Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KEKHUSUSAN PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA CYBER CRIME Renni Sartika; Sepuh A.I. Siregar; Ni Putu Riyani Kartika Sari
Jurnal Aktual Justice Vol 5 No 1 (2020): Aktual Justice
Publisher : Magister Hukum Pascasarjana Univeristas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/aktualjustice.v5i1.519

Abstract

The existence of the internet in human life is very supportive of all forms of human activity in today's digital era. However, technological advances with the use of the internet have resulted in the emergence of cybercrime or cyber crime. In its development, cyber crime requires special handling by the police in the process of investigation. For this reason, using normative juridical research, this study will examine the specificities of the cyber crime investigation process. In general, the process is almost the same as the criminal investigation process in general, except that it is carried out by cyber units or special units that have the task of carrying out cyber crime investigations. Apart from that, investigators of cybercrime will also use other special laws such as ITE, Consumer Protection, Banking, and so on.
Pembinaan Nelayan Dalam Kawasan Pengembangan Perikanan Di Kecamatan Sape Kabupaten Bima Renni Sartika; Megasuciati Wardani
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 3, No 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/transformasi.v3i1.16980

Abstract

Adapun tujuan dari program pengabdian pada masarakat ini yaitu pembinaan nelayan dalam bentuk penguatan kelembagaan kelompok dalam kawasan pengembangan perikanan di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Untuk merealisasikan tujuan program di atas, maka tim pengabdian melakukan langkah-langkah seperti kegiatan survei yang dilakukan untuk penentuan hari pelaksanaan presentasi dan teknis pelaksanaannya. Kemudian melakukan Sosialisasi dengan pemaparan awal rencana pengabdian kepada nelayan, dengan menginformasikan seluruh  agenda kegiatan. Selanjutnya melakukan Penetapan peserta pelatihan, dimana penetapan peserta pelatihan ini dilakukan pada awal penerapan kegiatan dengan tujuan agar dalam pelatihan diikuti oleh nelayan berdomisili diwilayah kecamatan Sape. Kemudian melakukan kegiatan Pelatihan, dimana materi pelatihan akan disampaikan oleh pelaksana program pada saat kegiatan berlangsung. Kegiatan ini di ikuti oleh 40 orang nelayan. Pembinaan nelayan dalam bentuk penguatan kelembagaan kelompok dalam kawasan pengembangan perikanan di Kecamatan Sape Kabupaten Bima berhsil dilaksanakan dengan baik dan dapat mermperoleh hasil yang lebih besar  dalam upaya untuk meningkatkan  kesejahteraan masyarakat nelayan di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Program ini dilaksanakan untuk menginternalisasikan wawasan bagi kelompok nelayan di Kecamatan Sape Kabupaten Bima sehingga dapat meningkatkan pemahaman tentang organisasi, meningkatkan kesadaran untuk mengutamakan keselamatan, meningkatkan hasil produksi tangkapan ikan agar dapat didistribusi diberbagai daerah yang ada di Indonesia, dan memberikan ruang untuk berkreatif melalui institusi yang telah dibentuk. Kreativitas nelayan perlu didukung baik dalam bentuk kegiatan social maupun dalam bentuk edukasi.
Development of a Character-Based Human Resource Management Model from an Educational Administration Perspective Firmansyah, Firmansyah; Irfan, Muhammad; Sartika, Renni; Haeril, Haeril; Hidayatullah, Arief
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntaximperatif.v5i6.550

Abstract

This research aimed to explore and identify the challenges and potentials associated with the development of a human resource management (HRM) model oriented towards character education at Mbojo Bima University, West Nusa Tenggara. This research utilized a qualitative descriptive method involving observation, interviews, and documentation at the campus level of Mbojo Bima University. The findings and discussions of this research highlighted the importance of selecting teaching staff and employees who are committed to character education, developing education programs that encompass character and moral values, integrating character values into the curriculum, developing policies and procedures that support the formation of student character, as well as evaluating and improving the quality and relevance of character education programs. It is expected that the findings of this research will contribute significantly to improving the quality of higher education in Indonesia and strengthen the character and morality of the younger generation.
The Prevention Strategy of the Sambinae Subdistrict Leader Against Drug Trafficking Sartika, Renni; Nurfarhati; Syamsuddin; Mas'ud; Kasman
KOMUNITAS Vol. 16 No. 1 (2025): Islamic Community Development through Practice and Public Policy
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/komunitas.v16i1.13474

Abstract

This study evaluates the drug prevention strategies implemented by the Head of Sambinae Subdistrict and identifies key barriers affecting their effectiveness. Using qualitative descriptive method, data was collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that the strategies are effective due to strong collaboration between the subdistrict office, Bhabinkamtibmas, Babinsa, community leaders, religious figures, and the National Narcotics Agency (BNN). The integration of Soft Power, Hard Power, and Smart Power approaches enhances the impact of prevention efforts. Optimal resource allocation including facilities, personnel, and funding and effective coordination and further support implementation. However, challenges such as limited human resources, geographical constraints, and low community participation persist. Legal reinforcement through Law No. 35 of 2009 and informal educational programs, such as the Anti-Drug Peer Youth initiative, are crucial in raising awareness. Multisectoral collaboration remains a key factor in the sustainable prevention of drug circulation in the Sambinae Subdistrict.
Implementasi E-Government di Kabupaten Bima: (Studi Kasus tentang Peningkatan Efisiensi Layanan Publik) Sartika, Renni; Rifai, Rifai
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v4i6.335

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya-upaya pengembangan e-government dan peningkatan layanan publik di Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini dipilih melalui teknik nonprobability sampling, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah 20 administrator web dari Unit Kerja Perangkat Daerah/OPD Pemerintah Daerah Kabupaten Bima. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan untuk implementasi e-government dalam layanan publik di Kabupaten Bima telah disediakan, meskipun belum optimal, hal ini disebabkan oleh alokasi anggaran yang berbeda di setiap Unit Kerja Perangkat Daerah/OPD. Dari sisi kemampuan, secara umum tingkat literasi pegawai Pemerintah Kabupaten Bima masih rendah, terutama pada pegawai senior. Sementara itu, dari sisi nilai, para manajer e-government sudah memahami manfaat dan pentingnya aplikasi teknologi informasi dalam layanan publik. Agar implementasi e-government berjalan secara optimal, perlu dibuat payung hukum yang jelas dan merancang grand desain untuk pengembangan e-government, termasuk persiapan anggaran. Terkait pegawai dengan literasi rendah, perlu merencanakan pelatihan Teknologi Informasi yang berkelanjutan, dan di masa depan pemerintah Kabupaten Bima harus merencanakan perekrutan pegawai dengan latar belakang pendidikan di bidang teknologi informasi
Character Education As A Foundation For Community Development In Doridungga Village, Donggo District, Bima Regency Hendra, Hendra; Nurlaila, Nurlaila; Sartika, Renni; Tasrif, Tasrif; Lutfi, Muhamad; Ardyansah, Ady; Haeril, Haeril; Irfan, M.; Oktafiana, Pingkan
Abdi Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v7i2.9801

Abstract

This Community Service Program (PPM) was carried out as an implementation of the Tri Dharma of Higher Education at Mbojo Bima University in response to the declining quality of character among the younger generation, particularly in Doridungga Village, Donggo District, Bima Regency. The growing phenomenon of moral degradation among adolescents necessitates strengthened character education through synergy between families, schools, and the community. This activity aims to enhance the knowledge, understanding, and awareness of parents and community members regarding the importance of character education as a foundation for shaping positive behavior in children. The method employed involved face-to-face counseling sessions through lectures, discussions, and question-and-answer activities, engaging 48 participants and three resource persons from Mbojo Bima University. The material presented covered the basic concepts of character education, character values, and strategies for developing character through intervention and habituation. The results indicated a high level of participant enthusiasm, as reflected by numerous questions related to the implementation of character education in daily life. Despite several challenges, such as limited time and varying levels of participant comprehension, the overall objectives of the activity were achieved. Participants demonstrated improved understanding and awareness of the importance of character education, providing a positive impact on strengthening the roles of families and communities in shaping the character of the younger generation. 
Resiliensi Sosio-Teknologis dalam Tata Kelola Kesehatan Digital: Analisis Kritis Mitigasi Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat Kamaluddin, Kamaluddin; Sartika, Renni; Imam, Sadrul
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.976

Abstract

Berangkat dari tingginya kompleksitas dan persistensi masalah stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat, penelitian ini menegaskan urgensi analisis kritis terhadap tata kelola kesehatan digital yang selama ini cenderung dipahami secara teknokratis dan administratif. Digitalisasi kesehatan diposisikan bukan sekadar sebagai instrumen pencatatan data, melainkan sebagai arena relasi kuasa, produksi pengetahuan, dan pembentukan resiliensi sosio-teknologis dalam mitigasi stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana resiliensi tersebut dibangun, dinegosiasikan, dan dibatasi oleh fragmentasi kebijakan, interoperabilitas data yang lemah, serta ketimpangan kapasitas aktor di tingkat lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan desain studi kasus kritis, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen kebijakan serta sistem digital kesehatan seperti e-PPGBM, SIGIZI, dan dashboard stunting di NTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun infrastruktur digital kesehatan berkembang pesat, lemahnya interoperabilitas semantik dan koordinasi lintas sektor menyebabkan data terfragmentasi dan gagal berfungsi sebagai basis kebijakan berbasis bukti. Resiliensi digital yang terbentuk bersifat rapuh karena bergantung pada improvisasi tenaga kesehatan dan kader posyandu, sekaligus memproduksi eksklusi digital terhadap kelompok rentan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tanpa pergeseran menuju resiliensi transformatif melalui harmonisasi kebijakan, federasi data yang adil, dan penguatan peran aktor lokal, digitalisasi kesehatan berisiko menjadi simbol modernisasi semu tanpa dampak signifikan dalam memutus siklus stunting lintas generasi.