Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peningkatkan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Kooperatif Model Student Teams Achieverment Divisions Melalui Kelompok Kerja Guru Di Sdn Getas II Fahruddin, Muh
Syntax Idea Vol 3 No 5 (2021): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-idea.v3i5.1208

Abstract

This study aims to determine the increase in the ability of teachers to apply the Student Teams Achieverment Divisions (STAD) model of cooperative learning through the Kelompok Kerja Guru (KKG) or teacher working group activities at SD Negeri Getas II, Playen sub-district in 2020. This research used the School Action Research design. The research subjects were teachers in grades I, II, III, IV, V, VI, teachers of Islamic Religious Education subjects, and teachers of Physical Education at SD Negeri Getas II in Playen sub-district in 2020. Data collection was through observation of teachers' abilities in applying the Student Teams Achieverment Divisions (STAD) model of cooperative learning through school teacher working group activities and assessment of the results of learning actions. Meanwhile, the data analysis used is descriptive qualitative analysis. The results showed an increase in the ability of teachers to apply the Student Teams Achieverment Divisions model of cooperative learning through the teacher working group activities of SD Negeri Getas II, sub-district Playen in 2020 which was marked by an increase in the value obtained between before being subjected to action and after being subjected to action. The value of the teacher's ability to apply the Student Teams Achieverment Divisions (STAD) model of cooperative learning has increased. Before being subjected to the action, only 60% of teachers got good grades. After being subjected to the action, the teacher's ability score at the end of the first cycle got a mean score of 81.47 in the Good category, and at the end of the second cycle the teacher's score got an average score of 87.30 in the Good category.
TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN GILI SEJANGAN DESA LABUHAN KURIS KABUPATEN SUMBAWA Fahruddin, Muh; Ilyas, Anita Prihatini; Aldi, Davit; Kautsari, Neri; Saputra, Aan; Rhismanda, Agum; Jondani, Diso Rahmat; Fajri, Muhammad; Rikardus, Rikki; Hakim, Lukman
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 1 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i1.6895

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang unik dan khas di wilayah perairan tropis. Indonesia sendiri berada di wilayah segitiga terumbu karang dunia sehingga seluruh penjuru dunia menjadikan Indonesia sebagai pusat keanekaragaman hayati terumbu karang dunia. tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memulihkan terumbu karang yang telah rusak, melakukan perawatan, monitoring, dan evaluasi hasil transplantasi karang, membuat spot diving maupun snorkeling, melakukan edukasi kepada masyarakat, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Samawa, mahasiswa Program Studi Ilmu Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Alam Universitas Teknologi Sumbawa dan stakeholders lainnya tentang pentingnya ekosistem terumbu karang. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 24-25 April 2024 di Gili (Pulau) Sejangan Desa Labuhan Kuris, Dusun Labuhan Terata, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Prosedur pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari dua tahapan yaitu penyampaian materi dan transplantasi karang. Hasil kegiatan pengabdian transplantasi terumbu karang menunjukkan antusias masyarakat, akademisi dan stakeholders dan tertarik melakukan rehabilitasi terumbu karang. Selain kegiatan sosialisasi dan transplantasi karang ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengelolaan fungsi kawasan terumbu karang dan dapat diterapkan secara aplikatif untuk memulihkan kondisi terumbu karang agar tetap terjaga sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
PENYULUHAN MANAJEMEN KUALITAS AIR BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI DESA LUNYUK REA KABUPATEN SUMBAWA Fahruddin, Muh; Suriyadin, Adi; Ilyas, Anita Prihatini; Abdurachman, Muhammad Haikal
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 4 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v4i3.3764

Abstract

Komoditas perikanan air tawar sangat bernilai ekonomis. Hal tersebut dikarenakan kandungan gizi pada ikan yang dapat memenuhi kebutuhan protein sehari-hari sehingga tak mengherankan budidaya sebagai industri yang dapat meraup keuntungan. Maka dari itu, budidaya menjadi sektor penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Dusun Karang Anyar telah menjadi pusat produksi budidaya ikan air tawar di desa Lunyuk Rea dengan luas lahan 1.942 m2. Meskipun budidaya ikan air tawar telah berkembang namun manajemen kualitas air budidaya belum dipahami oleh kelompok pembudidaya ikan Karamel Indah. Oleh karena itu melalui kegiatan penyuluhan ini diharapakn dapat meningkatkan pemahaman kelompok pembudidaya ikan tentang manajemen kualitas air untuk sistem budidaya yang berkelanjutan. Program Studi Ilmu Perikanan Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa telah melakukan penyuluhan dan pendampingan di desa Lunyuk Rea pada bulan Maret 2022 dengan tema Manajemen Kualitas Air Budidaya Ikan Air Tawar, langkah strategis dan permasalahan dan sasaran yaitu kelompok pembudidaya Karamel Indah. Berdasarkan diskusi maupun komunikasi selama penyuluhan dan pendampingan, perlu adanya demplot budidaya ikan air tawar di desa Lunyuk Rea Kabupaten Sumbawa sebagai tempat pelatihan dan pembelajaran masyarakat.
Histopathological description of the liver, kidneys, spleen, and flesh color of catfish (Pangasius sp.) treated with the addition of photosynthetic bacteria Suriyadin, Adi; Astutiwati; Ilyas, Anita Prihatini; Fahruddin, Muh; Huda. J, Mhd Aidil
JURNAL MINA SAINS Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v11i1.11076

Abstract

Pangasius sp. is a freshwater fish that is a favorite for the community to consume. This study aims to analyze the histopathology of catfish-given bacteria (Rhodobacter sp. and Rhodococcus sp. in aquaculture ponds against the histopathology and occurrence of yellowing in the flesh of catfish (Pangasius sp.). A randomized block design (RAK) was used for the study, with three groups:  A (0.2 mL / L), treatment B (0.5 mL / L), and C (control). The procedure for using photosynthetic bacteria is to mix each treatment dose with 1,000 mL of water and then spread it evenly in the cultivation pond. The study's results showed tissue damage to the liver, kidneys, and spleen organs, which was characterized by hemorrhage, inflammatory cell proliferation, fatty and hydropic degeneration, and Melano Macrophages Aggregate (MMA). Organ tissue damage indicates that environmental conditions or water quality are unsuitable. Unsuitable environmental conditions cause stress, dysfunction, and damage to organs. The use of photosynthetic bacteria has a better effect than without the use of photosynthetic bacteria.
TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN GILI SEJANGAN DESA LABUHAN KURIS KABUPATEN SUMBAWA Fahruddin, Muh; Ilyas, Anita Prihatini; Aldi, Davit; Kautsari, Neri; Saputra, Aan; Rhismanda, Agum; Jondani, Diso Rahmat; Fajri, Muhammad; Rikardus, Rikki; Hakim, Lukman
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 1 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i1.7311

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang unik dan khas di wilayah perairan tropis. Indonesia sendiri berada di wilayah segitiga terumbu karang dunia sehingga seluruh penjuru dunia menjadikan Indonesia sebagai pusat keanekaragaman hayati terumbu karang dunia. tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memulihkan terumbu karang yang telah rusak, melakukan perawatan, monitoring, dan evaluasi hasil transplantasi karang, membuat spot diving maupun snorkeling, melakukan edukasi kepada masyarakat, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Samawa, mahasiswa Program Studi Ilmu Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Alam Universitas Teknologi Sumbawa dan stakeholders lainnya tentang pentingnya ekosistem terumbu karang. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 24-25 April 2024 di Gili (Pulau) Sejangan Desa Labuhan Kuris, Dusun Labuhan Terata, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Prosedur pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari dua tahapan yaitu penyampaian materi dan transplantasi karang. Hasil kegiatan pengabdian transplantasi terumbu karang menunjukkan antusias masyarakat, akademisi dan stakeholders dan tertarik melakukan rehabilitasi terumbu karang. Selain kegiatan sosialisasi dan transplantasi karang ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengelolaan fungsi kawasan terumbu karang dan dapat diterapkan secara aplikatif untuk memulihkan kondisi terumbu karang agar tetap terjaga sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
The Seagrass Leaf Waste Flour Addition To Feed For Color Pigment Enhance-ment Of Koi Fish (Cyprinus rubrofuscus): English Fahruddin, Muh; Aldi, Davit; Ilyas, Anita Prihatini
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 14 No. 1 (2025): JAFH Vol. 14 No. 1 February 2025
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v14i1.66813

Abstract

The price of ornamental fish is determined by the quality of the color of ornamental fish, but in general, the color of ornamental fish will fade when maintained in an aquarium container. The purpose of this study was to determine the color pigment content of koi fish (Cyprinus rubrofuscus) after being given additional feed in the form of seagrass leaf waste flour Thalassia hemprichii.  This research was conducted for 28 days. This study used a completely randomized design (RAL) with 5 treatments and 3 replicates so that in this study there were 15 experimental units. The treatment in this study was the addition of seagrass leaf waste flour to fish feed. P1 (control), P2 (addition of 3% seagrass leaf waste flour), P3 (addition of 6% seagrass leaf waste flour), P4 (addition of 9% seagrass leaf waste flour), and P5 (addition of 12% seagrass leaf waste flour). The results showed that the value of color pigment content in all treatments were P1 21.56 µmol/g, P2 22.75 µmol/g, P3 23.49 µmol/g, P4 22.08 µmol/g and P5 25.76 µmol/g. For absolute growth in all treatments, P1 was 1.37 g, P2 1.53 g, P3 1.80 g, P4 2.73 and P5 3.70 g. For absolute growth in all treatments, P1 was 53%, P2 67%, P3 67%, P4 80% and P5 87%. The survival rate of ornamental Koi (C. rubrofuscus) in all treatments was P1 53%, P2 67%, P3 67%, P4 80%, and P5 87%. This research concludes that the color pigment content of ornamental Koi (C. rubrofuscus) increases after feeding additional doses of T. hemprichii and the best color pigment increase is shown by treatment P5 with the addition of a 12% dose of T. hemprichii, namely 25.76 µmol/g.
PENYULUHAN MANAJEMEN KUALITAS AIR BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI DESA LUNYUK REA KABUPATEN SUMBAWA Fahruddin, Muh; Suriyadin, Adi; Ilyas, Anita Prihatini; Abdurachman, Muhammad Haikal
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 4 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v4i3.3764

Abstract

Komoditas perikanan air tawar sangat bernilai ekonomis. Hal tersebut dikarenakan kandungan gizi pada ikan yang dapat memenuhi kebutuhan protein sehari-hari sehingga tak mengherankan budidaya sebagai industri yang dapat meraup keuntungan. Maka dari itu, budidaya menjadi sektor penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Dusun Karang Anyar telah menjadi pusat produksi budidaya ikan air tawar di desa Lunyuk Rea dengan luas lahan 1.942 m2. Meskipun budidaya ikan air tawar telah berkembang namun manajemen kualitas air budidaya belum dipahami oleh kelompok pembudidaya ikan Karamel Indah. Oleh karena itu melalui kegiatan penyuluhan ini diharapakn dapat meningkatkan pemahaman kelompok pembudidaya ikan tentang manajemen kualitas air untuk sistem budidaya yang berkelanjutan. Program Studi Ilmu Perikanan Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa telah melakukan penyuluhan dan pendampingan di desa Lunyuk Rea pada bulan Maret 2022 dengan tema Manajemen Kualitas Air Budidaya Ikan Air Tawar, langkah strategis dan permasalahan dan sasaran yaitu kelompok pembudidaya Karamel Indah. Berdasarkan diskusi maupun komunikasi selama penyuluhan dan pendampingan, perlu adanya demplot budidaya ikan air tawar di desa Lunyuk Rea Kabupaten Sumbawa sebagai tempat pelatihan dan pembelajaran masyarakat.
Conditions of Seagrass Ecosystems in Ketapang Coastal Waters, West Lombok Regency: Kondisi Ekosistem Lamun di Perairan Pantai Ketapang Kabupaten Lombok Barat Fahruddin, Muh; Fahruddin, Muh.; Ilyas, Anita Prihatini
Habitus Aquatica Vol 4 No 1 (2023): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.4.1.17

Abstract

Ketapang coastal waters, West Lombok Regency is a coastal area where seagrass ecosystems are distributed, but so far there has been no research data explaining the condition of seagrass ecosystems. This study aims to determine the condition of the seagrass ecosystem in the coastal waters of Ketapang, West Lombok Regency. This research was conducted in November 2021 which is located in the coastal waters of Ketapang, West Lombok Regency. Sampling was carried out by purposive sampling method consisting of 3 observation stations. Seagrass samples were collected using line transects and quadrant transects measuring 50×50 cm2. The parameters observed included physical and chemical water quality, as well as seagrass density and coverage. The results of water parameter measurements are still at the threshold of water quality standards. The seagrass found were Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, and Halophila ovalis. The highest seagrass density was at station 1, 407 shoots/m2, while the lowest density was at station 3, 211 shoots/m2. The condition of the highest seagrass cover was found at station 1 and the lowest cover was found at stations 2 and 3.
Addition of Seagrass Flower Waste in Food to Growth Rate and Survival Rate of Koi Fish (Cyprinus rubrofuscus): Penambahan Tepung Limbah Daun Lamun dalam Pakan terhadap Laju Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) Ilyas, Anita Prihatini; Fahruddin, Muh; Fahruddin, Muh.
Habitus Aquatica Vol 6 No 1 (2025): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.6.1.37

Abstract

Fish feed should contain all the necessary nutrients, including protein, fat, carbohydrates, vitamins and minerals. Some alternative feed ingredients can be used in the preparation of feed, one of which is seagrass leaf meal. The aim of this study was to determine the effect of adding seagrass leaf meal to the diet on specific growth rate and survival of ornamental Koi (Cyprinus rubrofuscus). The research was conducted for 28 days at Bhayangkara Residence Baiti Jannati Block T1 No. 3 Sumbawa Regency. The method used was an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments with 3 replicates so that 15 experimental units were obtained. The treatments tested were the addition of different seagrass leaf meal to the diets consisting of P1: control (no addition of seagrass leaf meal), P2: 3% seagrass leaf meal, P3: 6% seagrass leaf meal, P4: 9% seagrass leaf meal and P5: 12% seagrass leaf meal. The results showed that the highest to lowest average specific growth rate was P5 treatment at 2.29%, followed by P4 at 1.52%, P3 at 1.40%, P2 at 0.34%, and P1 (control) -1.15%. As for the survival rate, P5 treatment 87%, P4 80%, P3 and P2 67% each, and the lowest P1 (control) 53%. The addition of seagrass leaf meal to the diet affected the specific growth rate and survival rate of koi (C. rubrofuscus). The addition of a 12% seagrass leaf meal dose is the best treatment that can provide a specific growth rate of 2.29% and a survival rate of 87%.