Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Pendidikan Qur’ani Berbasis Literasi Digital melalui Program KDMB di TPQ Nurul Bayan Karawang Nasution, Nabila; Khakimah, Umi; Nurfaiza, Najwa; Shofiyyah; Hamnah; Sumayyah, Amallia; Az-Zarqo, Salsabila; Milati, Hana 'Indah; Hanifah; Basuki, Danang Dwi
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Educivilia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v7i1.21635

Abstract

Program Kuliah Dakwah Masyarakat Berdampak (KDMB) di TPQ Nurul Bayan merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan Qur’ani tradisional dengan inovasi literasi digital Islami. Latar belakang kegiatan ini adalah kebutuhan TPQ dalam memperkuat pembelajaran Al-Qur’an melalui metode talaqqi dan kitab dasar, sekaligus menghadirkan pendekatan kreatif sesuai perkembangan zaman. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan literasi Qur’ani santri melalui kombinasi kegiatan rutin, lomba Islami, serta inovasi berbasis digital. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan rutin mencakup zikir petang, talaqqi/talqin, ziyadah hafalan, muroja’ah, mufrodat 3-in-1, doa, dan praktik ibadah. Kegiatan kreatif berupa lomba Islami, sedangkan inovasi diwujudkan melalui Qur’anic Adventure berbasis gamifikasi dan Digital Story Qur’an yang memperkenalkan literasi digital Islami. Hasil menunjukkan adanya peningkatan minat belajar, partisipasi santri, serta kemampuan mereka mengingat kandungan Qur’an melalui metode kreatif. Guru menilai storytelling digital efektif menciptakan suasana belajar yang menarik. Evaluasi juga menyoroti kendala keterbatasan waktu, sehingga diperlukan pengembangan media belajar mandiri untuk mendukung keberlanjutan. Kesimpulannya, KDMB mampu memadukan tradisi, kreativitas, dan inovasi digital dalam bingkai pendidikan Qur’ani. Disarankan agar kegiatan serupa memperpanjang durasi pembelajaran dan menambahkan media pendukung agar manfaatnya lebih optimal.
Forgiveness dengan Altruisme pada Santri Pondok Pesantren Shofiyyah; Suryani, Suryani
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 13 No. 2 (2025): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v13i2.3436

Abstract

Altruism behavior is an important aspect that every santri needs to have as a form of survival in living in a group life in an Islamic boarding school. One of the factors contributing to the emergence of altruism behavior is forgiveness, defined as an individual’s capacity to forgive. This study aims to examine the relationship between forgiveness and altruism among santri in Islamic boarding school students. This research employed a quantitative correlational approach. The subjects of the study were students of the boarding school in Surabaya at the Wustho and Ulya Formal Diniyah Education levels who live in dormitories. The sampling technique was simple random sampling, with a total of 270 respondents. The instrument used was an adaptation of the Self Report Altruism Scale and the Heartland Forgiveness Scale. Data analysis used a simple linear regression technique. The findings indicate a significant positive relationship between forgiveness and altruism, suggesting that higher levels of forgiveness among santri are associated with higher levels their altruism behavior. Conversely, the lower the level of forgiveness, the lower the altruism shown by students.   Perilaku altruisme merupakan aspek penting yang perlu dimiliki setiap santri sebagai bentuk kebertahanan hidup dalam menjalani kehidupan berkelompok di pondok pesantren. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya perilaku altruisme adalah forgiveness, yakni sikap memaafkan yang dimiliki individu. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui hubungan forgiveness dengan altruisme pada santri pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek penelitian adalah santri pondok pesantren di Surabaya pada jenjang Pendidikan Diniyah Formal Wustho dan Ulya yang tinggal di asrama. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 270 orang. Instrumen yang digunakan merupakan adaptasi dari Self Report Altruism Scale dan Heartland Forgiveness Scale. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara forgiveness dengan altruisme, yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat forgiveness yang dimiliki santri, maka semakin tinggi pula perilaku altruismenya. Sebaliknya, semakin rendah tingkat forgiveness, maka semakin rendah pula altruisme yang ditunjukkan oleh santri.