Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

GAMBARAN SEBARAN TENAGA ELEKTROMEDIK DI RUMAH SAKIT WILAYAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN MEGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Galih Persadha; Rusdiansyah Rusdiansyah; Muhammad Akbar Hariyono
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.746 KB) | DOI: 10.52674/jkikt.v1i1.2

Abstract

Propinsi Kalimantan Selatan sebagai propinsi tertua di kalimantan, pada kenyataannya berbagai data dan informasi terkait tenaga kesehatan, terutama yang berkaitan dengan sarana/prasarana serta tenaga kesehatan tertentu pada sebuah rumah sakit atau pusat kesehatan masyarakat masih sangat minim untuk diperoleh sehingga masyarakat umum sulit untuk mengetahui dimana ia bisa mendapatkan kesehatan yang terbaik berdasarkan ketersediaan sarana/prasarana yang memadai maupun tenaga kesehatan berdasarkan jangkauan lokasi tempat tinggalnya. Pengambilan data dilakukan dengan cara survey, yaitu penyelidikan yang dilakukan untuk memperoleh data tenaga elektromedik serta pemetaan kebutuhan tenaga elektromedik di Provinsi Kalimantan Selatan. Waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan selama 4 (empat) bulan yaitu mulai bulan November 2016 hingga Maret 2017. Hampir semua rumah sakit di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan mempunyai kekurangan tenaga elektromedis dan estimasi pemenuhan kebutuhan tenaga elektromedis di Kalimantan Selatan diperkiran berkisar 10 sampai dengan 15 tahun kedepan. Dengan adanya sistem informasi geografis, informasi tenaga elektromedis di Kalimantan selatan dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Pelayanan Kesehatan Melalui Standarisasi Peralatan Kesehatan Di Puskesmas Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Muhammad Akbar Hariyono; Upik Ari Erlita; Bayu Setyo Wibowo; Galih Persadha; Japeri Japeri; Syukur Yakub; Fatimah Fatimah; Donny Martha; Muhammad Alpian Hadi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i2.1122

Abstract

Pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan kecenderungannya hanya dilakukan saat akan menghadapi akreditasi puskesmas saja. Kegiatan ini belum dilakukan secara terencana dan kontinu. Minimnya sosialisasi, terbatasnya sebaran personil dan jumlah laboratorium kalibrasi yang memenuhi syarat, ditambah lagi dengan tidak terpenuhinya anggaran pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan, membuat upaya kegiatan pemeliharaan dan kalibrasi pada sejumlah alat kesehatan yang ada di sarana pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta. Sasaran pengabdian adalah Puskesmas Barabai yang merupakan instansi pelayanan kesehatan masyarakat yang terdampak bencana banjir pada tahun 2021 dimana membutuhkan tindakan berupa perbaikan, perawatan dan kalibrasi internal peralatan kesehatan.  Metode kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan melakukan kegiatan maintenance berupa perbaikan serta kalibrasi peralatan kesehatan dan sosialisasi serta penyuluhan tentang manajemen perawatan dan pemakaian alat kesehatan. Kegiatan merupakan kolaborasi dari berbagai pihak diantaranya adalah Puskemas Barabai, Program Studi DIII Teknik Elektromedik Politeknik Unggulan Kalimantan, Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan (BPFK) Banjarbaru, HIMA Teknik Elektromedik Politeknik Unggulan Kalimantan, Ikatan Alumni Teknik Elektromedik Politeknik Unggulan Kalimantan dan pihak DPD Ikatemi Kalimantan Selatan. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat ditemukan banyak peralatan kesehatan yang perlu dilakukan maintenance karena berbagai kerusakan dan kurangnya pemeriharaan serta pemakaian alat yang tidak sesuai prosedur penggunaan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat ditemukan masih banyaknya puskesmas di daerah Provinsi Kalimantan Selatan dengan kategori wilayah terdampak bencana dan wilayah terpencil yang membutuhkan standarisasi peralatan kesehatan serta edukasi tentang pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan. Health Services Through Health Equipment Standardization at the Barabai Community Health Center, Hulu Sungai Tengah District  Medical equipment is typically only calibrated and maintained when applying for puskesmas accreditation. This action was not conducted in a deliberate and continuous manner. In order to maintain and calibrate a variety of medical devices in healthcare facilities, both public and private, efforts have been made. However, these efforts have been hampered by a lack of outreach, a limited distribution of personnel, and a lack of calibration laboratories that meet the requirements.The dedication is intended for Puskesmas Barabai, a public health care organization that will need to take action to repair, maintain, and internally calibrate its medical equipment as a result of the flood disaster in 2021. The approach of performing community service activities entails engaging in maintenance tasks including repairing and calibrating medical equipment as well as outreach and counseling regarding maintenance administration and the use of medical devices. Puskemas Barabai, Diploma III Electromedical Engineering Study Program at Polytechnic Unggulan Kalimantan, Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan Banjarbaru (BPFK), HIMA of Electromedical Engineering at Polytechnic Unggulan Kalimantan, Alumni Association of Electromedical Engineering of the Polytechnic Unggulan Kalimantan, and the DPD IKATEMI South Kalimantan were among the organizations that collaborated on the activity.Following the completion of the community service projects, it was discovered that a significant amount of medical equipment required maintenance due to various damages, lack of maintenance, and the use of instruments that were not in compliance with the recommended process. Based on the outcomes of community service projects, it was discovered that there were still a lot of puskesmas in the province of South Kalimantan that fell into the category of remote areas and disaster-affected areas that needed medical equipment standardization as well as education about the upkeep and calibration of medical devices.
PROTOTYPE BABY INCUBATOR DENGAN SISTEM MONITORING BAK AIR BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) Muhammad Akbar Hariyono; Upik Ari Erlita; Bayu Setyo Wibowo
Health Media Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : UrbanGreen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/hm.v4i2.130

Abstract

Baby Incubator is a rigid box-like enclosure for protection temperature range 32 – 37oC and humidity range 50 – 60% RH inside. Heating temperature occurs in Baby Incubator because heating element on, while humidity occurs when water evaporation in chamber which will make the air in a wet state. If water in chamber is empty or runs out, then it will affect the humidity in Incubator and it’s dangerous for babies, because it make back burnt effect from air in incubator to hot, then is necessary monitoring with concept of IoT who utilize the web of the internet for get hold of data temperature, humidity and water in chamber to make nurses easier for monitoring. Researchers use methods reseach and development that would create a product concept of a circuit prototype Baby Incubator IoT Based. The hardware on this prototype is made up of Arduino uno, NodeMCU ESP32S, Seven Segment, Sensor DHT22, Sensor ultrasonic US-100, Buzzer and push button. Based on the results of testing and validation from media experts and material experts, the Baby Incubator Prototype tool with Waterlevel Sensor equipped with IoT-Based Water Tank Monitoring, it can be concluded that the prototype can be declared to meet the category of eligibility Very Eligible to apply or proceed to the mass production stage so that it can facilitate in the process of monitoring temperature, humidity, and water volume in the Baby Incubator tool.
PROTOTYPE ALAT TERAPI SHOULDER WHEEL DILENGKAPI MONITOR WAKTU TERAPI DAN SUDUT BERBASIS ARDUINO Upik Ari Erlita; Bayu Setyo Wibowo; Muhammad Akbar Hariyono
Health Media Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : UrbanGreen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/hm.v4i2.131

Abstract

Shoulder wheel is a therapeutic equipment used to train the movement of the joints in the shoulder and prevent muscle shrinkage. This tool utilizes the rotation of the motor to assist the patient in moving the arm so that the constriction of the blood vessels in this area will decrease and the shrinking of the muscles in the patient can be prevented and is expected to be able to move like normal conditions. This shoulder wheel therapy tool is made with additional angle and time monitors to make it easier for operators and patients to perform joint range of motion exercises optimally. The purpose of making this shoulder wheel therapy tool is to make it easier for physiotherapy users to examine patients so that further actions do not increase the risk of injury to the shoulder of patients who have frozen shoulder. The tool designed in this study is controlled by Arduino Uno by utilizing an optocoupler sensor as an angle sensor and a 16X2 LCD as a monitor for the duration of therapy. A DC motor is used to move the wheel so that the wheel can rotate so that it can help therapy for patients. Based on the results of measuring the power supply voltage, the average measured voltage value is 11.2 VDC. Then the Buzzer voltage measurement obtained an average value of 4.87 VDC and the optocoupler sensor measurement for an angle of 45 degrees had an error percentage of 3.8%, an angle of 90 degrees with an error of 0.58% and at an angle of 180 degrees with a percentage error value 1%.
Modifikasi Alat Back And Leg Dynamometer Digital Dilengkapi Parameter Pengklasifikasian Kekuatan Otot Tungkai Dan Otot Punggung Berbasis Arduino Kusnadi, Kusnadi; Maya Sari, Hikmah; Setiawan, Aldinor; Hariyono, Muhammad Akbar
Health Media Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : UrbanGreen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/hm.v5i1.167

Abstract

Back And Leg Dynamometer is a tool used to measure the components of back muscle strength, leg muscles of athletes, patients and workers to evaluate the physical status of performance and task demands. Because it will be beneficial for physical development. The method used in this study is Research and Development (RnD), by developing from previous research. The development carried out is in the addition of measurements for the leg and back muscle modes with a classification system that is carried out automatically with the aim of facilitating the user in measuring the strength of the leg muscles and back muscles. The results of product testing from data in the field can be summarized as follows. Comparison results of the Digital Back and Leg Dynamometer designed with the Analog Back and Leg Dynamometer have a measurement error value of 3%. The voltage generated by the battery is 10.59 Vdc with an error value of 1.59 Vdc and an error accuracy of 0.17%. On Arduino Nano measurements the resulting voltage is 4.75 Vdc with an error value of 0.24 Vdc and an accuracy of errors 4.98%.
Rancang Bangun Colony Counter Portable Dengan Fitur Thermal Printer Berbasis Mikrokontroler Hariyono, Muhammad Akbar; Habibi, Ahmad Faqih; Al Farizi, Hafiz; Ariyani, Gina
Journal of Electrical Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jte.v1i2.3172

Abstract

Proses perhitungan koloni bakteri masih sering dilakukan secara manual, proses ini rentan terhadap kesalahan apalagi jika jumlah koloni bakteri sangat banyak, maka disarankan untuk menggunakan alat Colony Counter. Alat Colony Counter membutuhkan Listrik sebagai sumber energinya, sehingga tidak cocok untuk kondisi tertentu seperti daerah yang mengalami keterbatasan listrik. Alat tersebut juga memiliki harga yang relatif mahal. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti membuat inovasi alat Colony Counter Portable dengan Fitur Thermal Printer berbasis mikrokontroler Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian kuantitatif, yaitu metode yang digunakan untuk mempelajari populasi atau sampel tertentu. Jenis metode kuantitatif yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis kuantitatif komparatif. Jenis kuantitatif komparatif adalah membandingkan dua perlakuan atau lebih dari suatu variable. Hasil pengukuran tegangan baterai adalah 12,622 Vdc. Nilai Error pengukuran adalah 0,022 Vdc dengan akurasi Error 0,17 %. Hasil pengukuran tegangan output Arduino uno adalah 5,010 Vdc. Nilai Error pengukuran adalah 0,01 Vdc dengan akurasi Error 0,20 %. Hasil pengukuran tegangan modul charger adalah 12,723 Vdc. Nilai Error pengukuran adalah 0,28 Vdc dengan akurasi Error 0,18 %. Pembuatan alat menggunakan bahan dasar acrylic untuk body alat ini dan untuk daya listrik menggunakan tegangan DC dari baterai, sehingga membuat alat ini bisa digunakan pada keadaan listrik padam serta penggunaan thermal printer untuk mencetak hasil perhitungan.
Alat Monitoring Posisi Tulang Belakang Bagian Bawah Sebagai Pencegah Gejala Kifosis Postural Berbasis Arduino Setiawan, Aldinor; Hariyono, Muhammad Akbar; Habibi, Ahmad Faqih; Gutrio
Journal of Electrical Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jte.v1i2.3204

Abstract

Perancangan perangkat keras untuk alat monitoring posisi tulang belakang bagian bawah sebagai pencegah gejala kifosis postural berbasis Arduino Nano telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Alat ini mencakup beberapa komponen penting: Arduino Nano sebagai perangkat kendali sistem, sensor flex untuk mendeteksi kelengkungan, LED sebagai indikator visual, dan motor DC yang memberikan sinyal getaran sebagai alarm. Untuk perancangan perangkat lunak, proses dimulai dengan inisialisasi port serial dan konfigurasi board mikrokontroler. Selanjutnya, kode program di-upload ke mikrokontroler menggunakan IDE Arduino versi 1.05 berbasis bahasa C. Program tersebut telah teruji dan berjalan dengan baik. Dalam pengujian, prototipe alat monitoring berhasil merespons tingkat kelengkungan tulang belakang bagian bawah dengan akurat. Sensor flex mampu mendeteksi perubahan sudut postur dengan batas maksimal kelengkungan sebesar 25˚. Data yang dikumpulkan oleh sensor kemudian diproses oleh mikrokontroler dan ditampilkan melalui LED dan motor DC, yang berfungsi sebagai alarm getaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai tegangan pada sensor flex berada dalam rentang 3.79-4.92 Volt, menunjukkan bahwa sensor berfungsi dengan baik dalam kisaran tegangan yang diharapkan. Sistem ini secara keseluruhan efektif dalam memantau dan memberikan umpan balik mengenai postur tubuh untuk mencegah kifosis postural. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan desain dan fungsionalitas perangkat.
A Fuzzy Logic Approach to Enhance GPS Accuracy for Blood Cooler Box Tracking Hariyono, Muhammad Akbar; Marwanto, Arief; Alifah, Suryani
Indonesian Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/fbsvte54

Abstract

An innovative technological development, the position tracking system uses latitude and longitude coordinates to determine the GPS's location. The covid-19 pandemic has caused the demand for cool box delivery for convalescent blood plasma to increase significantly. The obstacle in the field is the hospital's position and patient rooms far from the reach convalescent donors, so they require a cool box for delivery. The problem is tracking the cool box accurately and precisely so that it can be monitored by the hospital properly. For this reason, it is necessary to increase the accuracy of the GPS position in the cool box by using fuzzy logic algorithms The Ublox NEO-6M is one GPS module that can be utilized for navigation. This module uses UART connection using the NMEA 0183 protocol and has an accuracy level of around 2.5 meters to 10 meters. In this research, validation of the accuracy of the GPS coordinate position was carried out on a Blood Cool Box device which was designed using the fuzzy logic method. The Sugeno method fuzzy logic algorithm is used to validate the accuracy of GPS coordinate positions based on latitude and longitude obtained from the GPS sensor module. The test results show a Mean Absolute Percent Error (MAPE) value of 21.66% which can be concluded that the Sugeno fuzzy logic method algorithm has forecasting model capabilities that are suitable for use as a validation method for testing GPS position coordinates.
Design of Arduino Uno-based laboratory glove box with UV lamp, blower, and DHT22 sensor for learning media Hikmah Maya Sari; Rakhmad Rizkiansyah; Muhammad Akbar Hariyono
International Journal of Advances in Educational Research Vol. 1 No. 3 (2025): January
Publisher : Pelita International Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62941/ijaer.v1i3.98

Abstract

A laboratory glove box is a customized instrument that allows users to manipulate things in a controlled environment. It creates a different atmosphere within a chamber and can also be used as a sterilizer. The project named Design and Build a Laboratory Glove Box Using UV Lamps and Blower Equipped with a DHT 22 Sensor Based on Arduino Uno for Learning Media' seeks to improve the quality of student learning. Using this glove box, students can gain a better understanding of fundamental ideas, operational methods, and standard operating protocols for laboratory glove box equipment. The feasibility tests, including validation by media experts and material experts, indicate that ' ‘Design and Build a Laboratory Glove Box Using UV Lamps and Blower Equipped with a DHT 22 Sensor Based on Arduino Uno for Learning Media' is highly suitable for practical use
Rancang Bangun Sistem Pelacakan Pasien Kabur ODGJ Berbasis GPS dan GSM Habibi, Ahmad Faqih; Hariyono, Muhammad Akbar; Anshari, Ridho
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 10 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/je-unisla.v10i2.1542

Abstract

Gangguan jiwa meningkatkan risiko pasien untuk melarikan diri dan mengalami kondisi yang membahayakan keselamatan dirinya maupun orang lain. Oleh karena itu, pelacakan pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) secara real-time sangat penting untuk mendukung penanganan cepat dan pencegahan risiko keselamatan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem pelacakan pasien ODGJ berbasis teknologi GPS dan GSM yang memungkinkan pemantauan lokasi secara langsung oleh tim medis. Sistem menggunakan modul GPS Ublox NEO-6M untuk memperoleh data koordinat lintang dan bujur dengan akurasi tinggi, serta modul GSM untuk transmisi data lokasi melalui pesan singkat (SMS). Pengujian akurasi dilakukan dengan rentang jarak dari 50 hingga 250 meter yang menghasilkan tingkat kesalahan sangat rendah, antara 0,08% hingga 0,024%, dengan rata-rata pembacaan jarak yang mendekati nilai sebenarnya. Selain itu, pengujian Black Box Testing terhadap fungsi inti sistem seperti inisialisasi, pembacaan data GPS, penghitungan jarak, dan pengiriman SMS menunjukkan kestabilan dan ketiadaan kegagalan operasional. Sistem ini mampu memberikan data lokasi secara tepat dan responsif sehingga memungkinkan intervensi cepat dari petugas pengawas jika pasien melewati batas jarak yang ditetapkan. Pengembangan selanjutnya direkomendasikan untuk fokus pada miniaturisasi perangkat serta pengurangan ketergantungan pada jaringan GSM guna meningkatkan mobilitas dan keandalan sistem di berbagai kondisi lapangan.