Hutagalung, Jennie Febrina
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PEMAHAMAN DAN PEMBINAAN NORMA SOPAN SANTUN MELALUI PKN PADA ANAK SEKOLAH GBI SUKMA MEDAN Sihombing, Rizky Agassy; Hutagalung, Jennie Febrina; Lukitoyo, Pristi Suhendro
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 4 Nomor 2 Edisi Desember 2020
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v4i2.2163

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman dan pembinaan yang cocok dilaksanakan dalam norma sopan santun melalui pembelajaran PKn pada anak sekolah minggu GBI Sukma Medan. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data menggunaan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Obyek penelitian ini adalah kegiatan pembinaan norma sopan santun dalam pembelajaran PKn melalui teknik bercerita. Populasi penelitian adalah seluruh anak-anak sekolah minggu GBI Sukma Medan yang terdiri dari kelas III-VI. Instrumen pengumpulan data adalah peneliti sendiri dengan bantuan pedoman observasi dan pedoman wawancara. Hasil yang diperoleh dari analisis data yang ditemukan bahwa anak-anak sekolah minggu GBI Sukma Medan kurang memahami konsep norma sopan santun serta penerapan nilai norma sopan santun dalam kehidupan sehari-hari melalui pembelajaran PKn yang telah mereka pelajari sebelumnya.
Pemahaman dan Pembinaan Norma Sopan Santun Melalui PPKn Pada Anak Sekolah GBI Sukma Medan Sihombing, Rizky Agassy; Hutagalung, Jennie Febrina; Lukitoyo, Pristi Suhendro
Jurnal Kewarganegaraan Vol 18, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.059 KB) | DOI: 10.24114/jk.v18i1.20869

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the understanding and guidance that is suitable to be implemented in the norms of courtesy through Civics learning in Sunday school children at GBI Sukma Medan. The research method used is a descriptive qualitative method, data collection techniques using observation, interview and documentation techniques. The object of this research is the activity of fostering norms of courtesy in Civics learning through storytelling techniques. The study population was all children of the Sunday school at GBI Sukma Medan, which consisted of class III-VI. The data collection instrument is the researcher himself with the help of observation guidelines and interview guidelines. The results obtained from the data analysis found that Sunday school children at GBI Sukma Medan did not understand the concept of the norms of courtesy and the application of the norm values of courtesy in daily life through Civics learning that they had previously learned. ------------- AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman dan pembinaan yang cocok dilaksanakan dalam norma sopan santun melalui pembelajaran PPKn pada setiap anak sekolah minggu GBI Sukma Medan. Metode penelitian yang akan digunakan adalah dengan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi secara menyeluruh. Objek dalam penelitian ini adalah kegiatan pembinaan terhadap norma sopan santun dalam pembelajaran PPKn dengan teknik bercerita. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh anak-anak sekolah minggu GBI Sukma Medan yang dimana terdiri dari kelas III-VI. Instrumen dalam pengumpulan data dengan cara peneliti sendiri dengan bantuan pedoman observasi serta pedoman wawancara. Adapun hasil yang diperoleh dari analisis data yang ditemukan, menyatakan bahwa anak-anak sekolah minggu GBI Sukma Medan kurang memahami mengenai konsep norma sopan santun serta dalam penerapan nilai norma sopan santun dalam kehidupan sehari-hari melalui pembelajaran PPKn yang telah mereka pelajari sebelumnya.
Pemahaman dan Pembinaan Norma Sopan Santun Melalui PPKn Pada Anak Sekolah GBI Sukma Medan Sihombing, Rizky Agassy; Hutagalung, Jennie Febrina; Lukitoyo, Pristi Suhendro
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 18 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v18i1.20869

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the understanding and guidance that is suitable to be implemented in the norms of courtesy through Civics learning in Sunday school children at GBI Sukma Medan. The research method used is a descriptive qualitative method, data collection techniques using observation, interview and documentation techniques. The object of this research is the activity of fostering norms of courtesy in Civics learning through storytelling techniques. The study population was all children of the Sunday school at GBI Sukma Medan, which consisted of class III-VI. The data collection instrument is the researcher himself with the help of observation guidelines and interview guidelines. The results obtained from the data analysis found that Sunday school children at GBI Sukma Medan did not understand the concept of the norms of courtesy and the application of the norm values of courtesy in daily life through Civics learning that they had previously learned. ------------- AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman dan pembinaan yang cocok dilaksanakan dalam norma sopan santun melalui pembelajaran PPKn pada setiap anak sekolah minggu GBI Sukma Medan. Metode penelitian yang akan digunakan adalah dengan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi secara menyeluruh. Objek dalam penelitian ini adalah kegiatan pembinaan terhadap norma sopan santun dalam pembelajaran PPKn dengan teknik bercerita. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh anak-anak sekolah minggu GBI Sukma Medan yang dimana terdiri dari kelas III-VI. Instrumen dalam pengumpulan data dengan cara peneliti sendiri dengan bantuan pedoman observasi serta pedoman wawancara. Adapun hasil yang diperoleh dari analisis data yang ditemukan, menyatakan bahwa anak-anak sekolah minggu GBI Sukma Medan kurang memahami mengenai konsep norma sopan santun serta dalam penerapan nilai norma sopan santun dalam kehidupan sehari-hari melalui pembelajaran PPKn yang telah mereka pelajari sebelumnya.
Analysis of Obstacles on Limited Face-To-Face Learning During The Covid-19 Pandemic Junior High School In Medan Octavia, Sherly Christina; Sihombing, Rizky Agassy; Destine, Kezia Thessa; Hutagalung, Jennie Febrina
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 11 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v11i1.6412

Abstract

This study aims to describe the obstacles experienced by students during limited face-to-face learning. By making class VII-8 at Junior High School 27 Medan as a research sample, it will analyze what obstacles are experienced by students. Research method used is descriptive quantitative method. The study used an instrument in the form of a questionnaire that would be given to students directly and provided four answer choices based on a Likert scale and structured interviews. The results of the study, it was found that students experienced problems in implementing limited face-to-face learning in the four aspects, namely in the aspects of facilities and infrastructure to support learning was obtained in the fairly good category, the classroom management aspect obtained the good category, the aspect of student activity get the unfavorable category, the aspect of student understanding gets the poor category, and the aspect of student concentration in doing learning gets a poor category. For this reason, good management is still needed in overcoming several obstacles in the limited face-to-face learning process, all parties, both principals, teachers, students and other school residents must participate in overcoming the obstacles that arise.