Abstract: The Indonesia Smart Program (Program Indonesia Pintar/PIP) is a government initiative aimed at enhancing educational accessibility for children from economically vulnerable families. This study aims to analyze the effectiveness of PIP in reducing the personal education cost burden of students from poor and near-poor families at both primary and secondary education levels. Using a post-positivist approach, this research employs primary data obtained through interviews with representatives from the Educational Financing Service Center (Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan/Puslapdik) and student beneficiaries of PIP, as well as secondary data from official government documents related to the program. The findings indicate that PIP has successfully reached over 18 million students annually, with fund disbursement exceeding the targeted allocation. However, the financial assistance provided only covers approximately 23% to 25% of the students' actual educational needs. This reveals a mismatch between the aid amount and the students’ real requirements in the field. Further analysis highlights that the inadequacy of the financial support received, accessibility challenges in remote areas, and weak oversight of fund utilization constitute major challenges affecting the program’s sustainability. Additionally, while data show an increase in the net enrollment rate (Angka Partisipasi Murni/APM) among the bottom 40% income group, the insufficient amount of financial assistance relative to students’ actual needs hinders the program's effectiveness. The study also reveals geographic disparities in aid accessibility, driven by infrastructure limitations and restricted banking access in remote areas. Although PIP has proven effective in supporting educational access, optimizing its impact requires periodic adjustments to the assistance amount, an improved monitoring system, and enhanced distribution mechanisms to ensure a more significant impact in the future. Keywords: effectiveness, educational costs, smart indonesia program Abstrak: Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang rentan secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas PIP dalam mengurangi beban biaya personal pendidikan peserta didik dari keluarga miskin dan rentan miskin di jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan menengah. Dengan menggunakan pendekatan post-positivist, penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan perwakilan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) dan peserta didik penerima manfaat PIP, serta data sekunder dari dokumen resmi pemerintah berkaitan dengan Program Indonesia Pintar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PIP telah berhasil menjangkau lebih dari 18 juta peserta didik setiap tahunnya, dengan realisasi penyaluran dana melebihi target yang ditetapkan. Namun, besaran dana bantuan yang diberikan hanya mampu memenuhi 23% hingga 25% dari kebutuhan rill pendidikan peserta didik. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan kebutuhan aktual peserta didik dilapangan. Analisis lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa ketidakcukupan besaran bantuan yang diterima, kendala akses di daerah terpencil, serta lemahnya pengawasan penggunaan dana menjadi tantangan utama program ini yang mempengaruhi keberlanjutan program. Selain itu, meskipun data menunjukkan adanya peningkatan angka partisipasi murni (APM) pada kelompok 40% pendapatan terbawah, besaran dana yang tidak sebanding dengan kebutuhan riil peserta didik dinilai menghambat efektivitas program. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya disparitas geografis dalam aksesibilitas bantuan, yang disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur dan akses perbankan di daerah terpencil. Meskipun PIP efektif dalam mendukung akses pendidikan, namun untuk meningkatkan efektivitas program secara optimal, maka diperlukan adanya penyesuaian besaran bantuan secara berkala, sistem pengawasan, dan mekanisme penyaluran agar program ini dapat memberikan dampak yang lebih signifikan di masa mendatang. Kata kunci: efektivitas; biaya pendidikan; program indonesia pintar