Konflik relasional merupakan realitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan komunitas gereja, namun konflik gerejawi kontemporer semakin ditandai oleh praktik pelabelan karakter berbasis istilah psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pelabelan karakter berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri yang menghambat proses metanoia, yang dipahami sebagai transformasi rohani dalam iman Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis dan interdisipliner yang memadukan psikologi dan teologi pastoral, serta diposisikan sebagai kajian konseptual-reflektif berbasis kepustakaan. Data diperoleh dari literatur akademik berupa buku dan artikel jurnal bereputasi yang relevan dengan konflik gerejawi, mekanisme pertahanan diri, dan teologi pertobatan . Analisis bertumpu pada teori mekanisme pertahanan diri, khususnya konsep proyeksi, serta teologi metanoia sebagai kerangka teologis utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelabelan karakter berfungsi sebagai benteng pertahanan ego yang mengalihkan konflik dari refleksi diri menuju pembenaran diri, sehingga melemahkan relasi pastoral dan menghambat pertobatan serta pertumbuhan rohani komunitas gereja.