.15). The results of this meta-analysis provide strong scientific evidence regarding the benefits of telemedicine in lowering HbA1c levels in patients with type 2 DM.
Scoping Review Penelitian Stunting di Indonesia: Tren, Tantangan, dan Arah Penelitian Masa Depan: Scoping Review of Stunting Research in Indonesia: Trends, Challenges, and Future Research Directions Pandayu, Ardiansyah; Nurfadilah H, Siti; Supriyono, Nisa'i Daramita
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 4 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia, mengingat dampaknya terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian mengenai stunting di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam satu dekade terakhir, namun kajian yang memetakan tren, tantangan, dan arah penelitian masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan scoping review terhadap publikasi ilmiah tentang stunting di Indonesia, dengan menyoroti tema-tema penelitian yang dominan, kendala dalam implementasi intervensi, serta potensi arah penelitian di masa depan. Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan scoping review berdasarkan kerangka kerja PRISMA-ScR. Artikel yang relevan diidentifikasi melalui pencarian sistematis pada database nasional dan internasional dengan kriteria inklusi berupa penelitian empiris yang berfokus pada faktor determinan, intervensi gizi, serta peran sistem kesehatan dalam pencegahan stunting di Indonesia. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa tren penelitian stunting mengalami peningkatan signifikan, khususnya setelah tahun 2015, dengan fokus penelitian yang bervariasi. Faktor-faktor yang paling sering diteliti meliputi kondisi sosio-ekonomi keluarga, pola makan dan asupan gizi anak, sanitasi lingkungan, serta peran layanan kesehatan. Selain itu, intervensi spesifik seperti pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi gizi, serta program sensitif seperti perbaikan sanitasi dan pemberdayaan masyarakat terbukti memberikan kontribusi terhadap penurunan prevalensi stunting. Kesimpulan: Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa stunting di Indonesia merupakan masalah multidimensi yang memerlukan pendekatan interdisipliner dan kolaborasi lintas sektor. Arah penelitian ke depan sebaiknya menekankan pada evaluasi efektivitas intervensi berbasis komunitas, integrasi teknologi digital dalam pemantauan gizi, serta penguatan kebijakan kesehatan yang lebih kontekstual sesuai dengan keragaman sosial budaya masyarakat Indonesia.