Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PSIKOLOGI SUFISTIK (STUDI ATAS PEMIKIRAN SACHIKO MURATA DALAM BUKU THE TAO OF ISLAM) Susilawati, Erni
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1291.217 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v14i1.643

Abstract

Sachiko Murata has developed many discourses of spiritual psychology asmentioned in her book The Tao of Islam. The writer found that the higheststage of Sufi which is to be united with God exists vertically betweenthe spirit, soul, mind and heart. Spirit is described as the highest innerdimension, which is connected to soul, as a part of the physical or bodystructure. The relationship between the soul and spirit raises other innerdimension that is the mind and heart. For a Sufi who has reached perfectionor sanctity of life, it also means to have a harmonious relationship betweenman's inner dimension, namely the achievement of happiness and peace ofmind which is reflected in real behavior. This is what Murata stated about ahealthy soul, a soul which is strongly influenced by the spirit or goodness.
MANAJEMEN PEMANFAATAN SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN Susilawati, Erni
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.735 KB) | DOI: 10.18592/moe.v6i1.5468

Abstract

This study aimed at finding out management of the use of facilities and infrastructure in learning, obstacles and the solutions in Elementary School of 25 Betung. This research used a qualitative method. Subject in this study was the principal, teachers, infrastructure coordinator, school committee and supervisor. Technique of collecting data employed observation, interview and documentation. The technique of data validity used triangulation of methods and sources. Data analysis techniques used interactive model. The management of learning facilities and infrastructure is utilized through planning, implementing and controlling facilities and infrastructure. The obstacles are the storage area requires funds for expansion and repair, and a lack of administrative personnel, especially for the management of facilities and infrastructure. Solving budget problems by optimizing the limited personnel is to be more observant in determining the priority scale according to the existing budget, then involving existing personnel in formal courses or training.
Konseptual Teoritis Kurikulum Pendidikan dalam Perspektif Secara Pragmatis dalam Islam Susilawati, Erni; Saifi, Ani Fatimah Zahra; Komala, Euis; Izuddin, Izuddin; Ruhendi, Ateng
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.705

Abstract

Kurikulum dalam pendidikan Islam dikenal dengan kata manhaj yang memiliki arti jalan yang terang yang dilalui oleh pendidik dan peserta didik untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan serta sikap.  Kurikulum pendidikan dalam konsepsi Islam adalah: suatu sistem kebenaran, standar, dan nilai-nilai ilahi sekunder, dan variabel pengetahuan, pengalaman, dan pengalaman manusia. dan ketrampilan yang dibekali oleh lembaga pendidikan Islam kepada peserta didiknya, dengan tujuan membawa mereka pada tingkat kesempurnaan yang telah Allah persiapkan bagi mereka, sehingga mereka dapat menunaikan hak khilafah di muka bumi dengan memberikan kontribusi yang positif dan efektif dalam pembangunan dan pembangunannya. kemajuan kehidupan di permukaannya sesuai dengan metode Tuhan. Ciri ciri yang menjadi cirinya pemahaman kurikulum menurut Dr. Yusuf Al-Qaradawi, yaitu Metode atau kurikulum pendidikan islam sistem sumber dari gambaran islam untuk alam semesta, manusia dan kehidupan, beserta pemahaman dan ciri cirinya, dan dasar bangunan atau kontruksinya, dan pokoknya merupakan satu kesatuan yang utuh, yang setiap bagiannya dipengaruhi oleh bagian bagian yang lain, dan mempengaruhi bagian-bagian lainnya. Dan pemahaman ini untuk kurikulum pendidikan islam, dibedakan dalam serangkaian dari ciri ciri karakteristik. Ahmad Madkuri dua ribu dua Menurut Dr Yusuf Al-Qaradawi mengatakan bahwa Konsep yang pertama yaitu konsep Ketuhanan. Yang dimaksud dengan Ketuhanan di sini ada dua hal: Asal dan sumber ketuhanan, Arah dan tujuan ketuhanan. Menurut Dr Yusuf Al-Qaradawi mengatakan bahwa Konsep yang kedua yaitu konsep ketauhidan.  Ciri kurikulum pendidikan Islam yang kedua adalah ciri tauhid, Tauhid merupakan komponen pertama dari sistem Islam, karena merupakan fakta dasar atau fundafental dalam keimanan. Melalui tauhid, sistem atau pendekatan Islam menjadi unik di antara semua sistem dan pendekatan keyakinan dan filsafat lain yang berlaku di muka bumi.
Assessing the Empowerment of Mosques with the Maqashid Sharia Index Jajuli, M. Sulaeman; Misno, Misno; Susilawati, Erni
Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 11, No 2 (2023): EQUILIBRIUM
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/equilibrium.v11i2.23181

Abstract

This study aims to assess the mosque empowerment index formula based on Maqashid Sharia. This formula serves as an instrument to measure the level of mosque empowerment in Bogor, Indonesia. It consists of six criteria based on the Maqashid Sharia, including protecting religion, life, intellect, lineage, property, and the environment. The data analysis technique employs the Analytical Network Process (ANP) in conjunction with the Super Decision 2.10 software to construct the index model structure. The results of the formula calculation in each of the three model mosques revealed significant discrepancies. The Andalusia Mosque has achieved a remarkable score of 0.96, positioning it as the top-ranking mosque in terms of its significant degree of empowerment within the local community. The following mosque is the Ar-Rahman Mosque, which has a value of 0.69 and is classified as an empowered mosque. Finally, the Al-Muhaajirin mosque has a value of 0.57, indicating that it belongs to the group of quite empowered mosques and can be given priority consideration for help in the future. Specifically, this study becomes the first comprehensive assessment of mosque empowerment in Indonesia by utilizing the Maqashid Sharia Index across three mosques.
Manfaat dan Tantangan Penggunaan Artificial Intelligences (AI) Chat GPT Terhadap Proses Pendidikan Etika dan Kompetensi Mahasiswa Di Perguruan Tinggi Marlin, Khairul; Tantrisna, Ellen; Mardikawati, Budi; Anggraini, Retno; Susilawati, Erni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menguraikan manfaat dan tantangan yang timbul dari penerapan chat GPT dalam proses pendidikan etika serta pengembangan kompetensi mahasiswa di Perguruan tinggi. Pendekatan yang dipergunakan dalam penulisan ini ialah melalui studi pustaka serta analisa konten. Temuan dari kajian ini memperlihatkan jika pemanfaatan kecerdasan buatan, seperti GPT, dalam bidang pendidikan memiliki keuntungan, seperti kemampuan untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang personal dan disesuaikan, meningkatkan aksesibilitas materi, serta memberikan umpan balik secara instan. Artikel ini juga menggali potensi penggunaan kecerdasan buatan untuk merangsang diskusi etika serta memfasilitasi pengembangan kemampuan kritis mahasiswa dalam membuat keputusan moral. Meskipun demikian, bersamaan dengan manfaatnya, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Artikel ini juga menyoroti aspek-aspek seperti kekhawatiran tentang privasi data mahasiswa, keterbatasan dalam mendeteksi nuansa etika, serta risiko menggantikan interaksi manusiawi dalam pembelajaran etika. Tantangan lainnya melibatkan ketidaksetaraan dalam akses teknologi serta potensi kecenderungan bias dalam model kecerdasan buatan. Dengan menjalankan analisa yang mendalam, artikel ini memberikan wawasan tentang cara Perguruan tinggi bisa bijak memakai teknologi kecerdasan buatan, khususnya chat GPT, untuk meningkatkan pendidikan etika serta kompetensi mahasiswa. Integrasi teknologi ini dengan pendekatan pedagogis yang berfokus pada etika serta pembelajaran kritis diharapkan bisa menciptakan lingkungan pembelajaran yang seimbang dan berkelanjutan dalam era digital.
ANALISIS PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PADA PEKERJA TPA MENCIRIM KOTA BINJAI Tarigan, Fahmi Syahreza; Susilawati, Erni; Syahrul'an, Syahrul'an; Herawati, Herawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4653

Abstract

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah salah satu layanan yang harus selalu beroperasi dalam suatu kota. Berdasarkan data yang didapatkan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2021), bahwa produksi timbunan sampah di Indonesia sampai saat ini berjumlah 18,2 Juta ton/tahun. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai pada tahun 2023 di Kota Binjai memproduksi sampah sekitar 1.800 ton/hari. Mengingat tingginya resiko kerja petugas yang ada di TPA dan adanya keluhan gangguan kesehatan pada pekerja TPA maka perlu dilakukan penelitian analisis program pelayanan kesehatan pada pekerja TPA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai dan TPA Mencirim Binjai pada bulan Desember 2024. Penentuan Subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari Kasubbag Keuangan dan Program Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai sebagai Informan Utama, Ka. UPTD Pengolahan Sampah dan TPA Kota Binjai sebagai informan utama, dan 3 orang petugas TPA sebagai informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan petugas di TPA Mencirim Kota Binjai belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dikarenakan kurangnya anggaran yang tersedia saat ini. Saat ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai hanya dapat melakukan pelayanan program BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi petugas TPA dari kecelakaan akibat kerja dan jaminan kematian.Kata Kunci : Pelayanan Kesehatan, Program Pelayanan Kesehatan, Pekerja TPA
Pengembangan Media Poster sebagai Suplemen Pembelajaran Fisika Materi Tata Surya Yusandika, Ajo Dian; Istihana, Istihana; Susilawati, Erni
Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol. 1 No. 3 (2018): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijsme.v1i3.3593

Abstract

Abstract: This study aims to develop poster media and find out the feasibility of this learning media. This research uses research and development methods or Research and Development (R and D) conducted in three schools. The development procedure follows the Borg and Gall procedure which can be done more simply by involving 10 main steps, but the researcher only limits the seven stages in this study. The technique of collecting data in this study was using a questionnaire. Based on the results of data analysis after the product was validated by media and material expert validators, the final product produced fulfilled the eligible criteria with an average score of media experts at 89%, material experts at 85%, the attractiveness of students by 83% for the trial small group of 82% and educator responses of 81%. The poster media is worthy of being used as a medium for learning physics. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media poster dan mengetahui kelayakan media pembelajaran ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R and D) yang dilakukan di tiga sekolah. Prosedur pengembangan mengikuti prosedur Borg and Gall yang dapat dilakukan dengan lebih sederhana dengan melibatkan 10 langkah utama, tetapi peneliti hanya membatasi pada tujuh tahapan saja pada penelitian ini. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket. Berdasarkan hasil analisis data setelah produk divalidasi oleh validator ahli media dan materi, produk akhir yang dihasilkan telah memenuhi kriteria layak dengan skor rata-rata dari ahli media sebesar 89%, ahli materi sebesar 85%, hasil kemenarikan peserta didik sebesar 83% untuk uji coba kelompok kecil sebesar 82% dan tanggapan pendidik sebesar 81%. Media poster sudah layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika.
JÜRGEN HUBERMAS' SOCIAL CRITICISM OF EDUCATIONAL PRACTICES Darojat, Jajat; Ilyas, Marfu Muhyidin; Susilawati, Erni; Komariah, Grandson of
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 2, No 2 (2024): Third International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is social engineering that is regularly and measurably oriented towards the social changes in society. Therefore, educational practice cannot be separated from the process of social transformation that shapes and prepares individuals to become members of society. In reality, education is like an ivory tower that is alienated from the social reality of society and therefore cannot contribute to social change. This research criticizes educational practices based on Jürgen Hubermas' theory of social criticism, which tends to view education as a conservative-formalistic process. This research uses a descriptive qualitative method with a literary studies approach. The research findings explain that there are two discussions in the study namely; First, the critical theoretical reflection on Jürgen Hubermas's pedagogical practice. That Habermas' communication theory can be understood in educational practice as a process of social transformation. In education, students are positioned as autonomous subjects who have a relationship between educators and students as subjects. Since education is fundamentally a process of constructive individual change, the educational practice paradigm is geared towards intersubjective-emanative relationship patterns. Second, related to the discussion about measuring the role of education in social reconstruction from the perspective of Jürgen Habermas, education is fundamentally a social instrument that plays a role in shaping changes in the social life of society. The role of education cannot be separated from the context of social change, therefore educational practice is part of social engineering regularly aimed at preparing students to become members of society.
Perbandingan Pemahaman Moderasi Beragama Antara Siswa Madrasah dan Sekolah (Penelitian Di MA YPI Cikoneng dan SMAN 1 Ciparay Kabupaten Bandung) Susilawati, Erni; Zahra Saifi, Ani Fatimah; Komala, Euis; Kurnia Fauziah, Nadia; Sumringah Sari, Mada
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8082

Abstract

Moderasi beragama lahir sebagai respons terhadap konflik-konflik yang diilhami oleh perbedaan agama dengan tujuan untuk mempromosikan pemahaman, dialog, dan perdamaian antar agama. Moderasi beragama adalah pendekatan dalam praktik keagamaan yang menekankan pada pemahaman yang inklusif, toleransi, dan pemahaman yang lebih luas terhadap nilai-nilai agama. Pelajaran tentang moderasi beragama dapat membantu siswa memahami bahwa toleransi, penghargaan terhadap perbedaan dan inklusi adalah nilai-nilai penting dalam masyarakat yang multikultural. Kelembagaan dan kurikulum pembelajaran MA dan SMA memiliki perbedaan. Oleh karena itu, pemahaman moderasi beragama siswa MA, SMA dan perbandingannya perlu diteliti. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian yang diperoleh adalah nilai mean () tentang pemahaman penerimaan terhadap tradisi lebih tinggi dibandingkan dengan pemahaman yang lainnya yaitu 11,06, perhitungan analisis ANOVA menghasilkan F = 54,58 lebih besar dari 5,29, hal ini mengandung arti bahwa hipotesis nol ( ) ditolak dan pada dua sampel tersebut terdapat minimal adanya dua perbedaan tingkat pemahaman dari keempat pemahaman yang terdiri dari komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan penerimaan terhadap tradisi.
Implementation of ICT Management to Improve Education Quality: A Case Study at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bandung City Saifi, Ani Fatimah Zahra; Susilawati, Erni; Komala, Euis; Erihadiana, Mohamad
International Journal of Science and Society Vol 5 No 5 (2023): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v5i5.985

Abstract

The growth of technology has changed the way we learn and teach. The use of ICT in education has great potential to improve the efficiency, accessibility and quality of learning. Various challenges in the education sector, such as access gaps, unequal quality, lack of resources and curricula that do not always keep up with technological developments can be resolved with appropriate ICT management strategies. Studies on the level of technology adoption in various educational institutions, be they schools, colleges or training centers can provide insight into how effective the use of ICT is in improving the quality of education. This research uses descriptive methods and data collection is carried out using an assessment of primary data sources and secondary data sources. Because the collection and analysis of qualitative research data used in this research is interactive, the researcher interacted with the data sources above by conducting observations, interviews and literature reviews. The results of this research are that ICT planning in MAN 2 Bandung City includes vision and mission, ICT strategy and financing. Organizing ICT at MAN 2 Bandung City includes the infrastructure provided by the madrasah along with the human resources who manage this infrastructure. The implementation of ICT at MAN 2 Bandung City includes the implementation of ICT in learning and educational services. ICT evaluations are carried out regularly monthly by the Head and Deputy Head of the Madrasah and annually at work meetings. The quality of education at MAN 2 Bandung City can be seen from the increasing public interest in enrolling their children in school at this madrasa and from the number of graduates who continue their studies at both state and private universities.