Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Geokimia Fragmen Breksi Andesit Peniron Pada Daerah Cendana Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah Nava Nelandri Tamaela; Theophilia Listyani Retno Astuti; oky sugarbo
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian berada pada Desa Cendana, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah yang merupakan bagian dari Jalur Sunda dengan kondisi fisiografi Serayu Selatan. Dengan aktivitas vulkanisme dan juga sedimentasi yang cukup intens. Pada daerah penelitian terdapat beberapa breksi dengan ciri fisik batuan yang membedakan tiap satuannya baik dari fragmen maupun matriksnya. Atas dasar tersebut diperlukan adanya kajian terkait petrogenesa fragmen andesit pada breksi Satuan Breksi Andesit Peniron untuk mengetahui proses terbentuknya fragmen breksi. Dimana pada penelitian ini peneliti menggunakan analisis geokimia berupa XRF (X-ray fluorescence) untuk mengetahui nama batuan, komposisi magma, afinitas magma, diferensiasi magma, temperature pembekuan dan kedalaman asal magma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fragmen breksi andesit dari Satuan Breksi Andesit peniron ini memiliki komposisi magma basalt andesitic yang telah mengalami diferensiasi magma tahap akhir yang mengubah komposisi magma menjadi intermediet yang terbentuk pada mekanisme konvergen (orogenic) pada kedalaman ± 175,28 Km dan suhu ± 1020 oC.
Potensi Akuifer Pada Batupasir Karbonatan Daerah Sijeruk dan Sekitarnya Kabupaten Banjarnegara Nopry Sulaiman; Ignatius Adi Prabowo; Oky Sugarbo
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sijeruk dan sekitanya terdapat pada Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dalam suatu kegiatan eksplorasi baik dalam hal bidang perminyakan ataupun juga bidang airtanah, parameter porositas merupakan sesuatu yang sangat penting. Hal ini dikarenakan porositas merupakan variabel utama dalam penentuan besaran cadangan fluida dalam suatu massa batuan. Salah satu litologi penyusun daerah penelitian adalah batupasir, berdasarkan hal tersebut, penyusun memiliki ketertarikan untuk melakukan penelitian terhadap batupasir yang ada pada daerah penelitian, yang termasuk ke dalam Formasi Penyatan untuk mengetahui nilai persentase dari porositas batupasir tersebut melalui sayatan petrografi dengan menggunakan cairan Blue Dye. Pada lokasi penelitian terdapat tiga titik lokasi sampel yang digunakan sebagai perbandingan pori dan penentuan sebagai akuifer pada satuan batupasir karbonatan Rambatan, secara umum dari ketiga sampel dapat dikatakan memiliki nilai pori yang diatas standar untuk dijadikan tolak ukur untuk akuifer.
Petroganesa Batuan Intrusi Diorit Berdasarkan Analisis Petrografi dan Geokimia Pada Daerah Pangentan dan Sekitarnya, Kecamatan Pangentan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah Muhammad Afifal Hidayah; Ignatius Adi Prabowo; Oky Sugarbo
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan pengamatan di lapangan kondisi geologi daerah penelitian, satuan batuan tersebut menerobos batuan yang paling tertua di daerah penelitian. Satuan intrusi diorite tersebut menempati kurang lebih 3% dari luas daerah penelitian.Oleh karena itu, penulis mencoba mengkaji secara khusus mengenai asal usul batuan diorite dan mengetahui genesis berupa afinitas magma, nama batuan dan lingkungan pembentukan magma serta kedalaman terbentuknya magma yang ada pada daerah penelitian dengan menggunakan pendekatan analisis geokimia, yaitu dengan menganalisis komponen utama kimia batuan dengan menggunakan metode XRF (X-ray Fluorescence) berdasarkan hasil analisis geokimia didapati bahwa komposisi batuan beku dari sampel LP 35 mengarah ke bawah atau basa. Adapun. Adapun persentase kandungan SiO2 sampel Intrusi Diorit sebesar 44,91 % dimana sampel Intrusi memiliki komposisi Basalt (Le Bas, 1986), berdasarkan hasil plotting jenis magma masuk kedalam Shoshonite series dan sumber dari dapur magma yang diperkirakan terdapat pada kedalaman sekitar ±25544 Km dengan suhu sekitar 1020 ᵒC
Studi Fasies Gunung Api Di Daerah Warangan Dan Sekitarnya, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah Muhammad Alif Pratama; Ev. Budiadi; Oky Sugarbo
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan daerah yang dilalui oleh jalur cincin gunungapi. Jajaran gunungapi terbentuk akibat adanya subduksi pada Lempeng Hindia – Australia dengan Lempeng Eurasia. Berdasarkan kenampakan menggunakan citra DEM, Kabupaten Wonosobo dijumpai adanya kenampakan beberapa khuluk yang mengindikasikan bahwa daerah tersebut pernah mengalami kegiatan vulkanik. Daerah penelitian berada pada Khuluk Beser dan Khuluk daerah Warangan dan sekitarnya, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan fasies gunung api pada Daerah Penelitian yaitu Khuluk Beser dan Khuluk Sumbing dengan menggunakan metode pemetaan geologi permukaan yang dibatasi oleh analisis geomorfologi, analisis citra DEM dan analisis stratigrafi pada daerah penelitian. Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis fasies gunung api pada Khuluk Beser dan Khuluk Sumbing daerah Warangan dan sekitarnya Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, menunjukkan bahwa daerah penelitian termasuk dalam morfologi gunung api tererosi tingkat muda dan dewasa.Pada Khuluk Beser terbagi menjadi satu fasies gunung api yaitu fasies proksimal yang dicirikan oleh litologi berupa aliran lava andesit piroksen dan aliran lava andesit hornblende. Pada khuluk Sumbing terbagi menjadi dua fasies gunung api yaitu fasies proksimal yang dicirikan oleh litologi berupa breksi aliran piroklastik dan litologi berupa aliran lava andesit. Pada fasies medial yang dicirikan oleh litologi berupa tuf jatuhan piroklastik.
Kolerasi Sebaran Batubara dan Pemidelan Open Pit Pada Lapangan X, Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Oky Sugarbo; Helmi, Hurien
Kurvamas Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Kemitraan, Kewirausahaan dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPMI Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvms.v1i2.5724

Abstract

This community service activity is a one of the Tri Dharma activities of lecturers in college. On this occasion, service activities were carried out by modeling the distribution of coal and open pits modeling as well as mining simulation calculations for 3 months. The method that used in this service is a design and calculation method using surface and subsurface data. The solution from this service will be in the form of modeling and calculation of mining both overburden and coal, stripping ratio, and mine planning design for 3 months. With the coal distribution and open pit modeling, we can find out the configuration of the seam, the correlation between the seam, the shape and structure of the coal seam and the identification for production activities. The feasibility of mining of course pays attention to and uses the parameters of the distribution or geometry of the coal and the design of the open pit. On the other hand, the results of this service can provide understanding and planning about mining simulations for 3 months so that the number of mechanical tools (fleets) suitable for the mining process can be determined which will later have implications for mining optimization.
PENDUGAAN SUMBER AIR TANAH DI DAERAH DESA KREMBANGAN, KEC. PANJATAN, KAB. KULON PROGO, D.I. YOGYAKARTA DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER Prastowo, Rizqi; Sugarbo, Oky; Hidayat, Eko Wahyu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 3 (2025): Vol. 9 No. 3, November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i3.513

Abstract

Desa Krembangan memiliki kondisi geologi yang beragam, mulai dari dataran berlempung di bagian selatan hingga perbukitan batugamping yang kering di bagian utara. Variasi karakter batuan tersebut menyebabkan distribusi air tanah yang tidak merata, sehingga sebagian masyarakat, terutama di wilayah tengah dan utara, mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih pada musim kemarau. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi awal mengenai potensi akuifer melalui survei geolistrik resistivitas menggunakan konfigurasi Schlumberger. Dua lintasan pengukuran sepanjang masing-masing 200 meter ditentukan berdasarkan kondisi geomorfologi dan aksesibilitas lapangan. Akuisisi data dilakukan dengan metode sounding, yaitu memperbesar jarak elektroda arus secara bertahap untuk memperoleh penetrasi kedalaman yang lebih baik. Hasil pengukuran kemudian diolah menggunakan pemodelan inversi resistivitas untuk menghasilkan penampang bawah permukaan. Nilai resistivitas rendah (<1 Ωm) diinterpretasikan sebagai zona jenuh air. Berdasarkan hasil pemodelan, akuifer teridentifikasi pada kedalaman sekitar 15–18 meter dengan ketebalan bervariasi antara 0,5 hingga 2 meter. Informasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan lokasi sumur bor yang lebih tepat, sehingga mampu meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Desa Krembangan secara berkelanjutan.
Volcano Stratigraphy of Kulon Progo Super Brigade Hartono, Hill Gendoet; Sugarbo, Oky
Indonesian Journal on Geoscience Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17014/ijog.13.1.143-157

Abstract

The research location is in the Kulon Progo Mountains, west of the Daerah Istimewa Yogyakarta province and part of Central Java. Several previous researchers have discussed the stratigraphy of the Kulon Progo Mountains region, following the rock unit grouping rules that have evolved from the past to the present. Approaches to clarify the geological conditions of the Kulon Progo Mountains and efforts to comply with Indonesian Stratigraphic Code standards are continuously being carried out. The purpose of this study is to identify volcanic stratigraphic units in the Kulon Progo Mountains using the principles and concepts of volcanic stratigraphy. The research methods used were surface geology research and remote sensing. The research conducted through surveys or field visits at specific locations was identified as key areas of interest. Remote sensing and topographic map analysis were also conducted to delineate the distribution of volcanic rocks and the boundaries of volcanic stratigraphic units. Laboratory analysis was conducted to strengthen the interpretation of volcanic rock genesis and thus support the interpretation of the presence of volcanoes in the study area. Comprehensive analysis is used to determine the location of ancient eruption sources, descriptions of coherent and pyroclastic lava, and the origin of volcanoes, which have developed quite significantly, as well as the volcanic stratigraphic units in the study area. The volcanic stratigraphic units of the Kulon Progo Mountains from the early to late activity periods are grouped into the Gajah Brigade, Ijo Brigade, and Menoreh Brigade stratigraphic units. The collection of volcanic stratigraphic units from the three brigades that built the Kulon Progo Mountains and were mapped at a scale of 1:100,000 is called Super Brigade Kulon Progo. The Gajah Brigade Unit is in the center, the Ijo Brigade Unit is in the south, and the Menoreh Brigade Unit occupies the northern part of Super Brigade Kulon Progo, which is in a relatively northeast-southwest trend. The Gajah Brigade covers the north side of Crown Bujel, which is bounded by a long escarpment that opens to the west, and the flat Crown Pencu is bounded by a curved escarpment that also opens to the west. Ijo Brigade is in the southern part of the Kulon Progo Mountains and has a relatively rounded shape, bounded by steep escarp- ments, especially on the north and east sides. The geological elements of the ancient volcano Ijo Brigade appear much clearer than those of the other brigade, so it is estimated that it is younger than the time the Gajah Brigade was formed. Ijo Brigade covers two ancient volcanic bodies, namely Ijo Crown in the north and Kukusan Crown in the south. Menoreh Brigade is in the northern part of the Kulon Progo Mountains and is the youngest of the three brigades that built Super Brigade Kulon Progo. The Menoreh Brigade encompasses the Gupit Crown, which is a dacite intrusive body, the smallest in diameter and the lowest in topography among the existing Crowns. The stratigraphy of the ancient volcanoes of the Kulon Progo Mountains is arranged by volcanic unit levels from large to small, namely Super Brigade, Brigade, and Crown.
POTENSI NIKEL LATERIT PADA PROSPEK PUU NUNU, KECAMATAN KABAENA SELATAN, KABUPATEN BOMBANA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA Qoyyibi, Dava Saliham; Sugarbo, Oky; Hartono, Hill Gendoet
KURVATEK Vol 11 No 1 (2026): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v11i1.5807

Abstract

Nickel occurrences in Indonesia are generally found as lateritic nickel deposits derived from the residual weathering of bedrock from ophiolite or ultramafic complexes. Sulawesi Island and the surrounding smaller islands possess significant nickel potential due to their complex geological setting. Therefore, a geological study is necessary to assess this potential by conducting surface mapping. The study area is located in Southeast Sulawesi and falls within the mining business license (IUP) area of PT. Tambang Bumi Sulawesi. This research aims to carry out surface geological mapping, with the objective of identifying geological conditions, including geomorphology, stratigraphy, geological structures, and resource estimation in areas with lateritic nickel potential. The results of the study indicate that the geomorphological units consist of strongly undulating-denudational hills and weakly to strongly undulating-denudational areas. The stratigraphy of the study area, from oldest to youngest, comprises lherzolite and hornblende pyroxenite of the Ultramafic Complex, which are unconformably overlain by mica schist and marble of the Pompangeo Complex. The geological structure is characterized by a sinistral (left-lateral) left slip fault trending northwest-southeast. Resource estimation using the ordinary kriging method yielded a total measured resource volume of 518,855 m³, with an estimated tonnage of 778,283 tons in the lateritic potential area.