Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

E-Marketing and Halal Product Assurance Razali, Ramadhan; Maulina, Isra; Sufrizal
Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan dan Ekonomi Islam Vol 14 No 2 (2022): Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan Dan Ekonomi Islam
Publisher : State of Islamic Institute Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jurisprudensi.v14i2.3955

Abstract

The purpose of this study is to analyze the implementation of UU-JPH in Aceh Province and the extent to which halal product labeling is produced through e-marketing. The type of this research is qualitative research with literature review data collection method. In this study, the authors analyze the implementation of the UU-JPH in Aceh Province and the development of selling halal products through e-marketing. In this study, researchers also discussed the development of halal labeling. The conclusion of this research is that the implementation of UU-JPH in Aceh Province has not been maximized. In addition, in the e-marketing strategy, halal labels are essential to increase people's buying interest
Pro dan Kontra Usia Perkawinan pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Pasca Revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dalam Perspektif Islam Sufrizal; Azmi, Ulil; Anzaikhan, M.
Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan dan Ekonomi Islam Vol 14 No 1 (2022): Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan Dan Ekonomi Islam
Publisher : State of Islamic Institute Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jurisprudensi.v14i1.5378

Abstract

Studi analisis ini dilatarbelakangi oleh adanya problematika yang muncul setelah perubahan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, usia laki-laki dan perempuan yang hendak menikah disamakan menjadi 19 Tahun. Problematika yang muncul pascaperubahan Undang-Undang tersebut adalah meningkatnya jumlah permohonan dispensasi kawin. Hal ini sangat kontradiktif dengan Ulama Syafi’iyyah dan Hanabilah yang menentukan masa dewasa itu mulai dari umur 15 tahun. Artikel ini termasuk dalam penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif. Metodologi yang digunakan adalah studi analisis deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, meskipun kontradiksi hukum terjadi masyarakat pada umumnya tetap menerima kedewasaan dengan tanda-tanda datang haid bagi perempuan dan mimpi basah (ihtilam) bagi laki-laki. Selain itu, local wisdom juga memainkan peran penting terkait variasi penentuan usia perkawinan yang diimplementasikan di daerah masing-masing.
Peningkatan Layanan Pendidikan Anak-Anak Melalui Program Rumah Les (RULES) Terhadap Masyarakat Desa Buket Tiga Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur Sufrizal; Maulina, Isra; Mudasir, Aidil; Salwa Afifah, Isra; Iqbal El Ache Muli, Muhammad; Adha Harahap, Akmaliyah; Lestari, Legi; Amanda, Lusia
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (Desember 2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v2i2.2271

Abstract

Desa Buket Tiga di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, telah menjadi fokus perhatian mahasiswa dari IAIN Langsa sebagai desa yang mereka bina. Keuchik Bambang, yang menjabat sebagai kepala gampong, memiliki harapan agar desa ini berkembang dalam bidang pendidikan dan menjadi sebuah kampung yang mengikuti prinsip-prinsip Islam sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Aceh Timur. Untuk mencapai tujuan ini, mereka telah melaksanakan kegiatan pengabdian berupa program belajar di balai desa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui sesi belajar tambahan, di mana kami memberikan bimbingan kepada anak-anak untuk meningkatkan minat mereka dalam belajar dan membantu mereka memahami materi pelajaran yang mungkin belum mereka mengerti saat belajar di sekolah. Program ini memberikan motivasi tambahan kepada siswa untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka dengan baik, dan tidak ada lagi tugas yang terlupakan karena ada bimbingan yang diberikan. Selain itu, pemahaman siswa terhadap materi pelajaran di sekolah meningkat karena mereka dapat mengulang materi yang telah dipelajari.
Manajemen Kurikulum Pendidikan Islam di SDIT Cendekia Takengon Aceh Tengah Hamdan; Asnawi; Sufrizal
Ta'dib: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/tdb.v13i2.326

Abstract

Dewasa ini globalisasi sedang menjadi topik utama dalam berbagai aspek kehidupan karena arus globalisasi mengakibatkan perkembangan teknologi semakin pesat agar dapat merasakan manfaat globalisasi perlu memiliki kemampuan bila tidak bukan tidak mungkin akan terjajah oleh bangsa lain.SDIT Cendekia merupakan Salah satu sekolah yang terbilang baru di Takengon, yang baru berdiri beberapa tahun terakhir akan tetapi mampu menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan putra putrinya kesekolah ini jika dibandingkan dengan sekolah lain dan sejenis sekolah ini terbilang maju dan mempunyai siswa yang relatif banyak.rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.Bagaimana perencanaan kurikulum pendidikan Islam di SDIT Cendekia Takengon Aceh Tengah?;2.Bagaimana pelaksanaan kurikulum pendidikan Islam di SDIT Cendekia Takengon Aceh Tengah?;3.Bagaimana evaluasi kurikulum pendidikan Islam di SDIT Cendekia Takengon Aceh Tengah?;untuk mengetahui Dinamika manajemen kurikulum di SDIT Cendekia Takengon Aceh Tengah objek yang diteliti sangat tepat digunakan metode kualitatif. Di samping itu peneliti juga ingin mengkaji, mengetahui dan mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta yang ada di lapangan serta data-data yang dikemukakan akan didukung oleh teori-teori para ahli melalui kajian kepustakaan agar hasil yang didapat dari lapangan dapat dianalisa secara teoretis. Kesimpulan dari pembahasan tentang manajemen kurikulum pendidikan Islami pada SDIT Cendekia Takengon Aceh Tengah adalah sebagai berikut: Pertama, bahwa dalam perencanaan kurikulum, SDIT Cendekia Takengon Aceh Tengah mengembangkannya dalam beberapa aspek, yaitu pengembangkan konsep sekolah Islami, merancang kurikulum pendidikan Islami integratif, rekrutmen dan pengembangan sumber daya guru, penataan lingkungan sekolah yang kondusif, dan pengelolaan kelas yang baik. Kedua, dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan Islami, SDIT Cendekia Takengon Aceh Tengah diwujudkan melalui penerapan kurikulum Islami, pelaksanaan model belajar yang menyenangkan, penerapan keteladanan, pelaksanaan program bina Islami dan mentoring, penerapan budaya Islami melalui pembiasaan, pendidikan Islami melalui pembelajaran Al-Qur’an, dan pembentukan Islami melalui program ekstrakurikuler. Ketiga, dalam hal evaluasi kurikulum pendidikan Islami, SDIT menempuhnya dengan cara menjalin komunikasi dengan orangtua, evaluasi melalui rapat rutin mingguan, evaluasi melalui buku catatan guru, dan evaluasi melalui buku komunikasi atau buku penghubung.