Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Decline of Polite Language in Educational Institutions Effendy, Moh. Hafid; Munib, Abd; Rahman, Kholilur; Izzah, Ismatul
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 12 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v12i1.42188

Abstract

The decline in politeness in educational institutions indicates a shift in social values ​​in students' communication practices, which are increasingly permissive of using offensive language as a form of self-expression or a symbol of group solidarity. This study aims to explore in depth the forms, causal factors, and efforts to revitalize politeness in secondary schools, highlighting the emergence of swearing and teasing as forms of verbal bullying that signal a decline in communication ethics. Using a qualitative-interpretive approach, data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation of students, teachers, and school administrators in several junior high schools in Waru District, Pamekasan. Analysis was conducted using the Dell Hymes SPEAKING model to explore the contextual dimensions of politeness and impoliteness. The results show that the decline in politeness is influenced by internal factors such as peer pressure, lack of habituation to polite language, and weak teacher role models. In contrast, external factors include social media influence, digital culture, and minimal family supervision. Revitalization efforts are carried out through polite speaking training, debate, language drama activities, and the integration of politeness values ​​into all school activities. This research confirms that politeness decadence is not merely a linguistic issue but a sociocultural phenomenon that demands systematic and sustainable character education intervention to build a culture of polite communication in educational environments.
Diskursus War Tiket Haji dalam Media Online: Analisis Wacana Kritis Gunther Kress Annaibi, Syaddadul Haqqi; Munib, Abd
Social Science Academic Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.9578

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkonstruksi diskursus war tiket haji dalam pemberitaan media online di Indonesia dengan menggunakan perspektif Gunther Kress. Penelitian ini fokus pada representasi aktor, strategi framing serta produksi makna dan relasi kekuasaan dalam teks berita. Penelitian ini menggunakan kualitatif interpretatif melalui analisis wacana kritis. Sumberr data dari penelitian ini berupa teks berita dari Tempo.co edisi 11 April, Mediaindonesia.com edisi 14 Apri dan Republika.co.id edisi 16 April 2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi sedangkan analisis dilakukan melalui tahap deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil temuan dalam penlitian ini ada tiga. Pertama, representasi aktor dalam teks media bersifat selektif dan hierarkis yang mana Tempo.co menonjolkan aktor legislatif sebagai penjaga legalitas, Mediaindonesia.com menghadirkan distribusi aktor yang lebih seimbang antara pemerintah dan asosiasi. Sedangkan Republika.co.id menempatkan otoritas keagamaan sebagai sumber legitimasi moral. Kedua, strategi framing dan pilihan bahasa menunjukkan pola berbeda, yakni intensifikasi konflik pada Tempo.co, framing moderat dan rasional pada Mediaindonesia.com serta framing normatif berbasis nilai pada Republika.co.id. Ketiga, produksi makna dalam diskursus mencerminkan kontestasi relasi kekuasaan antara otoritas legal, administratif dan simbolik yang saling bernegosiasi dalam ruang publik.