Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERAN DINAS PERHUBUNGAN DALAM PEMELIHARAAN LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM (PJU) DI KABUPATEN BANDUNG Widdy Yuspita Widiyaningrum; Mochamad Galih
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 8 No. 3 (2024): Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal JISIPOL Vol. 8 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tiga permasalahan utama yang berkaitan dengan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Bandung, yaitu: (1) sering terjadinya lampu mati yang disebabkan oleh kondisi cuaca buruk, usia lampu yang sudah tua, dan kabel-kabel yang usang; (2) meningkatnya tindakan kriminal yang disebabkan oleh minimnya penerangan di jalan-jalan yang sepi; dan (3) tingginya angka kecelakaan lalu lintas akibat kurangnya penerangan yang mempengaruhi visibilitas pengendara, terutama pada malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait program pemeliharaan PJU yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan teknik purposive sampling untuk memilih informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung dalam pemeliharaan PJU masih dinilai kurang efektif dan efisien. Berdasarkan teori peran Jim Ife dan Frank Tesoriero, peran Dinas yang mencakup aspek fasilitatif, edukasional, dan teknis, masih lemah, terutama dalam aspek edukasi dan teknis yang diberikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Efektivitas Bumdesma (Badan Usaha Milik Desa Bersama) Waluya Balarea Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Desa Nagrak Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung Widiyaningrum, Widdy Yuspita; Taharas, Rifdi Fahrizal
PUBLIC CORNER Vol 20 No 2 (2025): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v20i2.4846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas BUMDesma Waluya Balarea dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Analisis didasarkan pada teori efektivitas organisasi Steers dalam yang mencakup tiga dimensi: pencapaian tujuan, sumber daya, dan proses internal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDesma memiliki visi dan misi yang jelas serta sejalan dengan kebutuhan masyarakat, namun sosialisasinya belum merata. Pada dimensi sumber daya, BUMDesma dinilai cukup efektif memobilisasi dukungan pemerintah pusat dan desa, serta melaksanakan pelatihan sumber daya manusia, meskipun masih terkendala oleh keterbatasan air dan pemahaman masyarakat. Pada dimensi proses internal, koordinasi antaraktor berjalan baik dan telah menciptakan lapangan kerja, tetapi adaptabilitas dan transparansi informasi masih perlu diperkuat. Secara keseluruhan, BUMDesma Waluya Balarea telah berperan cukup efektif sebagai penggerak ekonomi lokal, meski efektivitasnya perlu ditingkatkan melalui penguatan partisipasi, edukasi masyarakat, dan inovasi pengelolaan sumber daya agar manfaat ekonomi lebih merata dan berkelanjutan.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI “PATANI KOPI” DI DESA MEKARSARI KECAMATAN CIMAUNG KABUPATEN BANDUNG Widiyaningrum, Widdy Yuspita; Latifah, Nur
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v12i1.5668

Abstract

Village governments play an important role in community development and empowerment. Villages are strategically positioned as the spearhead of government administration that is in direct contact with the community. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The analysis refers to Soerjono Soekanto's role theory, which views the village government as a facilitator, educator, motivator, and catalyst, as well as Edi Suharto's empowerment theory, which is used to assess how villages raise awareness, capabilities, and independence in the community, and Deddy Mulyana's group theory, which emphasizes collective interaction in achieving common goals. The results of the study show: (1) as a facilitator, the village government provides seeds, fertilizers, training, and infrastructure, although in limited quantities; (2) as an educator, the village organizes coffee cultivation extension and training, but not yet on a regular basis; (3) as a motivator, the village fosters enthusiasm, collective awareness, and encourages youth involvement; and (4) as a catalyst, the village facilitates partnerships, opens up marketing access, and encourages product innovation. These roles have succeeded in increasing farmer capacity, production quality, and local economic independence, although there are still obstacles in terms of limited facilities, technology, and marketing networks.