Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH SARANA DAN PRASARANA TERHADAP KINERJA GURU SMK NEGERI 8 SAMARINDA Adhelia, Yena Alfina; Ellyawati, Noor; Astuti, Ratna Fitri; Sudarman, Sudarman
Educational Studies: Conference Series Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja guru merupakan faktor utama dalam menentukan kualitas proses dan hasil pembelajaran di sekolah. Guru yang berkinerja tinggi mampu menciptakan suasana belajar efektif, inovatif, dan menyenangkan bagi peserta didik. Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja guru adalah ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Lingkungan sekolah dengan fasilitas lengkap, nyaman, dan terawat dapat meningkatkan motivasi guru serta mendukung pelaksanaan tugas secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sarana dan prasarana terhadap kinerja guru di SMK Negeri 8 Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal, dengan populasi seluruh guru SMK Negeri 8 Samarinda dan sampel sebanyak 63 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert empat poin dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk mengetahui besarnya pengaruh sarana dan prasarana (X) terhadap kinerja guru (Y). Hasil analisis menunjukkan bahwa sarana dan prasarana berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, dengan thitung = 10,274 > ttabel = 1,999 dan signifikansi < 0,001. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,634 menunjukkan kontribusi 63,4% terhadap variasi kinerja guru, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Dengan demikian, sarana dan prasarana memiliki peran strategis dalam meningkatkan kinerja guru, menegaskan pentingnya pengadaan dan pemeliharaan fasilitas pendidikan untuk mendukung mutu pembelajaran dan profesionalisme guru.
Pengaruh Live Streaming dan Online Customer Review terhadap Keputusan Pembelian di Aplikasi Tiktokshop pada Kalangan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Mulawarman Adha, Nurul; Haidar, Kadori; Sudarman, Sudarman; Ellyawati, Noor
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7084

Abstract

Perkembangan e-commerce melalui media sosial, khususnya TikTok Shop, mendorong perubahan perilaku konsumen dalam melakukan pembelian secara online. Fitur live streaming dan online customer review menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, terutama di kalangan mahasiswa yang merupakan pengguna aktif media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh live streaming dan online customer review terhadap keputusan pembelian pada mahasiswa Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research. Sampel penelitian berjumlah 140 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel live streaming berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Variabel online customer review juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai Fhitung 109,131 > Ftabel 3,06 serta nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,614. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 61,4% keputusan pembelian dipengaruhi oleh live streaming dan online customer review, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
ANALISIS MATERIALISME BERDASARKAN TINGKAT GENERASI DI KOTA SAMARINDA Jenita, Mia; Astuti, Ratna Fitri; Ellyawati, Noor; Ruspian, Ruspian
Jurnal Edueco Vol. 9 No. 01 (2026): Juni
Publisher : Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/edueco.v9i01.521

Abstract

Materialism is a perspective that places the ownership of goods as an important part of an individual's life. In the community of Samarinda City, the ownership of goods is often associated with self-esteem, satisfaction, and personal achievement, which allows differences in the level of materialism among generations. This study aims to analyze materialism based on generational levels in Samarinda City and to identify the generation with the highest level of materialism. This research employed a quantitative approach with a descriptive design. The sample consisted of 96 respondents from Baby Boomers, Generation X, Generation Y, and Generation Z, determined using the Lemeshow formula with an incidental sampling technique. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics by calculating the mean and percentage. The results show that, in general, the level of materialism among the people of Samarinda City falls into the low category, with 57.29% of respondents categorized as low and 11.46% as very low. However, 29.17% of respondents fall into the high category and 2.08% into the very high category. These findings indicate that the ownership of goods is not the primary basis for the formation of self-identity. Instead, possessions are more often viewed as a source of happiness rather than a means of gaining social recognition. Furthermore, the tendency to accumulate possessions is not particularly strong, indicating that a lifestyle oriented toward excessive ownership is not dominant. Based on generational levels, Generation Z has the highest level of materialism compared to other generations, particularly in interpreting ownership as part of self-identity and a source of happiness.