Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

IMPLEMENTASI Ki’s Wocus (WOODEN ABACUS) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KEBERSIHAN GIGI ANAK PRASEKOLAH Sofian, Rizki; Ardiyanti, Intan Indri; Rahmah, Afifah Noor; Ijazati, Kholifah Nur; Roziq, Mokhamad Ainu; Kusasi, Edy; Sutomo, Bambang; Supriyana, Supriyana
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v3i2.1450

Abstract

Anak usia prasekolah merupakan salah satu kelompok rentan terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut. Pada usia ini, masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai yaitu karies gigi. Hal ini dikarenakan struktur lapisan gigi susu pada anak lebih tipis dibandingkan dengan gigi tetap. Selain itu, konsumsi makanan kariogenik berlebih dan tidak diimbangi dengan keterampilan menggosok gigi yang baik menjadi faktor pendukung terjadinya karies gigi lebih cepat. Untuk mengurangi resiko terjadinya karies gigi lebih parah, maka perlu adanya upaya peningkatan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi melalui program pendidikan kesehatan gigi dan mulut. Keberhasilan pendidikan kesehatan gigi dan mulut dapat dipengaruhi oleh media pembelajaran yang digunakan.  Media pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat yaitu meningkatkan pengetahuan dan kebersihan gigi siswa KB Nurul Qolbi dalam pemeliharaan kesehatan gigi. Metode pelaksanaan program melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sasaran kegiatan siswa, orang tua dan guru KB Nurul Qolbi Desa Tanjung Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Waktu pelaksanaan kegiatan 23-27 Oktober 2023. Media yang digunakan yaitu Ki’s Wocus (wooden abacus) dan loker penyimpanan sikat gigi. Intrumen pengumpulan data: format pemeriksaan, format hygiene index, format wawancara orang tua dan guru. Hasil pelaksanaan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan siswa, orang tua dan guru dalam upaya pemeliharaan kesehatan gigi, selain itu program menggosok gigi setiap hari disekolah.
PENERAPAN MODIFIKASI IREINE’S EDUCATION MODEL SEBAGAI SARANA PELATIHAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN GIGI ANAK PRA SEKOLAH Wiyatini, Tri; Supriyana, Supriyana; Utami, Wahyu Jati Dyah; Saadah, Khasiah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1603

Abstract

Upaya untuk merubah perilaku adalah melalui pendidikan kesehatan dengan metode pelatihan. Pelatihan berperan untuk  membekali setiap orang agar lebih kreatif, efektif dan efisiensi dalam       melakukan suatu kegiatan sehingga sesuai dengan tujuan dari program yang telah ditetapkan.  Sarana pelatihan kader yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu Modifikasi Ireine’s Education Model dengan melibatkan peran kader posyandu. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader Posyandu dalam melakukan penyuluhan menggunakan metode ireine’s education model. Metode pengabdian ini meliputi presentasi, diskusi, praktik, dan pendampingan. Indikator keberhasilan dari pengabdian ini adalah pengukuran tingkat pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan sesudah pelatihan,  dengan jumlah sampel 25 kader posyandu yang dilaksanakan di Kelurahan Gedawang, Banyumanik, Semarang Jawa Tengah. Hasil pengabdian didapatkan pengetahuan kader tentang penyuluhan dalam kegiatan pengabmas pelatihan metode Ireine’s Education Model didapatkan nilai rata rata pengetahuan meningkat dari sebelum 4.5 setelah dilakukan pelatihan menjadi 9.5 Hal ini dikarenakan kader mendapatkan informasi baru karena adanya stimulus berupa pelatihan yang dilakukan degan metode ceramah dan diskusi, serta praktek atau latihan yang diberikan. Keterampilan kader meningkat dari 4 (16%) menjadi 22 (88%) hal ini karena ketersediaan fasilitas untuk belajar yaitu praktik penyuluhan yang dilaksanakan rutin saat kegiatan posyandu, sehingga memberikan  kesempatan kader untuk  melihat ,mendengar orang lain melakukan keterampilan dan mempraktikan sendiri
Potential of turmeric (Curcuma Longa Linn.) extract gel in the healing of perineal lacerations Hidayah, Nurul; Supriyana, Supriyana; Mulyantoro, Donny Kristanto
MEDISAINS Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v21i3.19127

Abstract

Background: A perineal tear affects around 85% of women who give birth vaginally. Previous animal research has demonstrated the beneficial effects of turmeric extract gel on wound healing, which speeds up the process of repairing wounded tissue. However, since this research is only in vivo, more studies and clinical trials are required to evaluate the efficacy of using turmeric extract gel to treat perineal lacerations.Purpose: To analyze the potential of turmeric extract gel (Curcuma Longa Linn.) in reducing REEDA score and IL-6 levels in postpartum women.Method: This is a quasi-experiment study with pretest–posttest with control group design. The study respondents comprised 20 people in the intervention group who were given turmeric extract gel and amoxicillin and 20 in the control group who were given amoxicillin for seven days. Measurement of wound healing using the REEDA score while IL-6 levels using ELISA. Data analysis of used Friedman and Wilcoxon tests.Results: There was a significant decrease in the intervention group's REEDA score and IL-6 levels (p<0.05). There was a significant difference in the average decrease in REEDA score and IL-6 levels between the two groups (p<0.05). The administration of turmeric extract gel led to faster wound healing for two days compared to the control group, which was only given standard treatment.Conclusion: Turmeric extract gel can reduce REEDA score and IL-6 levels.
Pregnancy class center application as an alternative effort for antenatal class during the COVID-19 pandemic Lestari, Ayuning Tias Budi; Runjati, Runjati; Supriyana, Supriyana; Mardiyono, Mardiyono; Sudiyono, Sudiyono
MEDISAINS Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v21i1.15235

Abstract

Background: The outbreak of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) has been designated by WHO as a pandemic, causing health services to be significantly disrupted and delayed globally, especially the implementation of the antenatal class. The participation of pregnant women in antenatal classes in Semarang City is only around 25% of the total number of the public health center in the Semarang city area during the COVID-19 pandemic in 2021. There is need a for media innovation in the antenatal class during the pandemic so that antenatal class can still be carried out safely during the COVID-19 pandemic.Purpose: To produce an antenatal class application that can facilitate pregnant women to attend antenatal classes virtually during the COVID-19 pandemic and test the implementation effect of the application on the knowledge, attitudes, and behavior of pregnant women. Methods: This study uses the Research and Development (R&D) method, divided into five stages (Data Collection, Product Design, Design Validation, Design Revision, and Product Trial).Results: An application has been created named PiCCa (Pregnancy Class Center); the test result is feasible to use with a result of 82% and can be used as antenatal class media with a result of 4.32 (p=0.000). The implementation of the PiCCa application can increase knowledge from 12.8 to 18.13 (p=0.000), attitude from 65.36 to 92.3 (p=0.000), and behavior of pregnant women from 19.53 to 32.2 (p=0.000).Conclusion: The PiCCa application is feasible and can be used as an online media for antenatal classes during the COVID-19 pandemic, and its application has a significant effect on increasing the knowledge, attitudes, and behavior of pregnant women.
E-Postpartum mobile application to increase postnatal knowledge care Khairunnisa, Refa'; Sumarni, Sri; Supriyana, Supriyana
MEDISAINS Vol 19, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v19i3.11999

Abstract

Background: During this pandemic, maternal health services must still be considered because it is feared that there will be an increase in postpartum maternal morbidity and mortality. Postpartum care knowledge is vital for postpartum mothers to maintain their condition, so it is necessary to make an application that helps mothers through the E-Postpartum application.Objective: The study aims to develop and test the E-Postpartum mobile application to increase knowledge of postnatal care.Method: This study employed Research & Development consisting of 4 stages, namely Literature Study, Development Stage, Validity Expert, and Trial.Results: The E-Postpartum mobile application has six features, starting from education about postpartum care to consultation. The trial results showed that the application effectively increased the knowledge and action of postpartum mothers (p <0.001).Conclusion: The E-Postpartum application is beneficial for health workers in providing education, especially for postpartum mothers in carrying out care during the postpartum period. This postpartum application will make it easier for mothers to check their condition and make it easier for midwives to detect early and control the mother's condition even remotely.
Pengembangan Media Edukasi Berbasis Progressive Web Apps (Wiyata Care) terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dan Peningkatan Kadar Feritin Remaja Putri Rahmadhani, Aufi; Isnawati, Muflihah; Supriyana, Supriyana
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i2.12501

Abstract

This study aims to prove the effect of educational media based on Progressive Web Apps in increasing compliance in consuming TTD and ferritin levels in young women. . The research method used Research and Development (R&D)with develop educational media based on Progressive Web Apps. The results showed Educational media based on Progressive Web Apps (Wiyata Care) has proven to be effective in increasing knowledge, attitudes, compliance with TTD consumption, and ferritin levels in adolescent girls. The Conclusion, The use of educational media based on Progressive Web Apps (Wiyata Care) and compliance in consuming Blood Supplement Tablets are effective in increasing ferritin levels in young women. Keywords : Ferritin, Educational Media, Young Women, TTD.
PELATIHAN PEMBUATAN OBAT KUMUR DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) PADA MAHASISWA, ALUMNI DAN IBU-IBU PKK KELURAHAN PUDAKPAYUNG Supriyana, Supriyana; Latifah, Rose Asni; Fakhriyatin, Kiat Irma; Siregar, Irma Haida Yuliana
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1880

Abstract

Upaya preventif kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan secara mekanis yaitu menyikat gigi pada waktu yang tepat dengan cara yang benar. Tindakan pembersihan dengan menyikat gigi seringkali tidak mampu menjangkau seluruh permukaan gigi, sehingga diperlukan upaya lain seperti memanfaatkan bahan antibakteri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah kumur-kumur menggunakan obat kumur yang mengandung antiseptik atau dapat juga menggunakan dari bahan herbal dengan ekstrak tumbuh-tumbuhan yang mengandung antibakteri. Alternatif bahan herbal yang dapat digunakan untuk menjadi obat kumur adalah daun seledri. Kandungan dalam seledri yang bisa bermanfaat sebagai antibakteri diantaranya yaitu minyak atsiri, flavonoid, saponin dan tannin. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada mahasiswa, alumni dan ibu-ibu PKK dengan pembuatan obat kumur herbal. Metode pengabdian ini meliputi presentasi, diskusi, dan praktik.   Indikator   keberhasilan   dari   pengabdian   ini   adalah   pengukuran   tingkat   pengetahuan   dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah pelatihan, dengan jumlah sampel 27 orang yang terdiri dari 10 ibu-ibu PKK, 11 mahasiswa dan 6 alumni Jurusan Kesehatan Gigi. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan pengetahuan peserta mengenai cari menjaga kesehatan gigi dan mulut sebelum dilakukan pelatihan terdapat 81,5% memiliki pengetahuan baik, dan 18,5% memiliki pengetahuan cukup. Setelah dilakukan pelatihan, seluruh peserta (100%) memiliki pengetahuan yang baik mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal tersebut terjadi karena pemberian pelatihan melalui metode ceramah, diskusi dan praktek langsung dapat meningkatkan pengetahuan
Interactive Media with Android Based Sign Language as an Effort to Improve Dental Health Maintenance Behaviour and Decrease Debris Index in Deaf Children Apriyanti, Lidya Dwi; Fatmasari, Diyah; Supriyana, Supriyana; Wiyatini, Tri; Djamil, Masrifan
Jurnal Kesehatan Gigi Vol 12, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkg.v12i1.10416

Abstract

Deaf children in the intervention group had 100% caries and an average debris index of 80%, indicating poor dental and oral hygiene. To address this issue, interactive media with Android-based sign language and game methods was used for engaging and enjoyable learning. This research aims is used to produce interactive media with android-based sign language as an effort to improve dental health maintenance behavior and decrease debris index in deaf children. This research method is Mixed Method and Research and Development (RD) research design. There are five stages of research, namely: information collection, model design, expert validation and revision, model testing with quasi-experimental methods with pre-test design – post-test control group design. The results of interactive media with Android-based sign language according to expert validation average 95% and p value = 0.007 (very feasible). The results of the paired data effectiveness test in the intervention group with a knowledge value of p = 0.008 with a delta value of 2.666, attitude value p = 0.005 with a delta value of 3.916, skill value p = 0.004 with a delta value of 6.250, debris index score p = 0.001 with a delta value of 1.350, compared to the control group. So that this interactive media with android-based sign language is feasible and its application is effective as an effort to improve dental health maintenance behavior and reduce debris index in deaf children.
Digital-Based Pop Up Book To Improve Toothbrushing Behavior in Deaf Children Maulidiah, Tikha Fatikha; Supriyana, Supriyana; Santoso, Bedjo
Jurnal Kesehatan Gigi Vol 12, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkg.v12i1.11099

Abstract

Deaf children are those with limited hearing, which affects the reception of information, including knowledge about dental and oral hygiene. As a result, many deaf children have moderate to poor debris index scores. This is largely due to a lack of awareness about the importance of maintaining dental hygiene. One strategy to address this issue is using “digital-based pop up book media,” which offers engaging and enjoyable education during the learning process. This study aimed to develop and assess the effectiveness of such media in improving toothbrushing behavior and reducing the debris index in deaf children.This research was conducted using a research and development (RD) approach with a quasi-experimental pretest-posttest group design. The sample consisted of 22 deaf children, with 11 in the intervention group (SLBN Semarang) and 11 in the control group (SLBN Ungaran), selected using the Slovin formula. Data were analyzed using the Intraclass Correlation Coefficient, Shapiro-Wilk, Paired t-test, Wilcoxon, and Mann Whitney tests.Results showed significant improvements in the intervention group. Knowledge scores (p = 0.002, Δ = 1.36), attitudes (p = 0.004, Δ = 1.36), skills (p = 0.007, Δ = 2.91), and debris index (p = 0.000, Δ = 1.364) improved more significantly compared to the control group.In conclusion, digital-based pop up book media is a feasible and effective method to enhance toothbrushing behavior and reduce the debris index among deaf children.
EDUKASI KESEHATAN GIGI MELALUI TEKA-TEKI SILANG ANDROID: DENTAL HEALTH EDUCATION THROUGH ANDROID CROSSWORD PUZZLE Santoso, Bedjo; Supriyana, Supriyana; Sutomo, Bambang
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2186

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun, perhatian masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut masih rendah, karena banyak yang beranggapan bahwa masalah gigi tidak berbahaya. Kesehatan gigi yang buruk dapat menyebabkan infeksi yang menyebar ke bagian tubuh lainnya, sehingga mengganggu kesehatan secara keseluruhan. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu mengaplikasikan hasil penelitian mengenai teka teki silang berbasis gamifikasi untuk meningkatkan perilaku menggosok gigi dan menurunkan debris indeks pada anak SD. Kegiatan yang dilaksanakan dalam pengabdian masyatakat ini mencakup pemberian edukasi melalui metode demonstrasi dan permainan berbasis teknologi, praktik kolektif dalam menggosok gigi, serta pemantauan kesehatan gigi yang dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus Tahun 2024 di SD N Cepoko, Kota Semarang. Hasil pengabdian diperoleh tindakan anak meningkat dari kategori sedang (28%) menjadi kategori baik (50%) dan debris indeks mengalami perbaikan kategori dari kategori sedang (33%) menjadi kategori baik (44%). Berdasarkan pelaksanaan pengabdian melalui edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui teka-teki silang berbasis android serta pendampingan praktik menggosok gigi pada anak sekolah dasar mampu meningkatkan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan menurunkan score debris indeks anak sekolah dasar. Bagi anak-anak, proses pembelajaran yang berbasis aktivitas bermain merupakan metode yang paling efektif dalam penyerapan informasi. Hal ini menujukkan adanya dampak yang positif terhadap edukasi kesehatan gigi melalui teka-teki silang berbasis android.