Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MANAJEMEN PROSES UPAYA PENCAPAIAN UNIVERSAL HEALTH COVERAGE (UHC) PESERTA JKN DI KABUPATEN PESISIR SELATAN ortega, donal; Eko Fikriando
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58170/jkla.v6i2.180

Abstract

Indonesia telah menjalankan beberapa program jaminan sosial, namun baru mencakup sebagian kecil masyarakat. Sebagian besar masyarakat belum memperoleh perlindungan yang memadai. Pelaksanaan berbagai program jaminan sosial tersebut belum mampu memberikan perlindungan yang adil dan memadai kepada para peserta sesuai dengan manfaat program yang menjadi hak peserta. Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah perlu menyusun sebuah Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang mampu mensinkronisasikan penyelenggaraan berbagai bentuk jaminan sosial. Sehingga pemerintah menetapkan UU No 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Proses yaitu perencanaan, pengorgaisasian, Penggerakan, monitoring dan evaluasi dalam menjalankan sistem jaminan sosial nasional yang berlandaskan pada Peratuan Mentri Kesehatan No 28 tahun 2014 tentang pedoman pelaksanaan jaminan kesehatan nasional dalam mencapai target UHC Kepesertaan JKN oleh Unit BPJS Kesehatan Kab. Padang Pariaman tahun 2019. Komponen proses pelaksanaan UHC peserta JKN Kab. Peisir Selatan tertuang dalam RPJMD yang akan dilaksanakan oleh Instansi terkait, namun perlu penyelarasan dalam bentu mekanisme khusus seperti roadmap mini, agar optimal pelaksanaan tupoksi dari masing-masing Instasi dalam upaya pencapaian UHC peserta JKN. Kemudian Monitoring dan evaluasi dilakukan menggunakan tolak ukur dan penilaian indikator kinerja, perlu ada dokumen tersendiri agar menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksnaan. Pemerintah Kab. Pesisir Selatan perlu mengoprtimalkan rincian perencanaan bersama di semua SKPD dan Instansi terkait, sehingga diketahui siapa melakukan apa, bagaimana dan kapan dalam proses percepatan pencapian program
Lactogenic Potential of Banana Flower (Musa spp.) on Breast Milk Production: A Systematic Review Mushollini, Fitria; Werdani, Aprilya Roza; Agustina, Fitratur Rahmah; Fitri, Samnil Astuti; Ortega, Donal
Papua Medicine and Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v2i2.67

Abstract

Inadequate breast milk production is a major contributor to the failure of exclusive breastfeeding. Banana flower (Musa spp.) has long been traditionally used as a galactagogue in Southeast Asia; however, its clinical effectiveness requires systematic evaluation. This systematic review aims to evaluate the lactogenic effects of banana flower on breast milk production based on available clinical evidence. A systematic search was conducted in ProQuest, ScienceDirect, and Portal Garuda databases for studies published between 2016 and 2026. The inclusion criteria comprised randomized controlled trials (RCTs) and quasi-experimental studies involving postpartum mothers. Results: Thirteen studies were identified for synthesis. The majority of quasi-experimental studies conducted in Indonesia reported a significant increase in breast milk volume (p < 0.05) following the consumption of fresh banana flower (200–300 g/day). In contrast, high-quality RCTs using encapsulated extracts demonstrated inconsistent findings, with some studies reporting no significant differences compared with placebo during the early postpartum period. These discrepancies may be attributed to variations in banana species (e.g., Musa balbisiana), processing methods, and dosage. Phytochemical compounds such as saponins and flavonoids present in banana flower are hypothesized to stimulate prolactin secretion. Conclusion: Banana flower shows promising potential as a natural galactagogue, particularly when consumed as a whole food. However, standardized RCTs with precise dosing are required to confirm its clinical applicability.