Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PREVALENSI HERNIA INGUINALIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH Zuar, Sayed Syafi; Mustaqim, M. Hendro; Saida, Said Aandy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i10.10493

Abstract

Abstrak: Prevalensi Hernia Inguinalis di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Hernia merupakan massa pada suatu rongga di bagian terlemah muskulo-aponeurotik pada dinding abdomen. Hernia inguinalis (inguinal hernia – IH) bersifat strangulasi (ireponibel disertai gangguan pasase) dan inkarserasi (ireponibel disertai gangguan vaskularisasi) serta dapat diterapi dengan tindakan pembedahan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung prevalensi hernia inguinalis berdasarkan umur ( <17, 18-40, 41-65, dan >65 tahun), jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), dan pekerjaan (Aparatur Sipil Negara/ASN dan non-ASN) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Kota Banda Aceh pada 2021. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif, yang dilakukan pada November-Desember 2022 dengan menggunakan data rekam medik (data sekunder) pasien hernia inguinalis tahun 2021. Dari 34 pasien, prevalensi hernia inguinalis tertinggi ditemukan pada kategori umur 41-65 tahun (55,88%), laki-laki (85,29%), dan non-ASN (82,35%).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA KEDOKTERAN Khaira, Dinda Varhanil; Andriaty, Syarifah Nora; Mustaqim, M. Hendro
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i8.10473

Abstract

Abstrak: Pengaruh Model Pembelajaran Problem-Based Learning (PBL)terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Kedokteran. Pembelajarandalam pendidikan kedokteran bertujuan untuk memberikan pengetahuan danmempersiapkan mahasiswa terhadap berbagai masalah medis yang umum dijumpaisetelah lulus. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhPBL terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa kedokteran. Penelitian inimenggunakan desain cross-sectional analitik dengan sampel sebanyak 220mahasiswa pendidikan dokter angkatan 2020, 2021, dan 2022 di UniversitasAbulyatama yang dipilih menggunakan teknik sampel secara total sampling.Penelitian dilakukan selama dua bulan pada Desember 2022 - Januari 2023. Datadikumpulkan menggunakan kuesioner data demografi dan Critical ThinkingDisposition Self-Rating Form yang disusun dan disebar menggunakan situs webGoogle Form. Hasil analisis dengan uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungansignifikan antara model pembelajaran PBL terhadap kemampuan berpikir kritismahasiswa (ρ-value = 0,022). Institusi disarankan untuk mengembangkan modelpembelajaran PBL lebih lanjut demi mengoptimalkan kemampuan berpikir kritispada mahasiswa kedokteran.
Karakteristik Penderita Hernia Inguinalis di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh Pada Tahun 2024 Phonna, Zahra; Bastian, Farid; Mustaqim, M. Hendro
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 1 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i1.592

Abstract

Hernia merupakan kasus bedah yang sering ditemui pada negara berkembang. Lebih dari 800.000 operasi untuk perbaikan hernia inguinalis terjadi pertahunnya. Hernia inguinalis merupakan hernia yang paling sering diderita laki-laki yang berusia di atas 50 tahun dan pada bayi baru lahir (kongenital). Hernia inguinalis dapat dibedakan berdasarkan lokasinya (direct, indirect, dan femoralis). Mekanisme tersering yang dapat menyebabkan terjadinya kasus hernia adalah peningkatan tekanan intra abdomen dan memiliki riwayat lemahnya otot-otot abdomen. Dua hal diatas dapat berpengaruh langsung pada saat melakukan aktivitas yang menambah beban abdomen secara signifikan seperti saat mengejan, mengangkat beban yang di luar kapasitas, obesitas dan juga kehamilan. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui gambaran distribusi pendertita hernia inguinalis di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh pada tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 35 orang yang mengalami hernia inguinalis. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil analisis univariat menunjukkan distribusi frekuensi hernia inguinalis kategori usia paling banyak adalah usia dewasa (49%), kategori jenis kelamin paling banyak adalah laki-laki (83%), kategori pekerjaan paling banyak adalah bekerja (57%), kategori tatalaksana paling banyak adalah hernioraphy (66%). Kategori penyakit penyerta paling banyak adalah tanpa disertai penyakit penyerta (94%) dan penderita hernia inguinalis kongenital paling banyak adalah tidak disertai dengan hernia kongenital (91%).
Faktor Risiko Kejadian Appendicitis di RSUD Meuraxa Banda Aceh Andini, Shiva Dinissa; Mustaqim, M. Hendro; Bastian, Farid
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.605

Abstract

Appendicitis merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan bedah yang paling sering dijumpai dan dapat terjadi pada berbagai kelompok usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian appendicitis di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada bulan Februari hingga April 2025. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan telaah rekam medis pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, status gizi, pekerjaan, dan gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien appendicitis berada pada rentang usia 18–40 tahun, mayoritas pasien appendicitis berjenis kelamin perempuan, banyak pasien appendicitis memiliki pekerjaan sebagai pegawai swasta, memiliki status gizi overweight, serta lebih banyak memiliki gaya hidup tidak sehat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usia produktif, jenis kelamin perempuan, status gizi berlebih, pekerjaan swasta, dan gaya hidup tidak sehat merupakan faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian appendicitis. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif terhadap kelompok berisiko sangat penting dilakukan untuk menekan angka kejadian appendicitis.