Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Netralitas Birokrasi Dalam Pemilihan Kepala Daerah Di Kabupaten Belu Periode 2020-2025 Sae, Donatus; Supriadi, Dedi
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i2.1980

Abstract

Netralitas birokrasi merupakan pertanyaan berputar dan berulang dalam setiap moment pemilihan umum baik tingkat lokal maupun tingkat nasional. Pertanyaan tersebut lahir dari siksp skeptic yang sangat dalam dan sulit diurai. Hal ini terjadi karena birokrat berada pada dua sisi yakni sebagai aparatur pemerintah dan  sebagai pelayan masyarakat. Sebagai aparatur milik pemerintah birokrat berada di bawah kendali pemerintah dalam hal ini kepala eksekutif karena jabatan yang diperoleh birokrat merupakan pemberian kepala eksekutif. Dalam situasi tertentu birokrat berada di bawah kendali pemerintah dalam hal ini kepala eksekutif. Di sisi lain kehadiran birokrat  sebagai pelayan rakyat mengharuskan birokrat bertanggungjawab untuk menghadirkan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Dua sisi tersebut mrmiliki tujuan yang sama yakni menghadirkan pelayanan prima, tetapi kadangkala berbenturan dalam sikap yakni antara berpihak kepada tuan (kepala eksekutif) atau kepada masyarakat sebagai subyek layanan. Benturan tersebut mengakibatkan birokrat berada dipersimpangan dilematis, antara memihak kepada kepentingan eksekutif sebagai pemberi jabatan atau berpihak kepada pelayanan yang professional berdasarkan sumpah jabatan. Hal inilah menyebabkan birokrasi cenderung tidak bersikap netral. Realitas menunjukkan bahwa birokrat cenderung berpihak kepada kepala eksekutif. Apabila sudah berada pada situasi demikian maka rakyat diabaikan. Tindakan ini secara tidak sadar mengangkangi demokrasi yang mana menempatkan rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi, dan sebagai alasan lahirnya birokrasi.
Impact Analysis of Eastern Sector Red Belt Road Development in Belu Regency Border Area (Policy Study in Sisi Village and Nualain Village, Lamaknen District, Belu Regency) Sae, Donatus; Leto Bere, Yoseph Franky
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 1 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v8i1.6183

Abstract

The Eastern Sector Red Belt Road is an acceleration of infrastructure development of 3T (frontier, remote and underdeveloped) areas in the nawa cita program. The implementation of the nawa cita program in the Belu-Atambua border area is 179.99 km of state roads, 44 bridges and street lights. Approximately 5 (five) years of the construction of the Eastern Sector Red Belt Road has been completed, there are several positive opportunities for the community, especially Sisi Village and Nualain Village as users. The positive impact is one of the measures for the success of the nawa cita program for the 3T community in Sisi Village and Nualain Village, Lamaknen District, Belu Regency.
Program Literasi Perpustakaan di Desa Kabuna Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu seuk, Sefrina Maria; sae, Donatus; Mbiri, Adeo Dato Januario Barros
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i1.4060

Abstract

ABSTRACTKabuna Village literacy program aims to improve the ability to read, understand reading, writing, understand technology, counting and understand english language as an international language. Kabuna village literacy applied in the form of village library. The Kabuna village library established in 2017. Kabuna village library provides, library room, reading room, computer, study schedule, mathematic teacher, english teacher, and computer teacher. The activities carried out are reading, counting, english dialogue and typing. Operational cost af actifities are sourced from village fund.  The purpose of such activities are to increase human resource Kabuna Village as the frontline of the Indonesian nation in the Belu Regency area.Key words: Kabuna Village literacy programABSTRAKSIProgram literasi Desa Kabuna bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca, memahami bacaan, menulis, memahami teknologi, berhitung dan menguasai bahasa inggris sebagai bahasa internasional. Literasi Desa Kabuna diaplikasikan dalam bentuk perpustakaan desa. Perpustakaan Desa Kabuna didirikan pada tahun 2017. Perpustakaan Desa Kabuna menyediakan buku bacaan, ruang perpustakaan, ruang baca, computer, jadwal belajar, guru pendamping bidang matematika, bahasa inggris dan ilmu computer. Kegiatan yang dilakukan adalah membaca, berhitung, percakapan bahasa inggris, mengetik dan mengoperasikan computer. Biaya operasional kegiatan tersebut bersumber dari dana desa. Tujuannya adalah meningkatkan sumber daya manusia Desa Kabuna sebagai garda terdepan Bangsa Indonesia di wilayah Kabupaten BeluKata kunci: Program literasi Desa Kabuna
Development of Cultural Literacy through the Construction of the Matabesi Tribe Fohoraik Museum (Research Conducted at the Traditional House of the Matabesi Tribe, Umanen Village, West Atambua District, Belu Regency) Seuk Asa, Sefrina Maria; Hum, M; Sae, Donatus
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 1 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v8i1.6184

Abstract

The Matabesi Traditional House Phobia Museum is located in Umanen Village, West Atambua District, Belu Regency. The Fohoraik Museum was built with the aim of storing cultural documentation of the Matabesi Tribe in physical and non-physical forms. The museum became one of the centers for the study of culture and philosophy of the Matabesi Tribe. The philosophy of the Matabesi Tribe as a non-physical culture is neter taek (mutual respect), notar no kbadan, ukun badu, hadomi no hadosan, hadinan no haklaran.
Upaya Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pemula dalam Pemilihan Kepala Daerah di Wilayah Perbatasan Kabuputen Belu Sae, Donatus; Adeo Dato J. B. Mbiri; Petrus A. G. Taek; Joseph F. Bere
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i2.3961

Abstract

Efforts to increase the participation of novice voters are against the problem of data on the number of young voters which reaches 70-80 million out of 93 million people. Research shows that young people's interest in politics is only 1.1%. This is a problem that threatens the sustainability of electoral democracy. This study aims to find out the reasons for the low voter participation at SMAN 2 Tasbar, Belu Regency and seeks to provide stimulation to build awareness of novice voters to participate in the regional head elections of Belu Regency and East Nusa Tenggara Province for the 2024-2025 period. The methods used in this study are observation and interviews.
Effectiveness of Implementation of Regional Autonomy in the Border Area of Belu District Sae, Donatus; Bere, Joseph Franky Leto; Bere, Agustinus
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 3 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i3.8945

Abstract

This research is a qualitative study. Data were obtained through field observations, literature studies, and interviews. Regional autonomy is a golden bridge for accelerating development in Indonesia, especially in peripheral areas. This development includes various aspects in accordance with the spirit of the Unitary State of the Republic of Indonesia. Belu Regency, as one of the border areas, has experienced positive changes in the implementation of regional autonomy, especially in the fields of tourism and cultural infrastructure. 
Efforts to Improve English Language Skills for School Age Children by the Kabuna Village Government, Belu Regency Seuk Asa, Sefrina Maria; Sae, Donatus
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 9, No 2 (2024): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v9i2.7056

Abstract

This research aims to determine the government's efforts in Kabuna Village, Kakuluk Mesak District, Belu Regency to develop English language skills for school-age children. Data acquisition techniques in this writing are interviews, observation and library literacy. In the interview method the author uses the snowball technique. Kabuna Village has two English learning groups, namely the English learning group at the village office and in Bautasik Hamlet. The location of this research is an English learning group at the Kabuna and Bautasik Village offices called Bautasik English Speaking (BES). The author conducted interviews with 13 sources consisting of village officials, English teachers and students. BES is located at RT/RW 01/01 Bautasik Hamlet. The aim of BES is to cultivate English for school-aged children with a speaking orientation. The form of activity is speaking practice.   
BAHASA SIMBOL DALAM KAIN TENUN IKAT MAROBO DESA BADARAI KECAMATAN WEWIKU KABUPATEN MALAKA Seuk Asa, Sefrina Maria; Sae, Donatus
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 4 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i4.2552

Abstract

Kain tenun/tais marobo merupakan warisan budaya, dan menjadi salah satu cirikhas masyarakat Desa Badarai Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Kain tenun  (tais marobo) di Desa Badarai Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka memiliki bahasa simbol atau lambang. Bahasa simbol atau lambang mengandung filosofi. Filosofi tersebut dapat dipahami apabila ditafsirkan atau diterjemahkan. Peneliti menyebutnya dengan metasimbol karena makna symbol pada kain tenun ikat marobo/tais marobo tersembunyi di balik simbol atau lambang yang tidak dapat dilihat secara phisik. Pesan bahasa symbol tersebut lebih luas dan maknanya lebih dalam, melampaui simbol yang terpampang dalam bentuk tanda, gambar atau warna.Tais marobo mengalami sentuhan perubahan seiring perkembangan ekonomi, kreatifitas, pengetahuan dan teknologi. Perubahan tais marobo adalah menyisipkan beberapa gambar seperti burung garuda, bintang, buaya dan lain-lain. Awalnya tais marobo tidak memiliki gambar. Bentuknya polos (tanpa gambar). Warnanya merah. Tais marobo juga mengalami perluasan fungsi yakni semula hanya untuk keperluan adat menjadi usaha ekonomi kreatif, lambang identitas, seni, budaya dan lain-lain.
PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS PENGURUS BUMDES LENTERA KABUNA Taek, Petrus Ans gregorius; Bere, Joseph Franky Leto; Sae, Donatus; Mbiri, Adeo Dato Januario Barros
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.29463

Abstract

Bumdes Lentara Kabuna adalah salah satu Bumdes di Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu yang berhasil dalam mengelola unit usahanya secara baik dan telah meningkatkan pendapatan desa. Pemerintah Desa Kabuna terus mendukung Bumdes dalam segala hal salah satunya melalui pelatihan peningkatan kapasitas pengurus Bumdes yang diselenggarakan oleh Kementrian Desa bekerja sama dengan Dinas Social Kabupaten Belu. Pelatihan yang dilakukan sebagai bentuk upaya memperbaiki menajemen keuangan Bumdes agar segala bentuk transaksi keuangan Bumdes dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun secara hukum. Permasalahan yang dihadapi Bumdes Lentera adalah adanya perubahan pelaporan keuangan Bumdes setiap tahun sehingga perlu sekali dilakukan pelatihan manajemen keungan bagi para pengurus sehingga para pengurus dapat menyesuaikan dengan perubahan yang terus terjadi. Pelatihan itu penting sekali dilakukan karena melalui pelatihan itu sumber daya manusia para pengurus dapat ditingkatkan dan kemahiran mengelola keuangan bumdes dapat terus diupdate sesuai nomenklatur di Kementerian Desa. Metode yang digunakan dalam pelatihan itu adalah talk show, Fucus Group Discussion (FGD) dan Presentasi. Tujuan sekaligus harapan dari pelatihan ini agar peserta mampu melakukan penyusunan administrasi keuangan secara baik dan benar sesuai regulasi secara lebih maksimal.
Analysis of Public Service Quality at the Class II TPI Atambua Immigration Office Buti, Graceana Elma Mau; Taek, Petrus Ans Gregorius; Sae, Donatus; Mbiri, Adeodatus Januario Barros; Bulqiyah, Hasanul
JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Vol 7, No 4 (2025): JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jihad.v7i4.9800

Abstract

In the current era of rapidly advancing technology, the quality of public services has become an important issue frequently encountered across various sectors of public facilities. One visible indication is the continued existence of public complaints regarding suboptimal service delivery, often expressed through different technological platforms. This situation has led to the emergence of negative perceptions among the public toward government officials responsible for providing public services. This study aims to analyze and understand the quality of public services at the Immigration Office Class II TPI Atambua. In practice, the officers at the Immigration Office strive to improve service quality by focusing on public interest, integrity, and professionalism. The research employs a qualitative method with a descriptive approach, referring to five dimensions of service quality: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy. These five dimensions serve as the basis for evaluating the quality of services provided by the Immigration Office Class II TPI Atambua, with the expectation of achieving high-quality public service delivery. The results of the study indicate that the overall quality of public services in the passport application process at the Immigration Office Class II TPI Atambua is categorized as good. However, several aspects still require improvement, particularly in terms of service timeliness.