Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KECEMASAN PERAWAT MASA PANDEMI COVID 19: TINJAUAN LITERATURE Juwi Athia Rahmini; Widyawati -
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v5i1.1509

Abstract

The anxiety experienced by nurses during the COVID-19 pandemic is a feeling that cannot be avoided and affects the performance of nurses in providing nursing care.  The purpose of article aims to describe nurses' anxiety during the COVID-19 pandemic. The method used is Narrative literature review by searching articles from Google Scholar dan DOAJ  database with keyword nurse anxiety in COVID-19. The result of those articles are nurses experienced anxiety in providing nursing care during the COVID-19 pandemic. This anxiety is associated with age, female gender, experience, inadequate availability of personal protective equipment, lack of training on preparedness to face the COVID-19 pandemic outbreak. Nurses experience anxiety in carrying out nursing care during the COVID-19 pandemic. The government within hospital policies can anticipate intervening psychologically for nurses during a pandemic, such as providing consulting services, the availability of adequate personal protective equipment, and training for preparedness to face the COVID-19 pandemic effectively.
Inovasi Kesehatan Terkini Sebagai Strategi Efektif Pada Manajemen Diabetes Di Masa Pandemi: Sebuah Tinjauan Literature Juwi Athia Rahmini; Dwi Kartika Rahayuningtyas
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 2 (2020): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v5i2.453

Abstract

Diabetics are increasing every year in the world, including in Indonesia. The ministry of health has carried out a solution to control diabetes, but the role of nurses as educators is not yet clearly defined, especially using technological innovations via cell phones or the web. This article aims to describe the development of technological innovations in the perspective of treating diabetes patients based on remote care using cellphone or web technology that can be used in a new adaptation period. The method used is a narrative literature review. Smartphone or web technology offers great benefits for diabetic patient care, behavior modification and education. Interactive Diabetes Diary is proven to help improve this way and is very easy to use. Diabetes management via cell phone or web is one solution for the latest nursing care services in improving the health status of diabetes patients.
Faktor predisposisi yang berhubungan dengan perilaku merokok pada mahasiswa Widyawati Widyawati; Juwi Athia Rahmini; Sri Dhamayani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 4 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i4.7277

Abstract

Background: Smoking habits provide enjoyment for smokers but can have a bad impact on smokers themselves and those around them so the smoking problem has become a national problem where Indonesia is still the third country with the most active smokers in the world.Purpose: To find out what predisposing factors are related to smoking behavior in students of the D3 Electrical Technology Study Program at STIKes Binalita Sudama Medan.Method: This type of research is quantitative research, with a cross-sectional approach. The population is students, the sample is 60 respondents. The analysis used univariate, bivariate, and multivariate. The statistical test used is the Chi-Square test and the multiple linear regression test.Results: Respondents who smoked were 29 respondents (48.3%). The results of the bivariate analysis showed that the variables related to smoking behavior in respondents were, level of knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.002), action (p = 0.001), psychological reasons: felt difficulty in learning (p = 0.040), seen cool (p = 0.009), wants to be accepted in the association (p = 0.020).Conclusion: There is a significant relationship between predisposing factors (knowledge, attitudes, actions and psychological reasons) with smoking behavior in students. The most dominant factor related to smoking behavior in respondents is knowledge (B value = 0.375 and p = 0.000).Keywords: Smoking Behavior; Knowledge; Attitudes; StudentPendahuluan : Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi perokok, tetapi dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi perokok itu sendiri maupun orang di sekitarnya, sehingga masalah rokok sudah menjadi masalah nasional dimana Indonesia masih menjadi negara ketiga dengan perokok aktif terbanyak di dunia. Tujuan : Mengetahui faktor predisposisi apa saja yang berhubungan dengan perilaku merokok pada mahasiswa Program Studi D3 Teknologi Elektro Medis STIKes Binalita Sudama Medan,Metode : Penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasinya mahasiswa, dengan sampelnya 60 responden. Analisis yang digunakan univariat, bivariat dan multivariat. Uji statistic yang digunakan adalah uji Chi Square dan uji regresi linear bergandaHasil : Responden yang merokok sebanyak 29 responden (48,3%). Hasil analisa bivariat didapatkan variabel yang berhubungan dengan perilaku merokok pada responden adalah, tingkat pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,002), tindakan (p=0,001), alasan psikologis: merasa kesulitan dalam pelajaran (p=0,040), terlihat keren (p=0,009), ingin diterima dalam pergaulan  (p=0,020).Simpulan : Terdapat hubungan bermakna antara faktor predisposisi (pengetahuan, sikap, tindakan dan alasan psikologis) dengan perilaku merokok pada mahasiswa. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku merokok pada responden adalah pengetahuan (Nilai B = 0,375 dan p = 0,000)
INTERVENSI TEPID SPONGE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERTERMIA PADA PASIEN An. K BRONKOPNEUMONIA: Studi Kasus Juwi Athia Rahmini
Jurnal Darma Agung Vol 30 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v30i1.2719

Abstract

Bronkopneumonia adalah peradangan paru yang disebabkan oleh organisme spesifik patogen bakteri,virus, dengan gejala hipertermia, gelisah, dispnoe, nafas cepat dan dangkal, muntah, diare, serta batuk kering dan produktif. Hipertermia terjadi karena perubahan termoregulasi di hipotalamus, yang disebabkan adanya gangguan pada sisitem tubuh. Hipertermia jika tidak diatasi segera akan menimbulkan komplikasi berupa dehidrasi dan kejang serta membahayakan keselamatan anak dan . Tepid water sponge (TWS) suatu prosedur yang dengan mengkompres menggunakan air hangat keseluruh tubuh dan di area pembuluh darah yang besar, sehingga membantu menurunkan suhu tubuh anak yang mengalami Bronkopneumonia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui asuhan keperawatan yang berfokus kepada efektifitas TWS sebagai intervensi dalam pemberian asuhan keperawatan pada anak Bronkopneumonia dengan masalah hipertermia. Desain yang dipakai adalah studi kasus pada kasus An. K usia 2 tahun yang diidagnosis bronkopneumonia dengan masalah keperawatan hipertermia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan TWS dengan pemberian antipiretik yang dilakukan selama 6 hari mampu mengatasi masalah hipertermia pada anak. TWS diharapkan dapat dikembangkan menjadi intervensi dalam melakukan asuhan keperawatan mandiri yang disertai dengan rekomendasi kolaborasi antipiretik pada anak dengan hipertermia serta penkes terkait hipertermia bagi keluarga.
Pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penggunaan masker dalam pencegahan penularan Covid-19 pada mahasiswa Juwi Athia Rahmini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 8 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i8.8534

Abstract

Background: The history of cases of transmission of covid-19 in Indonesia is very high, especially in the city of Medan. Observations made show that students still do not follow the attitude of using the mandatory three-layer mask or disposable masks when adjusting to face-to-face learning is limited. The attitude of the students looks normal and they are not worried about contracting a covid-19 infection or the omicron variant. The results of interviews with students stated that in the surrounding environment, the use of masks was rare, even from information obtained online that the use of masks did not necessarily prevent the transmission of infections from various diseases. Furthermore, the ease of access to obtaining knowledge about the use of masks in preventing transmission of covid-19 in the 4.0 era can influence student attitudes. Even though the omicron variant has appeared as many as 414 positive confirmed cases in Indonesia. No similar research has been conducted at the Binalita Sudama High School in Medan.Purpose: Identify the relationship between the level of knowledge and attitudes against face mask-wearing behaviors to prevent Covid-19 among studentsMethod: A quantitative study using a correlation descriptive research design, with a total sampling technique with a non-random sampling method. The sample size was all students as 100 respondents. Questionnaires were used to obtain demographic data, attitudes, and the level of student's knowledge of the behavior of wearing masks.Results: Shows a high level of student knowledge and positive attitudes about the use of masks. The results of the analysis show that there is no relationship between the level of knowledge and attitudes toward the behavior of wearing masks.Conclusion: The student's knowledge and attitudes toward the behavior of wearing masks, which can be used as a basis for further qualitative research.Keywords: Knowledge; Attitudes; Behaviors; Mask; Prevention;  Covid-19; StudentsPendahuluan: Riwayat kasus penularan covid-19 di Indonesia sangat  tinggi, khususnya kota Medan. Observasi yang dilakukan menunjukkan mahasiswa masih belum  mengikuti sikap penggunaan wajib masker tiga lapis atau masker  sekali pakai saat  penyesuain pembelajaran tatap muka terbatas. Sikap mahasiswa  terlihat  biasa saja dan tidak khawatir  tertular  infeksi covid-19 atau varian omicron.  Hasil wawancara kepada mahasiswa menyatakan dilingkungan sekitarnya penggunaan masker sudah jarang, bahkan dari informasi yang didapat secara online bahwa penggunaan masker belum tentu dapat mencegah penularan infeksi dari berbagai penyakit. Selanjutnya,  kemudahan akses mendapatkan informasi pengetahuan tentang penggunaan masker dalam mencegah penularan covid-19 di era 4.0 dapat mempengaruhi sikap mahasiswa. Padahal varian omicron telah muncul sebanyak 414 kasus terkonfirmasi positif di Indonesia. Penelitian yang serupa belum ada dilakukan di Sekolah Tinggi Binalita Sudama Medan.Tujuan: Mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penggunaan masker dalam pencegahan penularan Covid-19 pada mahasiswaMetode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan design penelitian deskriptif korelasi, dengan teknik total sampling dengan metode non-random sampling dan seluruh mahasiswa STIKes Binalita angkatan tahun 2019 sebagai 100 responden. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data demografi, sikap dan tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap perilaku penggunaan masker.Hasil: Menunjukkan tingkat pengetahuan mahasiswa tinggi dan sikap positif tentang penggunaan masker. Hasil analisa menunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penggunaan masker.Simpulan: Menjadi gambaran pengetahuan dan sikap mahasiswa terhadap perilaku penggunaan masker, yang dapat dijadikan landasan dilakukan penelitian lanjutan secara kualitatif.
Personal Protective Equipment (PPE) and Nurses’ Anxiety During the Covid-19 Pandemic Juwi Athia Rahmini; Sri Dhamayani; Widyawati Widyawati; Martiningsih Martiningsih; Ai Cahyati; Dian Novita; Eka Budiarto; Amelia Arnis
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 5, No 1 (2023): APRIL
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v5i2.350

Abstract

Anxiety felt by nurses is a vague fear accompanied by feelings of uncertainty, helplessness, isolation, and insecurity when performing nursing care during the Covid-19 pandemic. Nurses need personal protective equipment as a barrier against substance penetration, solid, liquid, or airborne particles to protect against injury or the spread of disease. The purpose of this study is to identify characteristics, length of work, PPE training, Psychologic services, PPE access, booster vaccination, standard PPE nurse anxiety and the correlation between PPE and anxiety on nurses in the COVID-19 room. This research is a quantitative study using a causal - comparative study design that is non-experimental (ex post facto). The sampling method used is purposive sampling technique approach with a sample of 90 respondents using data entry with demographic data sheet, PPE completeness checklist sheet to determine PPE completeness and to determine nursing anxiety using the Hamilton Anxiety Rating Scale questionnaire. Results showed the majority of nurses were middle-aged, woman, diploma, married, working more than 2 years, have participated in PPE training, not aware of access to psychological service, experienced easy accessibility of PPE, has not received a booster vaccine, using standardized PPE and experienced mild anxiety. This study shows that there is no significant difference in mean (p value> 0.05), which means that PPE training, psychological services, access to PPE, booster vaccinations, standardized PPE did not correlate to nurses’ anxiety. The government is expected to give intervention through policies to address nurses’ anxiety and factors related to this, such as providing effective counselling services.
PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE) AND NURSE ANXIETY DURING THE COVID-19 PANDEMIC Juwi Athia Rahmini
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 02 (2021): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i02.1538

Abstract

Latar belakang: Kecemasan dirasakan perawat adalah rasa takut yang samar-samar yang disertai oleh perasaan ketidak pastian, ketidak berdayaan, isolasi, dan ketidak amanan saat melakukan asuhan keperawatan pada masa pandemi Covid-19. Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan memerlukan Alat pelindung diri sebagai penghalang terhadap penetrasi zat, partikel padat, cair, atau udara untuk melindungi diri dari cedera atau penyebaran penyakit.Tujuan: Mengetahui pengaruh penggunaan standar Alat Pelindung Diri terhadap kecemasan perawat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan design penelitian studi kausal – komparatif yaitu non-eksperimental (ex post facto). Metode sampling yang digunakan yaitu Non-probability sampling dengan pendekatan consecutive sampling dengan jumlah sampel 90 responden yang menggunakan lembar cheklist kelengkapan APD, observasi dan kuesioner Hamilton AnxietyRating Scale (HAM-A) dan data diolah dengan menggunakan uji post hoc test. Hasil: Perawat mayoritas mengalami kecemasan ringan sebanyak 27 orang (30%). Penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan mean yang signifikan (p value> 0,05) yang berarti tidak terdapat pengaruh pada standar APD terhadap kecemasan perawat. Saran: Pemerintah melalui kebijakan di Rumah Sakit diharapkan melakukan intervensi dan evaluasi terhadap kecemasan perawat dan faktor yang berhubungan dengan kecemasan perawat seperti penyediaan layanan konsultasi perlu dilakukan secara efektif.
PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE) AND NURSE ANXIETY DURING THE COVID-19 PANDEMIC Juwi Athia Rahmini
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 02 (2021): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i02.1538

Abstract

Latar belakang: Kecemasan dirasakan perawat adalah rasa takut yang samar-samar yang disertai oleh perasaan ketidak pastian, ketidak berdayaan, isolasi, dan ketidak amanan saat melakukan asuhan keperawatan pada masa pandemi Covid-19. Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan memerlukan Alat pelindung diri sebagai penghalang terhadap penetrasi zat, partikel padat, cair, atau udara untuk melindungi diri dari cedera atau penyebaran penyakit.Tujuan: Mengetahui pengaruh penggunaan standar Alat Pelindung Diri terhadap kecemasan perawat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan design penelitian studi kausal – komparatif yaitu non-eksperimental (ex post facto). Metode sampling yang digunakan yaitu Non-probability sampling dengan pendekatan consecutive sampling dengan jumlah sampel 90 responden yang menggunakan lembar cheklist kelengkapan APD, observasi dan kuesioner Hamilton AnxietyRating Scale (HAM-A) dan data diolah dengan menggunakan uji post hoc test. Hasil: Perawat mayoritas mengalami kecemasan ringan sebanyak 27 orang (30%). Penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan mean yang signifikan (p value> 0,05) yang berarti tidak terdapat pengaruh pada standar APD terhadap kecemasan perawat. Saran: Pemerintah melalui kebijakan di Rumah Sakit diharapkan melakukan intervensi dan evaluasi terhadap kecemasan perawat dan faktor yang berhubungan dengan kecemasan perawat seperti penyediaan layanan konsultasi perlu dilakukan secara efektif.
Behaviour and Health Complaints due to Laptop Use Among Students of Stikes Binalita Sudama Medan Rahmini, Juwi Athia; Lubis, Elvi Susanti; Desyani, Ni Luh Jayanthi
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 12 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v12i2.2382

Abstract

Pendahuluan Mahasiswa memiliki intensitas frekuensi dan durasi penggunaan laptop yang cukup besar padahal desain laptop yang beragam dapat mengakibatkan keluhan kesehatan fisik dan mata. Perilaku penggunaan laptop memberikan efek yang buruk bagi mahasiswa seperti memengaruhi proses belajar akibat keluhan kesehatan saat menggunakan laptop. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan perilaku penggunaan laptop dan keluhan kesehatan akibat penggunaan laptop. Metode menggunakan cross sectional dengan accidental sampling dan perhitungan sampel slovin, dengan jumlah responden 88 orang. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pengguna laptop ada mahasiswi, angkatan 2022, dan lebih banyak menggunakan laptop diluar lingkungan kampus. Mahasiswa yang menggunakan laptop dengan postur baik, ukuran laptop yang besar, dan mayoritas ada keluhan kesehatan ringan, akan tetapi frekuensi dan durasi penggunaan laptop yang tinggi. Analisis lebih lanjut menunjukkan tidak terdapat hubungan perilaku dan keluhan kesehatan penggunaan laptop dan keluhan kesehatan. Kesimpulan; keluhan kesehatan ringan pada mahasiswa perlu di intervensi agar dapat mengantisipasi komplikasi kesehatan lainnya.
Pengaruh Video Edukasi Sleep Hygiene dan Online Sleep Diary pada Peningkatan Kualitas Tidur Mahasiswa STIKes Binalita Sudama Medan Astuti, Tani; Rahmini, Juwi Athia; Ulfa Hanim; Suryanto, Bambang; Siregar, Tuful Zuchri; Martiningsih
Bima Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v7i1.1942

Abstract

Students are a vulnerable age group with academic responsibilities, which puts them at risk of sleep problems. Student sleep problems are associated with various challenges such as high academic pressure, social obligations, social media distractions, responsibilities, and varied schedules. Students have poor sleep quality due to personal and environmental factors. Students extensively use technology in the learning process for communication. Videos enhance the learning process and yield better learning outcomes. The use of educational videos also increases student engagement and participation in understanding topics more effectively and enhances interest in the learning process. Therefore, sleep hygiene education through videos and online sleep diaries will be highly beneficial in improving students’ sleep quality. Similar research has not yet been conducted at STIKes Binalita Sudama Medan. The aim was identify the impact of educational videos on sleep hygiene and online sleep diaries on improving students’ sleep quality. This study employed a quasi-experimental design with a control group, using purposive sampling on 15 respondents in the intervention group and 15 respondents in the control group. The measurement tool used was the Pittsburgh Sleep Quality Index questionnaire. Statistical analysis was conducted using a t-test. The study showed educational videos on sleep hygiene and online sleep diaries significantly influenced the improvement of sleep quality among students at STIKes Binalita Sudama. Implementing educational videos for students experiencing sleep issues and evaluating sleep problems after implementing sleep hygiene education and online sleep diaries can improve students’ sleep quality.