Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Socio-Cultural Based Religious Moderation in the Millennial Generation Swarizona, Silkania; Widodo, Bambang Sigit; Hilmi, Ahmad Nizar; Huda, Mi’rojul; Pasu, Iman
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.4724

Abstract

Religious moderation is a concept that emphasizes the importance of balance, tolerance and avoiding extremism in religion. This research focuses on the implementation of socio-cultural-based moderation in Watutulis Village, Prambon District, Sidoarjo Regency, East Java, which is designated as a Pancasila Pilot Village. The millennial generation in this village plays an important role in strengthening the values of diversity through preserving local traditions and using digital technology. This research uses a qualitative approach with a case study method. The research results show that local traditions such as Sedekah Bumi, Pancasila-based digital literacy, and national workshops play a significant role in promoting religious moderation. Theories of religious and socio-cultural pluralism are used as an analytical framework in understanding the context of this research.
Pembekalan Kewaspadaan Sosial sebagai Penguatan Asta Cita dan Karakter Pancasila di Desa Watutulis Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur Prastiyono, Hendri; Huda, Mi’rojul; Swarizona, Silkania; Widodo, Bambang Sigit
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v5i3.4926

Abstract

Villages hold a strategic role as engines of Indonesia’s development from the periphery, while simultaneously serving as centers of community life in the 21st century. However, the phenomenon observed in many villages—particularly in Watutulis Village, Prambon District, Sidoarjo Regency—reveals a range of potentials that can be further optimized, such as local wisdom, social capital, and community solidarity. Therefore, it is essential to provide social awareness training that emphasizes tolerance and respect for diversity within village communities. The implementation of the community service program (PKM) in Watutulis Village has brought significant benefits through the sharing of best practices. This program aims to strengthen social awareness as a foundation for promoting Asta Cita and Pancasila character values through civic training activities in Watutulis, Sidoarjo. The target participants of the program consisted of 30 individuals, including five village officials, 15 youth association members (karang taruna), and 10 local residents. The methods employed to address the partners’ challenges included dissemination, training, technology application, mentoring, and program sustainability, which were structured into two rounds of on-the-job training (OJT) and one implementation stage. The activities encompassed: (1) OJT 1: focus group discussions (FGD), Gymnastics & Outbound, and nationalistic games; (2) OJT 2: youth leadership training; and (3) Implementation: a civic-nationalistic parade. This community service initiative led to an increase in participants’ knowledge and awareness of social vigilance, which directly contributed to a deeper understanding of Asta Cita and the practical implementation of Pancasila character in daily life. Consequently, it equips the villagers of Watutulis, Sidoarjo, with social awareness to better respond to national issues. High levels of social vigilance are believed to serve as a resilient safeguard for the community, reflecting Pancasila values and encouraging the active participation of Watutulis residents at both local and regional levels.
PELATIHAN PEMBUATAN KONTEN KREATIF BERTEMA INDONESIA HARMONI PASCA PEMILU 2024 PADA MASYARAKAT RINTISAN DESA PANCASILA DI DESA REJUNO KECAMATAN KARANGJATI KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR Widodo, Bambang Sigit; Purba, Iman Pasu Marganda Hadiarto; Swarizona, Silkania; Huda, Mi’rojul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38058

Abstract

Pemilu 2024 merupakan momentum penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia, namun seringkali menyisakan potensi konflik akibat perbedaan pilihan politik. Dalam rangka menjaga persatuan dan memperkuat semangat harmoni pasca-Pemilu, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan konten kreatif bertema Indonesia Harmoni kepada masyarakat Rintisan Desa Pancasila di Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan warga dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media kampanye perdamaian dan persatuan. Peserta dilatih untuk menghasilkan konten visual, audio, dan video yang kreatif serta bermuatan nilai-nilai Pancasila, seperti toleransi, gotong royong, dan kebhinekaan. Metode pelatihan meliputi sesi teori, praktik langsung, dan pendampingan dalam proses produksi konten. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa warga mampu menghasilkan konten kreatif yang berkualitas dan relevan dengan tema Indonesia Harmoni. Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran media digital dalam memperkuat kohesi sosial. Pelatihan ini diharapkan menjadi model pengembangan kapasitas masyarakat dalam menciptakan suasana damai dan harmonis di era digital, khususnya pada masa-masa pasca-Pemilu
PENGUATAN KETAHANAN KELUARGA MENGATASI TINDAKAN KEKERASAN MELALUI AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA WIDODAREN KECAMATAN GERIH KABUPATEN NGAWI Purba, Iman Pasu Marganda Hadiarto; Widodo, Bambang Sigit; Swarizona, Silkania
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38062

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan salah satu masalah sosial yang masih marak terjadi di masyarakat, dan tidak tertutup kemungkinan terjadi di Desa Widodaren, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi. Dalam upaya mengatasi masalah ini, penting untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui pengaktualisasian nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam membangun keluarga yang harmonis dan saling menghormati. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan ketahanan keluarga dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, serta pemberdayaan masyarakat desa sebagai solusi preventif terhadap kekerasan. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui pelatihan dan diskusi terkait pentingnya nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta membekali mereka dengan keterampilan praktis untuk mengatasi konflik keluarga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa aktualisasi Pancasila dapat memperkuat rasa solidaritas dan tanggung jawab dalam keluarga, serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya peran keluarga dalam pencegahan kekerasan. Dengan pemberdayaan yang tepat, diharapkan masyarakat Desa Widodaren dapat lebih mampu mengatasi masalah kekerasan domestik dan menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan damai.
Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Mendorong Implementasi Asta Cita dan Berkarakter Pancasila di Desa Kedungudi Trawas Mojokerto Prastiyono, Hendri; Huda, Mi’rojul; Swarizona, Silkania; Widodo, Bambang Sigit; Marzuqi, Muhammad Ilyas
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025 (Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v5i4.5322

Abstract

Villages play a strategic role as the smallest administrative unit within the government structure and as the centers of community life, supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). However, conditions observed in many villages—particularly in Kedungudi Village, Trawas, and Mojokerto—indicate a shift in community values driven by climate change, urbanization, and the limited contributions of local government. Kedungudi Village possesses diverse resources that can be optimized, including local wisdom, social capital, and community solidarity. Therefore, there is a need to provide capacity building on locally based food security that is tolerant and respects diversity within the village community. In this context, a community service program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) implemented in UNESA’s assisted “Pancasila pilot village” in Kedungudi has generated benefits through the dissemination of good practices. This program aims to strengthen locally based food security to reinforce the Asta Cita agenda and Pancasila character among residents of Kedungudi Village, Trawas Subdistrict, Mojokerto Regency. The participants comprised 21 community members: two village officials, five members of the youth organization (Karang Taruna), and 14 representatives of farmer and non-farmer groups. The program’s intended outcomes included a substantial improvement in locally based food security as an instrument for strengthening the Asta Cita agenda and the Pancasila character of Kedungudi residents. To achieve these outcomes, the program employed a direct capacity-building model delivered through two on-the-job training sessions. The training activities incorporated a door-to-door approach (DTD) and focus group discussions (FGDs). To ensure program sustainability, participants were organized into peer community groups, facilitated by peer educators from the PKM lecturer team. Each peer group is expected to further develop knowledge and disseminate it to other residents within the community.
ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN JOKOWI (2014-2024) DI SURABAYA : Akses Pekerjaan dan Kualitas Pelayanan Publik Suhari, Zuhanidz; Swarizona, Silkania
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 9, No 2(2025): November
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisipunja.v9i2.45763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan nasional pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (2014–2024) yang menunjukkan intensitas pembangunan infrastruktur dan program sosial-ekonomi berskala luas, namun juga disertai dengan kecenderungan autokratisasi. Keadaan ini berdampak pada demokrasi dan keadilan sosial, dimana kecenderungan politik tersebut memengaruhi akses pekerjaan dan kualitas pelayanan publik di Kota Surabaya sebagai kota metropolitan strategis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis terhadap pemberitaan media lokal, didukung data kuantitatif dari Badan Pusat Statistik dan kajian literatur. Hasil menunjukkan bahwa meskipun terdapat peningkatan inovasi digital dalam pelayanan publik dan program pelatihan kerja, kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas masih mengalami hambatan struktural. Proyek pembangunan nasional seperti Surabaya Waterfront Land juga menimbulkan dampak negatif terhadap mata pencaharian masyarakat pesisir. Transformasi digital belum sepenuhnya mampu mengatasi birokrasi dan potensi praktik korupsi. Penurunan angka kemiskinan tidak sejalan dengan peningkatan ketimpangan pendapatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak kebijakan Jokowi di Kota Surabaya bersifat paradoksal: menciptakan kemajuan teknokratis, namun belum menjamin keadilan sosial bagi kelompok marjinal. Implikasinya, penguatan partisipasi publik dan akuntabilitas lokal sangat diperlukan untuk menyeimbangkan efek autokratisasi nasional.