Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Ecosystem

TITIK TEMU KONFLIK SYIAH-SUNNI PENDEKATAN POLITIK Rijal, Tabhan Syamsu
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik bersenjata di sejumlah negara Arab dewasa ini tidak bisa dipisahkan dari konflik Syiah-Sunni yang sudah mengakar hingga ke periode awal sejarah Islam. Syiah dan Sunni saling bertikai tentang siapa yang berhak memegang estafet kepemimpinan sepeninggal Nabi. Konflik Syiah-Sunni beralih dari politik menjadi pertentangan aqidah, diawali dengan pengkultusan kepada keluarga Nabi hingga kepercayaan akan munculnya Imam Mahdi di akhir zaman dan wilayatul faqih (representasi dari Imam Mahdi). Konflik Syiah-Sunni semakin melebar dan membesar, ketika revolusi Iran tahun 1979 pimpinan Ayatullah Khomeini mulai mengekspor revolusinya ke negara-negara muslim sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajahan, dan pada waktu yang sama menyebarluaskan pengaruh politik dan idiologi Syiah di kawasan. Momentun politik Syiah kembali mendapatkan tempatnya di beberapa negara Arab pasca Arab Spring, sebuah gerakan people power yang berhasil menumbangkan beberapa rezim di negara-negara Arab. Iran sebagai representasi politik Syiah memainkan pengaruhnya di Irak, Lebanon, Suriah, Bahrain dan terakhir Yaman. Kehadiran pengaruh politik Syiah di negara tersebut, berimplikasi terhadap perpanjangan konflik Syiah-Sunni di kawasan. Sekalipun demikian, Arab Spring yang menjadi titik balik sejarah demokrasi Arab menuju keterbukaan dan kemandirian diharapkan dapat mendorong pendekatan Syiah-Sunni yang sudah dicetuskan sejak tahun 1948 melalui pendirian Forum Pendekatan Antar Mazhab (Dar al-Taqrib bain alMadzahib al-Islamiya).