Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Lubheng Cemplong Sebagai Inspirasi Perancangan Green Wall pada Ruang Interior Wasista, I Putu Udiyana; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 11, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v11i1.9418

Abstract

Terdapat tiga isu yang diangkat dalam artikel ini, yaitu: 1) Pelestarian akan keberadaan seni tradisiBali seperti kain gringsing dan pengetahuan taru pramana, berhadapan dengan dinamisme budayayang kian menggerusnya; 2) Pengejawantaha Perda Provinsi Bali No. 5 Tahun 2005, tentangaturan untuk menggunakan identitas Bali pada arsitektur bangunan, yang akan diterapkan denganpendekatan baru; 3) Keterbatasan ruang hijau ketika masa pandemi COVID-19, sehingga butuhstrategi baru dalam mengaplikasikan ruang hijau. Maka dari itu, tujuan penelitian ini sebagai carapelestarian budaya, edukasi tradisi, pemanfaatan area terbatas untuk ruang hijau, serta pemaknaanPerda Provinsi Bali No.5 Tahun 2005 dengan cara yang baru. Penelitian menggunakan metodedesign thinking, dengan tiga tahapan, yaitu : ideasi, konsepsi, dan implementasi. Motif lubhengdan cemplong dari kain tenun geringsing, menjadi ide dasar dalam perancangan partisi denganpendekatan desain biofilik. Tanaman yang digunakan dalam modul menggunakan tanaman yangdiambil dari lontar taru pramana. Pemanfaatan ruang-ruang vertikal sebagai ruang hijau adalahsalah satu strategi pemanfaatan ruang yang terbatas. Selain itu, motif dari tenun geringsingmenunjukkan lokalitas Bali yang modern, sesuai dengan aturan Perda Provinsi Bali no. 5 tahun2005. Dampak penelitian ini adalah mampu memberikan cara baru dalam pelestarian nilai-nilailokal Bali. Selain itu, pemegang aturan harus mampu memikirkan cara baru mengembangkan nilaitradisi Bali menjadi sesatu yang menarik dan modern
PREFERENSI DESAIN INTERIOR KANTOR MODERN BERDASARKAN FUNGSI ELEMEN RUANG BAGI GENERASI MILENIAL Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi; Waisnawa, I Made Jayadi; Wasista, I Putu Udiyana
Waca Cipta Ruang Vol. 9 No. 1 (2023): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v9i1.8440

Abstract

ABSTRAK Generasi milenial adalah generasi yang lahir antara tahun 1989 – 1995 dan kedepannya generasi inilah yang akan mendominasi dunia kerja. Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi milenial identik dengan perkembangan teknologi, menyukai keterbukaan dan kebebasan, memiliki berbaSgai ide kreatif yang siap dituangkan kapan saja, percaya diri, serta menyukai hal yang praktis.. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penyesuaian terhadap desain interior kantor untuk dapat meningkatkan produktifitas penggunanya, yang dalam hal ini adalah generasi milenial. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif, melalui studi dokumen dan selanjutnya seluruh hasil analisis dijabarkan secara deskriptif. Berdasarkan analisis data yang ada diketahui bahwa konsep tata ruang yang cocok digunakan untuk kantor milenial adalag tata ruang gabungan (perpaduan tata ruang terbuka dan tertutup); menyediakan beberapa ospi jenis furniture; penerapan warna yang sesuai jenis pekerjaan; pemilihan unsur dekoratif yang tidak memakan tempat dan low maintenance; pepaduan pencahayaan serta penghawaan alami dan buatan; meredam suara bising dengan material yang tepat; serta menyediakan fasilitas pendukung tambahan. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan untuk pengembangan desain kantor yang sesuai dengan generasi penggunanya, sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja. Selain itu juga diharapkan dapat menjadi sumber referensi untuk penelitian selanjutnya. Kata Kunci: Interior, Kantor Modern, Generasi Milenial
Silenced Sovereignty: Reclaiming Dedes’ Agency in a Patriarchal Narrative Udiyana Wasista, I Putu; Surja Triwibowo, Adi; Ari Darmastuti, Putu; Kadek Resi Kerdiati, Ni Luh; Ardanari Adipurwa, A.A. Trisna
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 5 (2025): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/bbwp.v5i1.628

Abstract

This study examines the representation of patriarchy in 13th-century Javanese feudal society through an analysis of Arok Dedes by Pramoedya Ananta Toer. The research centers on the character of Dedes, symbolizing gender oppression. Although Dedes holds the high position of queen, she remains constrained by the patriarchal system, positioning her as a tool of male authority. This dynamic is evident in her forced marriage to Tunggul Ametung and her political involvement with Arok. Utilizing both sociological and historical perspectives, the research reveals the ways in which the patriarchal structure, understood within its historical context, shapes the social and political positioning of women. Additionally, the study incorporates hypergamy theory, demonstrating that Dedes' marriage was not merely a personal decision but a strategic political maneuver reinforcing male dominance. The findings offer valuable insights into the continued influence of patriarchy in modern society, encouraging discussions on women's empowerment and the pursuit of gender equality. Ultimately, this study contributes significantly to feminist theory and power studies, offering a fresh perspective on the portrayal of women in Indonesian history and literature.
PERANCANGAN VISUALISASI DESAIN INTERIOR PROYEK BUTIK IBU AMI DENGAN GAYA MODERN Hutahaean, Herda Letaria; Waisnawa, I Made Jayadi; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3465

Abstract

Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang populer karena memiliki karakteristik kebudayaan dan keindahan alam sendiri. Hal ini menjadikan Bali sebagai lokasi yang menjanjikan untuk bisnis komersial salah satunya bisnis butik. Proyek butik ini merupakan salah satu proyek dari Studio Dewi Deco Interior. Butik merupakan sebuah bisnis yang menawarkan berbagai produk fashion. Bangunan butik sering sekali dihadapkan dengan masalah keterbatasan ruang dan desain interior yang kurang menarik. Berdasarkan hal ini perlu perancangan desain interior secara kreatif untuk mengoptimalkan penggunaan ruang agar butik lebih fungsional, nyaman, dan memiliki sisi estetika. Perancangan proyek ini bertujuan untuk memberikan preferensi desain interior butik sesuai dengan permintaan yang menginginkan konsep butik dengan gaya modern. Selama penelitian ini, diterapkan metode kualitatif dalam perancangan desain interior butik. Selain itu metode pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Selama perancangan ini diperlukan pemahaman mengenai desain serta material dan bahan yang sesuai dengan kondisi site dan sejalan dengan konsep desain. Hasil dan pembahasan perancangan ini terbagi menjadi beberapa bagian yang meliputi alur pengerjaan proyek, data seputar proyek, proses perancangan desain, hasil akhir desain, dan kendala selama perancangan. Hasil akhir desain memaparkan hasil penelitian dan perancangan yang dilakukan penulis. Hal ini meliputi visualisasi 3D butik, jenis material dan bahan, serta furniture yang dirancangkan. Proyek ini sebagai studi kasus yang memaparkan hasil kerja penulis selama mengikuti program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Adapun hasil dari perancangan butik ditampilkan dalam bentuk visualisasi 3D desain interior. Permasalahan keterbatasan ruang dapat diselesaikan melalui pemanfaatan seluruh bagian ruangan dan penggunaan furniture yang multifungsi. Melalui perancangan ini, diharapkan mampu memberikan preferensi desain interior butik.
KONSEP ZEN GARDEN PADA INTERIOR RUANG KELUARGA Saraswati, Ni Komang Adinda Mahadyah; Artayasa, I Nyoman; Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i2.3898

Abstract

Zen Garden, yang berasal dari tradisi Jepang telah menjadi inspirasi dalam desain interior modern. Taman ini menciptakan suasana meditatif dan ketenangan melalui elemen-elemen alam seperti batu, pasir, dan tanaman. Dalam interior ruang keluarga, prinsip Zen Garden dapat diadaptasi untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan menenangkan. Artikel ini mengkaji bagaimana konsep Zen Garden dapat diterapkan dalam interior ruang keluarga untuk menciptakan suasana yang tenang dan harmonis. Mengidentifikasi elemen-elemen utama Zen Garden seperti keseimbangan, penggunaan elemen alami, dan minimalisme, serta mengkaji penerapannya dalam ruang keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan analisis deskriptif kualitatif, mengandalkan literatur dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep Zen Garden dalam desain interior menciptakan ruang yang menenangkan dan meditatif, dengan fokus pada ketenangan, harmonisasi, dan keterhubungan dengan alam. Studi kasus seorang artis musisi menyoroti pentingnya lingkungan tenang untuk mendukung kreativitas dan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. Desain ruang yang harmonis memungkinkan interaksi keluarga yang mendukung keseimbangan hidup, serta menciptakan hubungan yang kuat dengan alam melalui penggunaan elemen alami dalam Zen Garden.   Kata kunci : Zen Garden, Ruang Keluarga, Arsitektur Jepang  
Arts and Culture Education in Bali Urban Sketchers Community Activities: A Netnographic Study Perspective Adipurwa, Anak Agung Trisna Ardanari; Udiyana Wasista, I Putu; Resi Kerdiati, Ni Luh Kadek; Ari Darmastuti, Putu
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lekesan.v6i1.2391

Abstract

Urban Sketchers Bali (USK Bali) is a community engaged in capturing life's moments in the surrounding environment through sketches. Cultural moments become objects most often used as sketches. In the process, USK Bali members come from various professional backgrounds, from artists to those without an artistic background. Then there is an interesting phenomenon in transferring knowledge about art and culture. USK Bali members do not have a professional educator background, but the learning process and learning climate are conducive and enjoyable. The purpose of this study is to see the educational process that occurs both in its interactions and strategies. This research is qualitative with a netnographic approach, which summarizes and analyzes a sample of interactions on social media. The result is that naturally and instinctively, the educational process that is formed already uses four approaches in education: behavioristic, cognitivist, constructivist, and humanist. This process shows that in the spontaneous transfer of knowledge, someone already has all of these approaches even though they do not have a professional educator background.
INTEGRATION OF GREEN OPEN SPACES IN TOURISM ACCOMMODATION GLAMPING RICHLAND BATURITI BALI Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lksn.v7i1.2839

Abstract

Glamping tourism is currently experiencing rapid growth. This is because this type of tourism offers a unique natural tourism experience with modern and comfortable facilities. This research focuses on green open spaces at Richland Glamping Baturiti Bali. Richland Glamping Baturiti is a glamping accommodation that provides green open space in an area with beautiful natural beauty. This allows the development of optimal green open spaces harmoniously with the surrounding environment. Hopefully, this research can contribute to realizing glamping tourism, which provides a unique and exciting tourist experience, preserves nature and supports sustainable development. This research uses qualitative methods with the object of the Richland glamping case study in Bali, which has green open spaces. Primary data was collected through observation and documentation, while secondary data was obtained from the library. All information and data are analyzed using relevant theories and then explained descriptively. Glamping offers luxury accommodations in nature with a commitment to cleanliness and personal service. The green open space is designed with ecological principles to improve the quality of life, groundwater, and ecosystem balance. Through these environmental design principles, an analysis was carried out on the case objects of green open space at Glamping Richland Bali. The Richland Glamping Baturiti Bali case study shows how this principle can be applied by choosing the right plants and location, creating a harmonious and environmentally friendly experience for visitors.
A STUDY ON THE MULTIFUNCTIONALITY OF GARDENS IN RESTAURANT INTERIORS: AESTHETICS, HEALING SPACE, AND GREEN BRANDING Kerdiati, Ni Luh Kadek Resi; I Putu Udayana Wasista; Putu Ari Darmastuti
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lksn.v8i2.3499

Abstract

This study discusses the multifunctional role of gardens in restaurant interiors through three main aspects: aesthetics, healing space, and green branding. The research focuses on the function of gardens in restaurant buildings, which are not only used as aesthetic elements, but also serve to support psychological healing and strengthen brand identity. This study employs a qualitative approach using the literature review method, by examining books, journal articles, and scientific publications relevant to the research topic. The literature selection process was conducted using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) diagram. The findings indicate that the aesthetic, healing space, and green branding functions complement one another. From an aesthetic perspective, the presence of plants enhances the visual appearance of interior spaces. As a healing space, gardens create a relaxing atmosphere that can improve psychological comfort. In terms of green branding, gardens within restaurant buildings serve as a symbol of sustainability.This study emphasizes the integration of gardens within restaurant interiors as a strategy that combines aesthetic, psychological, and ecological values. The results provide practical insights for designers and restaurant entrepreneurs in creating interior designs that are not only visually appealing, but also function as restorative environments while remaining aligned with the principles of sustainable business.