Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENYUNTING GAMBAR PADA FILM PENDEK KOMEDI MENGENAI KURANGNYA PENDIDIKAN SEKS OLEH ORANG TUA TERHADAP ANAK DI KOTA BANDUNG. ramadhani, Muhammad Noverel; Guna Putra, Wibisono Tegar; Al Ansory, Muchammad Zaenal
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan seks menjadi pengetahuan dasar yang dibutuhkan dalam mendukung kelangsungan hidup manusia serta mencegah kejahatan seksual di kalangan anak-anak. Meski idealnya pendidikan seks diberikan oleh orang tua di rumah, realitas menunjukkan bahwa banyak anak justru mendapatkan informasi ini dari lingkungan eksternal seperti teman-teman mereka. Hal ini menimbulkan kebutuhan akan metode penyampaian yang lebih efektif dan dapat diakses oleh orang tua atau calon orang tua untuk memberikan pendidikan seks yang tepat kepada anak-anak. Penyampaian informasi yang efektif berupa media visual film aksi pendek komedi kotemporer guna untuk memberikan visual yang menarik dan menghibur. Dalam film ini perancang sebagai penyunting gambar bertanggung jawab untuk menentukan konsep penyuntingan, konsep pemilihan audio dan konsep pemilihan warna yang nantinya disesuaikan dengan fenomena yang diangkat. Perancang menganalisis data ini menggunakan pendekatan studi kasus guna untuk untuk mengambil konteks dari hasil karya sejenis, seperti mengambil sampel tangkapan layar, lalu perancang menginterpretasikan berupa deksripsi. Sedangkan untuk setting kehidupannyata, perancang mengunjungi sebuah lokasi shooting film, untuk melihat peristiwa yang terjadi disana, lalu perancang membuat catatatan dan menangkap gambar. Kata Kunci: pendidikan seks, film aksi pendek, komedi, kontemporer, penyunting gambar
DESAIN PRODUKSI FILM PENDEK “SALIM SIT” TENTANG ANTI KORUPSI DALAM KOMPETISI SEPAK BOLA ANTAR KAMPUNG (TARKAM) Kountul, Marcella Grace Nethanya Geraldine; Putra, Wibisono Tegar Guna
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena praktik kecurangan seperti suap dan pengaturan skor dalampertandingan sepak bola, tidak hanya terjadi di level profesional, tetapi jugamerambah ke liga antar kampung (tarkam). Masalah ini merusak nilaisportivitas dan keadilan dalam olahraga, namun belum banyak diangkatsecara dekat melalui media visual. Perancangan ini bertujuan untukmerancang desain produksi film pendek fiksi berjudul “Salim Sit” sebagaimedia kritik sosial terhadap praktik kecurangan dalam sepak bola tarkam. Perancang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi,wawancara, studi pustaka, serta analisis visual.Pada tahap pra-produksi,perancang menyusun data untuk membangun konsep visual wardrobe,properti, dan set berdasarkan hasil observasi lapangan. Pada tahap produksi,perancang menerapkan konsep tersebut dalam proses syuting, bekerja samadengan tim artistik, sutradara, dan DOP. Pada tahap pasca-produksi,perancang mengevaluasi efektivitas elemen visual dalam menyampaikanpesan anti-korupsi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa elemen visualseperti kostum, warna, properti, dan latar berhasil merepresentasikankarakter serta memperkuat pesan sosial dalam film. Penanda visual sepertikaos tim yang memudar, spanduk seadanya, dan atribut wasit yang dibuatsecara diy menjadi simbol dari ketimpangan dan manipulasi yang terjadi dilapangan. Kesimpulannya, desain produksi memiliki peran penting dalammenyampaikan pesan melalui pendekatan simbolik dan realis serta mampumemperkuat nilai kritik sosial dalam narasi film pendek ini.Kata Kunci: Film, Anti Korupsi, Desainer Produksi, Sepak Bola Tarkam
PENATA KAMERA FILM ‘SALIM SIT’ TENTANG ANTI KORUPSI DALAM KOMPETISI SEPAK BOLA ANTAR KAMPUNG Riyanto, Muhammad Fajar; Putra, Wibisono Tegar Guna; Al Ansory , Muchammad Zaenal
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Maraknya praktik korupsi seperti match fixing dalam kompetisi sepak bola antar kampung menjadi isu sosial yang memerlukan perhatian publik, terutama karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya dan dampaknya. Film pendek fiksi bergenre drama komedi Salim Sit dirancang sebagai media alternatif untuk menyampaikan pesan moral anti korupsi melalui pendekatan visual yang komunikatif dan menghibur. Perancangan ini menggunakan metode observasi lapangan, observasi karya sejenis, dan studi literatur, dengan menggunakan analisis tematik dan analisis konten. Pada tahap pra produksi, penata kamera melakukan observasi lokasi, menyusun shotlist dan storyboard, serta menyiapkan peralatan teknis. Tahap produksi mencakup pelaksanaan pengambilan gambar berdasarkan konsep visual yang telah ditentukan, termasuk pemilihan angle, shot size, movement, dan composition. Tahap pasca produksi berfokus pada penyelarasan visual dan komunikasi dengan editor melalui camera report. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan sinematografi yang konseptual dan kontekstual mampu memperkuat atmosfer cerita, membangun kedekatan emosional penonton, dan menyampaikan pesan moral secara efektif. Kesimpulannya, penataan kamera yang dirancang dengan mempertimbangkan konteks sosial dan estetika sinema dapat menjadi sarana komunikasi visual yang kuat dalam mengangkat isu anti korupsi di lingkungan masyarakat. Kata kunci: Korupsi, Penata kamera, Film pendek, Drama komedi
PENYUNTINGAN FILM SALIM SIT TENTANG ANTI KORUPSI DALAM KOMPETISI SEPAK BOLA ANTAR KAMPUNG Abdullah, Nazhif Dhiya; Putra, Wibisono Tegar Guna; Al Ansory , Muchammad Zaenal
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi dalam sepak bola lokal, khususnya praktik pengaturan skor dan suap dalam kompetisi antar kampung (tarkam), masih dianggap sebagai hal yang biasa di masyarakat. Film pendek Salim Sit hadir sebagai kritik sosial terhadap fenomena ini, dengan menyampaikan pesan anti-korupsi melalui pendekatan komedi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyunting gambar dalam membangun pesan tersebut menggunakan teknik penyuntingan visual, tata suara, dan pewarnaan. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif terhadap teknik penyuntingan yang diterapkan dalam tahapan pasca-produksi, dengan teori dari Walter Murch mengenai pemilihan gambar dan teori tata suara oleh Michel Chion. Tahapan produksi film meliputi pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Di pra-produksi, pemilihan lokasi di Kabupaten Purbalingga mewakili dinamika tarkam di Indonesia, sementara bahasa Ngapak digunakan untuk menambah kedekatan dengan karakter lokal. Pada tahap pasca-produksi, teknik penyuntingan visual yang kontras, tata suara dramatis, dan pewarnaan yang disesuaikan, memberikan nuansa humoris namun tetap menyampaikan kritik terhadap praktik korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuntingan gambar sejalan dalam memperkuat pesan moral film, menjadikan Salim Sit sebagai media edukasi yang menghibur dan informatif mengenai dampak korupsi dalam sepak bola lokal. Kata Kunci: Korupsi, Tarkam, Penyuntingan Gambar, Bahasa Ngapak, Film Pendek, Komedi Sosial, Purbalingga.
PENYUTRADARAAN FILM ‘SALIM SIT’ TENTANG ANTI KORUPSI DALAM KOMPETISI SEPAK BOLA ANTAR KAMPUNG Burhan, Alyaa Fildzah Rayani; Putra, Wibisono Tegar Guna; Al Ansory , Muchammad Zaenal
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi dalam bentuk pengaturan skor (match fixing) kerap terjadi di kompetisi sepakbola tingkat lokal (tarkam), namun sering dianggap lumrah oleh masyarakat. Kurangnyaedukasi dan representasi isu ini di media memicu sikap permisif terhadap praktik curangtersebut. Perancangan ini bertujuan merancang film pendek fiksi berjudul Salim Sitsebagai media edukasi mengenai korupsi match fixing dalam sepak bola tarkam, denganpendekatan drama komedi dan bahasa Ngapak. Metode yang digunakan meliputiobservasi, wawancara mendalam, dan studi literatur. Pendekatan yang diterapkan adalahnaratif (Todorov), mise-en-scène (Bordwell & Thompson), dan montase (Eisenstein). Hasilperancangan menunjukkan bahwa unsur humor, bahasa lokal, dan gaya visual yangekspresif mampu menjembatani penyampaian pesan serius secara membumi dankomunikatif. Kesimpulannya, film pendek dapat menjadi alat yang berpengaruh untukmengangkat isu sosial, membangun kesadaran publik, dan mengedukasi audiens luas.Karya ini juga memberi manfaat teoritis bagi studi penyutradaraan film sosial sertamanfaat praktis sebagai media edukasi mengenai antikorupsi.Kata kunci: sepak bola tarkam, korupsi, film pendek, penyutradaraan, drama komedi,match fixing, media edukasi
PENATAAN KAMERA FILM FIKSI Luthfi Ma’rufi, Muhammad; Aprilian Anwar, Ardy; Guna Putra, Wibisono Tegar
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian adalah salah satu bidang yang menunjang perekonomian bangsa dan juga penghasilsumber pangan bagi masyarakat Indonesia. Namun, pada saat ini kebanyakan petani di Indonesia berada di rentan usia akhir produktif. Hal tersebut dikarenakan menurunnya minat pada pertanian di kalangan generasi muda, kondisi tersebut akan menyebabkan terjadinya krisis regenerasi petani di Indonesia. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang kemudian akan dilakukan reduksi data, validasi data dan akan di lakukan penyimpulan dengan cara statistic deskriptif. Dilakukannya observasi serta analisis karya sejenis yang kemudian diolah menggunakan pendekatan estetika pada mise-en-scene guna menentukan tema besar. Film fiksi dipilih oleh perancang sebagai penyampai pesan karena dirasa lebih efektif dan fleksibel dalam menyampaikan pesan melalui unsur naratif dan sinematiknya. Penataan kamera pada film fiksi ini diharapkan mampu menyampaikan pesan dalam bentuk naratif dan sinematik serta memberikan informasi dan motivasi terhadap generasi muda untuk berperan melawan krisis regenerasi petani yang sedang terjadi. Kata kunci: krisis regenerasi petani. film fiksi, penataan kamera
PENATAAN KAMERA FILM ASMARALOKA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI TAMAN BUNGA NUSANTARA Vionita Radjawane, Elsay; Erdhina Adi, Anggar; Guna Putra, Wibisono Tegar
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bukan hanya keindahan alam yang menarik para wisatawan untuk datangke Kota Bandung, namun juga banyaknya tempat wisata yang unik. Minatmasyarakat untuk berwisata paska pandemi terhalang oleh PemberlakuanPembatasan Kegiatan Masyarakat, atau yang sering kita sebut dengan istilahPPKM. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandungmenyampaikan bahwa terjadi penurunan minat wisatawan sebesar 50 persen.Penelitian ini dibuat dengan latar belakang menurunnya minat wisatawan di masapaska pandemic covid-19. Penelitian ini dirancang menggunakan metodekualitatif, yaitu dengan cara mengumpulkan data yang penulis dapatkan melaluibeberapa sumber. Selain bertujuan untuk meningkatkan kembali minatwisatawan dan mendongkrak kembali perekonomian di Kota Bandung, penelitianini juga bertujuan untuk melihat perkembangan media film sebagai salah satumedia yang dapat berguna untuk mempromosikan tempat wisata.Kata Kunci: pariwisata, paska pandemi, ekonomi kreatif
PERANCANGAN DESAINER PRODUKSI DALAM FILM FIKSI PESAN SINGKAT TENTANG PERAN GENERASI MUDA TERHADAP KRISIS REGENERASI PETANI DI KECAMATAN ARJASARI KABUPATEN BANDUNG Nata Putra, Ivan; Aprilian Anwar, Ardy; Guna Putra, Wibisono Tegar
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu penopang perekonomian nasional dandaerah yang berada di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya penduduk yangmenggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Namun, berdasarkan data yang diperolehdari Badan Pusat Statistik menunjukan telah terjadi penurunan tingkat penyerapan tenagakerja di sektor pertanian, yakni berjumlah sekitar 34,28% pada tahun 2014 menjadi 29,59%per Februari 2021. Kurangnya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian juga terjadi diKecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan PusatStatistik Kabupaten Bandung menunjukkan data yang dimana pada tahun 2015 terdapat22.098 jiwa menjadi 16.080 jiwa pada tahun 2016. Hal tersebut disebabkan oleh generasimuda yang enggan meneruskan profesi petani karena beberapa faktor, salah satunya denganbekerja di pabrik. Hal tersebut dapat berdampak pada keberlangsungan profesi petani dimasa yang akan datang. Oleh karna itu, perancangan tugas akhir ini bertujuan untukmeningkatkan minat dan memberikan motivasi generasi muda untuk terjun di sektorpertanian. Dalam hal ini, perancang dan tim merancang sebuah media informasi berupa filmpendek bergenre fiksi, perancang sendiri memiliki tugas sebagai desainer produksi. Filmpendek dengan fiksi ini diharapkan bisa menjadi media informasi untuk meningkatkan minatgenerasi muda untuk menjadi petani muda terutama di Kecamatan Arjasari.Kata kunci: desainer produksi,film fiksi, generasi muda, petani, pendekatan realisme
PENYUTRADARAAN FILM DOKUMENTER TENTANG FENOMENA BANJIR DI DAERAH DAYEUHKOLOT BANDUNG Mlathi Cikaleres, Aliifa; Agung, Lingga; Guna Putra, Wibisono Tegar
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Banjir merupakan bencana alam yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja serta sering menimbulkan kerugian harta benda hingga nyawa manusia. Kecamatan Dayeuhkolot adalah daerah di Kabupaten Bandung yan paling rawan terkena banjir. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung misalnya seperti normalisasi sungai, pengerukan sungai Citarum, pembangunan tanggul penahan banjir, rencana pembangunan kolam penahan banjir, pembangunan sistem polder dan sumur resapan, pembangunan waduk dan embung, pengembangan sistem air minum dan air kotor, rehabilitasi jaringan air bersih, dan pembangunan shelter pada saat evakuasi bencana banjir. Dibutuhkan media untuk menyiarkan lebih lanjut mengenai progress penanggulangan banjir milik pemerintah dan mengapa daerah Dayeuhkolot masih terendam banjir walaupun banyak program pemerintah yang telah terlaksana. Film dokumenter secara harfiah berarti film yang membawa muatan yang berbobot dan serius, di mana orang, tempat, dan peristiwa yang terkandung di dalamnya merupakan kejadian nyata dan terpercaya. Film dokumenter dianggap cukup efektif dijadikan sebagai media untuk menyiarkan keluhan tentang banjir, mengingat film dokumenter akan memperlihatkan lebih jelas keadaan tentang fenomena banjir tersebut serta memperlihatkan reaksi masyarakat sekitar. Metode yang dilakukan dalam perancangan ini adalah pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi pustaka, dan kajian visual melalui film sejenis. Pada perancangan ini diharapkan hasil sebuah film dokumenter berdurasi 15 menit yang menggunakan penggayaan ekspositori dan bentuk ratorika yang diambil dengan tipe direct-cinema.Kata kunci: Banjir di Dayeuhkolot, Ekspositori, Film Dokumenter, dan Penyutradaraan.
Imagined Spaces Through Public Space Typography: Preliminary Studies Using Multimodal Ethnography Putra, Wibisono Tegar Guna; Apsari, Diani
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Bahasa Rupa Oktober 2022
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v6i1.1221

Abstract

Text cannot be separated from its context, nor can the complexity of reality be reduced. The relationship of the text as a visual element between the imagined spaces that follow is what this study tries to explain further. In this article, the authors choose the quote, "Bumi Pasundan Lahir Ketika Tuhan Sedang Tersenyum" / (English: "Bumi Pasundan was created when God was smiling") which is classified as public space typography as the object of research. This discussion uses multimodal ethnography as a data search tool that will be analysed using discourse analysis to answer how quotes, as visual elements, are reproduced and depicted as a "beautiful" space through social media, creating a specific image of the imagined space.