Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Kecerdasan Sosial dengan Kemampuan Kerjasama dalam Kelompok pada Mahasiswa Semester III PGSD FKIP UPR Ichyatul Afrom
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i2.887

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecerdasansosial dengan kemampuan kerja sama dalam kelompok pada mahasiswasemester III PGSD FKIP Unpar. Metode penelitian digunakan sebagai acuan peneliti untuk melakukanpenelitian, adalah penggunaan metode yang tepat sangat berpengaruhterhadap hasil penelitian, dengan demikian maka penelitian inimenggunakan metode korelasional. Berdasarkan angket yang disebar dalam penelitian menunjukan rata- rata setiap peserta didik memiliki kecerdasan sosial sedang. Kecerdasansosial mahasiswa yang tinggi maka akan mempengaruhi kemampuanmahasiswa dalam belajar kelompok. Hal tersebut dapat dibuktikan denganadanya hubungan yang kuat antara kecerdasan sosial terhadap kemampuanbelajar kelompok mahasiswa sebesar 0,882 lebih besar dibandingkandengan r tabel 0,423. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapathubungan antara tingkat kemampuan peserta didik dalam belajar kelompokterhadap tingkat kecerdasan sosial mahasiswa, semakin tinggi tingkatkeserdasan maka akan berpengaruh positif terhadap kerja sama ketikaterlibat dalam kegiatan belajar kelompok.
ANALISIS DALAM TARI TEMATIK/BERTEMA BERLADANG (Studi Kasus Tari Karang Alu) Tambuleng; Andin, Jimy Oktolongere; Ichyatul Afrom; Kurniawan
Tambuleng Vol 1 No 1 (2020): Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berladang secara tradisional serta nilai filosofi yang ada didalamnya dan juga makna Tari Karang Alu didalam kehidupan Suku Dayak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, sehingga memaparkan secara lengkap masalah yang diteliti dengan disertai ulasan-ulasan yang kritis. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Peneliti menetapkan sumber informasi kunci (key Informan), yaitu Sinyur, dan Bambang Suryatim.S.Pd. Teknik pengumpulan data menggunakan observation, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses Berladang secara tradisional serta makna Tari Karang Alu bagi Suku Dayak, ini memiliki nilai filosofis yang mendalam dan tetap menjaga sebuah kearifan Lokal hinga sekarang ini. Karya Tari Karang Alu ini merupakan salah satu bentuk refleksi budaya suku Dayak yang masih mempertahakan sebuah kearifan lokal. Sehingga karya tari ini diangkat dengan maksud memperkenalkan tradisi untuk melestarikan seni budaya, dengan nilai yang terkandung dalam kesenian tari tersebut.
ANALISIS PERKEMBANGAN NILAI DAN FUNGSI TARI GELANG DADAS DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUKU DAYAK MA’ANYAN Tambuleng; Offeny; Andin, Jimy Oktolongere; Ichyatul Afrom; Bunga Dwi Juniarti
Tambuleng Vol 1 No 1 (2020): Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Gelang Dadas berangkat dari ritual adat Suku Dayak Ma’anyan dengan tokoh Wadian Dadas. Masyarakat Dayak Ma’anyan mengenal Wadian sebagai seorang pemimpin ritual atau keagamaan, bisa juga diartikan sebagai upacara ritual itu sendiri. Biasanya Wadian Dadas memimpin atau melaksanakan ritual adat Urusan Welum. Ritual dalam siklus kehidupan masyarakat suku Dayak Ma’anyan meliputi, Miempu Numang Wadian, Miempu Nahur Hajat, dan Miempu Buyuk. Miempu Buyuk merupakan upacara ritual pengobatan untuk mengobati penyakit yang bersifat non medis. Seiring berjalannya waktu sekitar tahun 90an, perkembangan Tari Gelang Dadas yang diangkat adalah nilai pada saat berkembang menjadi seni tetapi bukan ritual. Dadas ada dua yang berupa Tanya dan Hiyang. Dan baru-baru ini sekitar tahun 200an keatas ada perkembangan lagi, justru masuk kedalam ranah nada (hiyang) tetapi dimodifikasi yang awalnya sebagai mantra dan dimodifikasi menjadi pesan seperti Riak. Dengan adanya seni pertunjukan atau sanggar-sanggar seni yang berkembang di Barito Timur khususnya, tari Gelang Dadas tidak mengurangi nilai seni didalamnya. Justru itu adalah cara pelestarian untuk tetap mempertahankan nilai budaya yang ada. Fungsi sosial Gelang Dadas adalah identitas. Kenapa identitas sebagai fungsi sosial? Karena pada saat menggunakan Gelang Dadas pada tangan kiri dan kanan maka sudah bisa ditebak jika dia penari Dadas dan akhirnya berdampak pada pandangan sosial. Pada akhirnya Dadas tidak lagi dilihat sebagai Ritual atau orang gaib bahkan seorang tabib, pandangan sosial sekarang melihat Dadas sebagai seni budaya.
Studi Tentang Latar Belakang Pendidikan Guru Seni Budaya Dan Kemampuan Psikomotorik Siswa Dalam Pembelajaran Seni Budaya Di Kelas X BKP SMK Negeri 1 Palangka Raya Tambuleng; Ichyatul Afrom; Andin, Jimy Oktolongere; Yuliati Eka Asi; Aulia Rahmah
Tambuleng Vol 1 No 1 (2020): Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan saat ini masih memiliki permasalahan yang besar dan kompleks yaitu masalah dalam ketertinggalan mutu pendidikan. Salah satu faktor penyebabnya adalah kualifikasi akademik guru. Banyak ditemukan guru Seni Budaya yang memiliki latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Ketidaksesuaian ini akan berkaitan dengan kemampuan psikomotorik (skill) siswa mengingat mata pelajaran Seni Budaya lebih menitikberatkan pada kemampuan keterampilan siswa yang dapat dilihat dari tes praktik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui latar belakang pendidikan guru Seni Budaya dan kemampuan psikomotorik siswa kelas X BKP di SMK Negeri 1 Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menempatkan peneliti sebagai instrument kunci. Menggunakan teknik purvosive sampling sebagai penentu subjek penelitian dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi berdasarkan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang guru Seni Budaya di SMK Negeri 1 Palangka Raya dikategorikan menjadi 2 yaitu kategori sesuai dan tidak sesuai. Sebanyak 2 orang guru masuk kategori tidak sesuai dan 1 orang guru kategori sesuai. Sementara untuk kemampuan psikomotorik siswa kelas X BKP SMK Negeri 1 Palangka Raya berdasarkan tes praktik menggambar dan menyanyikan lagu daerah masing-masing menujukkan hasil bahwa 20 orang memiliki kemampuan cukup baik, 10 orang dengan kategori baik dan 3 orang masuk kategori cukup (tidak tuntas) berdasarkan nilai KKM 65. Sebagian besar siswa menjalankan praktik keterampilan sesuai rencana yang disusun oleh guru, berpartisipasi aktif, memperoleh pengalaman langsung dan dapat mengembangkan kecakapannya.
ANALISIS ORGANOLOGI DAN TEKNIK PERMAINAN ALAT MUSIK TRADISIONAL KECAPI KALIMANTAN TENGAH Tambuleng; Andin, Jimy Oktolongere; Iwan Pranoto; Intan Kamala; Ichyatul Afrom; Yuliati Eka Asi; Alan Budikusuma
Tambuleng Vol 1 No 1 (2020): Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan organologi (bagian-bagian) dan teknik permainan alat musik tradisional Kecapi Kalimantan Tengah. Organologi yang meliputi bahan dasar pembuatan instrumen, bagian-bagian instrumen, dan proses produksi suara pada instrumen Kecapi. Teknik permainan instrumen Kecapi meliputi posisi tubuh, teknik picking, teknik hammer-on, teknik pull-of, teknik slide, dan penerapan tablature gitar pada instrumen Kecapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif deskriptif pengumpulan data diperoleh dari dokumentasi (alat perekam, literatur, kamera), observasi, dan wawancara. Keabsahan data diperoleh melalui prosedur triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Organologi meliputi, (a) bahan dasar instrumen dengan menggunakan berbagai macam kayu dan yang paling umum menggunakan kayu Perupuk, Gerunggang, dan Jelutung, (b) bentuk instrumen Kecapi menyerupai besei (alat pengayuh sampan), tidak ada patokan dalam ukuran instrumen, (c) bagian-bagian instrumen Kecapi terdibri dari Pinding Kecapi (tuning), Senta depan (nut), gandar (leher/fingerboard), tangkup (penutup bagian badan Kecapi), lubang resonansi, Senta belakang (bridge), dan dawai, (d) instrumen Kecapi menggunakan skala minor pentatonic (minor pentatonik). 2) Teknik permainan instrumen Kecapi meliputi, (a) instrumen Kecapi dimainkan dengan duduk bersila atau duduk diatas kursi, (b) teknik penjarian menggunakan teknik hammer-on, teknik pull-of, dan teknik slide, (c) teknik memetik menggunakan teknik picking, (d) penerapan tablature gitar pada instrumen Kecapi.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN SECARA ONLINE TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MATERI MENYANYI SOLO Tambuleng; Ichyatul Afrom; Yuliati Eka Asi; Andin, Jimy Oktolongere; Intan Kamala; Wildya Yuviana
Tambuleng Vol 1 No 1 (2020): Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Video Pembelajaran terhadap kemampuan siswa dalam materi menyanyi solo di kelas IX SMP Negeri 8 Palangka Raya pada tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 330 siswa yang terbagi dalam 11 kelas. Sebagai sampel responden hanya diambil siswa kelas IX-1 saja dengan jumlah siswa 30 orang. Metode pada penelitian ini berupa kuantitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan menggunakan instrumen tes ranah kognitif dan tes ranah keterampilan dengan teknik analisis data menggunakan angket siswa yang diberikan melalui Google Form kepada responden. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan sistem daring dengan menggunakan 1 siklus maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Proses pembelajaran Seni Budaya menggunakan Video Pembelajaran dalam penyampaian materi Menyanyi Solo/Tunggal pada siswa kelas IX-1 SMP Negeri 8 Palangka Raya dinyatakan berhasil menunjukan hasil rata- rata dalam interval yang sangat baik. Serta pada hasil persentase angket atau kuisioner berada pada kategori baik. Sehingga penggunaan video pembelajaran secara online terhadap kemampuan siswa dalam materi menyanyi solo dapat dikatakan berhasil untuk menarik minat siswa dan dapat dikatakan efektif sebagai media dan sumber materi bagi siswa.
PENERAPAN MULTIMEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM SENI DRAMA DI KELAS IX SMP NUSANTARA PALANGKA RAYA Tambuleng; Ichyatul Afrom; Yuliati Eka Asi; Andin, Jimy Oktolongere; Kenny Yohanes Tiado
Tambuleng Vol 1 No 1 (2020): Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran seni budaya ( seni drama) dengan menerepkan multimedia audio visual dalam proses pembelajaran. Penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada siswa kelas IX SMP Nusantara Palangka Raya. Penelitian pra siklus diperoleh hasil rata-rata nilai siswa kelas IX yaitu 59,63 nilai ini masih dibawah dari kriteria ketuntasan yaitu 65. Hasil ketuntasan peserta didik pun hanya memperoleh 46,6%. Pada siklus I diperoleh rata-rata nilai sebesar 70,86. Nilai ini sudah mencapai kriteria ketuntasan minimum yang ditentukan. Hasil ketuntasan klasikal belajar peserta didik pun meningkat yakni memperoleh nilai 80% nilai ini hampir mencapai kriteria ketuntasan klasikal yang ditentukan. proses pembelajaran pada siklus II yang mana memperoleh nilai rata-rata 82,22 nilai ini mengalami peningkatan dan ketuntasan klasikalnya menjadi 100%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahawa penerepan multimedia audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam seni drama di kelas IX SMP Nusantara Palangka Raya.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Wordwall Terhadap Hasil Belajar IPAS Kelas IV SDN 10 Langkai Dimas Fathur Rahman; Roso Sugiyanto; Ichyatul Afrom
Jembatan Hukum : Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Jembatan Hukum : Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/jembatan.v2i2.1663

Abstract

Learning media has an important role in supporting the achievement of maximum learning objectives. When viewed from the way students learn, we know that in one class students have different ways of learning, some learn quickly using audio, visual, and some see the form concretely. then this study aims to determine the effect of using wordwall learning media on student learning outcomes in IPAS class IV SD Negeri 10 Langkai Kota Palangka Raya. The method used in this research is experimental research method. The design used in this research is One-group Pretest-Posttest Design. Sampling in this study used saturated sampling technique (total sample) because the researcher used all members of the population as samples with a total of 17 respondents. Pre-Test and Post-Test are used to determine student learning outcomes in the form of questions with a form of content. Based on the results of the Paired Sample T-Test test, the sig.2-tailed result is 0.001, this value is greater than 0.05, so Ha is accepted and Ho is rejected. Meanwhile, when compared to the tcount value with the ttable, there is a tcount value of 16,000> 1,746 from the ttable value, so Ha is accepted and Ho is rejected. So it is concluded that there is a positive effect of the use of wordwall learning media on student learning outcomes in IPAS subjects on the material of natural appearances and their utilization in class IV SD Negeri 10 Langkai Kota Palangka Raya.
MENINGKATKANKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN PINTAR PADA PELAJARAN IPAS DI KELAS III SDN 4 PALANGKA: Penelitian Tindakan Kelas Rizka Hanafiah Putri; Abd. Rahman Azahari; Roso Sugiyanto; Ichyatul Afrom
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas III B SDN 4 Palangka melalui pemanfaatan media pembelajaran inovatif berupa papan pintar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya motivasi belajar siswa serta terbatasnya penggunaan media yang mampu merangsang partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Selama ini, proses pembelajaran cenderung bersifat satu arah dan dominan menggunakan metode konvensional yang berpusat pada guru, sehingga kurang menghadirkan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif. Dengan mengintegrasikan media papan pintar, penelitian ini berusaha membangun lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan mendorong keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil dari penerapan media ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa, terlihat dari peningkatan rata-rata nilai dari 60,77 pada tahap pra siklus, menjadi 72,15 pada siklus I, dan mencapai 87,69 pada siklus II. Selain itu, tingkat ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan, dari 30,76% pada pra siklus menjadi 46,15% pada siklus I, dan melonjak menjadi 84,61% pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan papan pintar efektif dalam mengoptimalkan hasil dan proses pembelajaran siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS III B SDN 4 PALANGKA Emmy Mudiarti; Abd. Rahman Azahari; Roso Sugiyanto; Ichyatul Afrom
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.26465

Abstract

This classroom action research was conducted to improve student learning outcomes in the subject of Pancasila Education by implementing the Problem-Based Learning (PBL) model combined with the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach. The study involved 13 third-grade students at SDN 4 Palangka during the even semester of the 2024/2025 academic year. The research was conducted in two cycles, with each cycle consisting of one meeting. The learning process was carried out using the PBL model that emphasizes problem-solving and was integrated with the CRT approach, which respects students' cultural backgrounds to make learning more contextual and meaningful. The research data were collected through observation, documentation, and tests administered at the end of each cycle. The results of the pre-cycle showed a class average score of 52.30, with only 30.77% of students achieving the minimum mastery criteria (KKM). In Cycle I, the class average increased to 70.76 with 69.23% mastery. In Cycle II, there was a significant improvement with an average score of 90.00 and 84.61% of students achieving mastery. These findings indicate that the application of the PBL model combined with the CRT approach effectively enhances students’ learning outcomes in Pancasila Education.