Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

WORKSHOP PRODUK UPCYCLE GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN VOKASIONAL SISWA SLB NEGERI 1 BADUNG Ni Luh Kadek Resi Kerdiati; I Putu Udiyana Wasista; Putu Ari Darmastuti
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v2i2.2726

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan siswa penyandang disabilitas pada SLB Negeri 1 Badung, khususnya dalam kegiatan produktif membuat produk sederhana menggunakan benda-benda upcycle. Kegiatan yang dilaksanakan sekaligus membuka peluang bagi pengembangan ilmu dan keterampilan yang sifatnya praktis dan aplikatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi tindakan partisipatif, dimana peneliti berperan langsung pada kegiatan pengabdian. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, wawancara dan studi pustaka. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan 4 tahapan yaitu tahap perencanaan, dimana tim pengabdian melakukan observasi dari potensi dan masalah yang mungkin muncul saat kegiatan. Taham pelaksanaan dilakukan selama 2 hari melalui pemaparan materi dan pelatihan melalui pelaksanaan kegiatan workshop. Tahap evaluasi terhadap hasil pelatihan, setelah kegiatan selesai dilakukan, serta tahap refleksi melalui hasil evaluasi untuk peningkatan pelatihan berikutnya. Kegiatan telah terlaksana dengan baik, peserta pelatihan berhasil menyelesaikan output yang diharapkan dengan baik dan tepat waktu. Ditemui beberapa kendala seperti terbatasnya ketersediaan bahan selama pelaksanaan workshop, namun hal tersebut justru dapat mengasah kepekaan serta kreatifitas peserta pelatihan. Keterbatasan cara komunikasi sempat menjadi kekhawatiran dari tim pengabdian, namun hal tersebut dapat diatasi dengan bantuan dan kerjasama dari pihak SLB Negeri 1 Badung.
UNDERSTANDING WOOD FINISHING USING THE JAPANESE WOOD BURNING TECHNIQUE (SHOU SUGI BAN) IN ARCHITECTURE Ni Luh Kadek Resi Kerdiati
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 1 No. 1 (2021): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v1i1.100

Abstract

Purpose : This study aims to give insights regarding Shou Sugi Ban to a degree that becomesknown to more people.Research methods : Applies a literature study method that works by analyzing the data collected.The source of the data is mostly taken from journals, research articles, books, and online websites.Findings : Shou Sugi Ban is a Japanese technique of finishing wood by charring the surface withfire. This technique is environmentally friendly because it naturally makes the wood impossible toabsorb moisture so that the wood can be protected from termites and mold. Generally, there are fivesteps to a perfect Shou Sugi Ban: (1) materials preparation, (2) burn process, (3) surface prep orsanding, (4) stain process, (5) finish process. In architecture, this wood finishing is appropriate forexterior and interior.Implications : The information provided is to be able to add insight and knowledge about one of thenatural finishing techniques that still looks beautiful but is environmentally friendly. So later, theadvantages of finishing Shou Sugi Ban can be more widely known and utilized in the development ofarchitecture.
THE FORGOTTEN BARONG KEDINGKLING AND LEGONG TOMBOL AS GREEN FACADE INSPIRATION I Putu Udiyana Wasista; Ni Luh Kadek Resi Kerdiati
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 1 No. 1 (2021): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v1i1.104

Abstract

Purpose: The purpose of this research and creation is to answer the issue of preserving Balinesetraditions such as barong kedingkling, legong tombol dance, taru pramana, the need for greenspaces during the pandemic, as well as the implementation of the Bali Provincial Regulation No. 5 of2005, in the form of a green facade module with a Balinese identity.Research methods: The method used is based on a design thinking approach which is dividedinto three stages, namely inspiration, ideation, and implementation.Findings: The green facade has a Balinese identity using the form of the barong kedingklingmodule and the legong tombol dance. The plants used are sourced from taru pramana. This strategyis expected to be able to answer the need for preservation, cultural education, and the application oflocal regulations in a new, more modern way.Implications: Preservation of traditional arts can continue with a strategy that is in line with thetimes. There needs to be a creative exploration in line with technological developments. Traditionalart must be able to be applied flexibly so as not to be eroded by the times.
THE INFLUENCE OF COLOR ON CONSUMER'S AFFECTIVE SIDE IN COMMERCIAL SPACE: A LITERATURE REVIEW APPROACH I Putu Udiyana Wasista; Ni Luh Kadek Resi Kerdiati; Putu Ari Darmastuti
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 2 No. 2 (2022): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v2i2.263

Abstract

Purpose: This study aims to look at strategies for arousing consumers' affective side. The affective side studied is the desire to enter the room, the desire to shop, and the mood in a commercial space. Research methods: This study uses the library study method. This method uses literature as a source of research answers. The literature obtained will be categorized and analyzed to find valid answers. Findings: We need the right strategy in combining colors to form a space atmosphere that invites and arouses consumer shopping interest. Colors with a combination of blue or green-yellow are suitable for entrances, while cool colors are good for use in spaces. Cool colors will help influence shopping decisions and consumer moods. This combination is crucial in maximizing profits in commercial ventures. Implications: The role of color in a commercial space is significant. Designers must be able to choose colors wisely and flexibly. This choice is because each color has a different role and function in evoking the affective side of consumers.
PENGAPLIKASIAN MATERIAL ECO ARCHITECTURE BATANG JERAMI SEBAGAI BAHAN DASAR KONSTRUKSI RUMAH Pedor, Patricia Yuriqe Richella; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v3i2.2899

Abstract

Dibuatnya jurnal ilmiah ini adalah untuk memberikan para pembaca khususnya para interior desainer dan arsitek, informasi informasi yang lebih mendalam mengenai penggunaan bahan alami sebagai bahan dasar konstruksi bangunan, yang salah satu bahan alami tersebut merupakan batang jerami. Dimana nantinya akan dibahas mengenai apa saja kelebihan dari batang jerami ini khususnya dampak yang ditimbulkan oleh batang jerami ini kepada lingkungan, jika digunakan sebagai bahan dasar konstruksi sebuah bangunan, sehingga dapat menjelaskan kenapa di luar negeri mulai banyak orang orang atau peneliti yang mulai membangun rumah dengan menggunakan batang jerami sebagai bahan dasar konstruksinya untuk menggantikan beton ringan, yang sudah dipakai untuk bahan dasar konstruksi dari sejak dulu. Dan juga akan sedikit dijelaskan bagaimana cara mengolah tumpukkan batang jerami hasil limbah gandum ini, menjadi sebuah material yang dapat menjadi bahan dasar konstruksi sebuah bangunan.
PERANCANGAN VISUALISASI DESAIN INTERIOR PROYEK BUTIK IBU AMI DENGAN GAYA MODERN Hutahaean, Herda Letaria; Waisnawa, I Made Jayadi; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3465

Abstract

Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang populer karena memiliki karakteristik kebudayaan dan keindahan alam sendiri. Hal ini menjadikan Bali sebagai lokasi yang menjanjikan untuk bisnis komersial salah satunya bisnis butik. Proyek butik ini merupakan salah satu proyek dari Studio Dewi Deco Interior. Butik merupakan sebuah bisnis yang menawarkan berbagai produk fashion. Bangunan butik sering sekali dihadapkan dengan masalah keterbatasan ruang dan desain interior yang kurang menarik. Berdasarkan hal ini perlu perancangan desain interior secara kreatif untuk mengoptimalkan penggunaan ruang agar butik lebih fungsional, nyaman, dan memiliki sisi estetika. Perancangan proyek ini bertujuan untuk memberikan preferensi desain interior butik sesuai dengan permintaan yang menginginkan konsep butik dengan gaya modern. Selama penelitian ini, diterapkan metode kualitatif dalam perancangan desain interior butik. Selain itu metode pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Selama perancangan ini diperlukan pemahaman mengenai desain serta material dan bahan yang sesuai dengan kondisi site dan sejalan dengan konsep desain. Hasil dan pembahasan perancangan ini terbagi menjadi beberapa bagian yang meliputi alur pengerjaan proyek, data seputar proyek, proses perancangan desain, hasil akhir desain, dan kendala selama perancangan. Hasil akhir desain memaparkan hasil penelitian dan perancangan yang dilakukan penulis. Hal ini meliputi visualisasi 3D butik, jenis material dan bahan, serta furniture yang dirancangkan. Proyek ini sebagai studi kasus yang memaparkan hasil kerja penulis selama mengikuti program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Adapun hasil dari perancangan butik ditampilkan dalam bentuk visualisasi 3D desain interior. Permasalahan keterbatasan ruang dapat diselesaikan melalui pemanfaatan seluruh bagian ruangan dan penggunaan furniture yang multifungsi. Melalui perancangan ini, diharapkan mampu memberikan preferensi desain interior butik.
KONSEP ZEN GARDEN PADA INTERIOR RUANG KELUARGA Saraswati, Ni Komang Adinda Mahadyah; Artayasa, I Nyoman; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i2.3898

Abstract

Zen Garden, yang berasal dari tradisi Jepang telah menjadi inspirasi dalam desain interior modern. Taman ini menciptakan suasana meditatif dan ketenangan melalui elemen-elemen alam seperti batu, pasir, dan tanaman. Dalam interior ruang keluarga, prinsip Zen Garden dapat diadaptasi untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan menenangkan. Artikel ini mengkaji bagaimana konsep Zen Garden dapat diterapkan dalam interior ruang keluarga untuk menciptakan suasana yang tenang dan harmonis. Mengidentifikasi elemen-elemen utama Zen Garden seperti keseimbangan, penggunaan elemen alami, dan minimalisme, serta mengkaji penerapannya dalam ruang keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan analisis deskriptif kualitatif, mengandalkan literatur dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep Zen Garden dalam desain interior menciptakan ruang yang menenangkan dan meditatif, dengan fokus pada ketenangan, harmonisasi, dan keterhubungan dengan alam. Studi kasus seorang artis musisi menyoroti pentingnya lingkungan tenang untuk mendukung kreativitas dan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. Desain ruang yang harmonis memungkinkan interaksi keluarga yang mendukung keseimbangan hidup, serta menciptakan hubungan yang kuat dengan alam melalui penggunaan elemen alami dalam Zen Garden.   Kata kunci : Zen Garden, Ruang Keluarga, Arsitektur Jepang  
PENERAPAN KONSEP 3R (REDUCE-REUSE-RECYCLE) UNTUK MATERIAL INTERIOR BERKELANJUTAN Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi; Darmastuti, Putu Ari
VISWA DESIGN: Journal of Design Vol. 3 No. 2 (2023): Viswa Design: Journal of Design
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vide.v3i2.2910

Abstract

Saat ini industri desain interior mengalami pertumbuhan pesat yang menyebabkan peningkatan konsumsi material. Hal tersebut menyebabkan dampak yang cukup signifikan pada kerusakan lingkungan. Untuk memberikan solusi dari permasalahan terebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menerapkan konsep 3R (Reduce-Reuse-Recycle) dalam pemilihan dan penggunaan material interior dengan fokus pada keberlanjutan. Melalui metode penelitian dekriptif kualitatif dan studi kepustakaan, diperoleh kesimpulan bahwa dampak negatif yang ditimbulkan memang tidaklah dapat dihindari sepenuhnya, namun hal tersebut dapat diminimalisir. Melalui penerapan konsep 3R tersebut material dipilih secara tepat guna dan mampu menghemat penggunaan energi (Reduce); memanfaatkan berbagai benda atau produk yang sudah tidak terpakai lagi menjadi sebuah produk dengan fungsi baru, dengan masih mempertahankan bentuk aslinya (Reuse); serta pengolahan limbah yang dapat digunakan untuk menghasilkan material baru, yang selanjutnya dapat diolah menjadi berbagai produk (Recycle).
Perancangan Western Fusion Restoran di Seminyak Sebagai Solusi Efisiensi Ruang dan Kapasitas Pengunjung Darmastuti, Putu Ari; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi; Wasista, I Putu Udiyana; Diantari, Ni Kadek Yuni
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v4i1.5381

Abstract

Italian Fusion merupakan restoran yang menghadirkan konsep kuliner khas Italia, tidak hanya melalui sajian makanan tetapi juga atmosfer ruang yang mendukung pengalaman tersebut. Dalam pengabdian ini, pihak mitra menghadapi permasalahan terkait integrasi open kitchen dengan bar dalam satu area, serta keterbatasan kapasitas ruang yang berdampak pada jumlah pengunjung yang dapat dilayani. Oleh karena itu, diperlukan solusi perancangan interior yang mampu mengoptimalkan efisiensi ruang dan meningkatkan kapasitas restoran. Pengabdian kepada masyarakat, sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, bertujuan memberikan kontribusi akademik dalam bentuk penerapan ilmu perancangan interior pada tahap konseptual. Metode yang digunakan mencakup beberapa tahapan, mulai dari survey lokasi, wawancara untuk pengumpulan data, hingga penyusunan konsep desain. Hasil akhir berupa gambar konseptual dalam bentuk denah, potongan, perspektif 3D, serta moodboard sebagai referensi pengembangan konsep desain. Desain yang diusulkan menerapkan konsep modern kolonial yang menggabungkan elemen klasik dengan sentuhan kontemporer. Gaya ini dihadirkan melalui pemilihan material, detail arsitektural, serta kombinasi warna dan pencahayaan yang menciptakan suasana elegan namun tetap hangat. Selain itu, perancangan interior berfokus pada optimalisasi tata ruang untuk memastikan sirkulasi yang lebih efisien, kenyamanan pengunjung, serta peningkatan kapasitas restoran. Dengan pendekatan ini, diharapkan pengalaman kuliner yang ditawarkan menjadi lebih unik, nyaman, dan berkesan.
PENERAPAN KONSEP "AFFECTIONATE ABODE" PADA INTERIOR RUANG KELUARGA DAN DAPUR DRG. HENDRI POERNOMO Meita Ayu Nita, Gst. A. Ayu; Artayasa, I Nyoman; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v5i1.3794

Abstract

Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil di dalam masyarakat yang terdiri dari dua orang atau lebih yang dibentuk atas dasar tali perkawinan yang sah, darah atau pun adopsi dimana kelompok tersebut hidup bersama, berinteraksi antara individu di dalam keluarga maupun hubungan keluarga dengan lainnya, dengan setiap anggota yang memiliki peranan masing-masing untuk memenuhi fungsi keluarga. Komunikasi merupakan hal yang paling esensial bagi kehidupan manusia, karena dengan komunikasi manusia dapat berinteraksi dengan manusia lainnya. Namun terkadang tidak semua manusia dapat melakukan komunikasi secara efektif, Karena kurangnya intensitas waktu untuk melakukan komunikasi dengan keluarga maupun anak-anak mereka berakibat pada komunikasi yang rusak diantara mereka, sehingga berakibat pada memburuknya kehidupan rumah tangga yang dialami wanita pekerja. Oleh karena itu diperlukan suatu tempat yang dapat menjadi sarana komunikasi efektif,tempat tinggal dan ruang yang mendukung kesejahteraan emosional dan fisik para penghuninya, memfasilitasi interaksi yang erat, serta menyediakan tempat yang aman dan nyaman untuk beristirahat dan berkumpul melalui konsep "Affectionate Abode" Desain yang hangat dan mengundang ini memprioritaskan kesejahteraan fisik dan emosional anggota keluarga, menciptakan tempat di mana mereka merasa dicintai dan dihargai. Dengan tidak adanya dinding pemisah antara dapur dan ruang keluarga, komunikasi antara anggota keluarga menjadi lebih mudah dan lancar. Saat salah satu anggota keluarga sedang memasak, mereka masih bisa berbicara dan berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya yang berada di ruang keluarga, Dan untuk Menciptakan Kebersamaan Ruang yang terbuka memungkinkan seluruh anggota keluarga untuk melakukan aktivitas bersama, meskipun mereka mungkin sedang melakukan kegiatan yang berbeda. Anak-anak bisa bermain atau mengerjakan pekerjaan rumah di ruang keluarga sambil orang tua memasak atau menyiapkan makanan.