Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh harga transfer, manajemen laba dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap penghindaran pajak Hendi, Hendi; Hadianto, Hadianto
FORUM EKONOMI Vol 23, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jfor.v23i3.10062

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh dari harga transfer, manajemen laba, dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap penghindaran pajak. Variabel bebas dalam penelitian terdiri dari harga transfer, manajemen laba, dan tanggung jawab sosial perusahaan. Faktor lain seperti ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage dan capital intensity ditambahkan sebagai variabel kontrol pada penelitian ini. Perusahaan sektor non perbankan dan keuangan lainnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2019 merupakan objek penelitian. Sampel penelitian berjumlah 182 perusahaan yang dipilih berdasarkan kriteria pemilihan sampel. Metode analisis regresi panel digunakan pada penelitian ini untuk memperoleh model regresi terbaik. Program SPSS dan Eview adalah program yang mendukung proses pengolahan seluruh data dalam penelitian ini. Hasil empiris dari penelitian ini menyatakan bahwa harga transfer berpengaruh signifikan, sedangkan manajemen laba dan tanggung jawab sosial perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap terjadinya penghindaran pajak. Perusahaan multinasional, kebijakan koreksi fiskal, dan pengungkapan CSR oleh perusahaan publik di Indonesia merupakan faktor yang turut mempengaruhi hasil empiris pada penelitian ini.
Toponimi Kampung Sarkanjut Nenggeng dan Cibudug dalam Persfektif Hermaneutik Hadianto Hadianto
PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol 5, No 2 (2020): Kolaborasi Seni Desain, Film, dan Media Digital
Publisher : Pascasarjana ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/pantun.v5i2.1421

Abstract

The naming of a village is not only based on geographical location, but also on the psychological character of the village. As in Leuwigoong Subdistrict, the naming of the village is from an oral tradition, namely "sasakala" or a legend about how the village was formed. The story is based on folklore which develops and is embedded in society so that it unconsciously becomes an attitude or behavior. The use of unusual words makes the village toponymy unique, funny and even ridiculous. In its development, several village names seemed unsuitable for use, and even embarrassed the residents. The name Kampung Sarkanjut was shortened to disguise the pornographic connotation of the word 'Sarkanjut' to 'SKJ'. This study applies Paul Ricoeur's hermeneutics, through three processes of cultural understanding, namely: (a) Understanding of the appreciation of symbols (language) towards thinking ideas, (b) Giving meaning by symbols and careful exploration of meaning, and (c) Thinking by using symbols as the starting point. Through the process of understanding Paul Ricoeur's hermeneutics, village toponymy represents a view of life or advice in living life. The use of the word "kuntung" as a symbol of the property which has been passed on from parents to their children is illustrated by the use of the bag ("kuntung") as a place to store small coins so that they are not scattered. The assets which are inherited will be the responsibility of the children and their descendants to be cared for and guarded for the next generation. Life is always connected with other people. Humans are obliged to maintain social relations among humans, to complement and benefit each other.Keywords: Toponymy, Sasakala, identity, hermeneutics
Intensitas Pacaduan dalam Pola Hidup Masyarakat Kampung Sarkanjut Hadianto Hadianto; Retno Dwimarwati; Dinda Satya Upaja Budi
PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol 7, No 2 (2022): Keragaman Seni Tradisional & Media Baru
Publisher : Pascasarjana ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/pantun.v7i2.2254

Abstract

The patern of community life is the result of ancestral ideas for the future life of the community. This lifestyle is agreed upon by certain communities as a way of life and is passed on to the next generation. The patern of life in the Sundanese people is passed down from karuhun or ancestors to their descendants through oral tradition. This is intended to facilitate the process of inheritance. One of the oral traditions found in the lifestyle of the people of Sarkanjut village is pacaduan. Pacaduan or prohibition in the life of Sarkanjut people consists of cadu beunghar and cadu nyinghareup kaler. Those two pacaduan or prohibition have a deep message to convey. The method used in this study was qualitative by using the intensity approach of representation theory. This approach is aimed to reveal the reasons why cadu beunghar and cadu nyinghareup kaler exist in Sarkanjut community. This research tries to understand the conventions or rules mentioned in the races so that they can be understood and be implemented by the people of Sarkanjut todays.Keywords: Patern of life, oral tradition, competition, intensity, representation  ABSTRAKPola hidup masyarakat merupakan hasil pemikiran leluhur untuk kehidupan masyarakat yang akan datang, pola hidup ini disepakati oleh masyarakat tertentu sebagai pegangan hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Pola hidup pada masyarakat Sunda diwariskan dari karuhun atau leluhur kepada keturunannya melalui tradisi lisan, hal ini dimaksudkan untuk dapat mempermudah proses pewarisannya. Tradisi lisan yang ditemukan dalam pola hidup masyarakat kampung Sarkanjut salah satunya adalah pacaduan, pacaduan atau larangan dalam kehidupan masyarakat Sarkanjut terdiri dari cadu beunghar dan cadu nyinghareup kaler, dari kedua pacaduan tersebut tentunya memiliki pesan mendalam yang ingin disampaikan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan intesitas dari teori representasi, pendekatan ini dimaksudkan agar dapat diketahui dapat ditemukan alasan-alasan mengapa hadirnya cadu beunghar dan cadu nyinghareup kaler pada masyarakat Sarkanjut. Penelitian ini diharapkan dapat memahami konvensi atau aturan yang sebutkan dalam pacaduan hingga dapat dipahami secara logis dan dapat dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat Sarkanjut saat ini.
MERANCANG LOGO BRANDING DAN TAGLINE BANDUNG EASY EXPORT BAGI PARA PELAKU UKM Fillah Nadzul Rohman; Fajar Ahmad Faisal; Hadianto Hadianto
Kreatif : Jurnal Karya Tulis, Rupa, Eksperimental dan Inovatif Vol. 5 No. 1 (2023): KREATIF : Jurnal Karya Tulis, Rupa, Eksperimental dan Inovatif
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/files.v5i1.53

Abstract

Bandung adalah salah satu Kota besar di Indonesia, yang dikenal sebagai Kota paling kreatif dimana masyarakatnya selalu menghasilkan produk-produk kreatif unggulan yang disukai banyak orang. Kultur UMKM dan UKM Kota Bandung yang kuat mendorong para pelaku usaha untuk terus berinovasi guna meningatkan daya saing. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung selaku perangkat daerah yang memiliki tugas untuk melaksanakan program pembinaan dibidang Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung. Dalam upaya meningkatan pertumbuhan ekonomi Kota Bandung dari sektor perdagangan melalui peningkatan nilai ekspor baik dari sektor industri maupun partisipasi pelaku Usaha Kecil dan Menengah di Kota Bandung, maka perlu adanya materi promosi dagang produk unggulan Kota Bandung berupa tagline dan profil Kota Bandung dalam bentuk logo atau simbol, sebagai sub/bagian yang tidak terpisahkan dari materi kampanye pencitraan Indonesia di bidang perdagangan. Tujuan perancangan branding logo dan tagline ini adalah sebagai upaya membentuk identitas kampanye perdagangan ekspor agar dapat diketahui dan dipahami oleh publik terutama para pelaku UKM khususnya Kota Bandung. Perancangan Logo dan tagline Bandung Easy Export ini menggunakan metode Design Thinking, dimana ada 5 tahapan yaitu, Emphatize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Perancangan logo dan tagline ini, diharapkan mampu memberi dampak positif dalam program yang dicanangkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung, bagi para pelaku UKM Kota Bandung untuk produk unggulan yang mereka miliki. Untuk meningkatan daya saing melalui perdagangan secara ekspor.
PERANCANGAN IKON CAGAR BUDAYA DAN MANUSKRIP DALAM LOGO OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN KOTA BANDUNG Muhamad Rafli Ramdan; Martien Roos Nagara; Hadianto Hadianto
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v12i1.3510

Abstract

Icons are one of the main elements in communicating and introducing visual identity to the outside world. The design of cultural heritage icons and manuscripts in the Bandung City Cultural Advancement Object logo is one of the programs created by the Bandung City Government which is also written in Bandung City Regional Regulation No. 7 of 2023 concerning the Advancement of Culture. The Bandung City Disbudpar collaborated with lecturers and students at the Bandung College of Technology majoring in Visual Communication Design in the process of forming a visual identity in the form of the Bandung City OPK logo and icon. The design of cultural heritage icons and manuscripts was created to create a visual identity to preserve the rich history and cultural heritage of the city of Bandung. This icon is designed to include elements typical of cultural heritage and manuscripts. The Cultural Heritage icon represented by the classic architectural form of the roof of Bank Mandiri (EX–nedhandel N.V) on Jalan Asia Afrika No. 01, while manuscript icons can be found in manuscripts, fibers, books and chronicles. It is hoped that the design of the Bandung City OPK icon can become an icon that arouses a sense of pride, increases public awareness of cultural riches, and has an interest in cultural development that attracts the outside world and strengthens the image of the City of Bandung. Keywords: Icon Design, Cultural Heritage, Manuscripts, Logos, Bandung City --------------------------------------------------------------------- Ikon menjadi salah satu elemen utama dalam mengkomunikasikan dan memperkenalkan identitas visual kepada dunia luar. Perancangan ikon cagar budaya dan manuskrip dalam logo Objek Pemajuan Kebudayaan Kota Bandung merupakan salah satu program yang dibuat oleh Pemerintah Kota Bandung yang juga tertulis di dalam Perda Kota Bandung No. 7 Tahun 2023 Tentang Pemajuan Kebudayaan. Disbudpar Kota Bandung melakukan berkolaborasi bersama dosen serta mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Bandung jurusan Desain Komunikasi Visual dalam proses pembentukan identitas visual berupa logo dan ikon OPK Kota Bandung. Perancangan ikon cagar budaya serta manuskrip dibuat untuk menciptakan identitas visual untuk melestarikan kekayaan sejarah dan warisan budaya Kota Bandung. Ikon ini dirancang dengan memasukkan elemen khas cagar budaya dan manuskrip. Ikon Cagar Budaya yang diwakili oleh bentuk arsitektur klasik dari atap Bank Mandiri (EX–nedhandel N.V) di Jalan Asia Afrika No. 01, sementara ikon manuskrip dapat ditemui pada naskah, serat, kitab, dan babad. Perancangan ikon OPK Kota Bandung diharapkan dapat menjadi ikon yang membangkitkan rasa kebanggaan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan kebudayaan, serta memiliki minat terhadap pembangunan kebudayaan yang menjadi daya tarik dunia luar dan memperkuat citra Kota Bandung. Kata Kunci: Perancangan Ikon, Cagar Budaya, Manuskrip, Logo, Kota Bandung
PERANCANGAN IKON TEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL DALAM OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN KOTA BANDUNG Prasetia, Diki Achmad; Hadianto, Hadianto; Regita, Roseilda; Aji, Widiyanto Satrio
Kreatif : Jurnal Karya Tulis, Rupa, Eksperimental dan Inovatif Vol. 5 No. 2 (2023): KREATIF : Jurnal Karya Tulis, Rupa, Eksperimental dan Inovatif
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/files.v5i2.60

Abstract

Perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi yang sangat pesat di era globalisasi menimbulkan tantangan dalam pelestarian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tradisional. Perancangan ikon pengetahuan dan teknologi tradisional dalam Objek Pemajuan Kebudayaan Kota Bandung menjadi suatu aspek penting dalam menindaklanjuti program pemerintah Kota Bandung yang tertera dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 7 Tahun 2023 Tentang Pemajuan Kebudayaan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung telah bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Bandung dalam perancangan Logo OPK dan Ikon masing-masing OPK Kota Bandung. Perancangan ikon OPK Kota Bandung ini bertujuan untuk merancang ikon yang dapat merepresentasikan masing-masing dari OPK Kota Bandung dan untuk mempermudah dalam pengelompokannya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mencari dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, berita dan website. Ikon Pengetahuan Tradisional yang telah dibuat merupakan representasi dari ilmu pengetahuan tradisional kalender atau tentang perhitungan waktu berdasarkan pergerakan bulan dan bintang yang membentuk rasi bintang. Ikon Teknologi Tradisional yang telah dibuat merupakan representasi dari alat tradisional lisung yaitu alat yang digunakan untuk menumbuk padi secara tradisional. Penerapan ikon ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah kemajuan dalam melestarikan dan mempertahankan kebudayaan tradisional Kota Bandung. Dengan adanya penerapan ikon OPK pengetahuan dan teknologi tradisional ini juga diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk terus mempelajari budaya tradisional Kota Bandung dan mengajarkannya kepada generasi muda.
PERANCANGAN IKON CAGAR BUDAYA DAN MANUSKRIP DALAM LOGO OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN KOTA BANDUNG Ramdan, Muhamad Rafli; Nagara, Martien Roos; Hadianto, Hadianto
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 12 No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v12i1.3510

Abstract

Icons are one of the main elements in communicating and introducing visual identity to the outside world. The design of cultural heritage icons and manuscripts in the Bandung City Cultural Advancement Object logo is one of the programs created by the Bandung City Government which is also written in Bandung City Regional Regulation No. 7 of 2023 concerning the Advancement of Culture. The Bandung City Disbudpar collaborated with lecturers and students at the Bandung College of Technology majoring in Visual Communication Design in the process of forming a visual identity in the form of the Bandung City OPK logo and icon. The design of cultural heritage icons and manuscripts was created to create a visual identity to preserve the rich history and cultural heritage of the city of Bandung. This icon is designed to include elements typical of cultural heritage and manuscripts. The Cultural Heritage icon represented by the classic architectural form of the roof of Bank Mandiri (EX–nedhandel N.V) on Jalan Asia Afrika No. 01, while manuscript icons can be found in manuscripts, fibers, books and chronicles. It is hoped that the design of the Bandung City OPK icon can become an icon that arouses a sense of pride, increases public awareness of cultural riches, and has an interest in cultural development that attracts the outside world and strengthens the image of the City of Bandung.
Rate of Return (RoR) and Return on Investment (RoI) of Indonesia and India Sari, Rika Yohana; Utami, Batina Yulia; Hadianto, Hadianto; Yahya, Yahya
Advances In Social Humanities Research Vol. 2 No. 7 (2024): Advances in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v2i7.258

Abstract

In the era of globalization and economic liberalization, cross-border investment has become the main strategy for developing countries to increase their economic growth and global competitiveness. This research aims to explore and compare RoR and RoI in Indonesia and India and identify key factors that influence the differences in RoR and RoI between the two countries. This research method uses literature study and conceptual analysis to collect and analyze data from various sources. The research results show that the comparison of RoR and RoI between Indonesia and India involves various factors such as macroeconomic conditions, infrastructure, political stability, investment regulations, labor market, market, and industry, as well as innovation and technology. The two countries show significant differences and similarities in these factors, which influence investment returns. Indonesia has relatively good political stability and a developed capital market, while India stands out in the technology sector and economic reform. However, challenges such as complex regulations, inadequate infrastructure, and fluctuations in currency exchange rates remain obstacles to achieving optimal ROI for investors.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengembangan Desain Inovatif Ecoprint Berbasis Kolaborasi pada Produk Interior Bernilai Komersial Damayanti, Sri Erina; Abdulllah, Siti Sarah; Fitriani, Ida; Mualimah, Hadah; Hadianto, Hadianto; Apriliani, Windi; Roslyani, Anggi Tien; Fitri, Syifa Aulia; Ridho Hutama, Brian Damastu
JE (Journal of Empowerment) Vol 6, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i2.5945

Abstract

Abstract         Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas perempuan perajin di Desa Bojong, Kabupaten Cianjur melalui inovasi teknik ecoprint berbasis desain interior. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan inovasi produk dan minimnya kemampuan pemasaran digital. Melalui pelatihan ecoprint lanjutan, workshop desain interior, dan pendampingan digital marketing, kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis, kualitas produk, serta jangkauan pasar mitra. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan kreativitas perajin hingga 80% dan peningkatan omzet sebesar 75%. Program ini juga memperkuat peran perempuan dalam ekonomi kreatif berkelanjutan dan pelestarian lingkungan melalui penggunaan teknik ramah lingkungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis seni dan teknologi yang dapat direplikasi di daerah lain. AbstractThis community service program aims to empower a group of female artisans in Bojong Village, Cianjur Regency, through innovative eco-print techniques applied to interior design products. The main challenges faced by the partners were limited product innovation and a lack of digital marketing skills. Through advanced eco-print training, interior design workshops, and digital marketing assistance, this project successfully improved technical skills, product quality, and market access. The results show an 80% increase in creative capacity and a 75% rise in sales turnover. This program also strengthens women’s roles in sustainable creative economies and environmental preservation by using eco-friendly production methods. The initiative is expected to serve as a replicable model of community empowerment that integrates art and technology.