Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KNOWLEDGE AND SELF-AWARENESS AS DETERMINANTS OF OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH PRACTICES AMONG NURSING STUDENTS Wardhani, Utari; Sri Muharni; Rahmadillah Muhti
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 1 (2026): January - March
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i1.658

Abstract

Safety and health education in the laboratory is critical because laboratories are high-risk environments that can increase the incidence of workplace accidents. Problems arise when students' knowledge and self-awareness are lacking, including exposure to sharp objects such as syringes, bodily fluids, and pathogens, as well as ignorance of reporting work accidents and the risk of injury. The purpose of this study is to analyze the relationship between the level of knowledge and self-awareness of nursing students and OSHA practices in the nursing laboratory of Awal Bros University. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample in this study consisted of 167 nursing students selected through a total sampling technique. Data were collected using a questionnaire that included variables of knowledge, self-awareness, and OSHA practices, and then analyzed using Chi-Square tests. The research results show that 64.1% of respondents have good OHS knowledge, 48.5% have high self-awareness, and 64.7% practice OHS well. The statistical test results found that there was a significant relationship between knowledge and occupational safety and health practices (p-value = 0.000) as well as self-awareness and OSH practices (p-value = 0.000). In conclusion, there is a significant positive relationship between nursing students' knowledge and self-awareness with OHS practices in the laboratory. Therefore, it is recommended that future researchers reach out to other, more diverse institutions and consider other variables, such as practical experience, that may influence students' knowledge and self-awareness. In addition, qualitative or mixed research methods can be used to explore student behavior in implementing OHS.
Optimalisasi Penggunaan 3s (SDKI, SLKI, SIKI) Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Sri Muharni; Umi Eliawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2118

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan adalah komponen penting dalam menjamin kualitas asuhan keperawatan yang berkesinambungan.Penggunaan standar asuhan keperawatan menggunakan 3S (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia/SDKI, Standar Luaran Keperawatan Indonesia/SLKI, dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia/SIKI) menjadi landasan utama dalam proses keperawatan yang sistematis. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, seperti rendahnya pemahaman perawat, ketidaksesuaian diagnosis dengan intervensi, serta dokumentasi yang belum terstandar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan 3S dalam pendokumentasian asuhan keperawatan melalui edukasi dan pendampingan kepada perawat rumah sakit Graha Hermine. Metode yang digunakan meliputi edukasi, diskusi kasus, dan evaluasi praktik dokumentasi. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kesesuaian pendokumentasian asuhan keperawatan berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas asuhan dan pelayanan keperawatan pada pasien secara berkelanjutan.
PANCING MANIA: Pantau Stunting Bersama Nelayan, Ibu dan Anak di Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau Utari Christya Wardhani; Sri Muharni; Falery Diani Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2124

Abstract

Keluarga berperan penting mencegah stunting pada setiap fase kehidupan. Mulai dari janin dalam kandungan, bayi, balita, remaja, menikah, hamil, dan seterusnya. Hal ini mendukung upaya pemerintah dalam penanganan stunting di Indonesia. Percepatan penurunan stunting, menurut Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, adalah setiap upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif dan berkualitas melalui kerja sama multisektor di pusat, daerah dan desa. Adapun kelompok sasaran pada percepatan penurunan stunting antara lain remaja putri/ calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-59 bulan. Oleh karena itu, kondisi stunting yang terjadi di pesisir Kepulauan Riau, khususnya Batam menjadi perhatian khusus untuk ditangani. Wilayah yang dipenuhi dengan aneka ragam kekayaan laut selayaknya tidak mengalami stunting jika keluarga nelayan memahami tentang stunting dan gizi optimal serta cara pengolahan pangan berbahan kearifan lokal. Dalam rangka menekan angka stunting di Kota Batam khususnya Wilayah Kerja Puskesmas Sambau maka tim tertarik melakukan pengabdian Masyarakat yang bertajuk PANCING MANIA : Pantau Stunting Bersama Nelayan, Ibu dan Anak.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerapan Surgical Safety Checklist Di Kamar Operasi Rumah Sakit Kota Batam Endang Yuliati; Hema Malini; Sri Muharni
Jurnal Endurance Vol. 4 No. 3 (2019): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of the Surgical Safety Checklist (SSC) is associated with improving patient care according to nursing process standards includes the quality of work of the operating room nurse team. The form of professionalism in the operating room is how the application of a surgical safety checklist as the standard procedure for patient safety in the operating room. This study aims to determine the relationship of characteristics, knowledge, and motivation of nurses in the application of the surgical safety checklist in the operating room of a Batam city hospital. This research is quantitative using an observational analytic research design. This study was conducted on 67 nurses who were taken by total sampling. This research was conducted in three Batam City Hospitals, with hospital accreditation at the same level. Data were analysed by univariate and bivariate using the chi-square test. The results of the study found that most nurses had education at diploma level, with a working period experiences of > 6 months (82%); good knowledge (53.7%) with low motivation (57.7%). There is a relationship between education (p = 0.042); length of work experience (p = 0.010); knowledge (p = 0.002); and motivation (p = 0.05) with the application of SSC. It is expected that health services carry out SSC following the applicable SOPs in the Hospital so that it can reduce work accident rates and improve patient safety. Penerapan Surgical Safety Checklist (SSC) berhubungan langsung dengan kualitas asuhan keperawatan yang termasuk adalah bagaimana perawat menerapkan fungsi sebagai bagian dari kamar operasi. Bentuk profesionalisme ini menjadi standar bagaimana kemampuan perawat menerapakan SSC. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan karakteristik perawat, pengetahuan dan motivasi dengan penerapan SSC di kamar operasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif Cross Sectional dengan jumlah sampel 67 orang perawat kamar operasi. Data dianalisa dengan distribusi frekuensi dan uji hubungan bivariat. Didapatkan penerapan SSC perawat kota Batam masih kurang baik, dengan faktor yang mempunyai hubungan adalah Pendidikan, pelatihan dan pengetahuan. Diharapkan perawat mampu menerapkan SSC sesuai dengan Standar pelaksanaan fungsi perawat dikamar operasi.