Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Strategi Pemasaran Food and Beverage Departemen Sudamala Resort Komodo Pasca Covid-19 Marianus Duman; Gregorius A. Berybe; Maria B.R. Wellalangi; Fitri Ciptosari; Flaviana Hadia
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang dilakukan Food and Beverage Department Sudamala Resort Komodo pasca covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui teknik wawancara, studi kepustakaan dan penyebaran kuesioner. Analisis data menggunakan teknik IFE, EFE dan SWOT. Dari hasil analisis yang digunakan diperoleh hasil bahwa Sudamala Resort Komodo sedang menjalankan strategi SO (Strength-Opportunity) yaitu strategi menggunakan kekuatan dan peluang yang dimiliki untuk menjalankan usahanya.
Analisis Strategi Promosi Tarian Caci Sebagai Atraksi Desa Wisata Liang Ndara Beata Emiliana Nerci; Gregorius Berybe; Maria B. R. Wellalangi; Elisabeth Hanggu
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Liang Ndara adalah salah satu desa wisata di wilayah kabupaten Manggarai Barat. Salah satu potensi desa adalah atraksi budaya Tarian Caci. Tari Caci merupakan tari perang yang bermakna sebagai media kaum laki-laki manggarai dalam membuktikan kejantananya, baik dari segi keberanian maupun ketangkasan. Tarian Caci sebagai salah satu atraksi wisata perlu menerapkan strategi promosi yang tepat sesuai karakteristik tarian sebagai atraksi budaya. Pendekatan SWOT digunakan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman yang dimiliki desa dalam mempromosikan Tarian Caci. Komponen SWOT dianalisa menggunakan IFAS dan EFAS untuk menentukan titik koordinat promosi Tarian Caci di Desa Liang Ndara. Berdasarkan analisis SWOT dapat disimpulkan bahwa Tarian Caci di Desa Liang Ndara berada pada koordinat SO (Strength Opportunities) dimana strategi yang diterapkan harus memaksimalkan kekuatan dari tari caci sendiri yang memiliki nilai budaya yang tinggi serta memanfaatkan berbagai kesempatan promosi melalui kerja sama hotel, travel agent serta pemerintah melalui event yang diadakan. Pengetahuan SDM local tentang Tarian Caci itu sendiri harus ditingkatkan sehingga menjadi kesempatan dalam mendukung promosi Tarian Caci melalui personal selling dan direct marketing.
STUDENTS’ ENGLISH LANGUAGE CHALLENGES AND IMPROVEMENT STRATEGIES AT POLITEKNIK ELBAJO COMMODUS, LABUAN BAJO: A DESCRIPTIVE SURVEY STUDY Natalia Dellarosa Halim; Dominikus Seno; Maria Beatrix Rahinart Wellalangi; Layliyatul Faiqiyah
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.11909

Abstract

English proficiency is an essential competency for vocational higher education students, particularly in tourism destinations; however, studies simultaneously examining students' English language challenges and improvement strategies within vocational contexts remain limited. This study aims to identify the major challenges encountered by students in using English and analyze the strategies they expect to improve their English proficiency. A descriptive survey employing a mixed-methods approach was conducted with 86 students from eight study programs at Politeknik eLBajo Commodus. Data were collected through open-ended questionnaires and analyzed using thematic analysis supported by descriptive statistics. The findings reveal that the primary challenges include lack of confidence and fear of making mistakes (68%), limited vocabulary (63%), weak grammar skills (41%), lack of a supportive English-speaking environment (37%), and pronunciation and listening difficulties (26%). Students recommended increasing speaking practice, implementing consistent English use on campus, establishing conversation clubs, and strengthening lecturers' encouragement during classroom interaction. This study offers a comprehensive mapping of psychological, linguistic, and environmental barriers alongside students' proposed improvement strategies, providing evidence for developing communicative learning practices and institutional policies to enhance English proficiency in vocational higher education. ABSTRAK Kemampuan berbahasa Inggris merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa pendidikan tinggi vokasi, khususnya di kawasan pariwisata, namun penelitian yang mengkaji secara bersamaan tantangan penggunaan bahasa Inggris dan strategi peningkatannya berdasarkan persepsi mahasiswa pada konteks vokasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan utama penggunaan bahasa Inggris serta menganalisis strategi yang diharapkan mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Penelitian menggunakan desain survei deskriptif dengan pendekatan mixed methods. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka yang diberikan kepada 86 mahasiswa dari delapan program studi di Politeknik eLBajo Commodus dan dianalisis menggunakan analisis tematik yang didukung statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi kurangnya rasa percaya diri dan takut melakukan kesalahan (68%), keterbatasan kosakata (63%), kelemahan tata bahasa (41%), kurangnya lingkungan berbahasa Inggris (37%), serta kesulitan pelafalan dan menyimak (26%). Mahasiswa mengusulkan peningkatan praktik berbicara, penerapan penggunaan bahasa Inggris secara konsisten di kampus, pembentukan klub percakapan, dan penguatan peran dosen. Penelitian ini menawarkan pemetaan terpadu mengenai hambatan psikologis, linguistik, dan lingkungan beserta strategi perbaikannya sebagai dasar pengembangan pembelajaran komunikatif dan kebijakan institusi untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris mahasiswa vokasi.