Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengalaman Fatigue dan Strategi Manajemen Gejala Pasien Penyakit Ginjal Stadium Akhir yang Menjalani Hemodialisa Dwi Nurul Salmi; Hema Malini; Reni Prima Gusty; Raveinal Raveinal; Hendri Budi; Rika Fatmadona
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 2 (2021): April 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i2.1252

Abstract

Fatigue merupakan salah satu gejala fisik utama yang paling banyak dikeluhkan oleh pasien penyakit ginjal stadium akhir yang menjalani hemodialisa sehingga mengakibatkan aktifitas dan keterbatasan hidup pasien yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien hemodialisa. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengalaman kelelahan dan strategi manajemen gejala pasien hemodialisa. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Sampel diambil dengan purposive sampling pada 6 partisipan yang dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Penelitian telah dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Januari 2020 sampai bulan Desember 2020. Terdapat tiga tema yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sifat fatigue, keterbatasan akibat fatigue, dan cara mengatasi fatigue. Kesimpulan penelitian ini dapat memperjelas gambaran sifat kelelahan pasien sehingga perlunya intervensi terapeutik sehingga pasien mampu untuk melakukan manajemen gejala fatigue secara efektif yang disertai dengan penguatan sistem pendukung.
Penerapan Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Ami Dwi Nurul Salmi
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55866/jak.v5i2.205

Abstract

Hypertension is defined as a systolic pressure of more than 160 mmHg and a diastolic pressure of more than 90 mmHg. Progressive Muscle Relaxation Technique can be an exercise choice in restraining the stress response and relieving muscle tension consciously. The aim of this research is to determine the effect of progressive muscle relaxation techniques on blood pressure in the Andalas Padang Health Center working area in 2023. This type of research is pre-experimental with a One Group Pretest-Posttest design approach. The research was carried out from August – November 2023. Univariate and bivariate analysis of the results used the paired T-test statistical test. The sample in this study was 12 people using purposive sampling technique. The average blood pressure before applying the progressive muscle relaxation technique was systolic mean 157.33 mmHg and diastolic mean 93.67 mmHg. The average blood pressure after applying the progressive muscle relaxation technique was a mean systolic of 132.30 mmHg and a mean diastolic of 86.67 mmHg. There is an effect of providing progressive muscle relaxation techniques on blood pressure. It is hoped that this research can provide a contribution based on scientific evidence to serve as reference material for education and distribution of leaflets so that hypertension sufferers in the target area can implement structured progressive muscle relaxation therapy exercises as an appropriate non-pharmacological treatment effort. Keywords: Blood Pressure; Hypertension; Progresif Muscle Relaxation
Hubungan Mekanisme Koping Terhadap Perilaku Pencegahan Sekunder Pada Penyakit Jantung Koroner Ami Dwi Nurul Salmi; Serli Wulan Safitri
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55866/jak.v6i1.226

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan gangguan pada fungsi jantung yang terjadi karena penyempitan pembuluh darah koroner atau arteri koroner. Penyakit ini menjadi prevalensi tertinggi yang mengakibatkan kematian, namun terdapat upaya pencegahan sekunder dalam mencegah progresivitas perburukan kondisi jantung diantaranya dengan membentuk sikap dan mekanisme koping. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mekanisme koping terhadap perilaku pencegahan sekunder pada penyakit jantung koroner. Jenis penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini dilakukan melalui tehnik total sampling berjumlah 29 orang. Dari hasil analisa diperoleh bahwa ada hubungan signifikan mekanisme koping (ρ-value=0,003) terhadap perilaku pencegahan sekunder penyakit jantung koroner. Disarankan bagi Rumah Sakit untuk dapat meningkatkan pelayanan dengan terfokus pada pelayanan preventif melalui upaya promosi kesehatan terkait pengetahuan dan perilaku pencegahan untuk menurunkan faktor risiko penyakit jantung koroner kepada pasien, dan keluarga pasien. Keywords: Mekanisme Koping; Perilaku Pencegahan Sekunder; Penyakit Jantung Koroner; Sikap.
Dukungan Keluarga dan Respon Sosial Emosional pada ODHA (Orang dengan Hiv/Aids) Salmi, Dwi Nurul
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Vol : 2 No : 2 (2023 ) : Periode Juli 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v2i2.2519

Abstract

HIV/AIDS menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sangat luas dimana orang dengan HIV/AIDS mengalami permasalahan yang kompleks karena adanya diskriminasi dalam masyarakat. Respon sosial emosional merupakan dampak yang muncul secara psikologis pada pasien HIV/AIDS dimana cenderung menunjukkan reaksi negatif yang disebabkan oleh karena kurang dukungan keluarga. Kurangnya dukungan keluarga dapat berdampak terhadap peningkatan stress dan efek emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan respon sosial emosional pada ODHA. Jenis penelitian adalah Deskriftif analitik dengan desain Cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan dari bulan Februari - Mei 2023. Populasi dalam penelitian ini semua ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) di Yayasan Lentera berjumlah 720 orang. Besar sampel 88 orang dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Pengolahan data dengan teknik editing, coding, data entry, cleaning, dan tabulating. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 46,6% ODHA tidak mendapatkan dukungan keluarga, dan 48,9% ODHA yang memiliki respon sosial emosional yang tidak baik dan 63,4% dukungan keluarga yang tidak mendukung ODHA didapatkan pada respon sosial emosional yang tidak baik. Terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan respon sosial emosional dengan nilai p-value 0,019 (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian diatas disarankan kepada Yayasan Lentera untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan metode dukungan pada ODHA. Dukungan yang berkesinambungan dapat menstabilkan emosi, menurunkan respon kecemasan, dan meningkatkan respon interaksi sosial.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Trevia, Reni; Nurul Salmi, Dwi; Salim, Daeng Ramadhan
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55866/jak.v6i2.242

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) Type 2 is a global health problem that is increasing. The prevalence of diabetes continues to increase globally. In 2023, it is estimated that more than 422 million people worldwide are living with diabetes, with the majority of cases being type 2 diabetes. It is estimated to reach 1.3 billion by 2050. The cause of type 2 Diabetes Mellitus is lack of physical activity. This study aims to identify the relationship between physical activity and the incidence of type 2 Diabetes Mellitus at the Andalas Health Center, Padang City. This study uses a quantitative method with a Descriptive Analytical approach. This study was conducted from August to November 2024 using the Accidental sampling technique on 30 respondents. Data analysis in this study used univariate and bivariate analysis. The results of the study showed that there was a significant relationship between low physical activity and the incidence of Type 2 DM p-value (0.024: p <0.05), This study is expected to provide concrete recommendations for efforts to prevent and treat type 2 diabetes, as well as increase public awareness of the importance of a healthy lifestyle in reducing the risk of this disease. Keywords: Diabetes Mellitus type 2; Physical activity
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Dewasa Transyah, Chichi Hafifa; nurul salmi, Dwi; Indah Mulya, Suci; Ramdhan Salim, Daeng
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55866/jak.v6i2.246

Abstract

ABSTRAK Pada umumnya prevalensi penyakit hipertensi sebagian besar terjadi pada kelompok lansia, namun ternyata prevalensi penyakit hipertensi juga terdapat pada kelompok usia produktif atau pada usia dewasa yakni antara kisaran rentang usia 21 - 45 tahun. Pada usia ini merupakan usia dengan berbagai tingkat kesibukan karena pekerjaan dan kegiatan - kegiatan lainnya. Selain itu gaya hidup yang kurang memperhatikan kesehatan cenderung meningkatkan resiko untuk terkena penyakit hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Dewasa. Metode penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2024 di Puskesmas Lubuk Begalung Padang Tahun 2024. Populasi adalah pasien dengan kejadian hipertensi, sampel menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 47 orang. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian lebih dari separuh (76,6%) pasien mengalami hipertensi berat, lebih dari separuh (88,5%) pasien memiliki pola makan kurang baik, lebih dari separuh (85,2%) pasien mengalami obesitas, lebih dari separuh (83,3 %) pasien melakukan aktivitas fisik ringan. Ada hubungan yang bermakna antara pola makan, obesitas, aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p-value 0,000). Simpulkan penelitian bahwa ada hubungan antara pola makan, obesitas dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi. Disaran melalui pihak puskesmas agar lebih meningkatkan pemberian informasi kepada pasien tentang faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa. Kata Kunci : Hipertensi, Pola Makan, Obesitas, Aktivitas Fisik, ABSTRACT Generally, the prevalence of hypertension mostly occurs in the elderly group, but it turns out that the prevalence of hypertension also exists in the productive age group or in adults aged between 21 - 45 years. At this age, it is a period with various levels of busyness due to work and other activities. In addition, a lifestyle that neglects health tends to increase the risk of developing hypertension.The purpose of the research is to identify the factors associated with the occurrence of hypertension in adulthood.The research method is descriptive analytic with a cross-sectional study design. The research was conducted in June 2024 at the Lubuk Begalung Health Center in Padang in 2024.The population consists of patients with hypertension, and the sample was taken using the accidental sampling technique, totaling 47 individuals. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test.The research results showed that more than half (76.6%) of the patients experienced severe hypertension, more than half (88.5%) of the patients had poor eating habits, more than half (85.2%) of the patients were obese, and more than half (83.3%) of the patients engaged in light physical activity.There is a significant relationship between diet, obesity, physical activity, and the incidence of hypertension (p-value 0.000). Conclude the research that there is a relationship between diet, obesity, and physical activity with the incidence of hypertension. It is recommended that the health center increase the provision of information to patients about the factors related to the occurrence of hypertension in adulthood. Keywords: Hypertension, Eating Patterns, Obesity, Physical Activity.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 Dwi Nurul Salmi, Ami; Trevia, Reni
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55866/jak.v7i1.261

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan masalah kesehatan global yang semakin meningkat dengan perkiraan mencapai 1,3 miliar pada tahun 2050. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Andalas Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Deskriptif Analitik. Penelitian ini telah dilakukan dari Februari hingga Mei 2025 menggunakan teknik Accidental sampling terhadap 30 responden. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara riwayat keluarga dengan kejadian DM Tipe 2 dengan p-value (0,010 : p< 0,05) ,Ada hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian DM Tipe p-value (0,000 : p< 0,05), Ada hubungan yang bermakna antara pola makan yang tidak sehat dengan kejadian DM Tipe 2 p-value (0,004 : p< 0,05), Ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik yang rendah dengan kejadian DM Tipe p-value (0,024 : p< 0,05), Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kejadian DM Tipe p-value (0,098 : p< 0,05) dan Tidak Ada hubungan yang bermakna antara stress dengan kejadian DM Tipe p-value (0,418 : p< 0,05). Hasil ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang konkret bagi upaya pencegahan dan penanganan diabetes tipe 2, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat dalam menurunkan risiko penyakit.
The Relationship Between Attitude And Secondary Prevention Behavior In Coronary Heart Disease Salmi, Dwi Nurul; Serli Wulan Safitri; Adep Junika; Yuyun Efrianti
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55866/jak.v7i1.272

Abstract

Coronary heart disease is a disorder of heart function caused by the narrowing of the coronary arteries or coronary arteries. Coronary heart disease is one of the cardiovascular diseases that causes the highest death, with more than 7.4 million deaths. The purpose of the study: is to determine the relationship between attitudes with behaviour of secondary prevention in coronary heart disease. This type of research uses an analytical survey method with a cross-sectional approach. The sample in this study was conducted through a total sampling technique of 29 people. From the results of the analysis, it was found that there was a significant relationship between attitudes (ρ-value = 0.000) in the behavior of secondary prevention of coronary heart disease. Hospital advice to improve services in hospitals by focusing on services aimed at preventive services through health promotion related to positive attitudes and prevention to reduce risk factors for coronary heart disease to patients, patient's families.