Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF OXYWICH MASSAGE (OM) ON PROLACTIN HORMONE LEVELS AND BREAST MILK PRODUCTION IN NORMAL POSTPARTUM MOTHERS Septanti, Anggriani; Nurul, Melyana; Maigoda, Tonny Cortis
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2856

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang optimal sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan bayi. Salah satu metode yang dapat meningkatkan produksi ASI adalah dengan stimulasi melalui pijatan. Oxywich Massage, kombinasi pijat oksitosin dan pijat Woolwich, diyakini dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin yang berperan dalam produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas OM terhadap kadar hormon prolaktin dan produksi ASI pada ibu nifas normal. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan rancangan randomized pretest-posttest with control group design. Sampel terdiri atas  ibu nifas normal pada hari ke-2 hingga ke-6 yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan OMdua kali sehari selama lima hari, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan intervensi. Kadar hormon prolaktin diukur menggunakan metode ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay), sementara produksi ASI diukur dengan gelas takar standar setelah pemompaan. Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kadar hormon prolaktin dan produksi ASI yang signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,05). Analisis lebih lanjut mengindikasikan bahwa intervensi OMmemberikan efek positif setelah mengontrol variabel confounding seperti frekuensi menyusui, paritas, dan asupan nutrisi. Oxywich Massage terbukti efektif dalam meningkatkan kadar hormon prolaktin dan produksi ASI pada ibu nifas normal. Teknik ini dapat direkomendasikan sebagai metode non-farmakologis dalam mendukung keberhasilan menyusui.
Effect of Ice Cream Given Secang Wood Extract (Caesalpinia Sappan L.) on the Intensity of Disminorea Pain in Young Women in the Kunduran Puskesmas Area Blora District Puspitawati, Dwi Apriliani; Mardiyono, Mardiyono; Indrati, Dina; Nurul, Melyana; Supriyana, Supriyana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14677

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea is pain during menstruation, the cause in the blood is an imbalance of progesterone hormones, prostaglandins and stress / psychological factors that cause dysmenorrhea in women. Interventions that can be applied in dealing with the above problem is the provision of herbal therapy ice cream secang wood extract.  This research to proved the benefits of Secang Wood Extract Ice cream (Caesalpinia Sappan L.) with vitamin E supplements on reducing Dysmenorrhea Pain Intensity in Adolescent Girls.  This research is true experimental using pre-post test approach with control group design. Sampling was done with simple random sampling technique obtained 62 adolescent girls, Statistical analysis used Paired T - Test and Wilcoxon, and Mann Whitney U.  Gave ice cream Secang Wood Extract dose of 100 grams / cup with the content of secang wood extract 246.7 mg / 60 kgBB before and after against Dysmenorrhea Pain with p value (p = 0.000 <0.05), meaning there is a difference between before and after consumption of Secang Wood Extract Ice cream (Caesalpinia Sappan L.). The difference test in the Intervention group shows a meaningful difference with a value of(p = 0.000), meaning that the administration of Secang Wood Extract Ice cream (Caesalpinia Sappan L.) and has an effect on reducing the intensity of dysmenorrhea pain in adolescent girls.  The Conclusion is the content of brazilin (40 mg) and flavonoids (1.47mg) in the ice cream preparation of Secang Wood Extract in the size of 100 grams can reduced the pain level of dysmenorrhea. Keywords: Ice cream, Secang, Adolescents, Dysmenorrhea, Vitamins
EFFECTIVENESS OF AROMATHERAPY MASSAGE AND PELVIC ROCKING EXERCISE ON ANXIETY, LOWER BACK PAIN, AND SLEEP QUALITY Marzalena, Reka; Nurul, Melyana; Yosephin, Betty
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2855

Abstract

Keluhan yang paling sering muncul pada trimester akhir kehamilan adalah rasa cemas, nyeri pinggang bawah, dan sulit tidur sehingga mengganggu rutinitas sehari-hari. Metode nonfarmakologi berupa pijat aromaterapi dan latihan goyang panggul merupakan metode yang membantu mengurangi rasa cemas, nyeri pinggang bawah dan mengatasi sulit tidur pada ibu hamil trimester ketiga. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pretest and posttest controlled group design. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, sebanyak 32 ibu hamil pada kelompok pijat aromaterapi dan 32 ibu hamil pada kelompok latihan goyang panggul, sehingga total sampel sebanyak 64 ibu hamil. Uji analisis menggunakan uji Mc Nemar dan uji Wilcoxon. Kriteria inklusi meliputi ibu hamil trimester ketiga dengan usia kehamilan ≥ 35 minggu, berusia antara 20-35 tahun. Sedangkan kriteria eksklusi adalah ibu hamil trimester III yang memiliki penyakit penyerta seperti radang sistemik, skiatika, kelainan ginekologi, kardiovaskular, tumor, osteoporosis, atau pernah mengalami patah tulang belakang. Terdapat pengaruh pijat aromaterapi dan latihan goyang panggul terhadap kecemasan, nyeri pinggang bawah dan kualitas tidur pada ibu hamil trimester III. Pijat aromaterapi lebih efektif dibandingkan latihan goyang panggul dalam menurunkan kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur, dengan nilai p masing-masing sebesar 0,042 dan 0,013. Keduanya sama-sama efektif dalam menurunkan nyeri pinggang bawah (nilai p= 0,479), dan terbukti berpengaruh terhadap keluhan trimester III pada ibu hamil.