Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Knowledge, Attitudes, and Practices Towards COVID-19 among North Sulawesi Indonesia Residents Simanjorang, Chandrayani; Tooy, Gracia Christy; Wuaten, Grace; Pangandaheng, Nancy
Journal of Health Education Vol 6 No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v6i2.42869

Abstract

Background: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) was declared a global pandemic by WHO. To prevent theCOVID-19 transmission is depend on community compliance with health protocols. Public compliance in implementing health protocols during the new normal period is closely related to the Knowledge, Attitudes, and Practices (KAP) about COVID-19.Method: A cross-sectional online survey was used to survey the people of North Sulawesi Indonesia. Data were collected from September 17 to September 30, 2020, with 705 respondents (Mean age: 23.8 ± 8.7 years; 70.8 % females).Result:From 705 respondents, 23% of them knew the cause of COVID-19, 31.5% knew the symptoms of COVID-19 and 31.5% understood the definition of new normal. However, 50.4% of respondents were not aware of an information site related to COVID-19 provided by the government and only 28.9% of respondents knew about preventions of COVID-19 related to washing hands with soap. Overall, there were 29.2% of respondents had poor knowledge about COVID-19. The majority of respondents hadpositive attitudes and good behaviors regarding the symptoms and prevention of COVID-19. The demographic factor significantly related to the level of knowledge is gender (POR: 1.8; 95% CI = 0.75-0.90, P <0.001).Conclusion: The majority of respondents had good knowledge, positive attitudes, and good practices toward the prevention of COVID-19. However, the knowledge of certain topics was still inadequate
Pengaruh Terapi Bermain Terhadap Trauma Healing Pada Anak Korban Bencana Alam Dhito Dwi Pramardika; Jelita Siska Herlina Hinonaung; Astri Juwita Mahihody; Grace Angel Wuaten
Faletehan Health Journal Vol 7 No 02 (2020): Faletehan Health Journal, Juli 2020
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v7i02.131

Abstract

The impact of natural disasters is loss of life, loss of property, and environmental damage. However, the psychological impact is often ignored especially in children. If not addressed, it can affect on their growth and development. This study aims to determine the effects of trauma healing on children victims of landslides and flash floods in Kampung Belengang, Sangihe Islands Regency, North Sulawesi Province. The experimental group were given play therapy while the control group were not given the intervention. The type of research is quasi-experimental with two unpaired samples. The analysis used to test the difference of the effects is by using Mann-Whitney test. The samples of this study were 16 children in the experimental group and 10 children in the control group. The results of this study show the difference in the average value of the experimental group (17.6056) and the average value of the control group (0.0000). To conclude, there is a significant difference between children who are given play therapy and the control group (p = 0.000).
Kampanye Gizi Seimbang sebagai Pencegahan Masalah Gizi Siswa SMAN 1 Tabukan Utara Astri Juwita Mahihody; Jelita Siska Herlina Hinonaung; Meityn Disye Kasaluhe; Mareike Doherty Patras; Grace Angel Wuaten; Youdy L. L Kawengian
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.3048

Abstract

Pergeseran paradigma masyarakat yang dipengaruhi oleh akselerasi teknologi telah menciptakan tuntutan akan efisiensi di berbagai aspek kehidupan. Hal ini berdampak pada kecenderungan remaja dalam mengonsumsi fast food yang dinilai lebih praktis, ekonomis, dan higienis. Permasalahan utama yang ditemukan pada siswa SMAN 1 Tabukan Utara adalah minimnya pengetahuan mengenai konsep Gizi Seimbang. Mayoritas siswa masih mengabaikan pentingnya proporsi zat gizi yang masuk ke dalam tubuh mereka. Selain itu, belum adanya program edukasi gizi yang masif, terjadwal, dan terstruktur di lingkungan SMAN 1 Tabukan Utara. Adapun solusi yang ditawarkan: berupa pelaksanaan Kampanye Gizi Seimbang yang interaktif. Pengabdian ini dilaksanakan di SMA 1 Tabukan Utara yang meliputi seluruh siswa kelas 10-12, yang berjumlah 75 orang. Adapun tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi berupa analisis pre-test dan post-test serta persentase peningkatan pengetahuan. Setelah dilakukan kampanye, rerata skor pengetahuan siswa meningkat dari 65,5 menjadi 80.5. Dengan demikian, kampanye sadar gizi seimbang efektif meningkatkan pengetahuan siswa. Oleh karena itu, diharapkan pihak sekolah dapat mengintegrasikan program edukasi gizi ini secara berkelanjutan, misalnya melalui optimalisasi peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau Kader Kesehatan Remaja sekolah. Selain itu, disarankan diadakan pemantauan status gizi (pengukuran TB dan BB) secara berkala minimal setiap semester.
Konsumsi Makanan Berisiko pada Remaja di Kabupaten Kepulauan Sangihe: Peran Jarak Sekolah Ke Pusat Kota Ferdinand Gansalangi; Meityn Disye Kasaluhe; Astri Juwita Mahihody; Melanthon Junaedi Umboh; Mareike Doherty Patras; Agneta Sartika Lalombo; Grace Angel Wuaten
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60054

Abstract

Konsumsi makanan berisiko pada remaja merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat di Indonesia, termasuk di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Sangihe. Faktor lingkungan geografis, khususnya jarak sekolah ke pusat kota, diduga berperan penting dalam membentuk pola konsumsi pangan remaja. Penelitian ini berutujuan untuk menganalisis peran jarak sekolah ke pusat kota terhadap konsumsi makanan berisiko pada remaja di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan coss-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dengan mengunjungi sekolah mudah diakses. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 321 remaja yang berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (52%), lokasi sekolah ke pusat kota ≥ 6,1 km (50,8%) serta termasuk pada kategori rendah untuk konsumsi makanan berisiko (34,9%). Uji chi square antara jarak sekolah ke pusat kota dengan konsumsi makanan berisiko menunjukkan p-value ≤ 0,001. Jarak sekolah ke pusat kota merupakan faktor determinan konsumsi makanan berisiko pada remaja di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Edukasi Pengelolaan Sampah untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Lingkungan Remaja Kepulauan Sangihe Mareike Doherty Patras; Meityn Disye Kasaluhe; Nansy Delia Pangandaheng; Grace Angel Wuaten; Dhito Dwi Pramardika; Agneta Sartika Wuaten
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.2808

Abstract

Siswa di SMA Negeri 3 Tahuna Barat masih sering membakar sampah plastik yang berisiko terhadap kesehatan lingkungan akibat keterbatasan fasilitas pemilahan sampah dan minimnya edukasi. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan lingkungan siswa melalui edukasi pengelolaan sampah berbasis praktik. Kegiatan menggunakan desain pre-test dan post-test dengan intervensi multikomponen berupa penyuluhan, media audiovisual, diskusi, dan praktik daur ulang sampah. Kegiatan dilaksanakan pada 19 September 2025 terhadap 53 siswa. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 10 butir sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dan effect size. Hasil menunjukkan skor rata-rata pengetahuan meningkat signifikan dari 8,13 menjadi 8,75 (p < 0,001; r = 0,39). Peningkatan terbesar terjadi pada siswa dengan skor awal rendah sehingga kesenjangan pengetahuan menurun. Respon siswa terhadap pendekatan praktik dan audiovisual juga sangat positif. Pendekatan edukasi multikomponen berbasis praktik ini dapat dipertimbangkan sebagai model promotif kesehatan lingkungan yang aplikatif untuk mendukung pengelolaan sampah di sekolah wilayah pesisir dan kepulauan.