Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Geoscience Engineering and Energy (JOGEE)

ANALISIS FAKTOR KEAMANAN GEOMETRI LERENG DISPOSAL TAMBANG TERBUKA BATUBARA PT.PETROSEA, KALIMANTAN TIMUR: ANALYSIS OF SAFETY FACTORS FROM GEOMETRY DISPOSAL OPEN PIT COAL MINING PT. PETROSEA, EAST KALIMANTAN Saragih, Christmas Age Putra; Adhitama, Ramadhan; Barus, Rico; Jambak, Moehammad Ali
Journal of Geoscience Engineering and Energy VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jogee.v4i1.14411

Abstract

Lereng yang tidak stabil menjadi masalah dalam proses pertambangan batubara maupun mineral di ruang terbuka. . Salah satu perusahaan pertambangan yang berlokasi di daerah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur yaitu PT. Petrosea. Dimana pada daerah penelitian memiliki beberapa lereng yang sudah ditimbun dan perlu dilakukan evaluasi factor keamanannya agar aktivitas pertambangan selalu berjalan tanpa gangguan. Metode yang digunakan dalam mengevaluasi kestabilan lereng pada penelitian adalah Limit Equilibrium Methode dimana menggunakan uji triaxial material pada timbunan. Pada daerah penelitian didapati timbunan disposal yang memiliki factor keamanan >1,25.
ANALISIS SIMPANGAN PENGUKURAN DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI FIELDMOVE CLINO DAN KOMPAS GEOLOGI DI DAERAH RUMPIN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT: ANALYSIS OF MEASUREMENT DEVIATIONS USING THE FIELDMOVE CLINO APPLICATION AND GEOLOGICAL COMPASS IN RUMPIN AND SURROUNDING AREA, BOGOR REGENCY, WEST JAVA PROVINCE Widya Permana, Made Deva; Adhitama, Ramadhan; Herdiansyah, Firman
Journal of Geoscience Engineering and Energy VOLUME 6, NOMOR 2, AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Penelitian dilakukan di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang memiliki keberagaman geologi akibat aktivitas tektonik dan minim penelitian sebelumnya. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengukuran struktur geologi menggunakan kompas geologi dan aplikasi FieldMove Clino, didukung data sekunder berupa studi literatur dan peta digital. Data kekar dianalisis menggunakan perangkat lunak Stereonet untuk pola distribusi dan perhitungan penyimpangan antara alat ukur. Hasil menunjukkan rata-rata penyimpangan sudut 5,65o dengan simpangan baku 2,87o, menunjukkan akurasi konsisten pada kedua metode. Penelitian ini membuktikan bahwa kompas geologi dan FieldMove Clino efektif digunakan untuk pengukuran struktur geologi di wilayah kompleks, serta memberikan kontribusi penting bagi pengembangan metode analisis geologi. The study focuses on the geological diversity of Rumpin District, Bogor Regency, West Java, an area with limited previous research. Tectonic activity in the region provides critical data for understanding past geological events, reflected in surface landforms like valleys and ridges. Primary data were collected using a geological compass and the FieldMove Clino application, supported by secondary data from GIS analysis and literature studies. Field measurements followed predetermined paths, incorporating photographs and geographic coordinates. Analysis using Stereonet software revealed minor deviations between tools, with an average angle mismatch of 5.65° and a standard deviation of 2.87°. These findings confirm the consistency and reliability of both tools in measuring geological structures. This research highlights the effectiveness of combining traditional and digital tools for accurate field measurements.
GEOLOGI DAN POLA SEBARAN BATUBARA PADA DAERAH KABUPATEN TABALONG, KALIMANTAN SELATAN: GEOLOGY AND COAL DISTRIBUTION PATTERN IN TABALONG REGENCY, SOUTH KALIMANTAN Rahman, Arif; Adhitama, Ramadhan
Journal of Geoscience Engineering and Energy VOLUME 6, NOMOR 2, AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi batubara yang cukup signifikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi geologi dan menganalisis pola sebaran batubara di wilayah tersebut. Data yang digunakan meliputi peta geologi, geomorfologi, data struktur geologi, data singkapan, dan data topografi yang diperoleh dari PT Mahakarya Bangun Persada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian terbagi menjadi dua bentuk lahan, yaitu bentuk lahan perbukitan denudasional bergelombang lemah (D1) dan perbukitan vulkanik tersayat tajam (V1). Secara stratigrafi, wilayah ini terdiri atas tiga satuan batuan yang tersusun dari yang termuda hingga tertua, yaitu satuan batulanau, satuan batulempung, dan satuan batuan andesit. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian meliputi antiklin dan kekar. Pola sebaran batubara di wilayah ini menunjukkan arah strike barat laut (northwest) dan dipping ke timur laut (northeast). Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam kegiatan eksplorasi dan perencanaan tambang batubara secara lebih efisien dan berkelanjutan. Tabalong Regency, South Kalimantan, is known as one of the areas with significant coal potential in Indonesia. This study aims to examine the geological conditions and analyze the coal distribution pattern in the area. The data used include geological maps, geomorphology, geological structure data, outcrop data, and topographic data obtained from PT Mahakarya Bangun Persada. The results of the study indicate that the study area is divided into two main landforms, namely weakly converted denudational hills (D1) and sharply incised volcanic hills (V1). Stratigraphically, this area consists of three rock units arranged from the youngest to the oldest, namely siltstone units, mudstone units, and andesite rock units.The geological structures that develop in the study area include anticlines and fractures. The coal distribution pattern in this area shows a northwest strike direction (northwest) and a slope to the northeast (northeast). This study is expected to be a reference in coal mining exploration and planning activities more efficiently and sustainably.
INTERPRETASI AWAL HUBUNGAN STRUKTUR GEOLOGI DAN TEKANAN FLUIDA PADA FORMASI MINAHAKI DAN FORMASI MENTAWA, CEKUNGAN BANGGAI: INITIAL INTERPRETATION BETWEEN GEOLOGICAL STRUCTURES AND FLUID PRESSURE AT MINAHAKI FORMATION AND MENTAWA FORMATION, BANGGAI BASIN Mazaya, Faza Auliya; Adhitama, Ramadhan
Journal of Geoscience Engineering and Energy VOLUME 7, NOMOR 1, FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Struktur geologi, terutama sesar, berperan penting dalam mengontrol distribusi dan pergerakan fluida di sistem reservoir. Sesar dapat menjadi penghalang atau jalur aliran, tergantung geometri, litologi, dan riwayat deformasinya. Penelitian ini mengkaji hubungan awal antara struktur dan tekanan fluida pada Formasi Minahaki, Cekungan Banggai, menggunakan interpretasi seismik 3D dan data tekanan sumur terbatas. Analisis menyoroti geometri serta lemparan sesar dan perbandingan gradien tekanan antar sumur, sebagai dasar konseptual studi lanjutan kuantitatif. Temuan ini masih bersifat deskriptif dan memerlukan verifikasi tambahan melalui integrasi data geologi dan petrofisika yang detail. Geological structures, especially faults, play an important role in controlling fluid distribution and movement within reservoir systems. Faults can act as barriers or flow pathways, depending on their geometry, lithology, and deformation history. This study examines the preliminary relationship between geological structure and fluid pressure behavior in the Minahaki Formation, Banggai Basin, using 3D seismic interpretation and limited well pressure data. The analysis focuses on fault geometry, fault throw variation, and pressure gradient comparisons between wells, forming a conceptual basis for further quantitative study. These findings remain descriptive and require additional verification through detailed geological and petrophysical data integration.
GEOLOGI DAN INDIKASI MILONITIK PADA BATUAN GRANITOID DI DAERAH SANGGAU, KALIMANTAN BARAT, INDONESIA: GEOLOGY AND MYLONITIC INDICATION IN GRANITOID ROCK AT SANGGAU DISTRICT, WEST KALIMANTAN, INDONESIA Deva, Muhamad Deva Pratama; Meirawaty, Mira; Adhitama, Ramadhan; Yuda, Himmes Fitra; Anouw, Meldayan Monang
Journal of Geoscience Engineering and Energy VOLUME 7, NOMOR 1, FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Lokasi penelitian secara administratif terletak di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, yang secara fisiografis termasuk ke dalam Blok Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi geologi permukaan serta mengidentifikasi indikasi deformasi pada batuan granitoid berumur Mesozoikum. Metodologi yang diterapkan mencakup pemetaan lapangan, analisis geomorfologi, serta analisis struktur makro dan mikro (petrografi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian terdiri dari tiga satuan geomorfologi utama, yaitu Satuan Perbukitan Intrusif, Satuan Perbukitan Sisa, dan Satuan Dataran Denudasional. Stratigrafi regional di daerah penelitian tersusun atas Unit Metamorf Filitik (Paleozoikum), Unit Granitoid Formasi Embuoi (Mesozoikum), dan Unit Sedimen Tersier. Temuan utama dalam penelitian ini adalah teridentifikasinya zona geser (shear zone) yang intensif pada tubuh granitoid, yang dicirikan oleh kehadiran mikrostruktur milonit dengan tingkat deformasi rendah hingga tinggi. Hal ini mengonfirmasi adanya aktivitas deformasi brittle-ductile yang signifikan di wilayah tersebut. The research area is administratively located in Sanggau District, West Kalimantan, which physiographically belongs to the West Borneo Block. This study aims to map the geological conditions and identify indications of deformation in Mesozoic granitoid rocks. The methodology includes field mapping, geomorphological analysis, and macro and microstructural analysis. The results show that the research area consists of three main geomorphological units, there are the Plutonic Hill Unit, the Denudational Plain Unit, and the Residual Hill Unit. The stratigraphy consists of the Phyllitic Metamorphic Unit (Paleozoic), the Embuoi Formation Granitoid Unit (Mesozoic), and the Tertiary Sedimentary Unit. The main finding is the strong indication of shear zones within the granitoid body, characterized by the presence of low to high-grade mylonite microstructures. This confirms significant brittle-ductile deformation activity in the region.