Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konsep Sombong dalam Al-Qur’an: Analisis Surah Luqman Ayat 18 dalam Tafsir Jalalain Islamiati, Dian; Hamnah; Sunantri, Sri
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v10i1.2467

Abstract

This research uses a type of literature research (Library Reseach) with qualitative methods. The sources in this study consist of two types, namely primary and secondary data sources. The primary data source is Tafsir Jalalain which amounts to 2 volumes, while secondary data consists of books or journals related to the theme, such as Minhâjul Qâshidin, Tazkiyatun Nafs, about the dangers of Takabur, thematic studies on Takabur in the perspective of the Qur'an and so on. In addition, data collection techniques in this study use library data sources with content analysis. As for data analysis techniques, researchers use a form of description analysis which is a form of research effort in telling problem solving based on data presentation, analysis and interpertation. The result of this study is the existence of a form of difference in terms of the definition of the meaning of arrogant contained in surah Luqman verse 18. The word consists of Marahân, mukhtal and fakhur. Marahân is an arrogant person with haughty feelings inside. Mukhtâl is an attitude of pretending to be arrogant when walking in front of others. As for fakhûr is defined as a person who is arrogant by boasting himself excessively. Based on the analysis of the interpretation of surah Luqman Verse 18 in Tafsir Jalalain, it can be concluded that one who pretends to be arrogant in walking with his face away, then the act is called Mukhtâl While one who walks on earth haughtily and feels arrogant, then the act is called fakhûr.
Konsep Doa Mustajab dalam Alquran: Analisis Surah al-Baqarah ayat 186 dalam Tafsir Al Mishbah Ramli; Hamnah; Hadari
Jurnal Ilmiah Al-Muttaqin Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Al-Muttaqin
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/al-muttaqin.v9i2.2624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep doa dalam tafsir al-misbah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode kualitatif, untuk mendapatkan data yang mendalam dan lebih menekankan pada makna. Data penelitian ini terdiri sumber primer yakni tafsir al-misbah dan sumber data sekunder yang berasal dari buku-buku yang berkaitan dengan masalah penelitian. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik dokumentasi. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan teknik analisis isi. M. Qurais Shihab menafsirkan tentang doa mustajab yaitu apa bila seorang yang berdoa, maka doa tersebut akan dikabulkan oleh Allah, hal ini terjadi jika seorang benar-benar mengharapkan pertolongan Allah dengan tulus dan tidak mengharapkan selain dari pada-Nya, dan hendaklah seorang harus melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Seorang juga harus percaya sepenuhnya kepada Allah bahwa doa yang dipanjatkan akan dikabulkan. Apabila permintaan tersebut belum juga dikabulkan, mungkin saja Allah menggantinya dengan yang lain.
Interpretasi Pendidikan Karakter Anak dalam Al-Qur'an Ahmad Zabidi; Sri Sunantri; Hamnah
Jurnal Ilmiah Edukatif Vol. 9 No. 2 (2023): Desember
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jie.v9i2.2508

Abstract

With its function as a guide for humans, Muslims from generation to generation have tried to understand the contents of the Koran and convey the results of this understanding in various studies which aim to serve as reference material for Muslims as well as in efforts to make the Qur'an a guide in his life. Because the Qur'an has an important position in Islamic studies, apart from functioning as a guide, the Qur'an functions as a Furqan (differentiator), namely being a benchmark and differentiator between what is haq and what is false. The research method used in this research is qualitative with a literature review type of research. Primary data sources used were several research journals and books related to the interpretation of children's character education in the Koran. The data analysis technique uses content analysis. The results of the research state that the interpretation of children's character education in the Al-Qur'an is the main capital in forming children's character education with integrity, morals and good character. The interpretation of children's character education in the Qur'an provides a good picture, guideline and role model for family life which is the basic capital in forming a child's personality that is pious and pious and devoted to both parents and can interact and communicate well with fellow humans.
Inovasi Pendidikan Qur’ani Berbasis Literasi Digital melalui Program KDMB di TPQ Nurul Bayan Karawang Nasution, Nabila; Khakimah, Umi; Nurfaiza, Najwa; Shofiyyah; Hamnah; Sumayyah, Amallia; Az-Zarqo, Salsabila; Milati, Hana 'Indah; Hanifah; Basuki, Danang Dwi
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Educivilia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v7i1.21635

Abstract

Program Kuliah Dakwah Masyarakat Berdampak (KDMB) di TPQ Nurul Bayan merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan Qur’ani tradisional dengan inovasi literasi digital Islami. Latar belakang kegiatan ini adalah kebutuhan TPQ dalam memperkuat pembelajaran Al-Qur’an melalui metode talaqqi dan kitab dasar, sekaligus menghadirkan pendekatan kreatif sesuai perkembangan zaman. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan literasi Qur’ani santri melalui kombinasi kegiatan rutin, lomba Islami, serta inovasi berbasis digital. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan rutin mencakup zikir petang, talaqqi/talqin, ziyadah hafalan, muroja’ah, mufrodat 3-in-1, doa, dan praktik ibadah. Kegiatan kreatif berupa lomba Islami, sedangkan inovasi diwujudkan melalui Qur’anic Adventure berbasis gamifikasi dan Digital Story Qur’an yang memperkenalkan literasi digital Islami. Hasil menunjukkan adanya peningkatan minat belajar, partisipasi santri, serta kemampuan mereka mengingat kandungan Qur’an melalui metode kreatif. Guru menilai storytelling digital efektif menciptakan suasana belajar yang menarik. Evaluasi juga menyoroti kendala keterbatasan waktu, sehingga diperlukan pengembangan media belajar mandiri untuk mendukung keberlanjutan. Kesimpulannya, KDMB mampu memadukan tradisi, kreativitas, dan inovasi digital dalam bingkai pendidikan Qur’ani. Disarankan agar kegiatan serupa memperpanjang durasi pembelajaran dan menambahkan media pendukung agar manfaatnya lebih optimal.