Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

THE OVERVIEW OF PUBLIC KNOWLEDGE ABOUT TRADITIONAL MEDICINE IN DUMUHUNG VILLAGE, SANGIHE ISLANDS DISTRICT Tooy, Gracia Christy; Rambi, Christien Anggreni; Umboh, Melanthon Junaedi; Tatangindatu, Maryati Agustina
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, POLITEKNIK NEGERI NUSA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jis.v9i1.590

Abstract

Obat tradisional sejak dulu dikenal di kalangan masyarakat di Indonesia, selain itu penggunaan obat tradisional sering dinilai lebih aman dibandingkan dengan penggunaan obat modern karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih rendah dari pada obat modern. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang obat tadisional di Kelurahan Dumuhung. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan metode Sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 responden, dengan menggunakan teknik sampling Purposive Sampling. Hasil Penelitian menunjukkan umur responden terbanyak berada pada usia 20-40 tahun sebanyak 18 responden (54.5%), jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan 17 responden (71,5%), tamatan pendidikan terbanyak strata satu (S1) 14 orang (14,4%). (71,5%), pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional yaitu kurang 5 orang (15,2%), cukup 14 orang (42,4%), baik 14 orang (42,4%) dan yang pernah menggunakan obat tradisional sebanyak 19 responden (97%), Jenis obat tradisional yang digunakan terbanyak adalah Jahe 4 orang (12%). Pada umumnya masih banyak masyarakat memanfaatkan pengobatan secara tradisional. Dapat disimpulkan penelitian mayoritas responden memiliki pengetahuan pada kategori cukup menggunakan obat tradisional untuk mengobati penyakit yang dialami. Disarankan hasil penelitian dapat dijadikan alternatif pengobatan non farmakologi bagi masyarakat dalam penggunaan obat tradisional.
SELF-DETERMINATION THEORY SEBAGAI STIMULASI PERILAKU PENGOBATAN DAN PELATIHAN SENAM DIABETES PADA LANSIA DI KECAMATAN MANGANITU Tatangindatu, Maryati Agustina; Umboh, Melanthon
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v4i1.336

Abstract

Prevalensi penyakit diabetes melitus menduduki peringkat ke tujuh di Indonesia.Di Kabupaten Kepulauan Sangihe angka kejadian kasus diabetes melitus tipe 2 terutama di kampung Barangka yang merupakan wilayah Kerja Puskesmas Manganitu cukup tinggi. Dari 18 kasus diabetes melitus tipe 2 terdapat 2 kasus kaki diamputasi dan 1 kasus mengalami kebutaan. Hal ini menunjukan pentingnya perhatian dan penanganan terkait penyakit diabetes melitus tipe 2 yang membutuhkan pegelolaan penyakit melalui managemen diri yang cukup kompleks, tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan secara fisik namun juga kondisi psikologis. Salah satu faktor psikologis yang penting menjadi perhatian adalah motivasi berdasarkan self-determination Theory (SDT). Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan stimulasi perilaku pengobatan dan pelatihan senam diabetes pada lansia di Kecamatan Manganitu. Metode pelaksanaan yaitu melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, penyuluhan tentang diabetes melitus, dan pelatihan senam diabetes. Waktu pelaksanaan kegiatan pada bulan September 2020 bertempat di Balai Pertemuan Desa Kampung Barangka. Peserta yang hadir dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjumlah 30 orang yang mengikuti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, penyuluhan tentang diabetes melitus, dan pelatihan senam diabetes. Hasil pemeriksaan didapatkan beberapa lansia mengalami hipertensi dan diabetes melitus. The prevalence of diabetes mellitus is ranked seventh in Indonesia. In Sangihe Island District, the incidence of type 2 diabetes mellitus, especially in Barangka village, which is the working area of ​​the Manganitu Health Center, is quite high. From the 18 cases of type 2 diabetes mellitus, those were 2 cases of leg amputation and 1 case of blindness. This shows the importance of attention and treatment related to type 2 of diabetes mellitus which requires management of the disease through complex self-management, not only affecting physical health conditions but also psychological conditions.One of the important psychological factors to be considered is motivation based on self-determination theory (SDT). The purpose of community service is to stimulate treatment behavior and diabetes exercise training for the elderly in Manganitu District. The method of implementation was check the blood pressure, blood sugar, counseling about diabetes mellitus, and diabetes exercise training. The time for the implementation in September 2020 and take place at the Village Meeting Hall of the Village of Barangka. The participants who attended were 30 people who attended and check blood pressure, blood sugar tests, counseling about diabetes mellitus, and diabetes gymnastics training. The results showed some elderly people had hypertension and diabetes mellitus.
PKMS PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT UNTUK PENCEGAHAN COVID-19 PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR YUDEA BATULEWEHE KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Tatangindatu, Maryati Agustina; Welembutu, Meistvin; Tooy, Gracia; Umboh, Melanthon; Makahaghi, Yenny
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmia Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i1.426

Abstract

Wawasan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sangat diperlukan oleh setiap individu dalam memperhatikan kesanggupan untuk hidup bugar dengan menciptakan kenyamanan dan kesegaran semaksimal dengan melaksanakan perawatan kesehatan secara mandiri, baik dilingkungan kerja maupun di kehidupan sehari-hari. di zaman sekarang ini sekolah bukan hanya membagikan bantuan berbentuk pengetahuan umum saja, tetapi juga memberikan pengetahuan kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Memandang peserta didik di sekolah dasar (SD), masalah kesehatan yang dihadapi terkait dengan PHBS belum dilaksanakan sesuai prosedur yang sudah di tentukan, sehingga mengakibatkan konflik kesehatan, yaitu masalah yang ditemukan antara lain yaitu diare, dan Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Tujuan PKMS ini yaitu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi peserta didik di SDN Yudea. pelaksanaanya, jumat tanggal 19 februari 2021 di ruang kelas 3, Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan pada seluruh siswa kelas 3 Sekolah Dasar Negeri Yudea. Hasil kegiatan ini didapati bahwa siswa sudah mengetahui dan paham tentang PHBS dan bagaimana cara berperilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah COVID-19. Kesimpulannya untuk lebih memajukan derajat kesehatan dan bisa menerapkan perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada siswa/siswi Sekolah Dasar Negeri Yudea. Insight into Clean and Healthy Living Behavior is needed by every individual in paying attention to the ability to live in shape by creating comfort and freshness as much as possible by carrying out health care independently, both in the work environment and in everyday life. In this day and age, schools not only distribute assistance in the form of general knowledge, but also provide health knowledge about Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). Looking at students in elementary schools (SD), the health problems faced related to PHBS have not been implemented according to the procedures that have been determined, resulting in healthconflicts, namely problems found, including diarrhea, and acute respiratory tract (ARI) The purpose of this PKMS is to implement Clean and Healthy Living Behavior for students at SDN Judea. The mplementation, Friday, February 19, 2021, in the 3rd grade room, this activity was carried out by providing counseling to all grade 3 students of Judea State Elementary School. The results of this activity found that students already knew and understood about PHBS and how to behave lean and healthy to prevent COVID-19. The conclusion is to further advance the degree of ealth and be able to apply Clean and Healthy Living behaviors to students of Judean State Elementary School.
PKMS EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI PROMOSI KESEHATAN DI SMP NEGERI I KENDAHE KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Tatangindatu, Maryati Agustina; Umboh, Melanthon Jn; Rambi, Christien A
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i1.468

Abstract

Pengaruh semakin mudahnya paparan media audio-visual dapat diakses justru memancing remaja untuk melakukan kebiasaan-kebiaasaan yang tidak sehat. Hal ini membuat remaja memiliki kebiasaan berperilaku seksual berisiko tinggi. Kebiasaan tersebut dapat disebabkan oleh kebanyakan remaja belum memiliki ataupun kurang pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Tujuan pengabdian ini yaitu meningkatkan kesehatan reproduksi pada remaja melalui edukasi kesehatan reproduksi melalui promosi kesehatan di SMP Negeri I Kendahe Kabupaten Kepulauan Sangihe. Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan kesehatan secara langsung. Adapun jumlah peserta sebanyak 24 peserta. Hasil validasi sebelum diberikan penyuluhan didapati peserta tidak ada yang mampu menjawab apa itu kesehatan reproduksi. Pemberian penyuluhan dilaksanakan selama 45 menit. Peserta sangat antusias ketika diberikan kesempatan untuk bertanya. Setelah selesai tanya jawab, tim melakukan validasi kembali pemahaman peserta tentang kesehatan reproduksi dan didapati peserta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan. Dapat disimpulkan setelah dilakukan kegiatan PKMS Edukasi Kesehatan Reproduksi Melalui Promosi Kesehatan Di SMP Negeri I Kendahe Kabupaten Kepulauan Sangihe didapati terjadi peningkatan pemahaman sasaran tentang kesehatan reproduksi dari yang sebelumnya tidak tahu The effect of increasingly accessible exposure to audio-visual media actually provokes teenagers to adopt unhealthy habits. This makes teenagers have high-risk sexual behavior habits. This habit can be caused by most teenagers not having or lacking knowledge about reproductive health. The aim of this service is to improve reproductive health in adolescents through reproductive health education through health promotion at SMP Negeri I Kendahe, Sangihe Islands Regency. The method used is to provide direct health education. The number of participants was 24 participants. Validation results before being given counseling found that none of the participants were able to answer what reproductive health is. The counseling was given for 45 minutes. Participants were very enthusiastic when given the opportunity to ask questions. After completing the questions and answers, the team revalidated the participants' understanding of reproductive health and found that the participants were able to answer the questions given. It can be concluded that after carrying out the PKMS Reproductive Health Education through Health Promotion activities at SMP Negeri I Kendahe, Sangihe Islands Regency, it was found that there was an increase in the target's understanding of reproductive health from those who previously did not know
EDUKASI TERAPI NON FARMAKOLOGIS PEMANFAATAN MENTIMUN DAN JAHE DALAM PENANGGULANGAN HIPERTENSI DI PULAU MARORE Tatangindatu, Maryati Agustina; Tooy, Gracia; Hinonaung, Jelita Siska Herlina; Patras, Mareike Doherty
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i2.612

Abstract

Salah satu penyakit tidak menular yang seringkali tidak menimbulkan gejala sehingga menyebabkan penderita terbesar tidak patuh dalam melaksanakan pengobatan yaitu hipertensi. Oleh sebab itu, perlu adanya pencegahan terjadinya masalah terkait penyakit hipertensi dan kejenuhan untuk mengonsumsi obat hipertensi setiap hari melalui pemberian edukasi. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan edukasi terapi Non farmokologis pemanfaatan jus mentimun dan rendaman air jahe dalam penanggulangan hipertensi di Pulau Marore. Pada tanggal 17 Juli dilakukan kegiatan pengabdian di Aula Kantor Kecamatan Marore. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata pengetahuan dibandingkan sebelum edukasi diberikan dengan nilai selisih 20,3. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi berpengaruh cukup efektif terhadap peningkatan pengetahuan partisipan. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan sesudah dilakukan edukasi terapi non farmakologis pemanfaatan mentimun dan jahe dalam penanggulangan hipertensi di Pulau Marore One of the non-communicable diseases that often does not cause symptoms, causing the majority of sufferers to be non-compliant with treatment, is hypertension. Therefore, it is necessary to prevent problems related to hypertension and boredom from taking hypertension medication every day by providing education. The aim of this service is to provide non-pharmacological therapy education on the use of cucumber juice and ginger water soaks in treating hypertension on Marore Island. On July 17, service activities were carried out in the Marore District Office Hall. The results show an increase in the average knowledge compared to before education was provided with a difference value of 20.3. This shows that providing education has a quite effective effect on increasing participants' knowledge. The conclusion is that there is an increase in knowledge after providing education on non-pharmacological therapy on the use of cucumber and ginger in treating hypertension on Marore Island
Gamblang (Steel and Brilliant Mental Generation) as an Effort to Improve Mental Health of School-Based Adolescents at SMK Negeri III Tahuna Tooy, Gracia Christy; Bajak, Chatrina Maria Agustina; Umboh, Melanthon Junaedi; Patras, Mareike Doherty; Tatangindatu, Maryati Agustina; Wuaten, Grace Angel
Abdimas Indonesian Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.v5i2.872

Abstract

The Sangihe Islands Regency is an outermost Indonesian archipelago with a significant number of adolescents and faces serious challenges related to adolescent mental health. One prominent case was a suicide attempt by a student at SMK Negeri 3 Tahuna due to depression, reflecting the importance of psychosocial interventions in the school environment. The "GAMBLANG" Community Service Program (PMUP) was implemented as a promotional and preventive effort to increase students' knowledge and awareness of mental health. Activities included counseling, pre-post tests, and early detection of mental health using the LiveWell by Zurich application. The analysis showed a significant increase in student knowledge (p < 0.05) after the counseling, and 1 in 12 students showed signs of a real mental disorder. This program was also followed by the provision of a first aid kit to support the establishment of a school health center (UKS). The GAMBLANG program is expected to become an effective school-based intervention model in increasing the mental resilience of adolescents in border areas.