Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Increasing Sugar Production and Its Alternatives and Availability of Plantation Land in Strengthening the National Economy Rizerius Eko Hadisancoko
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2023): January 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v2i1.244

Abstract

The purpose of this study is to find out the problem of the weakening of the Indonesian cane sugar industry which is unable to keep up with the rate of demand for Refined Crystal Sugar (GKR), especially for the food, beverage and pharmaceutical industries which has increased rapidly which has prompted the government to open up investment opportunities to build refined sugar factories using raw raw materials imported sugar. In addition, in order to explore alternative uses of raw sugar other than sugar cane, plantation management and trade mechanisms for domestic needs, as well as expansion of plantation land outside Java Island, in order to increase national sugar productivity.
TNI-POLRI AND JAKARTA PROVINCE GOVERNMENT COORPETATION STRATEGY IN ACCLERATE HANDLING COVID-19 Wijonarko Wijonarko; Rizerius Eko Hadisancoko; Lukman Yudho Prakoso
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 6, No 1 (2022): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v6i1.5305

Abstract

This study discusses the TNI-Polri Cooperation strategy and the Jakarta Provincial Government in accelerating handling of COVID-19. This Study using the theory of Organizational Resources from George R. Terry. The aim is to describe Cooperation regulations, activity methods, readiness of human resources and the availability of infrastructure facilities in accelerating the handling of COVID-19. The method used is an observational case studies method with both quantitative and qualitative approaches (mix method) and uses SWOT and AHP for analysis. As a result, the first strategy is to create cooperation policy regulations, the second strategy is to increase public awareness of implementing Health protocols, the third strategy is to create superior human resources, and the fourth strategy is to realize the readiness of facilities and infrastructure.
Rekonstruksi Militer Jepang Pasca Perang Dunia II: Japan Self Defense Force dan Perannya dalam Pertahanan dan Keamanan Jepang Muhammad Dzulfiqar Faza Imaduddin; Rizerius Eko Hadisancoko; Erry Herman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3333

Abstract

Japan Self-Defense Force atau JSDF adalah pasukan bela diri Jepang yang terbentuk setelah pelarangan adanya tantara nasional bagi negara Jepang sebagaiman tertuang pada Pasal 9 Konstitusi Jepang, yang membatasi kemampuan militer Jepang dan penggunaan kekuatan dalam urusan internasional. Penelitian ini menyoroti pentingnya tugas-tugas JSDF, termasuk operasi bantuan bencana, misi pemeliharaan perdamaian internasional, perlindungan sipil, dan pertahanan nasional, dalam menjaga keamanan dan stabilitas Jepang. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif kualitatif, dengan mengandalkan sumber data sekunder seperti buku, artikel ilmiah, dan referensi yang relevan. Selain itu, penelitian ini menekankan komitmen JSDF terhadap pertahanan nasional dan tantangan yang dihadapinya, termasuk keterbatasan konstitusional, kendala keuangan, manajemen sumber daya manusia, dan kemajuan teknologi di ranah militer. Penelitian ini menyoroti peran penting yang dimainkan oleh Pasukan Bela Diri Jepang dalam melindungi keamanan Jepang dan berkontribusi terhadap perdamaian internasional. Dengan memahami dan mengatasi tantangan yang dihadapi oleh JSDF, para pembuat kebijakan dapat merumuskan strategi untuk mengatasi hambatan-hambatan ini, memastikan pasukan pertahanan yang tangguh dan efektif yang mampu menjaga kepentingan Jepang dan mempromosikan stabilitas global.
KONTRIBUSI INDONESIA DALAM OPERASI PEMELIHARAAN PERDAMAIAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA (PBB Ryanda Catur Arhanudya; Syaiful Anwar; Rizerius Eko Hadisancoko
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan perdamaian merupakan salah satu isu krusial dalam politik global saat ini. PBB, sebagai lembaga internasional utama, memiliki peran kunci dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia. Indonesia, sebagai salah satu negara anggota PBB, telah aktif berpartisipasi dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB selama beberapa decade. Indonesia telah mengambil berbagai upaya dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemeliharaan perdamaian melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk pengiriman Personel Tentara Negara Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian. Namun, kontribusi Indonesia tidak terbatas hanya pada aspek militer semata. Negara ini juga telah berperan aktif dalam bidang kemanusiaan sebagai wujud dukungan terhadap perdamaian dunia. Kontribusi Indonesia dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB telah memiliki dampak positif yang signifikan dalam lingkup internasional. Implikasi positif ini mencakup berbagai aspek, termasuk reputasi diplomatis, hubungan internasional, pengaruh regional, dan kontribusi terhadap perdamaian dunia. Implikasi positif ini bukan hanya berdampak pada citra Indonesia di mata dunia, tetapi juga memberikan inspirasi dan contoh bagi negara-negara lain untuk turut serta dalam upaya pemeliharaan perdamaian dunia.
The Role of Defense Diplomacy to Enhance Defense Industry in Developing Countries: Case Study of Indonesia and India Cooperation Wulandari, Adelia; Banyu Perwita, Anak Agung; Hadisancoko, Rizerius Eko
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntaximperatif.v5i4.453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuin peran diplomasi pertahanan dalam meningkatkan industri pertahanan di negara berkembang, terutama untuk Indonesia dan India. Dalam menghadapi tantangan geopolitik, diplomasi pertahanan berperan penting dalam mendorong kerja sama internasional dan transfer teknologi. diplomasi pertahanan dapat secara signifikan membantu dalam membangun hubungan internasional, melakukan transfer teknologi, dan meningkatkan kemampuan dan kekuatan pertahanan nasional. Indonesia telah mencapai kemajuan dalam industri pertahanan, terlihat dari kemampuannya dalam memproduksi dan mengekspor peralatan militer saat ini. Kerja sama dengan India, sebagai salah satu negara yang memiliki industri pertahanan berkembang pesat dapat menekankan pentingnya kolaborasi strategis untuk meningkatkan kapasitas pertahanan domestik, termasuk transfer teknologi, peningkatan konten lokal, dan peluang investasi bersama, yang semuanya berkontribusi pada stabilitas regional di Indo-Pasifik serta meningkatkan hubungan bilateral. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan proses dan dampak kolaborasi dan transfer teknologi di sektor pertahanan. Kesimpulannya menunjukan bahwa diplomasi pertahanan memainkan peran krusial dalam pengembangan industri pertahanan di negara berkembang, dengan kolaborasi antara Indonesia dan India yang tidak hanya meningkatkan kapabilitas pertahanan nasional tetapi juga stabilitas regional dan hubungan bilateral
Diplomasi Pertahanan Indonesia Melalui Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Gaza tahun 2024: Analisis Strategi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI Pertiwi, Annisa Dipa; Anwar, Syaiful; Hadisancoko, Rizerius Eko
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i3.698

Abstract

Krisis kemanusiaan yang berlangsung di Gaza tahun 2024 telah mengundang respons internasional, termasuk dari Indonesia sebagai negara dengan komitmen kuat terhadap perjuangan Palestina. Dalam konteks ini, pengiriman bantuan kemanusiaan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) bukan hanya merupakan manifestasi solidaritas, tetapi juga bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza tahun 2024 menjadi instrumen diplomasi pertahanan Indonesia melalui penerapan strategi OMSP. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi dokumen dan literatur akademik, penelitian ini menemukan bahwa operasi kemanusiaan TNI memperkuat citra soft power Indonesia di ranah internasional, meningkatkan kredibilitas Indonesia di forum multilateral, serta mendukung politik luar negeri bebas-aktif. Meskipun terdapat tantangan logistik dan diplomatik, pengiriman bantuan ini berhasil memperlihatkan diplomasi pertahanan Indonesia yang adaptif terhadap dinamika global. Artikel ini merekomendasikan perlunya penguatan kerangka kebijakan OMSP untuk operasi kemanusiaan lintas negara guna mendukung efektivitas diplomasi pertahanan di masa mendatang.
Indonesia's Foreign Policy on Security, Case Study : South China Sea Dispute Imaduddin, Muhammad Dzulfiqar Faza; Hadisancoko, Rizerius Eko; Herman, Erry
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 7 (2024): July 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v3i7.8637

Abstract

Indonesia's foreign policy on security, particularly in the South China Sea, is a multifaceted and successful strategy rooted in historical imperatives, geographical considerations, and principled values. This analysis employs a comprehensive methodology, encompassing an examination of Indonesia's historical pursuit of territorial integrity, its strategic geographic positioning, and the influence of core values in shaping foreign policy. By actively participating in regional and international forums, Indonesia employs active diplomacy, adheres to a policy of neutrality, and enforces maritime laws, contributing to conflict resolution and regional stability. Through a detailed analysis of its roles as a mediator, facilitator of maritime cooperation, promoter of international law, and key participant in regional initiatives, this study underscores Indonesia's significant impact on fostering peace and stability in the South China Sea. The examination of Indonesia's success lies in its ability to empower ASEAN, strengthen bilateral relations, and enhance maritime defense capabilities, all of which collectively contribute to the nation's pivotal role as a regional leader in shaping the geopolitical landscape of the South China Sea. Indonesia's foreign policy on security, especially in the South China Sea, emerges as a comprehensive and successful strategy, blending historical awareness, strategic positioning, principled values, and proactive engagement.
The Role of AUKUS in Australia’s Military Capacity Building Strategy Lubis, Lia Aulia; Perwita, Anak Agung Banyu; Hadisancoko, Rizerius Eko
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v3i8.10608

Abstract

This paper explores the role of AUKUS in enhancing Australia's military capacity amid evolving Indo-Pacific geopolitics. The AUKUS partnership between Australia, the UK, and the US aims to increase Australia's defense capabilities, focusing on nuclear-powered submarines, cyber security, AI, and underwater warfare. The analysis shows how AUKUS addresses Australia's military challenges by offering advanced technology and strategic support. The SSN-AUKUS submarines symbolize a major advancement in Australia's naval capabilities. The partnership also promises economic and social benefits, including job creation and infrastructure development. However, the study also notes potential drawbacks, such as increased regional tensions and the risk of an arms race, highlighting the need for balanced diplomatic effort.