Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN DIMENSI GAYA HIDUP DAN STRES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2: The Relationship between Lifestyle Dimensions and Stress among Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Ferdy Lainsamputty; Nancy Sampouw; Dwi Debi Tampa’i; Moh. Fahrul
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 2 (2022): JIKep | Juni 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.942 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i2.1148

Abstract

Pendahuluan : Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit gangguan metabolik kronis yang meningkat drastis dari tahun ke tahun. Gaya hidup yang buruk tidak hanya menjadi pemicu terjadi penyakit ini, tetapi juga memperparah keadaan pasien yang berpotensi menimbulkan masalah psikologis termasuk stres. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara gaya hidup dan stres pada pasien DM tipe 2. Metode: Desain deskriptif, korelasi, dan potong lintang digunakan dalam penelitian ini di salah satu rumah sakit umum di Sulawesi Tengah, Indonesia. Kuesioner yang digunakan yaitu yaitu Health Promoting Lifestyle (HPLP-II) dan Depression Anxiety Stres Scale-42 (DASS-42). Statistik deskriptif dan korelasi Spearman digunakan untuk mendeskripsikan dan menguji hubungan variabel-variabel major. Hasil: Dimensi aktivitas fisik, nutrisi, pertumbuhan spiritual, hubungan interpersonal dan gaya hidup keseluruhan berkorelasi siginifikan dengan dan stres (r = -0,18 hingga -0,26; p < 0,05). Kesimpulan: Pasien DM tipe 2 yang menerapkan gaya hidup lebih baik, mengalami stres yang lebih renda
Korelasi domain kelelahan dan kualitas hidup pada pasien hipertensi di Indonesia Ferdy Lainsamputty; Dwi Debi Tampa’i; Nur Hikmah; Tasnim Tasnim
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.4349

Abstract

The correlation between fatigue domains and quality of life among patients with hypertension in IndonesiaBackground: Hypertension is one of the main cardiovascular problems worldwide. In Indonesia, hypertension is one of the most common diseases. Fatigue is common and often occurs in hypertensive patients and may contribute to poor quality of life among this population.Purpose: To identify the relationship between fatigue and quality of life among patients with hypertension.Method: This study used descriptive correlational design with cross-sectional approach using 152 convenience samples in a public hospital of Central Sulawesi Province, Indonesia. The instruments used were the Multidimensional Assessment of Fatigue (MAF) and the World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Descriptive statistics and bivariate analysis were utilized to test relationships between variables.Results: The physical component of QOL had significant correlation with Global Fatigue Index/GFI (r = -0,17, p < 0.05), severity (r = -0,17, p < 0.05) and distress domain (r = -0,21, p < 0, 01). The psychological component of QOL was associated with GFI (r = -0,26, p < 0.01), severity domain (r = -0,25, p < 0.01), distress (r = -0,28, p < 0.01), and degree of inteference in ADL (r = -0,24, p < 0.01). While the environment component of QOL was correlated with degree of inteference in ADL (r = -0,17, p < 0.05).Conclusion: Participants with more severe fatigue had also poorer QOL in all of its components.Keywords: Fatigue; Hypertension; Quality of lifePendahuluan: Penyakit hipertensi merupakan salah satu masalah utama kardiovaskular di dunia. Di Indonesia, hipertensi termasuk dalam penyakit dengan jumlah kasus terbanyak. Kelelahan adalah gejala umum yang sering terjadi pada pasien hipertensi dan dapat berkontribusi pada kualitas hidup yang buruk pada populasi ini.Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan antara kelelahan dan kualitas hidup pada pasien hipertensi.Metode: Penelitian ini berjenis deskriptif korelasi dengan pendekatan potong lintang menggunakan 152 sampel menggunakan teknik convenience sampling di salah satu rumah sakit umum daerah di Sulawesi Tengah, Indonesia. Kuesioner yang digunakan yaitu Multidimensional Assessment of Fatigue (MAF) dan World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Statistik deskriptif dan analisa bivariat digunakan untuk menguji hubungan antar variabel.Hasil: Komponen fisik kualitas hidup berhubungan secara signifikan dengan GFI (r = -0,17, p < 0,05), domain keparahan (r = -0,17, p < 0,05), dan tekanan  (r = -0,21, p < 0,01). Komponen psikologis kualitas hidup berkorelasi dengan GFI (r = -0,26, p < 0,01), domain keparahan (r = -0,25, p < 0,01), tekanan (r = -0,28, p < 0,01), dan derajat terganggunya aktivitas (r = -0,24, p < 0,001). Komponen lingkungan kualitas hidup hanya berhubungan signifikan dengan domain derajat terganggunya aktivitas (r = -0,17, p < 0,05).Simpulan: Partisipan yang mengalami kelelahan yang lebih berat, juga memiliki kualitas hidup yang lebih buruk pada semua komponen.
SELF-REPORTED SLEEP QUALITY AND ITS ASSOCIATION WITH DEMOGRAPHIC AND HEALTH-RELATED FACTORS AMONG EMERGENCY DEPARTMENT NURSES Ferdy Lainsamputty; Dwi Debi Tampa'i; Albert Kalengkongan; Moh. Fahrul
NUTRIX Vol 4 No 2 (2020): Volume 4, Issue 2, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss2.508

Abstract

Continual sleep loss and disorder among Emergency Department (ED) nurses may negatively impact the quality of care. ED nurses are expected to act with great pace and accuracy in a crowded and high-risk environment. Detail information regarding sleep quality (SQ) and its components among ED nurses is still limited in Indonesia. The study aimed to explore SQ of ED nurses and its relation to demographic and health-related factors. This study utilized a cross-sectional, correlational descriptive design with 65 samples recruited using total sampling technique from 3 EDs in Central Sulawesi. Descriptive statistics and bivariate analysis were performed to examine the association between variables. Global PSQI score was 5.5±2.0 with the prevalence of poor sleepers was 43.1%. Only body mass index (BMI) had correlation with SQ (r=0.26; p<0.05). ED nurses are recommended to reach the ideal body weight to get a bigger chance of having a better sleep. Further studies are required to evaluate interventions that might enhance SQ of ED nurses.
Hubungan Pelaksanaan Fungsi Manajemen Perencanaan terhadap Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Masa Covid-19 Tampa'i, Dwi Debi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.774 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i5.611

Abstract

Menjalankan program kesehatan tentunya harus didukung dengan penerapan manajemen sumber daya manusia yang baik yang terdiri dari perencaaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Hal ini harus dipahami bersama oleh pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di masyarakat. Pandemi COVID-19 yang terjadi secara mendadak dan cepat tentu sangat berpengaruh kepada perencanaan yang telah disusun oleh Puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pelaksanaan fungsi manajemen terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Subyek penelitian adalah 44 orang tenaga kesehatan yang dijalankan kuisioner tentang Fungsi Manajemen (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengawasan) dan Pelayanan Kesehatan dengan uji Analisa Chi Square. Hasil Penelitian: Dilihat dari tabulasi silang bahwa tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan dalam golongan baik adalah pada fungsi manajemen Perencanaan berjumlah 19 responden (76%), Pengorganisasian berjum-lah 20 responden (71,4%), Pelaksanaan sejumlah 24 orang (88,9%) dan Pengawasan hanya 17 orang (65,4%). Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara Perencanaan, Pengorganisasian dan Pelaksanaan dengan Pelayanan Kesehatan, sedangkan pada fungsi Pengawasan dengan Pelayanan Kesehatan tidak terdapat hubungan yang signifikan.
Efektifitas Model Pendidikan Seksual Komprehensif melalui Pendekatan Budaya Suku Pamona terhadap Pencegahan Seksual Pranikah Remaja SMA dan SMK Kabupten Poso Fauziah H. Tambuala; Dwi Debi Tampa’i; Fany Lairin Djala; Moh. Wafri Matorang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52705

Abstract

Perilaku sosial pranikah merupakan aktivitas yangv memiliki dampak salah satunya adalah penyakit menular seksual. Pendekatan budaya suku Pamona merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah perilaku tersebut. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pendidikan seksual komprehensif melalui pendekatan budaya suku pamona pada remaja SMA dan SMK di kabupaten poso agar dapat mencegah seksual pranikah pada remaja. Metode penelitian : menggunakan desain quasi experiment pre-post test with control group. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan sampel 92 responden (kelompok intervensi 46 dan kelompok kontrol 46). Instrument menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji Independen Sample t test. Hasil penelitian : menunjukkan ada perbedaan efektifitas model pendidikan seksual komprehensif melalui budaya suku pamona terhadap pencegahan perilaku seksual pranikah dengan p value= 0,000 Kesimpulan : Pada penelitian ini ada perbedaan efektifitas model pendidikan seksual komprehensif melalui pendekatan budaya suku pamona terhadap pencegahan perilaku seksual pranikah remaja.
Penyuluhan Manajemen Stres Dan Trauma Pasca Bencana Di Desa Masani Kabupaten Poso Fauziah H. Tambuala; Fany Lairin Djala; Dwi Debi Tampa’i
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2109

Abstract

Bencana alam yang terjadi di Desa Masani, Kabupaten Poso, tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis masyarakat, seperti stres dan trauma pascabencana. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai manajemen stres serta penanganan trauma berpotensi memperburuk kesehatan mental dan menghambat proses pemulihan pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat Desa Masani dalam mengenali, mengelola, dan mengatasi stres serta trauma pascabencana secara mandiri dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan edukatif, diskusi interaktif, serta latihan sederhana manajemen stres dan relaksasi yang disesuaikan dengan kondisi dan budaya setempat. Sasaran kegiatan adalah masyarakat terdampak bencana, khususnya orang dewasa dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep stres dan trauma, gejala yang muncul, serta strategi sederhana untuk mengelolanya. Peserta juga menunjukkan respon positif dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Desa Masani mampu meningkatkan ketahanan psikologis dan mendukung proses pemulihan kesehatan mental pascabencana.